Perokok = Kriminal

Beberapa orang, termasuk Bung Alex tampak keberatan ketika saya menulis kata “perokok” dalam satu kalimat dengan kata “koruptor” dan “perampok”. Menurut beliau, dirinya sebagai perokok bukanlah kriminal. Saya bisa memahami keberatan itu, mungkin beliau termasuk yang merokok secara manusiawi, tanpa merampas kesehatan atau menindas orang lain.

Perlu saya jelaskan, yang saya maksud dengan perokok di kalimat itu adalah perokok pada umumnya, perokok normal, yang sering anda temui sepanjang hidup anda. Yaitu perokok yang mengasapi siapapun disekitarnya. Dimana bagi saya itu adalah perbuatan kriminal.

Bagi saya, perokok bahkan LEBIH JAHAT, lebih zalim dan lebih kriminal daripada pengguna narkoba yang lain. Kenapa? Karena para pemakai putau, ganja dan penenggak alkohol hanya merusak dirinya sendiri. Kalaupun mabuk dan kecanduan berat, paling juga merusak keluarganya sendiri dan mencuripun dari orang-orang dekat. Tapi perokok? Dimanapun mereka merokok, mereka menzalimi orang lain, merusak paru-paru SETIAP orang disekitarnya, membahayakan kesehatan setiap orang yang mereka asapi.

Belum lagi perusahaan rokok, betapapun dahsyat dan luar biasanya amal jariyah (dan blah blah) mereka, tetap saja yang mereka jual itu adalah racun. Dan melalui iklan-iklan yang menghipnotis, mereka menipu generasi muda bangsa ini untuk jadi kriminal pecandu racun, membakar sekian persen dari penghasilannya untuk…. untuk apa? Untuk jadi keren dan semakin kecanduan?

Dengan tanpa hak, para perokok ini seenaknya meracuni siapa saja, mulai dari binatang peliharaannya, pacarnya, anak-anaknya, teman-temannya, guru ngajinya, bahkan ibu kandungnya sendiri. Coba sekali-kali anda tinggalkan mobil ber-AC anda, lalu naiklah bus ekonomi non ac, kereta atau angkot/mikrolet, anda akan saksikan bagaimana para perokok jantan bin macho ini seenaknya menebar racun. Menurut anda, apakah itu bukan kezaliman? Bukankah itu perbuatan kriminal?

Memang ada sih perokok yang tidak merusak orang lain, misal, ada ibu-ibu perokok yang tiap kali otaknya menagih nikotin, mereka lalu ngumpet dikamar mandi, atau cari tempat yang aman karena tidak mau meracuni siapapun kecuali dirinya sendiri. Juga ada saja pejantan tangguh yang memilih tempat merokok dengan penuh kesadaran karena tak ingin menzalimi orang lain. Tapi jumlahnya tak banyak.

Kalau seandainya merusak kesehatan diri itu bukan tergolong kriminal, berarti memang ada perokok yang bukan kriminal. Dan berarti saya sudah salah karena melakukan generalisir dengan cara menulis bodoh seperti itu. Dengan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya… semoga kita semua segera masuk surga secepatnya. Amin. Nanti kalimatnya saya tambahi sesuatu supaya tidak terlalu menggeneralisir… ada saran?

Intinya, menurut saya para perokok itu kriminal, dan harusnya gerombolan ulama dari masing-masing agama berani bikin fatwa soal ini, harusnya pemerintah juga bikin aturan yang tegas tanpa kompromi. Saya sih mikirnya gitu, anda gimana? Sebagai non perokok? Atau mungkin sebagai perokok yang baik, bertakwa dan berbudi luhur ingin share opini?

- - - - - - -

Oh iya, bicara soal zalim-zaliman… konon ada nabi yang menyebarkan agama apaaaa gitu, beliau melarang keras penzaliman terhadap orang lain, juga melarang umatnya berdiam diri kalau melihat orang lain dizalimi. Menurut beliau, kalau nekat menzalimi atau berdiam diri saja ketika melihat orang dizalimi, sama saja keluar dari agama yang dia bawa. Tapi itu agama mana ya? Kalau itu bukan sekedar hoax, sepertinya memang sekarang sudah punah itu agama, lha ga ada baunya tuh…? sniff … sniff..? Benar-benar abi yang sial, kasihan.

