Demi Tuhan, Jangan Menikah Dengan Polisi!

Untuk kamu-kamu, ABG Bogor yang punya pacar Polisi…

Kalau kamu seorang materialistis yang matre abis, atau kalau kamu punya cita-cita berkembang biak seperti kelinci, please, segera batalin deh rencana kamu nikah sama dia. Bahkan meski kamu orang baik-baik, hidup irit plus gak niat punya anak, tapi kalau gak punya pekerjaan yang menghasilkan banyak fulus, saran aku tetap sama: JANGAN NIKAH sama Polisi!

Kesejahteraan Polisi di negeri ini sangatlah mengerikan. Gaji mereka amat sangat minim. Mungkin untuk menghidupi sendiri aja kesulitan. Apalagi kalau dibebani lagi dengan kebutuhan kamu, pastilah gak bakalan cukup. Ujung-ujungnya kamu cuma bikin si Polisi jadi busuk!

Gak percaya? Coba deh maen-maen ke Samsat Bogor, itu satu gedung penuh dengan Polisi calo yang kerjaannya menindas para pembayar pajak. Kalo kamu sering mobile, sekali-kali perhatikan deh gimana para Polisi jalanan malakin supir-supir truk. Dan kalo kamu anak motor yang suka ke puncak, pasti tahu dong gimana kelakuan Polisi Bogor yang suka cari-cari kesalahan orang Plat B??

Mereka itu adalah bukti nyata betapa buruknya kesejahteraan Polisi. Gaji yang super minim bikin mereka melarat lahir batin. Mereka terpaksa menggadaikan profesionalitas, lalu dengan sengaja bermutasi jadi Polisi busuk demi ngasih makan keluarga di rumah yang hampir mati kelaparan. Belum lagi nyekolahin anak-anaknya yang mungkin juga make narkoba. Horor abis!

Jadi please, aku mohon, kalo kamu gak punya kerjaan yang menghasilkan banyak sekali fulus, demi Tuhan, jangan nikah sama polisi!!! Kamu ga mau kan orang yang kamu sayangi berubah jadi busuk cuma karena pengen nafkahin kamu? Sudah terlalu banyak Polisi busuk di negeri ini, tolong jangan kamu tambahin lagi.

Terimakasih.

128 Tanggapan ke “Demi Tuhan, Jangan Menikah Dengan Polisi!”


  1. 1 Resta September 23, 2007 pukul 0:56

    untung gw bukan polisi.
    mereka meras uang rakyat kan untuk nutupin modal waktu mereka mau masuk polisi itu.

  2. 2 mbelgedez September 23, 2007 pukul 1:46

    Yahhh…
    Runner Up lagi, keduluan Resta…
    Eh, boss, udah denger belom, sekarang ini mau jadi bintara polisi, uang sogoknya minimal 60 juta !

    Makanya kalo liat tingkah mereka dijalan amit-amit deh. Lebih gila lagi, konon kabrnya begitu mereka sdh boleh turun kejalan, target mereka sehari “dapat” 200rb. Jadi dalam setaun modal mereka hrs sdh balik !

    Edan memang !!!

  3. 3 Resta September 23, 2007 pukul 4:44

    kawan gw yang baru lulus tahun ini malah udah nyiapin 250 juta buat masuk polisi, tapi ga jadi gara2 katanya klo mau masuk polisi harus lulusan s1 dulu :P

  4. 4 hoek September 23, 2007 pukul 4:52

    bener tuh! ditambah lagi sama apa yang diomongin sama mbah mbel, uda gaji minim, ngejar target buad balik modal, dan ditambahin lage buad ngasi makan anak istri, huehuehue…

    @mbel
    “…mereka sehari “dapat” 200rb. Jadi dalam setaun modal mereka hrs sdh balik !”
    itu kale sumbangannya 60 juta, kalo lebih? >.<
    bisa-bisa sehari mereka bakal nyari duid harian yang lebih banyak lage!

  5. 5 danalingga September 23, 2007 pukul 10:39

    Please ya Alloh, please…. naikkanlah gaji mereka, agar layak dinikahin. Amin.

  6. 6 mathematicse September 23, 2007 pukul 11:37

    Waduh kasihan banget tuh Polisi Bogor… :D (Nanti kalau ga boleh nikah dengan mereka, apa nantinya tindak kriminalitas tidak meningkat? ) Jangan-jangan karena ga ada yang mau nikah dengan mereka, prost*** merajalela… (berkat dukungan mereka). Nah lho… :D

  7. 7 ndoro kakung September 23, 2007 pukul 12:09

    wah, satire yang manis :D

  8. 8 mardun September 23, 2007 pukul 12:17

    Harusnya polisi dikasih tunjangan pernikahan ya?

    jadi inget koran hari ini… “Kaya bermanfaat, Miskin bermartabat” :P

  9. 9 Mihael "D.B." Ellinsworth September 23, 2007 pukul 14:53

    Saya sangat mengerti betapa miskinnya polisi, bahkan saya saja “dipalak” oleh mereka di pertigaan Bandung. :evil:

  10. 10 ekowanz September 23, 2007 pukul 16:16

    ga semua kok…
    kalo emang mereka menjadi polisi karena panggilan hati, panggilan jiwa…biarpun gaji kecil tapi “yang terpilih” ini tdk akan dengan sengaja menggadaikan keprofesionalitasan mereka. Naif memang…tapi masih ada kok… “yang terpilih” ini

  11. 11 asukowe September 23, 2007 pukul 18:38

    Betul juga kata ekowanz, cuma jumlahnya kayaknya sedikit deh…

  12. 12 irdix September 23, 2007 pukul 19:01

    tapi masih ada 68% polisi yg baik.

  13. 13 Shelling Ford September 23, 2007 pukul 19:50

    polisi yang baik yg tersisa skrg cuma polisi tidur!
    polisi baik yang dulu2 udah pada almarhum semua

  14. 14 telmark September 23, 2007 pukul 20:18

    polisi tidurpun kaga baik kok… Orang ngebagusin mobilnya (diceperin) malahan diberantakin sama tuh polisi malas. punya saya contohnya, knalpotnya ampe amburadul.

    Utk pemalakan, kasus ini sudah menimpa saya beberapa kali, makanya I hate Police. gara2 nila setitik, semua Polisi saya benci. termasuk teman2 saya sendiri… hehehe…

  15. 15 warnetubuntu September 23, 2007 pukul 20:49

    yah begitulah.. warnet saya 3x didatangi polisi untuk dicari2 kesalahannya… anehnya, mereka tidak tahu apa bedanya ubuntu linux dan windows.. :lol:

  16. 16 pr4s September 23, 2007 pukul 20:49

    Duh kacian ya polisi, jadi sasaran hujatan masyarakat. Ternyata ganti logo “Polisi melayani masyarakat” itu gagal ya? Tetep aja tdk merubah citra polisi. Gimana caranya supaya mereka bisa punya moral baik ya?

  17. 17 brigita September 23, 2007 pukul 21:13

    ternyata

  18. 18 alex September 23, 2007 pukul 21:27

    Entah kenapa, kalo sudah melihat mereka yang berseragam coklat seperti pramuka dipersenjatai itu, udah ill-feel duluan…
    Meski harus diakui juga bahwa masih ada yang moralnya baik. Tapi kenapa ya, rasanya seperti segelintir saja yang baek-baek itu … :?

  19. 19 Mrs. Neo Forty-Nine September 23, 2007 pukul 21:34

    #alex

    ntah kenapa, kalo sudah melihat mereka yang berseragam coklat seperti pramuka dipersenjatai itu

    enak aja!
    kami lebih keren dari silup silup itu tauk!
    :twisted:

  20. 20 Mrs. Neo Forty-Nine September 23, 2007 pukul 21:47

    jadi, nikah sama mas Guh aja gitu?
    :D

  21. 21 aRuL September 23, 2007 pukul 22:07

    waduh… kasihan banget polisi, yang patut di salahkan polisinya apa pemerintah yang bikin anggaran yang kurang tepat?

  22. 22 shusaku September 23, 2007 pukul 22:43

    wah polisi indo kaya tai itu mah udah rahasia umum da, kalau gw liat polisi indo yang bersih & berintegritas bener2 itu namanya kebetulan yang langka. memang mereka itu shit semua kok. fuck indonesian police

  23. 23 mathematicse September 23, 2007 pukul 23:09

    Andaikan polisi-polisi Bogor itu tidak ada? Apa yang terjadi ya? :D (Oh iya, saya juga minta ijin mentatut blog ini. Walau sudah diijinkan di halaman kontak, saya minta ijin saja ya secara resmi. :D)

  24. 24 toim the shinigami September 23, 2007 pukul 23:13

    mereka hanya kepaksa aja koq, nglakuin gitu…ada koq polisi yg selalu berbuat baek yaitu…polisi tidur!
    *kabur*

  25. 25 mardun September 24, 2007 pukul 0:32

    @Siwi
    bukannya pramuka itu polisi yang dilucuti :P
    *kabur*

  26. 26 alex September 24, 2007 pukul 0:43

    @ Mrs. Neo Forty-Nine

    enak aja!
    kami lebih keren dari silup silup itu tauk!
    :twisted:

    Sabar… sabar, Jeng :|
    Bukan maksudku memuji menghina pramuka. Lha, aku ini sendiri dengan bangganya masih menyimpan pisau pramuka, kacu, baret coklat, dan status sebagai Penggalang Rakit terganteng dulu.

