Pindah Agama, XL, IM3, GPRS dan KlikBCA

Biasanya orang yang baru pindah agama akan menjelek-jelekkan agama yang dia tinggalkan, selanjutnya mereka juga cenderung lebih fanatik dan brutal dibanding para pemeluk lama. Kurang kerjaan? Dorongan psikologis? Kekecewaan?

Apapun sebabnya, gejala yang mirip juga dialami oleh manusia yang baru berganti layanan operator seluler atau ISP. Saya maunya tidak termasuk golongan diatas, jadi saya akan berusaha menulis dengan hati-hati.

Umat Yang Taat

Sebelumnya saya adalah umat pengguna XL yang taat, penikmat fasilitas GPRS Unlimited, paket corporate dengan tariff flat 247 ribu / bulan. Walau seringkali kecepatan koneksi terasa sangat murahan, saya tetap bisa menjalankan berbagai ritual online tanpa khawatir menjadi korban ledakan tagihan.

Walaupun gaya hidup berantakan dan agak mobile, saya tetap bisa online dimanapun dan kapanpun. Dalam perjalanan, walau tanpa ditemani Komputer Gendong, saya bisa tetap beribadah di Google Reader atau khusyuk ber- Operamini. Lalu setiap ada kesempatan menjamah PC di Bogor, Depok, Sunter sampai Lampung pun saya bisa tetap menggunduh berbagai materi pendidikan khusus dewasa, sekuatnya.

Berkat XL, entah berapa banyak gadis perawan dan nonperawan yang terhindar dari zinah, karena dalam setiap perjalanan, saya selalu lebih asik menjamah Sony Ericsson daripada “bersosialisasi”. Terimakasih XL, terimakasih juga untuk MAS Boss OPC yang sudah membantu saya merasakan nikmat tersebut.

Sesuai sunatullah, segalanya terus berubah

Seperti yang pernah saya ceritakan, akhirnya XL berencana menghilangkan semua kebahagiaan itu pada tahun ini. Tak ada lagi unlimited GPRS yang murah meriah.

Karena alasan saya menggunakan XL hanyalah tarif GPRS unlimitednya yang murah, sudah tentu saya tidak akan bertahan di XL. Selain itu, untuk apa bertahan di operator yang tak menghargai pelanggan lama? Sementara umat prabayar penganut XL Bebas menikmati berbagai promo tarif murah meriah, para penganut XPLOR yang paskabayar terus saja terjebak dalam tarif basi. Seperti anak tiri yang menjijikkan, dilirikpun tidak.

Lagi pula, segala yang baru selalu tampak lebih seksi kan? Jangan-jangan rumput tetangga memang benar-benar lebih hijau. Saya harus bersiap-siap pindah!

Pencarian Spiritual

Bagaikan seorang pencari tuhan yang dikerubuti sales dari berbagai agama, umat fanatik dari berbagai operator pun bermunculan, mendakwahi saya agar pakai kartu yang sama dengan mereka.

Seorang dari pengguna Mentari di Lampung, menjanjikan freetalk dan telpon murah banget ke 5 orang yang masih punya ikatan karma. Sedangkan seorang gadis yang tidak perawan mengusung alasan nasionalisme dan keimanan brutal bahwa mayoritas pasti benar, mengajak pakai Simpati. Di alam maya seorang seleb membujuk saya pakai IM3, katanya sms murah bangets dan GPRS pun hanya 1/kb. Pendakwah lain tidak cukup menarik karena saya belum tertarik CDMA.

Setelah bertafakur, ternyata Mentari bukan pilihan saya, freetalk ternyata harus lewat tengah malam, sedangkan saya bukan nokturnal sejati, pacar yang cuma satu pun bukan kuntilanak. Simpati juga tidak terpilih, saya belum tertarik untuk membayar mahal demi sebuah nasionalisme yang aneh, mayoritas boleh merasa benar, tapi saya juga bisa berpikir sendiri. Nah, yang IM3 dengan promo 1 rupiah per kb jelas membuat saya tertarik. Masih mahal juga sih, tapi buat darurat kenapa tidak, daripada HP mati?