47 Tanggapan ke “Perokok = Kriminal”


  1. 1 danalingga Agustus 15, 2007 pukul 14:56

    Ya, saya setuju kalo perokok kriminal itu adalah orang yang membagi bagi asapnya dengan gratis kepada orang di sekitar, padahal orang orang sekitar ndak pernah pengen di bagi toh.

    *bukannya membagi secara gratis itu perbuatan yang baik ya? :lol: *

  2. 2 danalingga Agustus 15, 2007 pukul 14:58

    Eh, tapi kalo dengan sadar merusak diri sendiri juga tindakan kriminal toh?

    Jadi tampaknya perokok emang kriminal.

  3. 3 itikkecil Agustus 15, 2007 pukul 15:41

    sepakat, perokok memang kriminal. sebagai pengguna angkutan umum yang setia, saya sebal sekali sama perokok yang gak peduli dengan orang lain dan dengan cueknya menyebarkan asap rokok ke orang lain. bukannya abad ke 18 atau 19 di Rusia dulu, yang ngerokok itu dihukum mati? (CMIIW)

  4. 4 Joerig™ Agustus 15, 2007 pukul 16:23

    haha … setuju banget … eh ngga sih … eh tapi agak setuju deh … :lol:

    tapi kalo yg merokok seenaknya, yg ga peduli ama orang2 di sekitarnya, aku rasa perokok kaya gitu emang kriminal.

  5. 5 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 15, 2007 pukul 17:21

    Oh iya, bicara soal zalim-zaliman… konon ada nabi yang menyebarkan agama apaaaa gitu, beliau melarang keras penzaliman terhadap orang lain, juga melarang umatnya berdiam diri kalau melihat orang lain dizalimi. Menurut beliau, kalau nekat menzalimi atau berdiam diri saja ketika melihat orang dizalimi, sama saja keluar dari agama yang dia bawa. Tapi itu agama mana ya? Kalau itu bukan sekedar hoax, sepertinya memang sekarang sudah punah itu agama, lha ga ada baunya tuh…? sniff … sniff..? Benar-benar nabi yang sial, kasihan.

    Ho oh. Saya juga pernah dengar. Yang mana yah ? :mrgreen:

    ———-

    Lucunya setelah membuang emisi nikotin di depan mata publik (Apalagi kalau mereka juga mengendarai kuda besi yang sering buang angin), banyak dari mereka yang menganggap bahwa mereka bukan kriminal.

  6. 6 caplang™ Agustus 15, 2007 pukul 18:41

    …Juga ada saja pejantan tangguh yang memilih tempat merokok dengan penuh kesadaran karena tak ingin menzalimi orang lain. Tapi jumlahnya tak banyak.

    *acung tangan tinggi2* :lol:

    saya sbg perokok ringan (ga sampe 65kg) aja ngerasa keganggu dng perokok yg sembarangan menghembuskan asap rokok
    kenapa? karena harga rokok sudah mahal dan cukai rokok juga akan naik, jadi mbok ya jangan boros begitu… kan sayang rokoknya… :P
    saya juga sebal dng pengendara mobil maupun motor yg merokok sambil berkendara. selain membahayakan diri sendiri dia juga membahayakan keselamatan orang lain saat membuang abu/puntung rokok seenaknya.

    wah udah tiga kesalahan tuh
    1. ngerokok
    2. ngeracunin orang lain
    3. berkendara sambil merokok tanpa membawa asbak

  7. 7 Resta Agustus 15, 2007 pukul 21:10

    kadang klo dekat2 orang yg merokok gw merasa terdzalimi…udah nyebar racun ke gw, misalnya kita mengahalau asapnya dgn mengipas2 tangan ato buku maka mereka akan memandang kita dgn sinis seolah2 kita ga sopan sama dia pdhl si perokok itu yg ga sopan sama orang2 disekitarnya.