    Cuma… mbok ya mereka itu sadar. Tugas mereka itu ndak lebih bagus dari bandit berseragam dengan atribut negara, kalo petantang-petenteng begitu.

    Susah deh kalo udah diprotes sama mahasiswa jurusan Kepramukaan :P

  27. 27 extremusmilitis September 24, 2007 pukul 3:18

    @alex en Mrs. Neo Forty-Nine
    weleh…weleh, baru dapet Penggalang PerahuRakit aja udah sombong :x
    Belon pada tahu ya aku ini dulu Ketua Dewan Adat Pramuka Garuda yang udah njitakin palangelatih para Penggalang dengan senang hatibaik, Tanpa Rasa Bersalah Sedikit-Pun? 8)

    *kalau ngeliat ada dua orang anak pake baju Pramuka lengkap lagi lari-lari gak jelas, itu berarti mereka berdua sedang ngejar aku yaks* :lol:

  28. 28 alex September 24, 2007 pukul 4:35

    Eh, Guh… apa ini ndak masuk “hezti generalisesyen” ndak ya? :P
    Ndak semua polisi lho :|

    @ extrememusmilitis
    *sungkem hormat pada Pramuka Garuda*
    ampuuunn…. ampunnn….

  29. 29 Pacaran Islami September 24, 2007 pukul 7:17

    Kalo gak boleh nikah, pacaran aja?
    ;)

  30. 30 cecepswp September 24, 2007 pukul 7:36

    mmm…bubarkan polri? :D :D

  31. 31 asukowe September 24, 2007 pukul 7:48

    Lho, piye to malah ngajak bubar… nanti siapa yang dipasrahi sibuk kalo rumah njenengan dibobol maling….

  32. 32 cK September 24, 2007 pukul 8:23

    saya punya temen yang polisi dan tajir. sayang udah punya cewek…

  33. 33 aLe September 24, 2007 pukul 8:24

    *mode konsultasi : on*
    Seandainya Mas Guh anak seorang Polisi apa artikel ini tetap dibuat? dan apa yang akan Mas Guh lakukan? :?:

    thanks

    aLe

  34. 34 Luthfi September 24, 2007 pukul 9:10

    *pernah jd korban polisi Bgr*

  35. 35 caplang™ September 24, 2007 pukul 9:44

    mangkanya bawa setumpuk aturan lalin di motor :lol:

  36. 36 bahtiar September 24, 2007 pukul 10:30

    endonesa :)

  37. 37 Irwan September 24, 2007 pukul 10:49

    Boleh promosi ga?
    Saya bukan polisi lo…

  38. 38 Guh September 24, 2007 pukul 10:49

    @Mbelgedez, Resta, udah denger, konon sekarang dah ga pake gitu2an lagi. konon.

    @Danalingga, please ya Alloh, kabulkanlah doanya Danalingga. Btw pak, gimana kalau bapak dianiaya dulu, disiksa, baru nanti berdoa lagi. Konon doa orang teraniaya lebih ampuh kan? :P

    @Matematichse, emangnya kalo orang ga nikah pasti cari pelacur?

    @Ndorokakung, lho kok satir? Ini serius Ndoro!

    @Mardun, harusnya udah kan, sependek yang saya tahu setiap aparat dapat tunjangan untuk bini dan anak. Entah besarnya berapa.

    @DB, ya iya lah, situ kan umurnya belum cukup untuk punya sim :P Harusnya malah diciduk.

    @Ekowanz, Asukowe, Alex, saya juga yakin pasti masih ada yang baik, tapi tak berdaya untuk menyadarkan teman-teman dan sistemnya yang busuk. Ikut busuk?

    @Irdix, gak kegedean tuh persentasenya?

    @Warnetubuntu, mereka ga dateng bareng orang IT / microsoft toh?

    @Pr4s, tulisan diatas itu salah satu usulan untuk memperbaiki moral mereka. Kalau beban hidup dikurangi, mungkin pikiran mereka bisa lebih bersih :P Ada ide lain?

    @Mrs. Neo49, bener, pramuka lebih keren, pramuka ga pernah malakin orang kan? Btw, soal nikah saya dah ga buka lowongan je :D

    @aRuL, salahkan semua, dan bantu mereka untuk cari solusinya, ada usul?

    @Matematichse,

    Andaikan polisi-polisi Bogor itu tidak ada? Apa yang terjadi ya?

    kalau polisi bogor tidak ada, mungkin akan ada pengganti yang lebih baik:P Kalo ga ada juga, ya bogor akan mulai bertanya: Apa gunanya pemerintahan yang tak mampu menyediakan rasa aman?

    @Alex,

    masuk “hezti generalisesyen” ndak ya?

    Menurut situ masuk ga? Kalo iya silahkan menyumbang koreksi, sebaiknya gimana ;)

    @Cecepswp, tak perlu Polrinya yang harus bubar, cukup diganti aja itu pimpinan-pimpinan yang udah terbukti ga mampu melakukan perbaikan atau malahan terlibat dalam kebusukan.

    @cK, polisi tajir? wow, kok bisa ya?

    @aLe, mungkin kalau sejak kecil saya dibesarkan dengan uang hasil palakan, saya tak akan seperti sekarang. Kalaupun tetap nulis, mungkin saya akan nulis “bagaimana membungkam komandan yang sok idealis”, atau “Tips bikin cegatan untuk penghasilan razia yang berlipat ganda”. Tapi… mungkin saja tulisan diatas malah hasil dengerin curhatan puteri seksi seorang polisi busuk, anda tak akan tahu :P

  39. 39 pr4s September 24, 2007 pukul 11:17

    Ide lain? hmmmm ya mungkin karena awalnya masuk polisi udah pake uang sogokan, mental selanjutnya ya kejar setoran (menurut mbelgedez). Apa benar sekarang untuk masuk polri/tni minimal S1? Mudah-mudahan aja generasi S1 skr punya mental yg lbh baik.

  40. 40 qnewt September 24, 2007 pukul 11:20

    gajinya emang mimim banged ya? sumpah tidak punya cita2 jadi polisi.amit-amit tujuh turunan. (ih gitu amat ya), padahal saya waktu itu macarin adiknya polisi. untung udah gota-ganti lagi.

    kasihan polisi. polisi duh polisi.

  41. 41 qnewt September 24, 2007 pukul 11:21

    eh maaf nylonong aja. salam kenal.

  42. 42 Petroek™ September 24, 2007 pukul 11:32

    Klo nikah sama polisi di luar bogor, boleh kan guh ????????
    he…he…he….
    Masalah polisi korup atawa polisi bejad saya rasa ya tergantung dari individunya masing2, bayangkan kalo seluruh polisi di Indonesia ini seperti yang digambarkan diatas…cak mano yo????

  43. 43 penulis September 24, 2007 pukul 11:35

    jadinya die,, polisi itu kapana kawin??????///

  44. 44 Petroek™ September 24, 2007 pukul 11:40

    Klo nikah sama polisi di luar bogor, boleh kan guh ????????
    he…he…he….
    Masalah polisi korup atawa polisi bejad saya rasa ya tergantung dari individunya masing2, bayangkan kalo seluruh polisi di Indonesia ini seperti yang digambarkan diatas…
    cak mano yo…????

  45. 45 baliazura September 24, 2007 pukul 12:03

    yo..jangan pacaran ma polisi yg baru di lantik
    menikah ama jendral polisi aja
    dijaimin tercukupi ……sampe cucu cicit

  46. 46 k* tutur September 24, 2007 pukul 12:07

    Terimakasih.

    terimakasih, telah mengingatkan

  47. 47 dobelden September 24, 2007 pukul 12:09

    emang polisi bogor ngincer plat kendaraan luar… gara2 aku bawa mobil plat BH dicegat karena alasan bawa barang pindahan di mobil pribadi gak boleh.. ( emang kenapa coba?? ) barang2 gue mobil2 gue.. usil bener… di keluar tol ciawi kena 50 rb.. eh diperbatasan bogor cianjur malah kena 150 rebu.. kita ngeyel malah suruh sidang ke bogor.. edan memang…

    tp klo gak ada yg kawin ma polisi ntar bisa2 gawat…

    wkawkakwkawkak….

  48. 48 aLe September 24, 2007 pukul 12:25

    @ 38 :
    haha., iya juga yah ^^b
    thanks 4 Ur sharing Mr. Satire Indonesia bRo :D

    saLam dari maLang ;)

  49. 49 caplang™ September 24, 2007 pukul 12:26

    contoh diskriminasi thd pelat kendaraan luar ini dan itu

  50. 50 atmo4th September 24, 2007 pukul 12:29

    waduh, kasian mas polisi yang baik2, udah gajinya kecil, dimaki-maki pula… tapi kalo polisi yang udah pangkat tinggi si bole2 aja :D

  51. 51 jhonrido September 24, 2007 pukul 13:01

    kayaknya ngak ngak bisa digeneralisasi lho..

