Kenapa beberapa orang-orang kecil mengalami nasib yang luar biasa sial?
Sudah miskin, cari makan sulit, hidup sudah nelangsa sejak masih sperma, kok malah ditimpa bencana alam? Itu pun berkali-kali pula. Ibarat sudah jatuh masuk comberan, ketimpa sapi gila, mati sakit hati dengan cara nista, eh masih harus masuk neraka juga.
Sekilas tampak sangat tidak adil. Dosa apa mereka? Salah apa mereka kok sial to the max begitu?
Sebagai orang yang cukup religius, saya berusaha cari pembenaran dan penjelasan, kenapa Tuhan mengeluarkan kebijakan seperti itu? Pembenaran ini penting, karena terungkapnya misteri ini akan membuat keyakinan saya akan sifatNYA yang Maha Adil bisa tetap terjaga. Ya.. itung-itung membela Tuhan lah! *membayangkan bidadari surga*
Akhirnya pembelaan itupun tersusun. Jadi pembenarannya begini…
Sebab dari kesialan mereka adalah ketidaktahuan. Bahasa kerennya ignorance. Sedikit contoh…
- Tidak tahu kalau membuang sampah sembarangan (termasuk puntung dan bungkus rokok atau meludah sembarangan) itu sama saja menghina alam.
- Tidak tahu kalau menerima money politic dan mendukung partai iblis itu sama dengan menjerumuskan negeri dan seluruh penghuninya.
- Tidak tahu kalau menyesali reformasi, mengutuk usaha perubahan dan membela Soeharto sama saja mendukung apa yang dilakukan Soeharto terhadap alam dan manusia Indonesia.
- Tidak tahu kalau mendukung ataupun sekedar melakukan pembiaran terhadap orang-orang yang membabat hutan, membonsai kemanusiaan, atau mengencingi pendidikan adalah sebuah kesalahan berat.
- Tidak tahu kalau menggunduli hutan itu bisa bikin banjir… Ah, silakan tambah sendiri…
Begitulah, ketidaktahuan membuat mereka berbuat hal-hal yang akhirnya menjadikan mereka dianggap pantas menerima bencana.
Lho, kan tidak ada dosa untuk yang ndak tahu?
Eits, bayangkan, ada orang idiot mesum baru datang dari Saudi, sampai lah dia di Taman Anggrek dimana banyak “perawan” pake rok mini. Dia ndak tahu kalo memperkosa anak orang itu ga boleh, dia pikir kalau cewe ga pake jilbab ya berarti boleh dipake sesukanya. Dia terkam satu, keluarin pisang dan diperkosa ditempat.
Mungkin menurut Tuhannya dia perbuatan itu tidak berdosa, dia juga emang terlalu idiot untuk tahu kalo hal senista itu terlarang di Indonesia, tapi toh tetap saja dia kena gebuk satpam dan dihajar massa yang marah. Dosa mungkin bisa tergantung Tuhan dan syariat masing-masing *tuhan ada berapa sih?*, tapi akibat perbuatan ya tetep kena lah.
Tapi, kok orang-orang kaya yang “berdosa” luar biasa, yang juga melakukan dan mendukung pengerusakan alam gila-gilaan malah aman-aman saja?
Auch!! Tampaknya saya masih harus cari pembenaran lagi… Tuhan, sabar ya… kita pasti belain kok !! Tapi kalau mau dan mampu membela diri ya monggo.
Gimana…. Ada yang mau bantu saya membela Tuhan?
eee…
tunggu dulu…
*orang kaya mode ON*
karena tadi mereka berdosa karena tidak tau, nah… kami sebagai orang kaya kan sudah tau, jadi, tidak berdosa, gitchu loh…
lagian, kami kan sudah menyumbang banyak buat membangun rumah rumah ibadah itu… masa masih dikasi dosa juga sih? ndak adil ah…
*orang kaya mode OFF*
Oalah, Guuuuhhh…..
Situ kayak ndak tau ajah.
Orang nyang berdosa luwar biasa ini kan kaya raya, mereka nyembeleh Sapi banyak-banyak, nyumbang gembel banyak-banyak, mangslupin duit ke “kotak Jack Pot” jugak banyak-banyak…
Jadi wajar lah kalok mereka aman-aman ajah….
:lol: :lol: :lol:
Lho ?!!!
Komen sayah kok bisa mirip sama si Fourty Nine, segh…???
Kata yang mo belain Tuhan sih:
Katanya loh itu guh.
ya mendingan gak usah banyak nanya lagi, yang ada bikin otak kita mumpet. mendingan sekarang kita saling berrangkulan dan turun kejalan tuk dirikan
negara Orang Miskin, tapi bukan berarti rakyatnya
miskinj boooook!!!!!!!!!!!!!
Orang kaya, kata si *** *** bakal masuk neraka lho…, makanya mereka kelihatan aman-aman aja, karena yakin bakal ke sana..
Kata orang kaya yang bangga masuk neraka, di surga cuma ditemani bidadari-bidadari, makanya ga mau…
Kalau di neraka mereka bakal ditemani artis-artis yang cantik-cantik itu lho…
Wakakakakak… *nyambung ga ya komengnya…* :mrgreen:
Karena itu Tuhan menjanjikan Akhirat Guh, siapa seh yang pernah kesana? Belum ada? Jadi ya ga usah termakan janji-janji orang yang sama-sama belum pernah kesana.. gitu kali..
eh.. emangnya di arab klo ada cew ngga pake jilbab boleh dipake ditempat ya >??
