Sucikan Hasil Jarahan Anda

Sejak kecil sudah membiasakan diri pake barang curian. Kuliahpun diakhiri dengan skripsi yang diketik pakai software curian. Mahir pakai alasan miskin, baik miskin duit, miskin waktu atau miskin otak. Tak mampu atau tak mau belajar pakai yang halal. Atau… karena “untuk kepentingan umat” jadi tak usah sok idealis, realistis saja lah!

Setelah jadi PNS/Buruh juga pandai korup dan nyolong. Tanpa sungkan lagi. Kan sejak muda sudah berlatih memangsa hak orang lain. Kalau perlu bisa pakai pembenaran gaji kurang, atau terlanjur berkembang biak seperti kelinci hingga punya banyak tanggungan, takut mereka mati kelaparan.

Yang jadi pengusaha dengan ringan hati memakan hak buruh dan memperkosa alam untuk kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi diri dan kroninya.

Dan sebagian yang beruntung karena dipilih Tuhan untuk jadi aparat, birokrat atau pemimpin, sudah terlalu toleran dengan yang namanya pencurian. Tak malu lagi, malahan bangga setiap kali menunaikannya. Baik secara halus tersembunyi maupun secara vulgar dan memaksa, secara sendiri maupun berjama’ah.

Bersihkan Diri Sucikan Harta

Meski rajin mencuri, mereka tidak sedikitpun merasa dirinya kotor. Karena sesuai dengan “perintah” Tuhannya, mereka juga rajin mensucikan diri dan mensucikan harta.

Caranya sederhana, tak perlu bersusah payah menebus kesalahan dengan meringkuk dalam penjara, juga tak perlu mengembalikan hasil jarahan. Mensucikan diri hanya perlu menahan lapar dan haus selama beberapa hari, lalu segala catatan dosa sampai berapa puluh tahun akan terhapuskan. Mensucikan harta pun cukup dengan sedikit formalitas, berderma atas nama agama pada yang dianggap berhak, lalu dengan seketika akan tersucikan semua hartanya.

Setelah itu kembali jadi bersih, suci tanpa noda, bagai bayi yang baru lahir. Wajah-wajah mereka kembali bersih sumringah, dahinya memancarkan cahaya iman, hatinya lega dan ringan karena terbebas dari segala nista.

Anda ingin sesuci mereka?

Langsung saja baca buku petunjuk agama anda, atau konsultasikan pada pakar terdekat.

Tidak menemukan hal seperti itu dalam agama anda? Wah, jangan-jangan selama ini anda dalam keadaan sesat, sangat sesat. Mungkin anda sudah dijebak untuk memeluk agama yang sangat salah.

Saya ingatkan, selagi anda masih bisa bernafas, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan diri. Untuk mendapatkan keselamatan dan kemuliaan seperti mereka diatas, anda hanya perlu cari agama yang punya banyak pembenaran untuk mendukung apapun yang anda lakukan, bahkan saat anda menyakiti orang lain. Sebuah agama yang tidak peduli dengan kemanusiaan dan yang sangat mudah diperalat.

Dalam agama yang agung itu ada pencerahan yang anda butuhkan. Berupa tuntunan praktis untuk mensucikan apapun yang anda mau. Tidak hanya sekedar mensucikan harta jarahan atau mensucikan selingkuhan, tapi bahkan kekerasan, pembunuhan sampai perang pun semuanya bisa disucikan secara instan.

Selamat meraih dan menikmati kesucian.

——-
Katarsis gara-gara baca korupsi itu halal, bung!

32 Tanggapan ke “Sucikan Hasil Jarahan Anda”


  1. 1 mbelgedez Oktober 23, 2007 pukul 8:29

    eeeaaaalllaaahhhh
    Pertamax lagi….

  2. 2 mbelgedez Oktober 23, 2007 pukul 8:34

    Sekarang Komen nya,….

    Boss teguh,…
    Ndak setiap saat kita bisa bersih terus. Contonya kayak sampean nyang terjebak sama pulisi korup.
    Sayah ndak ada kerjaan, suatu saat sayah harus melakukan ini -itu. Tetapi nyang terjadi, di level RT skiyan puluh ribu, dilevel kelurahan skiyam ratus ribu, Camat skiyan skiyan ratus ribu, Kantor Wlikota skiyan Jut…, di level Dirjen skiyan pluh Jut….