  52. 52 jhonrido September 24, 2007 pukul 13:02

    kayaknya ngak bisa digeneralisasi lho..

  53. 53 resy September 24, 2007 pukul 13:14

    yapp……..!!!
    Bener banget , tapi kita menjadi orang yg tidak adil kalo kita melihat dari satu sisi saja.Tidak semua polisi itu bekerja untuk memalak pengguna mobil, motor saja,dll.masih ada polisi yg jujur dlm melak sanakan tugasnya.Oeh karna itu kita tidak boleh menjadi seorang yg matrealistis , kita harus bisa mengarahkannya kepada jalan yg lurus jangan meminta sesuatu yg tellalu muluk-muluk.

  54. 54 Mihael "D.B." Ellinsworth September 24, 2007 pukul 13:49

    ya iya lah, situ kan umurnya belum cukup untuk punya sim Harusnya malah diciduk.

    Saya 16™…. :-? Harusnya saya pecundangi saja dia, kalau kasusnya seperti itu….

    Oh, ya…Artikel ini mengumbar generalisasi yang terlalu cepat….

  55. 55 Uwi September 24, 2007 pukul 13:53

    Coba kalian yang punya ayah,kakak/sodara polisi.Pasti tahu gmn pusing&capenya mereka kerja.Apa ada yg mau panas2an & ngrelain waktu idulfitri yg seharusnya buat keluarga,tapi dmi tugas negara mereka rela ngorbanin hnya dmi masyarakat indonesia,biar lalulintas brjalan dgn lancar.Stiap profesi pasti punya nilai positif n negatifnya.Jgn menilai negatifnya!
    Bgnilah indonesia,sk cri2 kejelekan orang.

  56. 56 julfan September 24, 2007 pukul 14:31

    kenapa?

  57. 57 wedulgembez September 24, 2007 pukul 14:41

    nikahilah Tentara..(Lho)

  58. 58 Nenda Fadhilah September 24, 2007 pukul 14:46

    Menurut majalah, kalau suami polisi itu bisa pake borgol sebagai properti ‘kebahagiaan rumah tangga’. Trus gimana dong?

  59. 59 yoto September 24, 2007 pukul 15:38

    Hei…jadi polisi adalah pilihan hidup
    Gua bukannya mau bela polisi dan segala kebusukannya seperti yang lo utarain di atas, gue cuma merasa kasihan sama orang yang bener-bener murni dan tulus dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi namun disamakan dengan polisi-polisi kebanyakan. Gara-gara nila sebelanga, rusak susu setitik ( itu mah namanya susu yang salah tempat)

  60. 60 alex September 24, 2007 pukul 15:46

    @ Nenda

    kalau suami polisi itu bisa pake borgol sebagai properti ‘kebahagiaan rumah tangga’.

    BDSM pake borgol? :shock:
    *ngilang*

  61. 61 caplang™ September 24, 2007 pukul 16:00

    Untuk kamu-kamu, ABG Bogor yang punya pacar Polisi…

    kami siyap mengayomimu… :oops:

  62. 62 Dimashusna September 24, 2007 pukul 16:08

    Ehm…
    Tapi katanya mas Tanto, Mulai tahun depan Polisi yang berpangkat terendah akan mendapat Gaji dari Pemerintah minimal 8.5 juta ( Delapan setengah juta Rupiah). Yup.. Anda tak salah baca.
    Akan makin Miskin saja Republik kita ini seandainya gaji polisi jadi naik tapi mentalnya sama. Borosss…!!!
    Percaya ga kalau gajinya naik jadi segitu mereka tak kan korup lagi?

  63. 63 Mihael "D.B." Ellinsworth September 24, 2007 pukul 16:17

    @ Uwi

    Lalu kenapa ada sebagian yang caranya haram ? :-?

  64. 64 almascatie September 24, 2007 pukul 16:43

    anak gadis jangan menikah ama polis..
    tapi orang tua jangan mao menantunya isilop yah
    kalo orang tuanya ngiler… tetep dipaksa aje
    :lol:

  65. 65 kan September 24, 2007 pukul 17:27

    Itulah Polisi Indonesia, bukan bogor aja. heuehuehue…

    Mulai dari ngurus SIM, Bayar Pajak Motor, Sampe Malakin di jalan…

    Semua itu demi Duiiiiiiiiiiiiiiiiit. yang namanya Duit biar Haram tetep aja HUaruum….

    Lam Kenal, saya bukan Polisi :)

  66. 66 extremusmilitis September 24, 2007 pukul 17:46

    @alex
    aduh…gut…aduh…gut…aduh…gitu kan bagus…aduh…
    *disiksa sikap tobat ama yang lebih senior* :mrgreen:

    @caplang
    halah…bilangin aja kalo mo cari bini baru hayo… :lol:

  67. 67 Guh September 24, 2007 pukul 18:27

    @Pr4s, amin, semoga dengan pendidikan S1, mereka lebih kebal terhadap virus korupsi.

    @Petroek, ya boleh-boleh aja, sama polisi juga ga ada yang ngelarang. Diatas itu kan cuma permohonan, supaya polisi busuk tidak bertambah banyak.

    @Penulis, kalau nemu calon yang mandiri secara ekonomi, trus mendukung sipolisi untuk tetap jadi polisi jujur, langsung aja dinikah :D

    @Baliazura, hehe, bener bgt!!

    @aLe, salam balik dari mantan anak batu ;)

    @Jhonrido, iyaaaaa, ga bisa digeneralisasi. trus?

    @Resy, iya mbak. Emang pasti ada yang jujur lah, di kampung rampok juga ga semuanya penjahat kan.

    @DB, oooh :D

    @Uwi, saya ga cari-cari kejelekan polisi bang, sungguh! Malahan saya mati-matian berusaha menghindar. Tapi mungkin karena emang kebanyakan busuk, jadi ya tetep aja ketemu2 lagi. Yang terbaru, foto-fotonya ada di flickr di tanggal yang sama, itu saya bayar pajak samsat bogor kena palak sama Mr H (polisi, masih muda). 90ribu (sembilan puluh ribu) rupiah!!!. Segitu udah lewat loket yang benar, tapi emang si busuk jaga di balik loket.
    Maaf kalau anda punya keluarga/teman polisi yang masih baik, silahkan diekspos saja, biar masyarakat luas tahu, bahwa masih ada polisi baik dan jujur di indonesia ini.

    @Yoto, hehe, susu salah tempat. Perumpamaan yang sangat sadis, tapi kayaknya kenyataan memang begitu.

    @Nenda Fatahilah & Alex, jangan bahas BDSM pake borgol disini ya, bulan fuasa nih!!!

    @Dimashusna, mari kita berprasangka baik. Semoga dengan gaji yang lebih tinggi, sanksi yang diberikan untuk para polisi busuk juga lebih tegas. Misalnya tembak jidat atau pemusnahan anak cucu.

    @Kan & Qnewt, salam kenal juga :D

  68. 68 k* tutur September 24, 2007 pukul 19:23

    tapi untuk ABG Bogor yg nekad sih, boleh2 aja, cuman mesti punya “priwitan” dan rambu2 “perboden”
    :hiks: eh, :wink:

  69. 69 morishige September 24, 2007 pukul 19:46

    nice post, mas..
    saya juga sering ditilang sama polisi tanpa alasan yang jelas..
    bikin sakit ati aja..

  70. 70 bumisegoro September 25, 2007 pukul 8:49

    “Demi Tuhan, Jangan Menikah Dengan Polisi!”
    kirain karena polisi tidur ga bangun-bangun, serius rupanya yach. maap kalo gitu ;-)

  71. 71 CY September 26, 2007 pukul 8:37

    baca komen Nenda dan Alex
    *ngakak*
    kok bisa keluar jalur gitu sih pembahasannya..wakakakak
    Nenda pula pemicunya…, wakakaka
    :D

  72. 72 CY September 26, 2007 pukul 8:46

    *joking mode=on*
    saya mencium adanya editing komen Nenda seperti kejadian di blog ratuadil… wakakakak

    btw, saya sering terharu melihat seorang polisi tua yg naik “astuti” kala dia lewat depan kantor tiap pagi, selebihnya ilfeel krn melihat kasus2 jebakan narkoba yg dibuat2 bbrp oknum polisi (you know what I mean).
    Kalo soal palak di jalan sih blm pernah ya (mdh2an jgn) sejak bawa mobil yg mirip(banget) mobil salah satu kapten mereka hihihi….

  73. 73 Nenda Fadhilah September 26, 2007 pukul 9:00

    *joking mode=on*
    saya mencium adanya editing komen Nenda seperti kejadian di blog ratuadil… wakakakak

    Ah, iya. :P

    selebihnya ilfeel krn melihat kasus2 jebakan narkoba yg dibuat2 bbrp oknum polisi (you know what I mean).
    Kalo soal palak di jalan sih blm pernah ya (mdh2an jgn) sejak bawa mobil yg mirip(banget) mobil salah satu kapten mereka hihihi….

