Mati

Yang esmud sibuk, belingsatan nonstop 25 jam sehari, akhirnya mati
Yang sibuk nganggur, pagi siang sore tidur, akhirnya mati juga
Yang bertuhan, terus doa dari subuh sampai subuh, akhirnya juga mati
Yang beragama, rajin memaksakan mimpi, akhirnya sama juga, mampus

Babi yang malas, kerjaannya hanya makan, sex dan tidur,
Babi yang ga mau kalah sama manusia dan ikutan homoseks,
Babi yang religius, yang teroris, korup atau atheis
Semuanya juga sama-sama akan mati

Yang selalu sedih, mengeluh, tak pernah bisa bersyukur, mati
Yang roda delmannya selalu diatas, bahagianya nonstop, juga mati

… hidup buat apa? …

Masih ingatkah saya dengan tujuan kelahiran kali ini,
sebagai seorang warga dunia yang lahir di Indonesia?

Ehm, kalau memang belum tahu, apa yang mau saya ingat?
Anda gimana?

19 Tanggapan ke “Mati”


  1. 1 edy Februari 7, 2008 pukul 11:20

    saya? saya juga pasti akan mati

  2. 2 Kopral Geddoe Februari 7, 2008 pukul 15:17

    “Cuma ada satu pertanyaan filosofis yang benar-benar susah, yaitu bunuh diri. Jawaban apakah hidup itu pantas dijalani adalah pertanyaan yang paling fundamental dalam filsafat.”

    Albert Camus, “The Myth of Sisyphus”

    Buat apa hidup, toh akhirnya akan mati?
    Seberapapun bahagianya, seberapapun merananya, akhirnya sama saja?
    Seberapapun mulianya, seberapapun jahanamnya, akhirnya sama saja?

    :lol:

  3. 3 erander lagi ga online Februari 7, 2008 pukul 15:21

    Kemaren, ada burung pipit yang mati karena padi hancur diterjang banjir. Tiap hari ada banyak orang mati dengan berbagai sebab terutama di daerah konflik. Mati memang tidak pandang bulu. You and me? sama saja .. tinggal, siapa yang duluan. Kalo ga kamu duluan, saya belakangan atau saya belakangan kamu duluan *halah ngaco asli*

    Kalau belum tahu, emang belum ada yang diingat .. eh, belum tahu dengan tidak tahu, beda kan artinya?? .. make sure aja, apakah kamu belum tahu, atau tidak tahu.

    Jadi ingat film HEROES jilid 2 - yang baru tayang di StarWorld - dimana Peter ga ingat atau belum tahu siapa dia .. trus dia mencari tahu. Dia bingung, koq tiba2 ada dan hidup?? memorinya error sehingga lupa dengan seluruh yang dialami-nya sebelum trauma. Apa ya istilahnya .. hmm, amnesia ya?? atau apa ya??

    Kalau sudah yakin - semua - pasti mati. Tinggal pilih toh?? mau jadi orang baik2 dan dikenang selama2nya, atau orang baik2 dan dilupakan selama2nya, atau orang tidak baik2 dan dikenang selama2nya atau orang tidak baik2 dan dilupakan selama2nya, atau jadi apa saja atau nothing. Ga ada yang kenal. Ga ada yang sadar, kalo kita ternyata pernah hidup di dunia ini hahahaha .. :lol:

  4. 4 Sarah Februari 7, 2008 pukul 18:32

    Alangkah baiknya jika kita hidup agar bisa berguna untuk orang lain. :D

  5. 5 kw Februari 7, 2008 pukul 21:43

    hoho… hidup hanya menunda kekalahan, kata pak lik chairil.
    hidup ini absurd.
    sepakat dengan komen Kopral Geddoe yang mengutip mas camus apakah hidup ini layak dijalani?

  6. 6 fauzansigma Februari 7, 2008 pukul 23:27

    semua pasti mati.
    tinggal bagaimana proses kita mati dan apa yg telah kita perbuat sebelmu mati

  7. 7 Hoek Soegirang Februari 8, 2008 pukul 1:07

    “Ehm, kalau memang belum tahu, apa yang mau saya ingat?
    Anda gimana?”
    hmmm…kalo saia sendiri sih uda tau, untuk apa dilahirkan, saia dilahirkan untuk menjadi seorang manusia, dan menurut berbagai sumber menyebutkan bahwa manusia itu tumbuh, berkembangbiak, dan kemudian mati. Jadi sekarang saia sedang mencari calon pasangan untuk melakukan perkembangbiakan seperti yang sumber-sumber tersebut menyebutkan.
    ah ya, mungkin Al Quran bisa dijadikan rujukan, eh?

