komentar soal haramisasi situs bokep

Karena tak mampu mengendalikan syahwat
ingin memperkosa setiap kali melihat perempuan lewat,
maka tubuh perempuan harus di bungkus rapat.

Karena iman yang mudah goyah,
ditambah kebencian yang sangat pada para dugemers,
maka diskotik dirazia, dirusak dan dibakar

Tak tahan melihat artis bergoyang dan mengangkang
maka bokong pun dicekal-cekal dengan alasan moral

Barusan, dengan alasan yang kurang lebih sama,
plus keselamatan generasi penerus,
para bijak di atas sana ingin memblokir situs-situs bokep.

Gagalnya Pendidikan

Anda nilai sendiri. Pendidikan, termasuk pendidikan agama sudah terbukti tidak berhasil mencetak manusia yang mampu mengendalikan diri. Pengkambinghitaman pihak lain atas ketidakmampuan kita mengontrol syahwat masih merupakan solusi favorit.

Dalam sejarah, seseorang yang mengaku sebagai utusan Tuhan pernah mengatakan bahwa perjuangan yang paling berat adalah usaha mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu. Saya tak tahu apakah beliau termasuk yang kesulitan dalam pengendalian syahwat, tapi saya rasa pernyataan beliau tersebut berasal dari pengalaman pribadi. Dan mungkin karena yakin itu terlalu sulit, maka sampai saat ini kita juga tak mau mengendalikan diri. Kita malah lebih suka berusaha mengendalikan dan menyalahkan pihak lain.

Tapi bagaimana hasilnya? Setiap kali artis yang bokongnya bergetar dicekal, akan muncul puluhan artis lain yang getaran bokongnya lebih dahsyat atau yang ngangkangnya lebih lebar. Semakin disembunyikan dan ditabukan, malah membuat kita semakin terobsesi. Semakin sok suci, hasilnya kita malah semakin hewani. Mulai dari video mesum anggota DPR sampai kampanye poligami yang mengatasnamakan agama sudah membuktikan bahwa cara-cara pentabuan dan haramisasi seks itu sia-sia belaka.

Anehnya kita masih juga tak mau membuka mata.

Terus menerapkan cara berpikir seperti itu, sudah pasti kita akan jadi seperti Arab: Setiap perempuan hanya boleh kelihatan matanya, sedangkan para lelakinya rajin ke Puncak, kawin kontrak dan melahirkan bocah-bocah cantik dan tampan calon pemain sinetron. Untuk disini mungkin para banci salon juga wajib pakai cadar agar bibir mereka tidak dianggap sebagai “daging dimeja makan tanpa tutup yang wajar saja kalau disambar kucing”. *generalisir ini juga wajar dong*

Anda boleh saja menuduh saya nulis ini karena kecewa kehilangan akses ke situs bokep. Tapi akses gituan adalah soal gampang, tinggal minta tolong saja pada adik-adik yang duduk di SMP atau SD, banyak kan yang mahir dan sudah biasa menembus filter. Saya nulis ini selain untuk katarsis update blog, juga untuk berbagi pikiran dan kegelisahan… Siapa tahu ada manusia berwawasan luas seperti anda yang ikut membaca dan menindaklanjuti.

Jaman berubah

Segalanya berubah, pendidikan sebaiknya juga ikut berubah.

Bagaimana kalau kita berhenti jadi orang munafik? Mari mencoba jujur.

Situs porno, rokok dan korupsi. Mana yang daya rusaknya lebih mengerikan? Bukan saya mau bermazhab fallasiyah, ini hanya mengingatkan anda akan kebijakan penguasa kok. Departemen apa yang terkenal paling korup di Indonesia? Kenapa produsen rokok dibebaskan berpromosi dan menambah jumlah pecandu termasuk dari kalangan anak-anak? Apakah semua ini hanya soal uang? Apakah ada sekelompok orang sedang membuat pengalihan perhatian?