    Dosen Pidana gw pernah nasihatin anak-anak sekelas soal jebakan narkoba ini, nih. Panjang lebar pula. Polisi yang baik itu yang dulu ngelepasin gw pas gw harusnya ditilang gara-gara melanggar 3 in 1 di Sudirman. :P
    Dulu ada di blog, tapi ah sudahlah.

  74. 74 athey September 26, 2007 pukul 10:45

    gua malah nyangsiin komentar lo pade atau brg kali komontar lo tu cuman luapan emosi karna nggak bisa jadi polisi x yach and buat cewek brg x aza pernah disakitin ma polisi atau lo pernah ketangkap masalah narkoba ma polisi apapun pekerjaan di dunia ini itu semua tergantung no dr hati elo nawaitu lo and setiap pekerjaan punya sisi posif and negitif so sah2 aja lo ngasi komoentar tapi nggak perlu berasumsi kacian dech lo

  75. 75 manusiasuper September 26, 2007 pukul 12:27

    @ athey

    Yang punya blog ini memang perlu di kasiani bos, bisanya cuma nulis sarkastis saja. Ga ngerti susahnya hidup jadi polisi. Dapat gaji kecil, padahal biaya pendidikannya udah gede. Ga ngerti susahnya menjadi aparat hukum di negri tanpa hukum ini.

    Ga faham, tanggung jawab menyandang status aparat dan menenteng senjata itu berat banget. Memangnya gampang jadi polisi?? Mikir dunk, mikirr…

    Kami ini punya banyak tugas, belum lagi hierarki yang harus dipatuhi, target pendapatan dari atasan, kebutuhan keluarga, hura-hura, patroli, menjaga nama baik satuan, pura-pura buta, mencari penghasilan tambahan…

    AARRGGHH, SUSAH TAU???

  76. 76 rajaiblis September 26, 2007 pukul 12:58

    aNE punya temen …
    ya polisi … ya tentara … ya birokrat …
    mereka pada baek-baek koq …
    setiap aNE minta bantuan mereka .. selalu saja dengan senang hati membantu …
    ya, namanya saling tolong … ya saling bantu donk …

    misalnya …
    1. truk aNE yg ngangkut ganja … aman-aman aja tuch
    2. rumah bordil aNE … dijagain terus saban malam
    3. kasino yg omsetnya milyaran rupiah sehari … adem2 aja …
    4. miras yg aNE jual … juga bagus-bagus aja …
    5. TKW muda2 yg aNE ekspor … lancar-lancar aja …
    6. ribuan barrel minyak mentah di laut lepas sana … anteng aja aNE ekspor ke negeri seberang …

    jadi .. enggak ada tuch yg begitu-itu … tipu itu ..
    semua baik-baik saja koq …
    aaaa .. biasa .. yg ribut-ribut itu yg gak kebagian … orang sirik tuch !

    wakkakakakakaaaa …

  77. 77 elindasari September 26, 2007 pukul 17:10

    Guh…

    Menurut saya semuanya itu kembali ke pribadi masing-masing. Mungkin banyak orang yang melakukan kehinaan dengan menghalalkan segala macam cara demi uang dll. Tapi saya juga percaya, meski persentasenya sedikit, pasti masih ada pribadi-pribadi yang baik…dan mudah-mudahan Allah
    membukakan mata hati mereka yang belum baik. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu atas Segalanya.

    Sesungguh dalam kesulitan itu ada “Kemudahan”. Amien.

    Tetap semangat & optimis,

    Best Regard,

    Bintang

  78. 78 adipoerwo September 27, 2007 pukul 13:10

    sbg manusia hrsnya kita sadar. jgn cuma bisa menghujat polisi. kita sendiri hrs berpikir apa fungsi kita di negara ini?penghujat,pemaki,atau hanya mencari harta di negara ini. polisi itu msh punya fungsi bos dibanding kalian hanya jd beban negara ini. sadarlah.

  79. 79 adipoerwo September 27, 2007 pukul 13:14

    kita jgn mersa paling suci als munafik.polisi itu manusia jg.sama dgn anda2.

  80. 80 adipoerwo September 27, 2007 pukul 13:32

    mgkn yg menghujat polisi itu org yg ga kesampaian cita2nya utk menjadi aparat negara.

  81. 81 Mrs. Neo Forty-Nine September 27, 2007 pukul 16:51

    25. mardun - September 24, 2007

    @Siwi
    bukannya pramuka itu polisi yang dilucuti
    *kabur*

    :???:
    asal banget sih, ngomongnya?
    nggak tak ajak buka bersama di pramuka loh!
    huh!
    pokoke, nggak konco karo mardun maneh aku!
    huh!

  82. 82 Guh September 28, 2007 pukul 11:44

    @Morishige, kalau emang kita yang salah ya ga perlu sakit hati.

    @Bumisegoro, iya, serius, jangan melakukan pernikahan yang berpotensi menambah jumlah polisi busuk :))

    @CY, Nenda, disini ga ada editing komen, pilihannya cuma dibiarkan, hapus, atau lempar buat makanan si akismet. Lolos palak dijalanan karena pakai mitsubishi kuda atau pasang gantungan terlarang? :P Btw, sudah pernah coba bayar pajak ke samsat? Semoga disitu bersih.

    @Nenda, jebakan narkoba??? Bukannya orang perlu tahu supaya bisa waspada?

    @Athey, Adipurwo. Kalau membaca dengan sabar, diatas itu kan udah jelas sebabnya kenapa. Pilih kasihnya polisi bogor terhadap plat kendaraan, busuknya banyak polisi samsat bogor, dan kebiasaan memalak angkutan barang. Yang paling parah adalah jadi calo yang mengganggu kelancaran pembayar pajak, pembayar pajak yang memberi masukan ke kas negara. Kas negara yang menggaji para polisi.

    Setelah itu semua anda masih bisa menyangka kalau tulisan ini timbul hanya karena tidak kesampaian cita-citanya untuk jadi aparat negara? Ditambah lagi dengan adipurwo yang mengatakan bahwa mereka-mereka yang mengeluhkan kinerja polisi hanyalah beban negara?!?!

    Wah, dari komentar anda saya hanya bisa menyimpulkan kalau anda berdua bukanlah polisi. Tapi kalau ternyata anda polisi, maka pemerintah benar-benar tidak salah untuk mewajibkan S1 bagi polisi-polisi baru :)

    Sekedar informasi, selain menulis disini, saya juga sudah beberapa kali memasukkan kritik di kotak saran polisi satlantas tempat bikin sim maupun samsat tempat bayar pajak, semua dilengkapi nama lengkap saya berikut nomor telpon paskabayar. Selain itu juga melaporkan ke polri.go.id (bagian pengaduan masyarakat) secara lebih vulgar, menyebutkan nama oknum pemalak dan calo. Dulu juga suka buang-buang duit untuk sms pak SBY. Semua tanpa hasil :)

    *menunggu polisi beneran atau yang pangkat/pendidikannya lebih tinggi membaca ini*

    @Elindasari, amin.

    @Mrs Neo49. Jangan tersinggung, itu kan cuma becanda. Pramuka tidak mungkin sejahat itu kan?

  83. 83 CY September 28, 2007 pukul 14:45

    becanda aja Guh ttg editing komen itu… :D , eh… kapten polisi standardnya naik Mitsubishi Kuda ya? baru tau … hihihi…
    bersih? Ini kan masih di Bumi Guh, ntar kalo udah di Mars ato Jupiter mungkin bisa bersih deh… :mrgreen:

  84. 84 rajaiblis September 28, 2007 pukul 16:03

    sekarang, mobil dinas polisi adalah mazda 6 yg harganya 400 jutaan, siapa yg gak pengen jadi cem-ceman tuch orang … ?

    wakkakakakaaa …

  85. 85 Nenda Fadhilah September 28, 2007 pukul 16:47

    Owalah, yang soal ngedit kan becanda. :D
    Kata dosen, kalau polisinya meriksa mobil harus diawasin dengan teliti. Udah gt jangan mau sembarangan juga. Ada surat pencarian gt deh. Agak2 lupa, udah lama soalnya.

  86. 86 Nenda Fadhilah September 28, 2007 pukul 17:12

    Lolos palak dijalanan karena pakai mitsubishi kuda atau pasang gantungan terlarang? :P

    Eh, lupa.
    Bayar pajak ke Samsat sih udah.
    Gw lolos gimana, ya. Skill speak2 ama polisinya. Orang yang kerja di bidang hukum jarang ada yang ngaku mereka kerja di bidang hukum. Soalnya justru urusan ama polisi katanya makin ribet.

  87. 87 Gen September 29, 2007 pukul 11:13

    yaaa .. gimana donk ..

    saya udah terlanjur pacaran sama polisi. Abis dia ganteng sih …

    selama dia pacaran sama saya, kelakuannya akan selalu terjaga kok.

    kalo gitu gak papa kan yah ..?