  8. 8 chrisibiastika Februari 8, 2008 pukul 4:56

    kalo pas ujian sering dibilang,”dulu gak bisa sekarang lupa”

    kalo masalah yang satu ini, dulu aja gak tau apalagi sekarang.

    tanya kenapa?

  9. 9 venus Februari 8, 2008 pukul 9:10

    kalo gak mati2, bete juga kaleeeee….. hyahahaha…

  10. 10 erander Februari 8, 2008 pukul 9:31

    *ngakaka baca komentarnya mbak venus*

  11. 11 nur Februari 8, 2008 pukul 11:01

    akhirnya mati juga…

  12. 12 rajaiblis Februari 8, 2008 pukul 11:36


    namun tak semua yg mati itu kembali ke asalnya !

  13. 13 dobelden Februari 9, 2008 pukul 10:02

    masih mending bisa mati

    klo seperti dalam pepatah :

    bagai kerakap diatas batu, hidup segan mati tak mau

  14. 14 manusiasuper Februari 9, 2008 pukul 14:50

    what about, life after death?

  15. 15 Guh Februari 9, 2008 pukul 23:32

    @Edy, tentu saja, memang siapa yang tidak?

    @Kopral Geddoe, apakah filsafat sudah berhasil menjawabnya?

    @Erander, mau yangmana? dikenang selamanya atau dilupakan atau lebih parah: tak pernah ada yang tahu kalau kita pernah ada. Demi EGO saya pilih yang pertama, dikenang selamanya sebagai orang paling…. enaknya apa ya, hehe.

    @Sarah, berguna dalam kebaikan… kebaikan menurut pemahaman liar saya :P

    @Kw, layak atau tidak, gimana kalau kita bikin menyenangkan?

    @Fauzansigma, euh, gimana?

    @Hoek Soegirang, waw, apakah “untuk tumbuh dan berkembang biak lalu mati” itu hasil merujuk Qur’an? Masa sesederhana itu sih?

    @Chrisibiastika, saya ga percaya anda separah saya.

    @Venus, mungkin juga ya, kalo udah tua, peot, ngerepotin, nafas dibantu alat2, harus rutin cuci darah, ga bisa mati-mati…. hiiii… badan udah ga layak pakai, tapi nama anda terhapus dari daftar jemputan malaikat maut, ga dijemput2 deh. amit2…

    @Rajaiblis, trus mampir kemana tuh?

    @Dobelden, hidup segan mati tak mau, ngerepotin orang banyak pula, haha. semoga kita dijauhkan dari menjadi yang seperti itu.

    @Manusiasuper, apa itu soal cewe-cewe bugil… eh, maksud saya bidadari?

  16. 16 rajaiblis Februari 10, 2008 pukul 9:51

    ada yg nyungsep sepanjangan di tanah merah … !

  17. 17 arshintadewi Februari 12, 2008 pukul 17:10

    Psst, hidup ini bukan untuk mati…

    Kodrat mahluk hidup termasuk manusia memang lahir & mati *jadi inget kelebihan kodrat wanita ituh haid, melahirkan & menyusui*.

    Manusia diciptakan bukan untuk mati ;) hidup manusia ditakdirkan untuk mengabdi; menyembah pada Sang Khalik… eugh begitu yg saya pahami saat ini sesuai ajaran yg saya percayai :D

    Cuma penafsiran untuk arti ‘mengabdimenyembah’ ini yang sangat sulittt ;)

  18. 18 hidup Februari 13, 2008 pukul 13:31

    kasian
    beginilah nasib ummat akhir zaman
    tak tau untuk apa maksud ALLAH hantar dia kedunia

  1. 1 Andai Aku seorang Presiden ! « Who am I Lacak balik pada Februari 8, 2008 pukul 11:58

Tinggalkan Balasan




Arsip