Ok, silakan nanti anda pikirkan sendiri, kalau perlu sekalian dijadikan tulisan. Sekarang kita kembali bahas pendidikan untuk anak manusia di Indonesia, terkait urusan seks dan pengendalian diri…

Kembali pada pengendalian diri dan seks

Daripada mempromosikan pentabuan yang menghasilkan para munafik sok suci yang terobsesi seks, bagaimana kalau kita didik anak-anak kita agar mengetahui dengan lengkap, dalam dan utuh mengenai seks yang hewani, seks yang manusiawi sampai seks yang spiritual, lengkap dengan segala tips, trik, resiko dan konsekuensinya.

Saya pikir akan baik sekali jika sejak dini, sejak anak-anak mulai mengenal nafsu seks, kita berikan pemahaman bahwa penis dan vagina sebenarnya tak lebih dari kulit, darah, daging dan tulang. Sama-sama penting dan harus dijaga dengan hati-hati, tapi sedikitpun tidak lebih tabu dari otak, jantung maupun organ tubuh yang lain. Beri pengertian bahwa dorongan untuk melakukan hubungan seks sebenarnya dorongan alami dari sifat hewani yang tersimpan di limbik manusia, gunanya untuk berkembang biak dan mempertahankan eksistensi spesis manusia, dan rekreasi ;)

Tumbuhkan kemanusiaan mereka. Tumbuhkan kesadaran bahwa yang membedakan manusia dari binatang adalah budi pekerti, didalamnya termasuk kemampuan mengendalikan diri, menghormati diri sendiri dan menghormati mahluk lain (termasuk manusia perempuan). Ajarkan mereka cara menyalurkan energi seks secara bijak, mungkin dalam bentuk seks yang aman atau dalam kegiatan-kegiatan kreatif yang terkendali. Biarkan kebijaksanaan mereka tumbuh. Dengan pengetahuan dan kesadaran yang utuh, saya yakin mereka akan selalu bertindak dengan tepat.

Saya tahu untuk melakukan ide seperti itu tak semudah mengutuki para artis yang bokongnya lebih bagus dari bokong anda. Segala conditioning dan cuci otak yang selama ini kita telan pasti membuat kita cenderung memakai cara haramisasi dan lari dari keharusan mengendalikan diri. Tapi demi generasi mendatang yang lebih mampu mengendalikan diri, kita harus mau mencari cara mendidik yang lebih baik.

- - - - - - - - -

Tentu saja semua diatas itu hanya berdasarkan pada kesoktahuan saya semata. Bagaimana dengan anda? Bagaimana akan mengajarkan seks dan pengendalian diri? Apakah akan pakai gaya pelatih anjing dengan reward & punishment? Atau pakai cara primitif, rajin mengutuki dan bermimpi bisa membasmi “iblis-iblis” penggoda? Atau pakai cara sok suci dan paling benar sendiri, haramkan ini-itu dan cekal sana-sini sambil menumpulkan kemampuan mengendalikan diri?

Salam Indonesia.

Update 3 april 08:

Sekarang anda bisa gotongroyong membuat sebuah daftar situs yang harus diblokir (silakan klik).

17 Tanggapan ke “komentar soal haramisasi situs bokep”


  1. 1 venus Maret 28, 2008 pukul 10:08

    intinya cuma satu, kok: pengendalian diri. itu aja. **masih ga ngerti, kenapa hrs ada undang2 aneh itu, sih???**

  2. 2 j4p Maret 28, 2008 pukul 11:16

    Setuju!!
    Bukankah manusia itu punya kecenderungan untuk mencoba hal2 yang dilarang / ditutup2i?
    Contohnya, ada seorang anak yang sedari kecil dilarang oleh orang tuanya makan krupuk. Dengan segala cara si anak akan mencuri-curi kesempatan untuk makan krupuk. Karena jarang makan krupuk, setiap kali si anak makan krupuk dia akan sakit batuk. Tubuhnya tidak punya daya tahan terhadap krupuk.
    Menurutku lebih baik si anak diberi kebebasan makan krupuk, tapi dengan pengawasan. Jika memang lagi sakit ya jangan boleh makan krupuk. Dengan demikia si anak akan tahu kapan boleh makan krupuk & kapan tidak boleh….