  88. 88 Guh September 29, 2007 pukul 19:22

    @CY, iya, saya juga tau kalo itu becanda :P Itu kan biar orang ga salah paham. Soal bersih emang ga mungkin, tapi kalo kayak di samsat, masa harus dimaklumi terus? Sampai kapan? Gimana mau maju kalo serba maklum dan sabar dan sok sibuk mengoreksi diri?

    @Raib, oooh, saya pikir kuda yang biasa dibawa para bawahan itu :P

    @Nenda, waw, harus diawasi toh, untung saya ga kenapa2. Beberapa kali di razia mereka selalu kroyokan, lima orang, masing-masing satu pintu. Di bakau tuh.

    @Gen, ya gpp. Diatas itu kan cuma saran supaya ga nambah jumlah polisi busuk. Konon juga cowo itu gampang kepengaruh cewenya, kalo cewenya hebat bisa keseret hebat, kalo cewenya ancur ya… banyak cowo ancur karena ga ati-ati maen cewe kan? Pakar manajemen rohani dan tukang ayam bakar yang tenar itu bisa jadi contoh, jangan-jangan Pak Karno juga :P

  89. 89 danalingga September 29, 2007 pukul 19:48

    Walah, kalo di aniaya dulu sih saya wogah. Mendingan nggak usah di kabulin deh, daripada harus di aniaya dulu. :lol:

  90. 90 rajaiblis September 30, 2007 pukul 2:37

    @Guh
    kekkekekkeke …
    iya .. kuda arab kali ya ….

    wakkkakakkakaaa …

  91. 91 rajaiblis September 30, 2007 pukul 2:38

    ato kuda jepang ?

  92. 92 rajaiblis September 30, 2007 pukul 2:38

    kuda “nasional” gak laku …

  93. 93 Heureuy™ Oktober 3, 2007 pukul 11:43

    polisi oh polisi … :(

  94. 94 adipoerwo Oktober 3, 2007 pukul 14:49

    ATHEY,gua bkn polisi,tp bpk gua. sy tau bpk gua ga busuk seperti dugaan kalian2. sampe skrg bpk gua ga mau cari uang haram. punya motor butut aja tp beliau ga pernah mengeluh. yg busuk itu oknumnya bkn institusi polisinya. sekolah malam ya?????? kalo gua bilang orang kaya busuk semua dpt harta dr spanyol(sparo nyolong) apa ga tersinggung org kaya semua. mana lebih busuk drpd koruptor di negara ini.tp mungkin level kln cuma mbahas masalah urusan polisi yg nilang trus lu2 pd tersinggung. coba kln liat tuh bpk irawady yunus yg terhormat!!!!!!!!!. tp level kalian blm sampe kesitu. udah deh gua maklum aja. cabut!!!!!!!!!

  95. 95 Guh Oktober 4, 2007 pukul 15:28

    @Adipoerwo, sekolah pagi siang dan petang ya Mas? Memang, yang busuk itu oknumnya, dan para oknum BUSUK ini jumlahnya mungkin melebihi yang jujur, trus yang jujur juga diam saja, entah karena tak peduli, takut dibilang sok idealis, takut dipecat atau asli buta. Ah, tapi ini cuma kesimpulan hasil observasi sederhana dan pengalaman pribadi karena sering dipalak mulai dari jalan raya, pembuatan SIM sampai saat membayar pajak.

    Anda sendiri gimana sebagai anak seorang polisi jujur? Pernah merasa kekurangan tidak? Saudara anda berapa? Apakah anda bercita-cita jadi polisi jujur? Menurut anda, seorang polisi jujur maksimal boleh punya anak berapa, seandainya hanya mengandalkan gaji dan sang istri tidak bekerja? Btw, motor yang anda bilang butut itu dibeli hasil nabung atau warisan? Kalau boleh saran, sebaiknya anda syukuri, jangan di butut-butukan, meski butut, itu motor sangat berjasa kan?

    Terimakasih sebelumnya atas jawaban anda.

  96. 96 vrlckz Oktober 6, 2007 pukul 11:35

    Yaa jangan yang dijelek-jelekin polisi donk. Kesalahan dipicu dari sistem. Gara-gara aturannya gak bener, polisi menderita. Kalo di Jakarta misalnya, duit ga cukup, mau hidup kayak gimana? Polisi itu juga manusia. Siapa sih yang mau hidup kayak gembel hanya demi embel-embel “dedikasi”. Apa gunanya idealis kalau miskin, lapar?

    Kayaknya semua orang bakal menganggap tindakan itu bodoh.
    Salahkan atasannya donk, yang ngacauin aturan gaji. Gara-gara itu polisi gajinya ga cukup, tapi pejabat kebanyakan gaji. Salahkan atasannya donk, para pejabat yang dijadikan teladan dalam urusan duit. Salahkan atasannya donk, yang suka minta duit ke bawahannya.

    Lagian jujur aja, kalo gw ditilang di jalan, gw lebih suka damai daripada nyari urusan, tilang, apalagi pengadilan. Apa lu gak bersyukur bahwa lu dengan polisi di sini urusan besar bisa jadi kecil? Gw sih gak mikirin pendapat lu, tapi gw sih bersyukur. Amin aja deh.

    Btw, gw bukan polisi loh..

  97. 97 Nyonya Farid Oktober 8, 2007 pukul 0:13

    ak, trekbeknya nyampai juga… ;)

  98. 98 she Oktober 25, 2007 pukul 20:38

    ah.masa seh…,,oh tuhaaan lindungi lah isilop2 yg msh muda2 dr sifat2 buruk n baikanlah,indahkanlah moral mreka.agar layak dinikahi…amiiin.

  99. 99 Ary Laksmana Oktober 30, 2007 pukul 22:40

    Polisi busuk ? banyak….brengsek? banyak…..munafik? banyak….tapi yang berdedikasi, jujur dan segala tentang kebaikan juga banyak bung….
    Klo kita mau jujur….inilah INDONESIA…banyak maling teriak maling….
    Hahahaha….apakah anda2 yang menulis tentang keburukan orang lain juga sudah merupakan orang yang 100% benar? suci? jujur? jangan2…..anda termasuk orang kelompok “supporter bola”…yang hanya pintar mencela tanpa tahu bagaimana berlatih main bola, menendang dan menggiring….
    Coba berkaca….apa yang telah anda buat untuk Negara RI tercinta….saya yakin, mereka yang mencela tugas POLISI adalah mereka yang nasionalismenya tergadaikan….kalau perlu, mereka rela mengganti warganegaranya demi suatu yang berbau KEBAIKAN…mau menjadi warganegara Malaysia? Singapore? Australia? USA? atau mana….
    Sekarang topik tentang POLISI busuk…besok tentang JAKSA busuk….PNS busuk….dan semua yang busuk tentang Indonesia tercinta…
    Anda siapa?
    PENGUSAHA? haaaaaa…..akan ada cerita PENGUSAHA INDONESIA yang jago kandang dan beraninya menipu bangsa sendiri….JAGOAN IT? haaaaaa…di USA banyak HACKER yang WNI…maling!!!!! trus siapa dong anda? DOSEN? KYAI? PENDETA? hahaha…katakan anda siapa?
    Saya lihat profile anda2 kelompok PEMBUSUK negeri Indonesia tercinta….wow, ngeri saya….ada yang punya WARNET yang mungkin listriknya nyantol alias gak bayar…ada yang PENGUSAHA…yang gak pernah bayar pajak, ARTIS? TUKANG SAPU? TKI? atau apa aja deh….
    Kalau boleh bicara dari hati nurani…..inilah yang menyebabkan bangsaku tidak pernah maju…karena terlalu banyak manusia MUNAFIK….
    Ya Allah….ampunilah mereka, berilah petunjukMu agar mereka sadar untuk membangun negeri Indonesia tercinta…..kalau mereka belum juga sadarkan MUSNAHKAN saja ya Allah, saya rela….

    Dari seeorang yang sedang jauh di negeri orang,
    bukan untuk uang dan kekayaan pribadi tetapi untuk kejayaan negeri Indonesia..
    Di salah satu wilayah konflik terpanas saat ini di dunia….SUDAN…

  100. 100 Ary Laksmana Oktober 30, 2007 pukul 22:54

    Saya seorang Polisi…dan saya BANGGA sebagai seorang Polisi….kalau saudara2ku di Indonesia mencelaku…aku tidak perduli….Aku sudah cukup bangga bisa berbuat sesuatu untuk negeriku Indonesia tercinta….
    Biarkan saya dicela di negeri sendiri…tetapi di mata rekan2 Internasional ku…telah kutunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya seperti yang ada di media Internasional…pintar demo, jago korupsi (yang terbesar justru di kalangan BUSINESS bukan BIROKRAT ! )….dipermalukan oleh negara tetangga yang mengaku “Trully Asia”…perusak lingkungan…kehilangan Timtim…tidak aman karena teroris….
    Tetapi telah kutunjukkan bahwa Indonesia masih punya PRESTASI….
    Saya bukanlah siapa2…hanya setitik debu dari sekian milyar rakyat Indonesia…tapi saya berusaha berbuat sesuatu, paling tidak untuk diri sendiri..keluargaku…negaraku dan agamaku….
    Apa yang kubaca disini…tidak kuanggap sebagai cerminan dari seluruh pandangan rakyat Indonesia terhadap profesiku….
    Saya berharap suatu saat nanti bisa “membantu” dan “menolong” mereka yang saat ini masih sangat membenci profesiku….Insyaallah.