  8. 8 alex Agustus 16, 2007 pukul 3:31

    Duh! Teguh… Teguh… Langsung dibikin postingannya :))

    Oke. Saya keberatan dengan GENERALISASI perokok adalah kriminal. Coba deh ditunjuk per kasus saja. Saya berani bilang saya perokok budiman, dalam artian toleransi saya terhadap non-perokok di sekitar saya SUDAH TINGGI, kalo boleh saya bilang. Ndak suka merokok di dekat orang-orang non-perokok. Lagipula aktivitas harian sebagai freelancer, ya saya memiliki ruang sendiri.

    Guh… pernah juga kita perang dengan orang2 yang suka MENGGENERALISIR orang lain dengan kata “par-pir” dan sejenisnya. Aku cuma bilang: jangan jadi tipikal orang yang sama. Kebencian terhadap kaum manapun, disikapi dengan adil saja.

    Kalau ada yang menganggap rokok kebutuhan, hargai saja ketololannya untuk mati pelan-pelan *including me*. Tapi menggeneralisir dengan kata KRIMINAL? Sejak kapan hak manusia untuk menentukan denyut nadinya sendiri boleh dikatakan kriminal? :)

    *Wadehel belum mati rupanya… :)) *

  9. 9 alex Agustus 16, 2007 pukul 3:39

    Oh ya… satu lagi, sebelum kelupaan:

    Aku pernah jadi penghisap ganja. Dan aku berhasil meninggalkannya. Segala tips dan tricks yang aku pakai untuk berhenti mengganja itu, aku terapkan pada kawan-kawan di sekitar. Pada adik-adik angkatan. Alhamdulillah… beberapa berhasil, dengan cara mengurung mereka buat ngopreki linux hingga kecanduan komputer, misalnya.

    Now… you have any solution for the smokers? Anyone?
    Beri solusi dan jangan cuma ketidak-sukaan. Menjadi ahli terapi itu bukan pekerjaan mudah. Kalau cuma menuruti kajian para ahli2 kesehatan, gampang saja memang. Tapi kalau hal seperti rokok, itu sudah candu. Lha… agama yang “dijadikan” candu bisa kita kritiki dan kita cari jalan keluar, kenapa aku tidak pernah melihat solusi real dan gamblang untuk rokok? :)

    *cuma kecap saja… jangan diambil pusing*

  10. 10 mathematicse Agustus 16, 2007 pukul 4:08

    Saya sepakat akibat dari tindakan perokok yang dikatakan normal di sini itu berbahaya (alias kriminal).

    Tapi, saya tak sepakat bila perokok dikatakan lebih berbahaya dari pengguna narkoba atau peminum minuman keras (sebab yang ini jelas aturannya haram dalam agama). Sedangkan rokok cuma makruh (jadi jelas, perokok tak lebih berbahaya daripada pecandu minuman keras atau obat-obat terlarang).

    Btw, tulisannya sudah mulai sensasional euy… (teruskan!!!). Hehe… :D

  11. 11 alex (nggak login) Agustus 16, 2007 pukul 5:52

    Errr… komen apa dimoderasi, ya?
    Apa kata w4d3h3l dilarang, kah?
    Terus terang, kalo dimoderasi, aku ndak puas ini. Kalau ini memang bukan blog dulu, I think you failed to be another. Bau karakter “kemarin” masih tercium… I dont think you’re a coward ciken, Guh… :D

    Let’s see…

    *waiting*

  12. 12 SëRAK Agustus 16, 2007 pukul 11:55

    dilematis banget! bagi yang kecanduan kadang mengorbankan uang “susu” dan “buku” anak. Cuman kalo mo masuk kategori KRIMINAL itu prosesnya pasti lama dan berat. Padahal, klo gak salah “ganja” bakal diperbolehkan…….. capek deh :cry:

  13. 13 Guh Agustus 16, 2007 pukul 12:06

    @Danalingga, tergantung yang dibagi apa pak, dan dipaksa menerima atau tidak. Saya ga tau apakah merusak diri itu kriminal atau tidak, dalam hukum islam sih KONON ga boleh, saya belum nemu lagi tuh aturannya.

    @Itikkecil, waks, hukum mati??? Hehe, gila juga tuh.