IM3 jadi pilihan terbaik diantara semua pilihan yang sebenarnya tidak menarik. Sambil menunggu perkembangan operator baru yang dimodali Arab Saudi. Setelah mengekspor agama, fanatisme, wahabisme dan terror, siapa tahu akhirnya juga menyediakan sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia Indonesia, semoga berupa internet yang murah dan waras. Amin ya Allah!!

Kesaksian sorang “mualaf”

Tentunya kurang afdhol pindah agama tanpa menyertakan kisah sukses berupa kesaksian. Kurang afdhol pula jika pindah operator tanpa dongeng kesaksian. Hoho, inilah ceritanya…

Kemarin, 10/3/2008 saya harus melakukan beberapa ritual ibadah di situs KlikBCA. XL yang sudah beberapa hari GPRSnya bermasalah ternyata hari itu masih juga penyakitan. Bersabar sampai sore sambil beberapa kali mendengarkan mantra “Maaf, saat ini representative kami masih melayani pelanggan” ternyata tak membuahkan hasil, jadi saya putuskan pergi ke ATM terdekat yang jauhnya harus naik ojek disambung naik angkot.

Saya pilih mengajak si Vegar hujan-hujanan dengan jas hujan yang bolong tepat di selangkangan. Sialnya, sampai di tujuan ternyata layar biru menampilkan “Maaf, untuk sementara waktu mesin ini tidak beroperasi”. Sebagai orang beriman, tentu saja saya bisa bersabar sambil mengkambinghitamkan Tuhan.

Keluar dari ATM dengan selangkangan basah kuyup berkerut kedinginan, sambil berusaha menancapkan kunci kontak di lubang yang entah kenapa terasa menyempit, tiba-tiba mata ini terpaku pada seorang gadis seksi di sebuah kios pulsa seberang jalan. Wajahnya yang tampak seperti korban obat pemutih memancarkan cahaya aneh. Sekonyong-konyong timbul gairah saya untuk melakukan transaksi. Rp 15.000 pun segera berpindah tangan, bukan untuk sebuah keperawanan, tapi tapi demi selembar perdana IM3 berisi pulsa 10.000.

Ngebut pulang. Dirumah saya langsung pasang perdana dan menyelesaikan birokrasi terkutuk dengan 4444. Ambil wudhu, minta setting OTA untuk GPRS sekalian MMS, tancapkan ponsel dan langsung khusyuk beribadah di KlikBCA.

Tepat saat para bapak-bapak beriman mulai adu vokal di speaker-speaker masjid, semua hutang yang harusnya saya selesaikan sejak siang hari berhasil tuntas semuanya. Beberapa jiwa entah dimana pasti merasa lega, saya pun terbebas dari rasa berdosa dan sumpah serapah. Sebuah keselamatan berkat GPRS IM3 yang kebetulan hari itu bisa diandalkan. Terimakasih IM3.

- - - - - - - - -

Sekedar catatan, arus data yang terjadi untuk satu transaksi pertama di KlikBCA adalah 655 B keluar dan 1015 B masuk, dengan 1 rupiah per kilo, berarti saya menghabiskan…. mmh… *males nyalain kalkulator*. Ini termasuk sangat murah dibanding harus pergi cari ATM, membasahi selangkangan, dan resiko terjerumus dalam perzinahan. Transaksi berikutnya tentu lebih murah karena tidak harus mengunduh lagi gambar-gambar dan logo nan tak penting.

Sayang situs KlikBCA benar-benar tak bersahabat dengan browser OperaMini maupun NetFront. Harusnya bisa lebih irit lagi. Semoga para Ulama IT Bank tersebut segera dibukakan hatinya untuk membuat situs yang lebih bersahabat dengan HP yang dimiliki umat kelas menengah bawah, agar banyak umat BCA bisa hidup dengan lebih nyaman.

Amin!!!

-Update-

Dalam 13 jam pertama pemakaian IM3 ternyata saya punya catatan penggunaan data sent 1.295.828 B dan received 8.188.982 B. Padahal belum sempat “ngapa-ngapain”. Berapa kalau sebulan? Jelas bahaya kalau ini dibiarkan. Sebaiknya saya lebih serius dalam mencari koneksi internet yang lebih waras. Sepulang dari Lampung saya sebaiknya daftar speedy personal saja… 1GB per bulan… hiks…

Mungkin anda punya rekomendasi pilihan ISP lain yang lebih waras dari Speedy?