    Salam dari Khartoum Sudan.

  101. 101 Hryana Oktober 31, 2007 pukul 12:01

    Tugas Polisi itu pengabdian, coba bagi anda yang berpikiran negatif terhadap polisi, saya ingin kenal dengan anda, saya seorang polisi pangkat saya briptu email : Heriyana_tuyan@yahoo.com……………………………..
    oya… gaji polisi kan dari pajak yang anda bayar lho.., coba kalau anda mengecilkan harta kekayaan anda karena takut ditagih pajak, indonesia pasti maju, lunas utangnya…..semua pegawai negeri sejahtera…….amien, doakan ya….Selamat bertugas untuk pa Ary Laksmana….

  102. 102 Hryana Oktober 31, 2007 pukul 12:06

    Tugas Polisi itu pengabdian, coba bagi anda yang berpikiran negatif terhadap polisi, saya ingin kenal dengan anda, saya seorang polisi pangkat saya briptu email : Heriyana_tuyan@yahoo.com……………………………..
    oya… gaji polisi kan dari pajak yang anda bayar lho.., coba kalau anda TIDAK mengecilkan harta kekayaan anda karena takut ditagih pajak, indonesia pasti maju, lunas utangnya…..semua pegawai negeri sejahtera…….amien, doakan ya….Selamat bertugas untuk pa Ary Laksmana….

  103. 103 Guh Nopember 3, 2007 pukul 21:21

    @Vrickz, salah ya tetap salah, apapun pemicunya. Betul tidak? Saya bikin saran di atas itu sejalan dengan pendapat anda, supaya para polisi yang pangkatnya rendah itu tidak semakin menderita, jangan sampai punya pasangan yang hanya akan jadi beban :)

    @Ary Laksmana & Hryana. Bapak-bapak Polisi yang jujur dan baik hati, memang benar, yang memandang negatif pada polisi itu hanya sebagian dari bangsa Indonesia, paling-paling hanya anak-anak motor kecil (kalau moge malah dikawal), supir2 truk yang harus selalu “ngemel”, korban-korban pencurian yang dipalak saat bikin surat kehilangan, dan para pembayar pajak yang dipersulit oleh polisi samsat. Saya sendiri termasuk yang kurang beruntung, entah dosa atau kena kutuk apa, saya sering sekali bertemu dan berurusan dengan polisi BRENGSEK, makanya saya sering protes, bukan hanya di blog, tapi juga lewat kotak saran (walau mungkin surat-surat itu langsung dibakar) dan lewat situs POLRI.GO.ID.

    Tapi saya juga tidak menyangkal bahwa polisi baik itu ada karena saya tahu betul ada 2 (DUA) orang yang baik, yang satu teman jauh saya (namanya juga teman), dan satu lagi seorang polisi di Samsat bogor yang saya lupa tanya namanya, saya anggap baik karena dia tidak merangkap calo dan tidak mendukung calo seperti semua(?) temannya yang lain. Dan kalau ternyata anda berdua adalah poiisi jujur, berarti sekarang saya sudah tahu ada 4 orang polisi baik.

    Oh iya, Pak Hryana, kalau anda juga di Sudan, nanti kalau berhasil pulang, silahkan main-main ke SAMSAT BOGOR, Jl Nyaman Komplek Pemda Cibinong. Anda harus lakukan itu sebelum bicara soal pajak, silakan lihat baik-baik dengan mata kepala anda sendiri bagaimana rekan-rekan anda memperlakukan para pembayar pajak.

    Sedikit pertanyaan basa-basi penurun tensi:
    Apa bedanya profesi penegak hukum dengan profesi lain, misalnya pelacur, sales atau dokter?
    Jawab:
    Profesi lain harus mau melaksanakan tuntutan profesinya supaya bisa kaya, yang sales harus jualan, yang pelacur harus melacur, dsb. Tapi penegak hukum? he he he… Anda semua lebih tahu lah bedanya dimana…
    Tapi mungkin saya salah, semoga saya salah.

    Ok bapak-bapak, selamat bertugas, semoga bisa tetap bersih dan mewariskan kebersihan itu pada jiwa keluarga dan keturunan anda. Sedangkan untuk yang anda para penegak hukum yang miskin lahir batin, dengan sepenuh hati saya acungkan jari tengah untuk anda.

  104. 104 warnetubuntu Nopember 4, 2007 pukul 0:32

    @Pak Ary,

    Hahahaha….apakah anda2 yang menulis tentang keburukan orang lain juga sudah merupakan orang yang 100% benar? suci? jujur?

    *garuk2 kepala*
    Intan tetaplah intan walaupun keluar dari mulut seekor anjing.. Jangan lihat siapa yang berbicara, tetapi lihat pesan yang disampaikan,
    Saya adalah pengusaha warnet, berkali2 saya berurusan dengan polisi, dan dari pengalaman dilapangan MENJADI JUJUR JAUH LEBIH SUSAH DARIPADA SEBALIKNYA… logikanya, orang baik kok malah dihukum dan dipersulit ?, seperti yang Mas Guh bilang :

    Anda harus lakukan itu sebelum bicara soal pajak, silakan lihat baik-baik dengan mata kepala anda sendiri bagaimana rekan-rekan anda memperlakukan para pembayar pajak.

    Memang beberapa kali saya menemui polisi yg baik, tetapi kalah pamor oleh yg sebaliknya :( *tanyaken kenapa*

    Ok, mari kita sama2 memperbaiki diri mulai dari dirisendiri, mulai dari yg kecil2 dan mulai sekarang :) *quote favorit saya neh* :)

  105. 105 xxxxxxx Nopember 5, 2007 pukul 20:38

    polisi oh polisi……….

  106. 106 PATRIOT INDONESIA Nopember 13, 2007 pukul 4:02

    Polisi oh polisi…kasihan sekali kamu! Di goblok-goblok oleh bangsa kita sendiri…apa memang benar kalau polisi bodoh? saya juga gak bisa jawab…yang bisa jawab cuma bung Guh, iya khan bung?
    Sedikit berbagi nih, gw juga orang yang punya pengalaman buruk dengan om POL, hi3X..maksudnya om Polisi…persis seperti iklan rokok, dijebak saat putar arah di daerah Fatmawati Jakarta yang memang ada rambu gak boleh putar arah. Tapi gw khan pas malam hari, gak ada kendaraan laen…waaaaah pak Pol nya jitu!. Kurang ajar…Tapi malam itu gw beruntung karena rame2 ama temen2, trus minta diskon alias minta maaf supaya gak ketilang…bayaaaaar juga tuh.
    Tapi pas gw lihat iklan rokok di TV, gw jadi malu juga karena ternyata gw yang memang salah (dan mungkin juga bodoh)…klo om Pol nya juga trima duit ya memang gara2 gw yang salah…ya kan pak Ary di Sudan?
    Gw bangga n saluuut deh, om Pol Ary brani ngaku sebagai Polisi…smoga keberaniannya juga ditunjukan dalam tugas ya om…
    Buat bung Guh en bung warnetubuntu, knape sih lu pade sebeeeeel ame om Pol? knape gak juga ame yang laen?
    Gw jg sebel ame “sebagian” Polisi n sebagian “pimpinan negeri” n juga sebagian “pengusaha” dll…tapi gw gak narsis amat bung….gw juga suka bohong kok, nipu kecil2an apalagi ama babe gw…korupsi ame emak gw masalah uang buku…banyak lageeee kali….paling2 kejujuran gw cuma 60%, ampe gw kerja skarang….gw suka telat ngantor atau pulang duluan, alasan ada kepentingan keluarga padahal gw cari sambilan….
    Tapi gw masih punya jiwa sebagai patriot bangsa Indonesia kok….gw gak suka klo negara Indonesia yang sudah bobrok ini termasuk para aparat serta segenap komponen bangsa lainnya yang memang bobrok diinjak-injak atau di jelek2in ama bangsa lain….apalagi ama bangsa sendiri.
    Seharusnya kita saling bahu membahu….memperbaiki negeri ini yang sudah porak poranda, bukan saling mencaci, menyalahkan dan sebagainya…
    Buat Om Ary, gak udah dipikirin om….masih banyak masalah lain yang lebih penting dari email2an khan….paling tidak PR memperbaiki Polri.
    Buat om Hryana, gak usah emosi dong pak polisi….klo emosi tandanya benar dooong dugaan kita2 smua klo masih banyak polisi yang masih belum bisa menerima koreksi dan dikoreksi…
    Buat bung Guh n warnetubuntu n rekan2 lain yang mencaci….marilah sama2 kita membangun negeri tercinta….mari sama2 meneriakkan pekik merdeka ” MERDEKA !”. Pernah gak melakukan itu? Kemudian jangan lupa beli kaca yang besaaaaar sekali supaya bisa kelihatan bahwa kita semua belum sempurna, gak usah mengoreksi orang lain….cari topik lain yang lebih membangun, GANTI ! BOSEN ! n GAK MUTU….
    Sekian pesan dari kelompok Patriot Indonesia, MERDEKA !!!

