Kebahagiaan dalam Iman

saat arak diharamkan…
kita impikan surga dialiri sungai arak yang memabukkan

saat seks diharamkan…
kita impikan surga dihuni vagina-vagina yang selalu perawan

jadi biar saja internet diharamkan…
kita bisa impikan surga yang menyediakan broadband

iman atau kemunafikan
ketakwaan atau pelarian
jangan dipertanyakan kalau ingin jiwamu aman

diamlah…
dengarlah…
yakinilah…

karena kebahagiaan hanya bagi kaum beriman

34 Tanggapan ke “Kebahagiaan dalam Iman”


  1. 1 Goenawan Lee April 10, 2008 pukul 13:36

    Hahaha… Ditahan di dunia, di alam selanjutnya baru disediakan (bagi yang beriman) desho desho?

  2. 2 venus April 10, 2008 pukul 14:36

    hahahah……iya juga ya?

  3. 3 danalingga April 10, 2008 pukul 15:16

    Mental pedagang emang gitu. Istilah kerennya no pain no gain. :P

  4. 4 Nazieb April 10, 2008 pukul 15:37

    Itu namanya agama iming-iming, berbuat baik karena pengen dapat pahala delele..

    *meski saya juga masih gitu :oops:

  5. 5 Agiek April 10, 2008 pukul 16:45

    Menyentil & Menggugah sekali guh, jadi ingat puisi 4 batang rokokmu hehehe. mantaffffff bro!

    *five thumbs up*

  6. 6 Ram-Ram Muhammad April 10, 2008 pukul 16:50

    Wah… saya baru dengar kalau internet diharamkan. :mrgreen:
    Puisi yang bagus… :D
    *acungin jempol*

  7. 7 Jendral Bayut™ April 10, 2008 pukul 17:13

    *tercengang*
    bener juga yah
    untung masih punya iman :lol:

  8. 8 norie April 10, 2008 pukul 17:43

    Bila sajak di atas dinegasikan.
    :
    saat arak tak penah diharamkan…
    kita tak akan pernah impikan surga dialiri sungai arak yang memabukkan

    saat seks tak penah diharamkan…
    kita tak akan pernah impikan surga dihuni vagina-vagina yang selalu perawan

    dsb…

    Apakah iya kita selalu mengimpikan apa-apa yang dilarang? Bila iya.
    hahaha… Nampaknya kita memang belum dewasa. Selalu mendekati dan bahkan memendam rindu pada apa yang dilarang.

  9. 9 mbelgedez April 10, 2008 pukul 18:49

    Lhah…

    Bukannya kalok dilarang malah dilanggar…???

  10. 10 RETORIKA April 10, 2008 pukul 20:12

    Siapa bilang Arak di haramkan ?

    Siapa bilang Sex pra nikah di haramkan ?

    Siapa bilang anak betawi gak bebudaye …

    anak betawi ketinggalan jaman …

    katenye anak betawi nggak bebudaye …

    aduh sialan di si doel anak betawi asli …

    kerjaanye sembayang mengaji …

    tapi jangan bikindie sakit hati …

    idi beri sekali he orang bise mate …

  11. 11 Kopral Geddoe April 10, 2008 pukul 20:40

    8O

    *lapor ke Depkominfo*

  12. 12 joesatch yang legendaris April 10, 2008 pukul 23:07

    anu, pokoknya untuk internet, saya mungkin tetap bakal gelap mata…kakakaka!

  13. 13 Hoek Soegirang April 11, 2008 pukul 2:56

    prefer to be kaferr kalo gitu caranya!!! kerja afa saia nanti kalo internet diharamkan…ouch!

  14. 14 rajaiblis April 11, 2008 pukul 3:33

    kebahagian hanya bagi kaum beriman ?
    setuju … yaitu mereka yg iman kepada neraka jahanam …
    yg selalu merindukan “hangatnya” sentuhan api neraka !
    begitu lembut menjilat tubuh …
    hangat … sehangat hati mereka yg makin membara …

    tak salah tuhan tempatkan di puncak katulistiwa …

    wakkkakakakkaaa ..

  15. 15 Emanuel Setio Dewo April 11, 2008 pukul 7:22

    Hem… Makanya…
    (** Kabur **)

  16. 16 Amed April 11, 2008 pukul 8:40

    Jadi pengen ngebahas soal “sour grape” nih, hehehe…

  17. 17 dobelden April 11, 2008 pukul 10:04

    jadi nggak ada yg namanya ikhlas dalam kehidupan inih :evil:

  18. 18 daeng limpo April 11, 2008 pukul 11:16

    Jika kemudian………
    sungai-sungai di “sono” bukan dari arak
    dan vagina-vagina “disono” sudah gak prawan
    lalu rupanya gak ada jaringan internet “disono”
    apakah kita akan menganggap Tuhan penipu ?
    sungguh pikiran ini picik sekali….. :D

  19. 19 Broken Hearted Heart Breaker April 11, 2008 pukul 20:45

    Kaya Lagu Om Roma Irama ya Guh?

    Tapi puisinya (Ini puisi kan??) mantabs, kicking..!

  20. 20 -tikabanget- April 12, 2008 pukul 15:58

    dan di saat benwit cekak..
    kita memimpikan neraka sebagai surga HOTSPOT..

    bwakakakak..