    Kenyataan nyang ndak isa dihindari,….

    Akhirnya, kita terjebak ikut jadi pendosa. Moga-moga kedepannya rejeki sayah halal…

  3. 3 mbelgedez Oktober 23, 2007 pukul 8:36

    Sayah sedang menginventarisir, apakah mingsih ada nyang haram di sayah ???

    Saat ini sayah lagi ngisi SPPT. Moga-moga ndak ada lagi maen mata….

  4. 4 qzink666 Oktober 23, 2007 pukul 14:15

    Kok enak banget ya, dosa sekian puluh tahun bisa ditebus cuma dg beberapa hari puasa?
    Sepertinya saya banyak dosa akhir2 ini.. Mumpung saya masih hidup, kalo ada yg tau informasi tentang agama seperti itu, tolong hubungi saya..

  5. 5 rozenesia Oktober 23, 2007 pukul 15:05

    A: “Ahhh… Rasanya pengen bakar rumah…”

    B: “Beneran mau…?”

    A: “Ah, ntar dipenjara gue!”

    B: “Kalo loe mau, kita ngekor FPI aja, ngebakar ntuh diskotek laknat!”

    :lol:

    Instan memang yang paling enak… :p

    (padahal, IMO, kerohanian itu lebih-lebih sulit dan kebadanan)

  6. 6 dewo Oktober 23, 2007 pukul 16:21

    Wah, agama yang keren.

  7. 7 danalingga Oktober 23, 2007 pukul 18:41

    Kalo saya tidak ingin sesuci mereka, tapi ingin lebih suci dari mereka. Kalo itu gimana caranya mas guh?

  8. 8 deKing Oktober 23, 2007 pukul 22:35

    Tulisan yang nyindir euy…

    Banyak yang kebakaran jenggot nih…

    Tapi, mr Guhpraset sendiri bagaimana? *tanya diri sendiri juga ah*

  9. 9 mardun Oktober 24, 2007 pukul 2:33

    menahan lapar dan haus selama beberapa hari itu juga kadang-kadang masih ada yang bolong :P

  10. 10 papatong Oktober 24, 2007 pukul 13:43

    suatu hari di kelas Sistem Basis Data,
    dosen: “memalukan ya, intitusi seperti jurusan kita ini gag mampu beli license Oracle, pada satu licensenya cuma duapuluhribu…”

    dosen: “…dolar”
    haiya…
    dosen: “tapi program ini sangat umum dipakai dalam penyusunan basis data”
    dosen: (tersirat) “dan kalian harus bisa pake program ini, jadi atas nama kepentingan pendidikan kalian, pake aja software bajakan yang banyak disewain ituh,..”

  11. 11 Andri Subandrio Oktober 24, 2007 pukul 15:34

    Kenapa orang hanya melihat sesorang mengamalkan suatu amalan dari suatu agama sudah menganggap bahwa agamaa tersebut memang mengajarkan orang untuk beramal seperti itu?

    Sesungguhnya kalau mau mempelajari agama dengan betula yang dari kitab sucinya bukan dari cara pemeluknya beribadah, karena boleh jadi Kitab Sucinya berkata lain, pemeluknya melaksanaannya lain pula.

    Dalam agam yang saya anut, tidak ada satupun ajaran yang mengajarkan bahwa hasil korupsi bisa dibersihkan hanya dengan persentase Zakat, Allah mengajarkan bahwa kesalahan kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan sesama manusia lebih dulu baru Allah mengampuni.

    Beda kalau kesalahn terhadap Allah, manusia langsung dapat memohon ampun kepada Allah, selesai.

    Korupsi adalah keslahan terhadap sesama manusia, jadi penyelesaiannya adalah sesama manusia lebih dulu.

    Kalau orang tidak shalat, tidak puasa, tidak haji itu adalah kesalahan dengan Allah dan harus mohon ampun kepada Allah.