    @Alex, hehe, maaf ke sensor. Emang sengaja beberapa kata saya moderasi, biar ga banyak yang bikin bahasan oot.

    Solusi kecanduan rokok ya? ide bagus nih buat tulisan lagi. Tapi solusinya apa ya kecuali berhenti? Tapi ga bisa berhenti juga ya… hmmm…

    Btw, saya juga rasanya ga (terlalu) generalisir kok, itu bikin pernyataan “perokok = kriminal” berdasarkan asumsi bahwa merusak diri maupun orang lain adalah kriminal, trus karena menurut saya korbannya lebih banyak dari peminum maupun ganja, ya saya nyatakan lebih jahat. Tapi tentu tidak harus sepaham, mari sepakat untuk tidak sepakat. Saya juga setuju untuk tidak membenci sembarangan, sikapi saja dengan adil…. hmm. Tapi menyikapi dengan adil ini juga bahan bahasan lagi nih…

    Alex jadi sumber inspirasi, terimakasih Lex :D

    @Mathematicse, seperti saya jelaskan diatas, saya anggap itu berbahaya bukan terhadap si pelaku, tapi terhadap orang-orang disekitarnya. Kalau peminum/narkoba yang dirusak HANYA badannya sendiri, kalau perokok? dari bayi, binatang, sampai orang suci yang ada disekitar anda akan ikut dirusak. Tapi ya ok deh, tak perlu sepakat memang :)

    @Alex lagi, euuh, whatever. Pembaca bebas beranggapan apa saja tergantung pemahamannya masing-masing. Biuti kan in di ay of de biholder toh.

  14. 14 alex Agustus 16, 2007 pukul 12:37

    Pembaca bebas beranggapan apa saja tergantung pemahamannya masing-masing. Biuti kan in di ay of de biholder toh.

    I like your quote! :P
    Ternyata benar, you’re not a coward. Hiheihie… komenku diapprove euyy…

    Jadi begini, tentang solusi berhenti. Coba deh tanya sama yang sudah sukses berhenti. Apa saja yang sudah mereka lakukan. Nah, ntar kan resep masing-masing mungkin bisa jadi panduan kebenaran layaknya kitab bagi the smokers around the world.

    Yaa… solusi paling bener itu ya BERHENTI. Tapi, kadang2 mesti diakali. Aku ini lho, Guh… sampai saat ini cuma bisa ngurangi. Pernah cuma 2 batang saja sehari. Itu kenapa? Karena kondisi kerjaan sekali mesti pindah ke ruang ber-AC dengan adanya orang2 lain. I didnt wanna be a killer at that time, alrite? :D

    Ditunggu lho!

  15. 15 perokok Agustus 16, 2007 pukul 12:55

    rokok itu di anggap kriminal karena merusak orang lain di sekitarnya, bagaimana dengan orang yang mengendarai motor 2 tak, dengan asap yang selalu menyembur, tapi motor biasa juga menyebarkan racun, karena yang keluar dari kenalpot motor tersebut adalah Co, yang notabane emang racun.

    klo mobil ya pasti sama dengan motorkan, apakah pengendara motor dan mobil tergolong kriminal juga?

    *cari-cari alasan untuk pembenaran*

  16. 16 caplang™ Agustus 16, 2007 pukul 12:57

    saya pernah brenti ngerokok selama setahun demi pacar
    tapi setelah putus sama dia ya ngerokok lagi
    jadi sebenernya kalo mo brenti sih gampang
    nah cari pemicunya itu yg susah

    apa saya harus cari pacar lagi? :lol:

  17. 17 danalingga Agustus 16, 2007 pukul 12:58

    Kalo pengalaman saya berhenti merokok adalah menganggap berhenti merokok itu adalah sebuah tantangan untuk diri saya agar lepas dari kecanduan.

    Saat itu saya berpikir bahwa jika saya bisa mengatasi kecanduan merokok ini, moga moga saya semakin terlatih untuk berhenti dari kecanduan yang lain.

    Semoga tipsnya berguna. :mrgreen:

  18. 18 Dimashusna Agustus 16, 2007 pukul 13:45

    Perokok=kriminal ?