Terimakasih

26 Tanggapan ke “Pindah Agama, XL, IM3, GPRS dan KlikBCA”


  1. 1 bsw Maret 13, 2008 pukul 4:37

    Waduh, saya malah baca ini karena pengen tahu yg bagus je… :-)
    Udah mau pulkamnih. Kalo di kerjaan sih bisa “korupsi” punya perusahaan, cuma dirumah bingung mau pake apa yg murah. Selama ini sih telkomnet istant ( :-) katrok banget ya?)

  2. 2 mbelgedez Maret 13, 2008 pukul 9:05

    Apa situ udah mbaca review sayah tentang Modem CDMA ???

    http://mbelgedez.com/2008/02/16/speed-up-3g-modem-cdma/

    Tagihan sayah make Flexi bulan ini cuman 300 rebu dengan Time Based….

  3. 3 cK Maret 13, 2008 pukul 12:28

    pake fasnet. kecepatannya sama kayak spidi (384 kbps), per bulannya 100ribu belum termasuk ppn. unlimited! tapi modem beli terpisah (sekitar 400ribu)

    saya pake yang kecepatannya 2 kali spidi (unlimited juga) tapi modem dipinjemin, jadi ga usah beli. bayarannya sekitar 320ribu, udah termasuk ppn.

    tapi kayaknya belom masuk bogor deh.. :mrgreen: dan ga bisa mobile :roll:

    *saran yang sia-sia*

  4. 4 cK Maret 13, 2008 pukul 12:28

    ralat: fastnet!

    coba cek firstmedia.com aja.. :D

  5. 5 extremusmilitis Maret 13, 2008 pukul 15:41

    Waduh, kalau mo cari yang terbaik sih, tetep koneksi pake VSAT yang paling waras :)

  6. 6 dobelden Maret 13, 2008 pukul 15:53

    ahh saya masih setia umat mentari sajah

  7. 7 Gm. Maret 13, 2008 pukul 16:31

    ISP lain yang lebih waras daripada speedy? Pake fastnet mas.

    http://www.firstmedia.com/fastnet_product.html

  8. 8 Faradina Maret 13, 2008 pukul 20:50

    Utk netter yg sering jalan2, ya pake im3 aja.

  9. 9 Mrs. Fortynine Maret 14, 2008 pukul 11:51

    nganu Pak…

    jadi saya menjerumuskan gitu ya?
    :mrgreen:

    makanya, jangan gampang percaya sama ulama…eh, ulami…

    apalagi ulami yang tanpa sertifikasi dari MUI sama sekali…
    :razz:

    saya tetep make emtri kok Pak…dengan pertimbangan sms murah dan terlalu banyak korban yang sudah berpindah agama mengikuti saya…

    :D

    hm…
    D-Net udah masuk sana belum Pak?
    kabarnya bagus…
    IM2 jga sepertinya bagus…

    :D

  10. 10 Basirun Maret 14, 2008 pukul 15:36

    ISP yang lebih waras dari Speedy….???
    Ada Pak tapi sampeyan mesti pindah negara….!!!
    Speedy memang kampret tapi hanya ini yang kita punya…

  11. 11 yaz Maret 15, 2008 pukul 22:23

    Kalo ada “agama” yang bisa lebih memberi “pencerahan” kenapa gak pindah?

  12. 12 @rief Maret 17, 2008 pukul 10:03

    gw doang guh yg paling taat sama agama m3 yg gw anut sejak dulu lo jerumuskan gw beli si-emen me45.

  13. 13 juliach Maret 18, 2008 pukul 23:09

    Sayangnya aku tidak memiliki yang kau punya.