    Maap… saya kok komeng nya jadi panjanggg gini yah…
    BTW, salam kenal ya…

  3. 3 dnial Maret 28, 2008 pukul 13:14

    Niat awalnya sih (semoga) melindungi anak2 di bawah umur dari pengaruh buruk bokep. Tapi kok malah ngeblok buat semua?

  4. 4 dobelden Maret 28, 2008 pukul 16:26

    saya jadi inget dulu pas ada pelatihan p4s ( penyuluh swadaya departemen penerangan ) yg sayang pelatihan belum selesai di kabinet gusdur gak ada departemen penerangan :(

    disana pernah dibahas dan dilemparkan opini bagaimana klo lokalisasi di hilangkan dan dilarang?

    ternyata response yg timbul adalah menolak, karena dikhawatirkan ketika nggak di lokalisir maka yg terjadi adalah berantakannya sperma dan aktipitas sek :|

    dan pengekangan seperti ini dengan tidak di iringi pendidikan yg terarah tentang fungsi alat reproduksi seperti bung guh bilang, maka yg di khawatirkan fenomena gunung es, bukan menjadi fenomena lagi, tp sudah menjelma menjadi gunung es… :(

    pendidikan seks emang perlu banget, tp bkn pendidikan how to ML yg aman dengan promo kondom :| , tp seperti ini :

    Saya pikir akan baik sekali jika sejak dini, sejak anak-anak mulai mengenal nafsu seks, kita berikan pemahaman bahwa penis dan vagina sebenarnya tak lebih dari kulit, darah, daging dan tulang. Sama-sama penting dan harus dijaga dengan hati-hati, tapi sedikitpun tidak lebih tabu dari otak, jantung maupun organ tubuh yang lain. Beri pengertian bahwa dorongan untuk melakukan hubungan seks sebenarnya dorongan alami dari sifat hewani yang tersimpan di limbik manusia, gunanya untuk berkembang biak dan mempertahankan eksistensi spesis manusia, dan rekreasi

    ini quote yg menarik :)

  5. 5 Mr. Fortynine Maret 28, 2008 pukul 20:54

    Ya. Berkembang biak hanyalah kewajiban manusia. Soalnya kalau tidak berkembang biak namanya batu!

    Soal ini, saya tertarik untuk menulis juga. Sayangnya keduluan anda Pak.

    Oh iya, buat saya, mau diblokir atu tidak, ga masalah tuh. Saya hanya kuatir akan kesalahan mereka yang jadi memblokir situs tentang pendidikan anatomi. Padahal situs itukan penting buat yang mau belajar biologi.
    :P

    Mengendalikan diri itu sebenarnya tidak susah lagi, yang susah adalah mengendalikan duri tumpul di antara selangkangan…

  6. 6 Kopral Geddoe Maret 28, 2008 pukul 22:20

    Pertama tentu niatnya adalah supaya manusia-manusia yang belum baligh adanya tiada dapat menikmati yang mesum-mesum. Sesuatu yang barangkali baik, bermanfaat, serta paten™ adanya. :)

    Cuma lama-lama mulai ngalor ngidul. Yang sudah dewasa adanya, yang belum tentu beriman dengan Tuhan dan aturan-aturan yang sama, kemudian dipaksa untuk tidak dapat bermesum ria pula. Mungkin pak menteri tidak tahu, kalau legalisasi pornografi selalu berbuntut berkurang drastisnya level tindakan kriminal asusila layaknya perkosaan, pencabulan, pelecehan seksual, dan semacamnya. Atau mungkin beliau tahu, namun tidak percaya. Lha yang bikin penelitiannya negara barat™, je. Indonesia sebagai negara timur™ yang luhur™ tentunya tidak mungkin menerapkan itu! 8O

    Tidak puas dengan mengekang libido dua ratus juta jiwa, konon tulisan-tulisan yang mencemarkan nama baik™ juga akan dilibas dan ditindas. Lama-lama mungkin blog hanya akan jadi ajang untuk menulis apa yang kita makan hari ini, curhat tak jelas tentang cinta yang hilang™, ataupun ucapan-ucapan selamat hari raya dan/atau tahun baru (tapi itu konon haram, ya? :P ).