*jadi pengin ke arab
*mode orang tidak tau on*
Saya akan bantu anda guh…
“Tapi, kok orang-orang kaya yang “berdosa” luar biasa, yang juga melakukan dan mendukung pengerusakan alam gila-gilaan malah aman-aman saja?
ya karna mereka rajin mensucikan harta mereka (hehe, ngutio tulisan loe sendiri guh…:P)
trus, buat orang2 kecil yg bernasib sial to the max…itu sudah takdir mereka guh, tak perlu d kasiani, salah sendiri…koq mau jadi orang2 yang tidak tau
Lha, itu mah nanti juga diadili di Hari Akhir. Semua orang jahat ‘kan akan diadili sesuai kejahatannya masih - masing. Nggak usah mikirin adzab, lah. ;)
Lha, itu sih beda cerita. Tobat ya tibat. Namanya juga sudah mengetahui kesalahan.
…..
yah, namanya bencana koq milih2 :D
kalo ada org banyak naik bis ato pesawat, klo kecelakaan-nya dahsyat mati semua atuh, gak peduli miskin ato kaya, kursi bisnia ato executip :D
Saya merasa kesulitan kalau mencoba memahami theodicy dan kemudian dihubungkan dengan sifat-sifat Tuhan yang omnipotent dan omniscient, apalagi kalau dikaitkan dengan natural-evil [untuk membedakan dengan moral-evil].
Karena bisa saja jawaban atas “nasib buruk” dan “nasib baik” diterangkan dengan penjelasan “free-will” atau “God’s plan is good”.
Apalagi kalau ditambahi embel-embel moralitas.
*makin pusing*
@Mrs. Fortynine, Mbelgedez, JilSceptic, berarti tuhan bisa disogok2 juga ya…
@Danalingga, orang miskin tidak tenang, orang kaya tidak tenang, trus orang suci apa hatinya tenang?
@Mathematicse, apakah kepastian itu menenangkan hati ?
@Manusiasuper, ide bagus, jangan percaya omong kosong / ancaman2 tanpa bukti.
@Funkshit, silakan segera bikin paspor dan berangkat kesana. Tp kelo sempet dibaca sekali lagi, ada kata idiot disitu. Tapi… jangankan di arab, disini ngeliat komentar orang2 soal payudara dewi persik juga saya pikir tak perlu jadi idiot untuk punya pola pikir “cewe berpakaian terbuka pasti pengen dipake”.
@Pyrrho, mau karena free will atau tuhan pasti benar, yang penting kita harus belain tuhan Bang :P Jangan tanya buat apa, karena itu bisa jadi panjang lagi.
saya ikut mbelain Tuhan dech , karena saya khan emang hambanya , getu loh
jadi ingin mengundang untuk topik yang sama
baca yang ini dech
makasih
http://realylife.wordpress.com/2008/02/24/allah-sayang-banget-sama-kita/
tuhan teramat mudah disogok … ?
sumpah … kalo itu aNE gak tau !
cuma yg aNE tahu pasti, tuhan itu maha pemurah dan pemaaf. belas kasihnya mengalahkan marahnya.
coba bikin ilustrasi dikit:
ada lahan dua juta hektar di sebuah hutan lindung. yang satu juta hektar aNE bikin areal pertambangan dan eksplorasi minyak. yg sejuta hektar lagi ditanam pohon tembakau buat pabrik rokok dan cerutu. aNE bayar fee juga cukai kepada negara sesuai dengan peraturan dan perundangan yg berlaku. tidak kurang tidak lebih. setiap sen yg dihasilkan aNE bagi2 kepada fakir miskin, jompo, anak yatim, bangun mesjid, infaq, sedekah, zakat, bangun pesantren, potong sapi, bagi2 beras, kasih modal usaha buat UKM, jadi sponsor bila ada yg membutuhkan. selain itu, aNE juga wajib pajak yg sadar hukum.
untuk anak isteri, tak lupa aNE sisihkan masing2 deposito 10M. jadi, tanpa kerja sekalipun, anak dan isteri bakal dapet paling tidak lebih dari 50 juta sebulan.
Guru ga Mungkin ngasih ujian/tes kalau materinya belum dikasih. Apalagi Tuhan.
Cuma kita sering ga sadar / ngeh kalau materi udah dikasih. makanya sering pada jeblok kalau ujian.
Kalau Guru sampe ngasih ujian yang materinya belum dikasih maka itu guru DZALIM ! Pantas untuk ditegur.
Jika hal yang sama diterapkan pada Tuhan, maka saya akan berhenti ber TUhan kepada Tuhan yang seperti itu.
Sudah nasib hidupku,kaleeee…bukan tidak tahu,tapi PURA-PURA tidak tahu. Aku benci sekuler tapi kelakuan sehari-hari lebih sekuler. Agama dianggap cuma ritual,bukan implementasi dalam kehidupan. Itulah saya yang berlindung dibalik pembenaran. Paternalistik sekali saya,ya? emang..