  107. 107 keturunan gila Nopember 29, 2007 pukul 12:33

    POLISI = DOG with UNIFORM

  108. 108 Guh Nopember 29, 2007 pukul 13:17

    @kelompok patriot, Ga mutu ya? Pasti anda polisi yang menyamar, justru masalah penegak hukum busuk itu perlu terus disoroti :P Gimana sih cara mikirnya, patriot mana ya?

  109. 109 Ratri Desember 29, 2007 pukul 6:20

    Saya bukanlah anggota ataupun keluarga dr polisi,
    Sy hanyalah segelintir dr kaum proletar di negri ini…

    Tdk adil rasanya memabca tulisan paling atas di blogg ini. Sebuah pembunuhan karakter menurut saya….Tidak pantas kiranya dg membawa2 nama Tuhan anda utk mencela saudara anda yg lain.

    Banyak jg prestasi POLRI kita yg harus kita acungi jempol. Apa anda lupa siapa yg berhasil menggaruk para teroris…yg jg membawa nama Tuhannya segala membunuhi saudaranya sendiri yg tak berdosa ?? Dan dg senyumnya yg menawan hati anda dia tebar di media tanpa rasa penyesalan sedikitpun? Tanpa ada polisi yg berdedikasi dan punya komitmen tinggi thd bangsa ini sy yakin, mereka msh berkeliaran di luar sana…..

    Apakah kita tdk pernah membuka telinga dan mebuka mata kita bahwa banyak saudara2 dari POLRI kita yg rela meninggalkan sanak sdr yg dicintainya dan mempertaruhkan nyawanya atas nama kemanusiaan dan kibar Merah Putih serta kejayaan bangsa ini di tengah2 panasnya pertikaian saudara di negri orang ? Bahkan yg membanggakan saat ini ada salah satu putra terbaik negri ini yg dipercaya utk menjadi Deputy Chief Ops di Police MHQ UNMIS di Khartoum Sudan sana, yg notabene isinya polisi dr bangsa2 lain di muka bumi ini…
    Bangsa lain aja acung jempol, masak kita yg punya bisanya hanya mencaci dan mencela ???

    Ooo….kalau kita bisanya hanya melihat kekurangan mereka jangan2 kita sendiri yg perlu dikasihani ?? Jangan2 kitalah yg telah mendorong sebagian dari saudara kita yg lain utk berbuat tak baik ?? Hanya karena keegoan kita….keserakahan kita? Nafsu kita yg sll mendewakan uang? Sifat kita yg sukanya menabrak aturan namun enggan bertanggung jawab, dan mau kita yg pantang utk berjalan lewat rel yg ada dan lebih suka jalan pintas ???
    Lebih baik kita pasang cermin besar yg musti kita gosok tiap hari di depan wajah kita….apakah kita mengenali diri kita masing2 ? Apakah msh ada bedak tebal yg menutupi wajah kita yg sesungguhnya lebih buruk ??

    Coba apa yg akan anda katakan jika di depan anda diletakkan sebuah gelas yg berisi sebuah air setengahnya ??
    Bisa jadi banyak diantara anda yg bilang ” Gelas itu kosong, hanya berisi air setengahnya”
    Namun ada di anatara anda ada jg yg mengatakan” Gelas itu berisi air, tinggal setengahnya yg msh kosong”
    Nah, yg ada di benak anda yg mana hayooo….??

    VIVA POLISI….
    Jangan berkecil hati, abaikan saja celaan dan hinaan yg menghinggapimu…
    Jangan kuatir….Tak ada sehelai daunpun yg jatuh di muka bumi ini tanpa sepengetahuanNya.
    Buktikan kalau sumpah setia dan kibar Merah Putih ada di dadamu.
    We’re v v proud, we still have you….
    And two thumbs up for POLRI in UNMIS Khartoum Sudan.

  110. 110 Guh Desember 29, 2007 pukul 9:35

    @Ibu/Bapak Ratri, yang berwawasan luas, terimakasih telah sudi berpendapat disini.

    Tdk adil rasanya….

    Saya akan tambahkan hal-hal yang menurut saya juga tidak adil:

    + Saat sebagian polisi (yang mungkin masih baik) bertugas demi negara, meninggalkan keluarga, mempertaruhkan nyawa di negeri entah berantah atau melawan terroris ciptaan para agamawan bejat, disini, ditempat-tempat basah, para POLISI BUSUK (maksudnya polisi yang jahat dan miskin lahir batin) malah memeras, mempersulit, menindas para pembayar pajak. Mengeruk uang dari warga yang harusnya mereka lindungi dan layani.

    + Saat warga (yang tidak semuanya sepintar anda) mengkritik, atau bahkan memaki-maki, dan menghujat (dengan putus asa) kepada pihak-pihak yang sudah berkali-kali dikritik tapi tak juga mau memperbaiki diri, warga yang mengkritik malah disuruh bercermin. Disuruh diam dan introspeksi dengan semboyan “mulai lah dari diri sendiri” atau dituduh cuma cari-cari kesalahan.

    + Ketika dikritik karena doyan KORUPSI, NYALO, PUNGLI, MENINDAS dan MEMPERSULIT para pembayar pajak, yang dikritik malah bikin pembenaran lantang: “lha kamu sendiri nyebrang rel aja sembarangan!?!, ga usah berisik! diam kamu!”. Menurut saya Itu bukan saja ga adil bu, tapi… apa ya? ah… maafkan saya.

    Menurut saya, harusnya Polisi-polisi baik yang tersisa itu juga berani BERSUARA, jangan hanya DIAM SAJA ketika melihat rekan-rekannya melenceng, atau bahkan mengencingi hukum yang harusnya mereka tegakkan.

    VIVA POLISI….

    Saya lengkapi bu:

    VIVA POLISI yang BAIK & JUJUR & PROFESSIONAL.  Semoga semakin BERANI BERSUARA, dan berani menghentikan dan menangkapi rekan-rekannya sendiri, bahkan atasannya yang BUSUK.

    Empat jempol teracung untuk semua Polisi Baik, Jujur & Professional, bukan hanya yang di Sudan, tapi dimana saja.

  111. 111 yayA Januari 9, 2008 pukul 11:02

    waduh,..yang bikin blog…please dech.. jangan nyari kesalahan orang aja downk… POLISI juga manusia.. ga polisi ga pejabat atau pengangguran skalipun yang namanya MENYEDIHKan tetep aja menyedihkan..terlalu berlebihan kalw nge_judge polisi kayak gtu.. knapa msti disaranin orang supaya jangan nikah ama polisi?? coba deh lu yang berada di posisinya polisi.. dihina kayak gitu banget.. dipojokin.. padahal mereka rela kerja 24 jam..contohnya aja wkt PAM konser… kalw ada maling lu mau ngadu ke siapa??????????????? mending polisi daripada pengangguran..mw dikasih makan apa ank bini..
    klw masalah ditilang atw bermasalah ma polisi, ya salah lu sndiri ga taat aturan..jangan malah nyari kesalahan orang lain… Gw skrg pacaran ama polisi n bulan 7 insyaallah qt nikah.. dari 2 taonn yang gw jalanin aman2 aja n ga kebukti satupun certa bULLShit di blog luw……….buktinya gw nyantai2 aja. malah yang pengangguran ne yang banyak ngomong. TERLALU!!!!!!!!!!!!

  112. 112 ALEXX Januari 9, 2008 pukul 16:14

    Hari ini aku ditipu sama polisi.
    1. Aku kena tilang minta slip biru
    2. Aku ke BRI mau bayar….ditolak karena nominal angkanya ga diisi sama polisi itu.
    3. Aku telpon polwiltabes minta keterangan, eh malah disuruh bayar di bagian Gakum ( duitnya ga masuk negara donk…harusnya kan ke BRI/kas Negara )

    Buat Yaya : hati2 dikasih makan dari duit haram
    Buat pemerintah : Naikkan donk gaji PNS/TNI/POLRI

    MENURUT SAYA POLISI BAIK DI NEGERI INI CUMA 10% AJA
    SISANYA CUMA MENYEMBAH MATERI
    KALAU SUDAH NIAT JADI POLISI BERARTI SUDAH SIAP MELARAT\SUSAH, POLISI KOK PINGIN KAYA

    SEMUA BAKAL DIHISAB DI AKHIRAT……BERTOBATLAH
    JAYALAH INDONESIAKU

  113. 113 Ratri Januari 16, 2008 pukul 18:50

    Tidak bisa dipungkiri bahwa ”anak nakal” di mana2 ada. Di setiap institusi, dari tingkat bawah sampai atas. Namun tidaklah tepat dipakai sbg alasan utk menggeneralisir suatu keadaan di kelompok tsb. Tidak baik kalau digebyah uyah…..