    Bukannya uang perokok itu digunakan untuk kemajuan olahraga (Liga Sepakbola D*****, Bola Volley. Bola Basket A ****,Bulu tangkis) pendidikan (Program Bimbingan Anak S********, Program Beasiswa) dan pemberdayaan masyarakat di daerah (MPS)?

    Dari sisi ini mereka Pahlawan lho.

    Bukannya belain, tapi lagi mikir gimana caranya supaya walaupun Rokok tidak ada tetapi program sampingannya tetap berjalan. *Mode mikir ON*

  19. 19 irdix Agustus 16, 2007 pukul 13:48

    yaa..ya.. yg ga merokok jg kriminal.

  20. 20 Onga Fetro Agustus 16, 2007 pukul 14:46

    ngelirik comment no 10, “Sedangkan rokok cuma makruh”. ada pembandingnya nih disini :
    http://www.halalguide.info/content/view/252/38/
    http://www.halalguide.info/content/view/338/38/

  21. 21 rajaiblis Agustus 16, 2007 pukul 15:24

    sebagai petinggi para iblis, yang dinaungi api dan asap, sebetulnya aNE sedikit tersinggung bila perokok disebut kriminal … but its oke laaa …

    cuma, ada unsur generalisasi di sini !
    kalo mo balik ke wujud sebuah ciptaan, sebetulnya tak ada yg membawa keburukan. tinggal bagaimana mengolah dan memberdayakannya sehingga membawa manfaat !

    memang, tak banyak yg tahu ilmunya …
    dan … dalam mengerjakan segala sesuatu harusnya memang dengan ilmunya … termasuk merokok …

    well … sekedar berbagi pandangan …

  22. 22 CY Agustus 16, 2007 pukul 16:30

    gw sering kentut (maaf) bila ada org yg tanpa permisi merokok didekatku, dan dalam hati berpikir “mampus lu ngisap bau kentutku”, krn dia juga maksain gw ngisap asap rokoknya. Sebelum naik angkot, gw selalu makan yg bisa menghasilkan kentut. jadi kalo diangkot ada yg merokok (sialnya selalu ada) maka sukseslah seluruh angkot itu berbau parfum alam dari gw hehehe…. :D

  23. 23 cK Agustus 16, 2007 pukul 20:35

    *curhat mode ON*

    kemarin saya dikelilingi 3 perokok berat yang merokok di depan saya dan mengakibatkan penyakit asma alias sesak nafas saya kambuh. salah satunya minta maaf tapi yang sisanya hanya cengir-cengir karena disangkain saya cuma bohong. apakah itu termasuk kriminal? saya ingin menendang mereka satu persatu, sayangnya mereka adalah sahabat saya.

  24. 24 cK Agustus 16, 2007 pukul 20:41

    heh…perasaan tadi udah komen kok ilang ya?? :-?

  25. 25 cK Agustus 16, 2007 pukul 20:41

    eh ada deng…maap jadi nyampah :mrgreen:

  26. 26 mathematicse Agustus 16, 2007 pukul 22:52

    Oh iya, saya bukan perokok (klo bapak saya sih perokok berat). Hehe… :D

  27. 27 Kopral Geddoe Agustus 16, 2007 pukul 23:31

    Hari gini ngerokok…

    *sembunyiin rokok dan asbak*

  28. 28 alex Agustus 17, 2007 pukul 0:20

    @ cK

    sisanya hanya cengir-cengir karena disangkain saya cuma bohong. apakah itu termasuk kriminal? saya ingin menendang mereka satu persatu, sayangnya mereka adalah sahabat saya.

    Kenapa nggak diyakinkan, terus dimaki saja teman-temanmu kalau tetap ego gitu? Kalau bisa mengkritiki orang lain, ya mesti berani pada yang terdekat dulu.

    Saya sebagai perokok ya ndak keberatan ditegur kalo silap, nggak nyadar ada orang di dekat saya. *serius*

    Kalau cuma bisa ngomel-ngomel di belakang, ya percuma saja. (IMHO)

  29. 29 endee Agustus 17, 2007 pukul 16:38

    Hmm another rokok yah.!!!

    paling ga enak klo lagi di kantin trus banyak yg ngerokok.!!! dengan tanpa berdosa dan malu2 kambing..gw pasti ngomong dengan suara keras (kayak pake toa’)..”Lama2 smua orang di sini kena kanker dadakan”..