  7. 7 RETORIKA Maret 29, 2008 pukul 2:33

    Entah kenapa gus, saia selalu senang membaca postingan antum :-D

    selain mencerahkan :-D dan menjadikan pria berjidat hitam mengeluarkan tanduk seperti ini :evil:

    sesungguhnya posingan antum benar benar bermutu tinggi :-D

    Baru kalah lu pik ?

  8. 8 Emanuel Setio Dewo Maret 29, 2008 pukul 23:57

    Wah, ngga asyik ah pakai sensor2an.

  9. 9 zahra Maret 31, 2008 pukul 11:35

    yups, yang penting edukasi. Mungkin selama ini kita merasa, pelarangan2 pun bukannya berbuntut pada pengurangan tindakan asusila atau berkurangnya aksi porno dan teman2nya, malah justru makin bertambah.

    Ini PR buat kita semua, termasuk saia. Bagaimana mendidik generasi penerus kita, tentunya dalam wilayah seks dengan menerapkan edukasi seks pada anak. Orang tua yang jadi tameng pertama, diharapkan lebih open minded n bijak dalam medidik anak. Kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan (bukan mendoktrin). Dengan demikian, anak kita akan lebih tau bagaimana membedakan yang baik dan benar dengan belajar sendiri atau apa yang dia dapat(pelajari)…

  10. 10 esensi Maret 31, 2008 pukul 15:05

    Yah, 1001 situs xxx dibabat pun, jiwa pornoisme (mayoritas kita) tak bakalan tumbang begitu saja.

    Salam,

  11. 11 juliach Maret 31, 2008 pukul 21:24

    Sebaiknya di sekolah SMA/Univ. disediakan kondom gratis dan pil/suntikan KB gratis.

    Umur-umur segeto sudah lazim uji coba.

  12. 12 rajaiblis April 1, 2008 pukul 8:25

    Situs porno, rokok dan korupsi. Mana yang daya rusaknya lebih mengerikan?

    Guh, berdasarkan hasil penelitian seperti yg dilansir oleh detikinet, ternyata ponsel jauh lebih berbahaya dibanding rokok paling jahat sekalipun.

    sebab itu, apakah tidak sebaiknya mulai dari sekarang kita memfatwakan bahwa memakai ponsel adalah sesuatu yg haram karena bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain?

  13. 13 CY April 1, 2008 pukul 17:34

    *baca komen raja iblis, ngakak guling2* :lol:
    Om iblis.., bawa motor juga bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain loh, apakah sebaiknya kita haramkan juga memakai motor dan kendaraan bermesin?? :mrgreen:

  14. 14 Ratna April 2, 2008 pukul 13:29

    Setuju sekali untuk tulisan di paragraf 2 dan 3 pada bagian Kembali pada pengendalian diri dan seks.

    Menurut saya bagaimanapun situs-situs bokep memang layak diberantas.
    Tak ada situs porno aja (jaman nabi) orang sudah pada kelabakan nahan syahwat. Apalagi ada situs penstimuli…

  15. 15 jalansutera April 4, 2008 pukul 9:31

    samber gledek!!! tulisannya menohok. layak jadi tajuk rencana koran besar nih. salutttt

  16. 16 tiyokpras April 16, 2008 pukul 14:22

    Apa sih yang nggak haram di negeri ini? :D

  1. 1 Ratna's Blog Lacak balik pada April 2, 2008 pukul 13:41

Tinggalkan Balasan




Arsip