    Kalau masih ada yg mengkritik berarti masih ada perhatian, tnadanya msh sayang. Selain PINTAR MENGKRITIK kita juga harus PANDAI BERKACA. Tapi kalau menghujat dg sumpah serapah…itu lain lagi urusannya. Apalagi memberi stigma jelek dg menggenaralisir keadaan. Bukan maksudnya melempar kesalahan lg. Ada kalanya kita jg ikut andil dlm menciptakan keadaan yg buruk, membuat peluang utk orang lain berbuat tdk baik di negeri ini. Kita suka jalan pintas, tdk mau repot, merasa punya uang….menganggap semua bisa diatasi dan dibeli dg uang. Ya sudah….jadilah penyuap nomor wahid. Jadilah setan penggoda. Apa bedanya penyuap dgn yg disuap…..?

    POLRI kan sdg berusaha memeperbaiki kinerjanya, sedang mereformasi dirinya….nah kita mestinya mendukung dan memebantu mereka. Jangan lagi kita menciptakan ruang dan peluang utk saudara2 kita berbuat tdk baik, jangan malah jadi (maaf) setan penggoda yg memanfaatkan sikon.

    Utk yg menyarankan agar putra putri negri ini tdk menikahi para polisi, sy rasa akan lebih bagus dan mulia kalau anda mengubah himbauan tsb. dg sebaliknya. Agar putra putri anda (krn anda kan orang baik, suci, mudah2 an keluarganya jg baik2) justru mau menikahi anggota POLRI kita. Kalau para pendamping POLRI kita baik hatinya dan berakhlak mulia, Insya Allah takkan ada lagi anggota POLRI yg anda cap brengsek tsb. Sifat baik buruk yg muncul pd seseorang katanya tergantung pada karakter asli (genetik, asli bawaan dr sononya), dukungan dan pengaruh keluarga serta lingkungannya.

  114. 114 Guh Januari 16, 2008 pukul 20:52

    @yayA, komentar anda berhasil membuat saya jadi kasihan pada polisi, terutama pada polisi yang akan anda nikahi. Semoga polisi-polisi yang baik hati dijauhkan dari mendapatkan pasangan yang mudah mudah marah dan memaki-maki. Amin.

    @Alexx, yang sabar pak, semua sedang berjalan menuju kebaikan, ada yang berlari, ada yang jalan ditempat, ada juga yang maju mundur :P Btw, gaji naik bukan jaminan prilaku membaik, anda lupa pada para pejabat kita yang terhormat di DPR sana?

    @Ratri, lagi-lagi ibu menyuruh saya untuk berkaca.
    Sebentar, saya baca lagi tulisan saya…

    Kalau kamu seorang materialistis yang matre abis, atau kalau kamu punya cita-cita berkembang biak seperti kelinci, please, segera batalin deh rencana kamu nikah sama dia. Bahkan meski kamu orang baik-baik, hidup irit plus gak niat punya anak, tapi kalau gak punya pekerjaan yang menghasilkan banyak fulus, saran aku tetap sama: JANGAN NIKAH sama Polisi!

    Yang saya tangkap dari paragraf itu, saran ini ditujukan untuk:
    - yang matre abis
    - yang bercita-cita melahirkan banyak sekali anak manusia (kalo anak bakteri si gpp)
    - yang ga punya penghasilan cukup / berencana membebani keuangan sang polisi.
    Jadi bukan, sekali lagi BUKAN ditujukan untuk semua putra putri negri ini. Bayangkan kalau dengan ciri seperti itu menikahi dengan Polisi yang berpenghasilan kecil, apa ga malah bikin tambah stress?

    Btw, yang berwenang untuk untuk menindak setan-setan pungli itu siapa bu? Kalau yang berwenang membusuk apakah menyalahkan setan pantas jadi pembenaran?

  115. 115 Dan Januari 22, 2008 pukul 16:59

    Kasihan mereka, seharusnya jangan hanya guru yang diperhatikan kesejahteraanya polisi juga.

  116. 116 I Hate AKPOL Maret 10, 2008 pukul 16:17

    Guys, sebenarnya yang membuat polisi Indonesia menjadi brengsek , saya yakin 90 %, adalah pimpinan di tingkat atas seperti jabatan Kapolres ke atas. Mereka untuk menjadi Kapolres harus mengeluarkan dana ratusan juta, Uang dari mana ?, untuk menyuap di tingkat atasnya.Sedangkan untuk jabatan strategis “basah” ditingkat polda mereka juga berani mengeluarkan dana ratusan juta untuk menyuap di tingkat atasnya lagi. Sedangkan setelah menjadi Kapolres mereka harus mengembalikan dana ratusan juta tadi yg dikeluarkan dengan menghalalan segala cara seperti memeras anggotanya, setoran2 khusus dari Lalu lintas, Samsat, jajaran reserse(reskrim, narkoba dll), uang2 patroli, dana2 DSP(dana siap pakai) Polsek2. Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah setiap tahunnya meningkatkan anggaran operasional POLRI, kalau untuk tingkat Polsek dinamakan DSP(Dana Siap Pakai), tetapi seiring meningkatnya anggaran juga meningkat pula korupsi terhadap uang ini, dan pengawasan pemerintah terhadap penggunaan dana operasional ini (melalui KPK) tidak mampu menembus birokrasi polri. sangat disayangkan mereka (KPK) dibohongi dengan laporan laporan palsu, yg seolah olah dilaksanakan padahal tidak pernah sama sekali. Dan dana operasional pun mengalir ke kantong Kapolres dengan deras sekali tanpa seorang pun(walaupun tahu) dapat mencegah setiap bulannya kecuali malaikat kematian yg mencegahnya. AKIBATNYA seperti yg ditulis diatas, ada polisi brengsek, anjing dsbnya. Karena dana operasionalnya tidak mencukupi (yg seharusnya sudah cukup) maka mereka para anggota mencari jalan lain untuk menutup dana operasional yg kurang, dengan berbagai cara seperti yg disebutkan diatas. Hal ini terjadi sudah puluhan tahun dan tidak tersentuh sekalipun dengan hukum, mereka (para kapolres ke atas) cenderung kebal hukum, hukum di Indonesia tidak mampu membongkar / mengungkap korupsi di tubuh Polri. Dan tidak mampu pula menangkap tikus2 di tubuh polri yang rata rata pejabat teras Polri. Karena di Polri ada semacam kode etik yang menyatakan “harus patuh dan taat kepada pimpinan” dan ESPRIT DE CORP yang sangat kuat. Sehingga masing masing pihak (unsur pimpinan maupun anggota) saling melindungi apabila diketahui umum ada tindak pidana yg dilakukan pejabat teras Polri dengan alasan harus patuh dan taat kepada pimpinan, semacam Mafia di Italia. Ya, Mafia yang didanai oleh Pemerintah itulah polisi Indonesia.
    Selama ini dalam mencetak pimpinan teras Polri mereka hanya mengandalkan satu jalur yaitu AKPOL, mereka yg lulusan AKPOL ini pasti punya kesempatan menjadi pejabat teras, sedangkan dari jalur lain seperti CAPA Reguler, Perwira Sumber Sarjana cenderung diabaikan dan tidak mungkin jadi Kapolri misalnya. Jadi boleh dikatakan bahwa AKPOL adalah akademi koruptor terbesar di Dunia (walaupun tidak semua alumnus AKPOL adalah koruptor). Sebagai sebuah saran kepada pemerintah agar dalam mencetak pimpinan Polri tidak melalui satu jalur saja yaitu Akpol. Tetapi di buka dari berbagai sumber lainnya, ini mematahkan mata rantai para koruptor alumnus Akpol dan juga memberi kesempatan kepada lulusan Perwira Reguler menjadi pejabat strategis Polri.
    Indonesia bisa aman dan tentram karena masyarakatnya yg sadar hukum, dan masyarakatnya tidak akan sadar hukum kalau penegak hukumnya juga brengsek, koruptor, pemalak dsbnya. Indonesia akan tetap dikutuk dengan bencana dan bencana oleh Tuhan YME, apabila penegak hukumnya (sebagai wakil Tuhan YME di dunia) masih seperti ini sampai kapanpun. Dan tidak ada langkah2 praktis dari Pemerintah maupun masyarakat untuk memperbaikinya.

  117. 117 Ary Laksmana Maret 21, 2008 pukul 3:57

    Masya allah, kenapa ada manusia yang sebenci ini kepada suatu institusi tertentu (dalam tanda kutip “Polri” dan “Akpol”)…apakah karena sakit hati bung?
    Saya anggota Polri…bukan sumber Akpol, tapi saya juga MANTAN KAPOLRES…untuk menjabat kedudukan tersebut TIDAK pakai uang…TIDAK bayar, tetapi dengan cara menunjukan kinerja.
    Saya prihatin dengan pernyataan yang anda buat bung….saya tidak banyak berkomentar, cuma bisa menyebut asma Allah…karena sebenarnya banyak yang tidak anda tahu tetapi suda