    Anda sangat keliru jika menganggap bahwa ulama, kyai, ustadz itu tidak ada yang korupsi, semua bisa melakukan korupsi, dan ulama yang menulis korupsi itu halal mungkin karena dia korupsi jadi mencari pembenaran untuk dirinya dengan dalih agama

  12. 12 almascatie Oktober 24, 2007 pukul 19:06

    untung sayah ga ngeblog pake wordpress curian
    :lol:

  13. 13 toim the shinigami Oktober 25, 2007 pukul 8:55

    semua pekerjaan itu emang ada resikonya.Pastilah kita melakukan kesalahan, tp tentunya setelah mlakukan kesalahan dibarengi istighfar, dan jgn mlakukan kesalahan yg berat tentunya.Klo korupsi gede2-an hanya dibarengi dengan ber-zakat yg hanya 2,5% mah, cemen.
    Yang penting nyari harta, nyarinya bener, ngluarinnya bener.
    *Sok bijak On*

  14. 14 Herianto Oktober 25, 2007 pukul 10:03

    He he he… komen pak deKing bernuansa : Argumentum ad Hominem tuh… :mrgreen:
    Sok tau aja saya… :)

    Tapi kan benar, ini sekalian auto kritik juga… :)
    Jangan liat siapa yg bicara, tapi liat gmana dulu orangnya.. :lol:
    ——-
    Agama itu mudah … dan kita sendiri yang kadang usil dengan kemudahan2 yg disodorkan-NYA :)
    Jadinya ya [tampak] sulit…

  15. 15 warnetubuntu Oktober 25, 2007 pukul 11:34

    kalau tulisan ini untuk satire karena banyak orang yg mencuri dan menjarah tanpa merasa bersalah karena toh bisa terampuni dengan jalan di-”sucikan” saya sangat setuju.. hal ini benar2 membuat pikiran kita terprovokasi… tetapi kalau karena ketidak-tahuan dengan menganggap hanya dengan zakat harta jarahan bisa “suci” ini yg saya tidak setuju.. sebab setiap orang menanggung apa yg telah diperbuatnya… harta yg suci saja sebelum dizakati blom suci apalagi harta yang tidak suci?

  16. 16 celotehsaya Oktober 25, 2007 pukul 12:38

    halah o___0a

    *langsung zakat*

  17. 17 Dimashusna Oktober 25, 2007 pukul 18:12

    Emang ada ya agama kaya gitu?! *Mode Mikir*
    !

    !

    !

    !

    …… Ooo, ya… ya..ya…. saya tahu. :lol:

  18. 18 Evy Oktober 25, 2007 pukul 22:44

    wah seru juga teguh, dah lama ga mampir, sucikan harta… ntar hasil korup di pake ke mekah…. di buat ngamaaalll… trus panggil ustad yg mau di amplopin…. eh rejeki kudu bagi2 dan diamalkan maka akan menjadi halal rejeki itu… katanya… pak ustad sambil meremas2 amplopnya yg tebellll

  19. 19 hoek Oktober 26, 2007 pukul 1:01

    untunglah OS komfie saia kubuntu…mhuehuehue

  20. 20 Guh Oktober 26, 2007 pukul 14:36

    @Mbelgedez,

    Moga-moga kedepannya rejeki sayah halal…

    Amiiiin.. semoga.

    @Qzink666, silahkan hubungi pakar terdekat.

    @Danalingga, mungkin… dengan tidak menjadi sesuci mereka, maka anda sudah menjadi lebih suci dari mereka pak. Mungkin lho. Entahlah.

    @deKing, Saya kadang juga masih sering merampas hak orang lain pak, masih terus berusaha mengurangi :)

    @Andri Subandrio, memang sangat boleh jadi pak, lain kata kitab, lain lagi prilaku umat.

    @Warnetubuntu, hehehe, silahkan untuk tidak setuju pak.