  30. 30 kalengkrupuk Agustus 17, 2007 pukul 17:00

    Betul!! Setubuh!!!

    Merokok dapat membunuh anda pelan-pelan!!! (Dan maka daripada itu jawab saya adalah: Membunuh pelan-pelan? Gak papa deh, saya toh nggak buru-buru ini….)

    Hihihihi… Kabooooorrrrrrr…***

  31. 31 endee Agustus 17, 2007 pukul 17:10

    @kalengkrupuk

    Ck…ck….ck….

  32. 32 -tikabanget- Agustus 17, 2007 pukul 20:28

    wah?
    sebutan baru buat sayah?
    kriminil?
    sayah emang kriwil awalnya, sebelum direbonding..
    tapi sayah ndak bikin bapak ibu sayah nangis nangis kayak ibu tetangga yang anaknya semaput gara2 overdosis..
    wekekek..

  33. 33 ndaru Agustus 17, 2007 pukul 21:16

    Moderasi?

    Sebagai seorang yang tertarik ingin membaca, atau terseret berbagai “kebetulan” untuk membaca. Bukan cuma karena numpang “pertamak” atau sedekah komen saya mati rasa saat tahu hal tersebut.

    Dan anda meracuni kami para pembaca dengan komen - komen yang anda labeli “halal”

    Ah maaf saya tunda dulu masalah kriminalitas dari sudut pandang anda kalau begitu

    * legalyze ganja! kekeuh! *

  34. 34 cK Agustus 17, 2007 pukul 22:01

    @ alex
    sudah saya kritik, tapi tetep aja percuma. saya malah disuruh pergi. berhubung saya lagi makan, saya tetep duduk disana. cuma ya itu, efek sampingnya asma saya kambuh. justru mereka berpikir, karena saya adalah teman, jadi gapapa…

  35. 35 alex Agustus 17, 2007 pukul 22:09

    justru mereka berpikir, karena saya adalah teman, jadi gapapa…

    Cara pikir yang salah teman-temanmu itu :)

    Btw… see?? Lingkungan masing2 juga yang pada akhirnya mesti dibenahi. Ada gerombolan perokok seperti aku dan kawan-kawan yang masih mau pake otak utk ndak egois dengan masamnya moncong mulut sendiri, ada yang tipe bajingan egois mau menang sendiri.

    Mulai dari lingkungan sendiri saja kali ya? :)

  36. 36 Guh Agustus 17, 2007 pukul 22:25

    @Perokok, selamat mencari pembenaran.

    @Caplang, gimana kalo motifnya … supaya lebih Islami? hehe

    @Danalingga, tips bagus :D

    @Dimashusna, iya, pusing juga tuh. Sama dengan kasus koruptor, tapi duitnya dipake membangun mesjid misalnya, jadi pusing kan. Disatu sisi penjahat, sisi lain…

    @Irdix, bisa jadi, kan seperti diatas itu, cap kriminal karena merusak orang lain dan merusak diri. Ga harus pake rokok, pake belati bahkan agamapun bisa.

    @Onga Fetro, terimakasih linknya. Maaf tadi nyangkut dimoderasi, mungkin karena linknya.

    @Rajaiblis, ya memang jelas-jelas generalisasi (dan labelisasi), semua yang merusak orang lain dan merusak diri adalah kriminal :D Meskipun dalam melakukannya dengan ilmu, tetap saja saya menganggapnya kriminal, baginda. Itu pandangan saya baginda.

    @CY, *tutup idung, cari2 gasmask n baju anti radiasi*

    @cK, lain kali katakan terus terang kalo keberatan dengan asap mereka. Kalo ternyata anda yang minoritas, ya pindah meja saja toh? Membiarkan diri dianiaya, konon sama aja keluar dari Islam lho. Ngafir, desersi. Tar mati masuk neraka, dibakar sampe gosong berkali-kali !! *mimik serius sambil nunjuk2*

    @Alex, setuju, katakan terus terang, jangan takut mengatakan yang bener :D

    @Endee, lain kali coba tempelin tulisan: “Bukan lu doang yang punya paru-paru”, kayak tulisan di blognya bang Kw klo gasalah.