  14. 14 Suzie agt Maret 19, 2008 pukul 1:59

    Dulu aq rela pndh kepercyaan dr mentari ke m3(tp satu operator kaleee,,) krn m3 sms murah. Tp skrg jd pgn pndh lg krn m3 khusus’y indosat eror mulu. Tp pndh kmna pke apa ya…?Pke ojek aja lah jd ada prlu kgk sms or tlp2n tp lgsg dtngi krmh’y aje brow..Beres!

  15. 15 Suzie agt Maret 19, 2008 pukul 2:15

    Hallo indosat…? Kbtln aq jual plsa indosat chip khsus indosat via centrall sukabumi. Awal gabung 3 bln lalu,ptongan % save/deposit 7% (lumayan klo save 500rb,ada uang bkso 35rb) tp tb2 trn jd 5%,lalu 4%,eh skrg kok malh 3%(dpsit 500rb cm 15rb) knpa jd pelit,ih sebel deh!

  16. 16 erander Maret 20, 2008 pukul 23:48

    Guh .. saat ini saya punya kartuhalo, explore dan matrix. Berdasarkan pengalamanan sih .. kinerja masing-masing kartu tergantung kondisi daerah dimana kita berada. Karena saya sering mobile .. pindah2 lokasi, jadi tahu kapan harus mengandalkan kartuhalo, explore dan matrix.

    Soal tarif, kaya’nya kurang lebih lah. Soal kinerja, tergantung banyak tidaknya yang akses pada saat bersamaan pada lokasi yang sama. Sepertinya Telkomsel jumlah pelanggannya paling banyak, jadi akses biasanya lambat.

    Kalo disini Indosat masih sedikit yang jadi pelanggan, jadi kalo saya lihat teman2 yang pake matrix, im2, im3, mentari dan keluarganya, kaya’nya cepat. Tapi kalo di Surabaya, kaya’nya hampir sama dengan explore.

  17. 17 dani Maret 21, 2008 pukul 11:19

    …harus pergi cari ATM, membasahi selangkangan, dan resiko terjerumus dalam perzinahan.

    saya baru tau, maksudnya di ATM bs utk membasahi selangkangan ya..???

  18. 18 DensS cessario Maret 21, 2008 pukul 14:03

    ISP di Indonesia gak ada yg sempurna… >_>

  19. 19 Dimas Maret 21, 2008 pukul 14:12

    jadi bingung mau pake apah… kalo IM2 gimana?

  20. 20 Guh Maret 29, 2008 pukul 0:23

    Terimakasih untuk semua saran-saran anda semua. Hari kemarin saya berhasil apply speedy. 1 GB sebulan dengan 200 ribu rupiah.
    Nanti kapan-kapan akan saya tulis reviewnya.

    Setelah speedy, mungkin akan coba IM2 dan DNet (kalau sudah masuk). Diginet juga ada, tapi situsnya bikin males, seperti ga niat.

    Sekali lagi terimakasih untuk anda semua, maaf saya tak bisa membalas komentar satu persatu :)

  21. 21 Iblis Maret 30, 2008 pukul 8:48

    Bener2 capek ngurusin akses internet di indonesia. Murah dan murahan! entah apalagi yg mesti dipakai buat internetan. Benar-benar sudah kacau negeri ini.

  22. 22 isnan chodri April 16, 2008 pukul 16:55

    kalau saya ini agamanya malas - malas cari duit, malas ganti handphone, apalagi ganti operator, juga malas nulis blog dan malah jalan2 di blog orang

  23. 23 stenlymandagi April 19, 2008 pukul 15:03

    …bukannnya aq fanatik sama sekte mentari, tapi kayaknya hanya disitu bisa aq ‘imani’ bahwa dunia mobilitas bisa aq jalankan…
    kalo ada ulama lain yg mo coba khotbah.bisa juga tuh didengerin…

  1. 1 Menasehati Orang Mati ? « Who am I Lacak balik pada Maret 15, 2008 pukul 9:45
  2. 2 Scrapyard of mine :: Tarif Kian Murmer, Layanan Kian Mahal :: March :: 2008 Lacak balik pada Maret 16, 2008 pukul 0:06
  3. 3 Scrapyard of mine :: Blogger Migrain Selular :: May :: 2008 Lacak balik pada Mei 17, 2008 pukul 8:59

Tinggalkan Balasan




Arsip