    @Evy, selain untuk ngamal, bisa dipake buat ngemel juga ke polisi-polisi di tiap prapatan :P

  21. 21 rajaiblis Oktober 26, 2007 pukul 21:07

    korupsi ya ?
    mmmhhhhh … gak apa2 toh …
    makin banyak dikorupsi justru makin bagus
    itu membuktikan tuhan mereka maha kaya koq … !

    coba lihat APBN republik ini, makin hari makin naek !
    semakin banyak yg korupsi, maka makin melambung APBN nya …
    cool … keren …

    dan satu bukti lagi bahwa tuhan mereka maha kaya …
    kalo keping mata uang republik ini dijejerkan satu per satu dengan keping mata uang manusia amerika … maka, 1 keping duit orang amerika minimal butuh 9000-an keping duit negeri ini …

    duch … apa gak hebat tuch !

    wakkkakakakkaaaa …

  22. 22 rajaiblis Oktober 26, 2007 pukul 21:11

    mensucikan hasil jarahan ?
    bagus itu … artinya selamat dunia dan selamat di akhirat …

    yg gak korupsi …
    dah jelas … miskin dan kere di dunia …
    di akhirat … ?
    ntah gimana nasibnya

    wakkaakkaaaaa …

  23. 23 Resta Oktober 27, 2007 pukul 3:46

    eh ini oot ga ya? mau cerita, tadi sore gw liat ada polantas di sebuah pertigaan (tepatnya di tengah2 jalan) di buahbatu (bandung) jalan waktu itu lagi rame tp ga macet (byk mobil + motor melaju kencang) pas gw mau nyebrang dan udah di tengah2 jalan (dekat polantas itu) gw pura2 takut buat nyebrang dan berharap polantas itu membantu menyetop mobil2 + motor biar gw mudah nyebrangnya, ga taunya malah dicuekin … jadi intinya gw bertanya, benar ga sih tuga polisi itu untuk membantu masyarakat?

  24. 24 Mrs. Neo Forty-Nine Oktober 27, 2007 pukul 7:24

    alhamdulillah…
    Siw udah LegaL…
    :cool:

    antivirus PCMAV asik juga ternyata…

    gimana kabar filternya Mas Guh?
    ;)

  25. 25 telmark Oktober 28, 2007 pukul 0:05

    agama yg asyik tuh…

  26. 26 benbego Oktober 28, 2007 pukul 18:43

    hidup bajakan..!

  27. 27 BfB Nopember 3, 2007 pukul 13:53

    korupsi-tobat-korupsi-tobat… terus begitu. sambil ters berdoa mati dalam keadaan tobat :)

  28. 28 brapiolove Nopember 5, 2007 pukul 14:17

    aduh kayanya kita perlu belajar banyak nih!
    Masa sih hasil dari kejahatan bisa mensucikan, enak banget dong yang korupsinya milyaran bisa bikin tempat ibadah, terus jadi suci deh. mau dong jadi pejabat…….

  29. 29 Guh Desember 1, 2007 pukul 22:40

    @Resta, kalau yang saya baca dari berbagai banner mereka, tugas polisi memang melindungi dan melayani ;) Tapi mungkin obyeknya tidak harus masyarakat.

    @Mrs49, oot nih. Filter ga jadi dipake. Biar bebas aja dulu.

    @Brapiolove, enak memang :)

  30. 30 reeyo Desember 12, 2007 pukul 4:47

    yah itulah kalo dipahami hanya dengan sepotong-sepotong, puasa selama sebulan semua dosa terhapus, kan ente juga harus paham apa puasanya iyu pasti diterima pasti berhasil apa puasanya itu tidak hanya menghasilkan lapar dan haus doang?kalau cuman dapet laper ma haus mana berhasil puasanya?
    Tidak semudah itu tidak ada yang instan dalam agama kalau yang anda maksud agama disini adalah islam, segala sesuatunya saling berkaitan dan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi saja, jangankan membunuh menghukum orang yang bersalah pun bila dilandasi oleh kebencian adalah salah jika anda menemukan cara-cara praktis mensucikan dosa yang anda temui itulah yang sesat, yang hanya mengajarkan agama sebagai acara seremonial tidak pada hakikat ibadah itu sendiri

  1. 1 Menjadi Ahlus Sunnah wal Jamaah versi Antosalafy « Mencoba yang tak biasa Lacak balik pada Oktober 24, 2007 pukul 9:34
  2. 2 Who am I Lacak balik pada Oktober 31, 2007 pukul 21:56

Tinggalkan Balasan




Arsip