    @-tikabanget-, tenang, cuma saya aja kok yang berpendapat begitu :) ga sepenting itu.

    @ndaru, saya memang tidak loloskan komentar-komentar terlalu salah tempat. Untuk pertanyaan pribadi saya sudah sediakan tempat, tidak perlu diumbar ditempat publik. Anda merasa saya pernah memberangus komentar anda? Silahkan komplen, lihat apakah komplain anda saya berangus juga, kalau memang iya, anda bikin saja posting khusus di blog anda tentang itu :P *sok penting banget sih saya inih* Dan soal keracunan… hmm.. memang dalam mengkonsumsi apapun harus hati-hati. Termasuk blog, juga ganja.

  37. 37 masbro Agustus 18, 2007 pukul 1:31

    sebagai seorang Pro-Rokok (Perokok) tentu saya tak mau diCap = Kriminal dunk.

    Maksudnya, tidak semua perokok adalah kriminal bukan?

    Menurut hemat saya,

    …, Dimanapun mereka merokok, mereka menzalimi orang lain, merusak paru-paru SETIAP orang disekitarnya, membahayakan kesehatan setiap orang yang mereka asapi.

    Nah inilah yang perlu di Judge sebagai kriminil , masalahnya merokok di tempat sembarangan dan tidak melihat kondisi situasi sekitarnya

  38. 38 alex Agustus 19, 2007 pukul 17:39

    @ masbro

    Jadi… marilah merokok dengan LOHIS DAN STRATEHIS™, masbro. Mari rukuk merokok bersama org2 yang merokok…

  39. 39 AmruL Agustus 19, 2007 pukul 21:35

    Fiiuuuuffff……jadi perokok ituh cuma kriminal yah…..
    lega hati saya…..kirain haram gituwwww……

    Hihohihohihohiho…….

  40. 40 petroek Agustus 20, 2007 pukul 12:13

    Kalo nga mau di DZALIMI oleh PEROKOK mendingan MINGGIR !!!!!!
    *Fuuuhhh…fuuhh…..pluss…pluss…..*

  41. 41 petroek Agustus 20, 2007 pukul 12:34

    Perokok=Kriminal
    Kriminal=Penjahat
    Penjahat=Harus diTangkap !!!
    wah..bisa2 nanti penjara nga muat nih……
    Kalo nga muat di penjara diIndonesia, nanti dititipin ke penjara luar negeri….wek..bisa jalan2 nih….
    *hidup perokok*

  42. 42 pelanggar Januari 6, 2008 pukul 18:16

    Perokok Indonesia Bersatu Memperjuangkan hak-hak kebebesan merokok tanpa didiskriminasi oleh siapa pun. Memperjuangkan hak-hak untuk mendapatkan persamaan hukum sebagai warga negara yang membayar pajak lebih dari orang yang tidak merokok.
    http://aliansi-perokok-indonesia.blogspot.com
    Aliansi Perokok Indonesia (API) adalah organisasi formal di Indonesia yang melakukan gerakan penyadaran untuk merokok nasional. API adalah organisasi nonprofit yang berorientasi pada pembelaan terhadap hak-hak perokok. Program Kerja API terfokus pada peningkatan jumlah perokok aktif di Indonesia.

  43. 43 infogue Mei 16, 2008 pukul 9:55

    Artikel di blog Anda sangat menarik. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com

  1. 1 Ternyata Merokok itu HARAM!!! « Guhpraset Lacak balik pada Agustus 16, 2007 pukul 23:51
  2. 2 Kopdar Bandung, Kedua « Chaos_Region.html Lacak balik pada Agustus 17, 2007 pukul 19:20
  3. 3 Perokok bisa masuk Sorga | Mous dan Kiborku Lacak balik pada Agustus 18, 2007 pukul 3:20
  4. 4 Muslim Perokok = KAFIR™ « Guhpraset Lacak balik pada Agustus 22, 2007 pukul 8:35

Tinggalkan Balasan




Arsip