  21. 21 rajaiblis April 13, 2008 pukul 15:11

    lah …
    bukannya neraka jahanam emang udah dari sononyo Hot Spot ?

    wakkakaakkakakaaa …

  22. 22 Mr. Fortynine April 13, 2008 pukul 20:40

    Hmmmm… macam lagunya Bung Rhoma saja…

    Kenapa semua yang asyik asyik.. itu diharamkan….

  23. 23 Mrs. Fortynine April 13, 2008 pukul 21:17

    *ulami mode on*
    makanya Guh…jadilah orang beriman…

    biar dapet akses internet geratis dengan kecepatan ultra cepat, apalagi ngenetnya sambil ditemenin sekian ribu virgin itu.

    Dan enaknya, ini bakalan berlangsung selama lamanya lho…
    jadi ndak papalah, menderita sebentar…
    *ulami mode off*
    :lol:

  24. 24 djunaedird April 13, 2008 pukul 23:37

    Kalau di ’sana’ internet tak ada artinya. Soalnya apa yang kita pikirkan seketika itu ada. Tanpa blokir, tanpa sensor.
    Kita main-main di ’sini’ adalah merupakan sarana latihan, sekalian demi sebuah tiket di antara dua: GOLDEN TICKET atau BRONZE TICKET. :P

  25. 25 Mihael Ellinsworth April 14, 2008 pukul 17:02

    Internet broadband itu percuma kalau misalnya koneksinya di sana sudah Unlimitit dan Laptop saja bisa sekejap ada. :mrgreen:

  26. 26 Guh April 15, 2008 pukul 10:30

    @Norie, Mbelgedez, belum dewasa karena memang dibentuk seperti itu pak. Cara melarangnya yang sudah kadaluarsa.
    Larangan-larangan dengan penjelasan “POKOKNYA GA BOLEH”, apalagi disertai ancaman menakutkan malah bikin obsesi. Tapi kalau disertai penjelasan yang mencerdaskan, jadi menghindari perbuatan tertentu dilakukan karena kesadaran, sepertinya ga akan jadi mimpi.

    Misalnya seorang anak yang dilarang merokok, larangan pakai cara primitif akan membuat si anak penasaran coba-coba merokok diluar rumah, mungkin malah kecanduan. Tapi kalau secara baik-baik ditumbuhkan kesadarannya akan efek rokok bagi kesehatan, dan perlunya dia mensyukuri kesehatan, maka sekalipun si anak dikelilingi sahabat-sahabat yang perokok, dia tetap tidak tergoda untuk merokok.

    @Retorika, Ooo… jadi orang bebudaye itu rajin sembayang mengaji dan kalo sakit hati bakal ngeberi orang sampe mate ye? :P Dasar doel.

    @Geddoe, jangan lupa lapor ke BIN dan DepDikNas juga.

    @Amed, ditunggu sour grape nyah.

    @Dobelden, sebenarnya memang semua itu kita lakukan untuk kepentingan diri sendiri. bener kan..?

    @Daeng Limpo, jadi gimana menurut sampeyan, gimana caranya biar kita ga picik lagi?

    @Broken Hearted manSup, ga apal, emang oma pernah ngomong gitu ya?

    @Ulami 49, jadi sebenarnya kita cuma memendam dan menunda pemuasan segala nafsu gila ya?

    @Djunaedird, goldenticket untuk memuaskan nafsu-nafsu? Hehehe.

  27. 27 funkshit April 15, 2008 pukul 14:35

    nanya dikit bang
    arak yng di surga bikin mabok dan merusak tubuh ngga ?
    vagina yang di surga ada kemungkinan menyebarkan pirus hiv ngga ?
    internet yang di surga ngeblok pilem pitna ngga ?

  28. 28 Gm. April 15, 2008 pukul 18:58

    diamlah…
    dengarlah…
    yakinilah…

    karena kebahagiaan hanya bagi kaum beriman

    Kata-kata yang sangat indah… :shock:

  29. 29 isnan chodri April 16, 2008 pukul 16:41

    wedew, di surga ada broadband ? that would be nice

  30. 30 kombor April 17, 2008 pukul 10:50

    Tolong dong dibahas ajaran yang mengenai arak dan vagina yang selalu perawan itu? Apa benar dalam ajaran itu dijanjikan sungai-sungai arak? Konon minuman itu tidak memabukkan seperti khamr yang ada di bumi. Lalu, yang disebutkan sebagai bidadari-bidadari yang selalu perawan yang konon diciptakan dari pahala-pahala itu selalu berarti vagina? Apa iya di surga nanti ahli surga masih butuh seks?

    Yang diharamkan oleh agama kan seks bebas, seks yang tidak dilandasi pernikahan. Apa bisa memberi contoh agama yang menghalalkan seks bebas? Kristenkah? Yahudikah? Katolikkah? Hindukah?

    Saya selalu heran sama orang yang suka memprotes-protes ajaran agamanya sendiri tetapi tidak mencari agama lain yang sesuai dengan keinginannya. Bukankah agama itu isinya dogma yang kadang harus diterima apa adanya ajarannya?

  31. 31 Guh April 17, 2008 pukul 13:43

    @Funkshit, ga tau ya, saya belum pernah ke surga. Janjinya juga tidak menyebut secara eksplisit berapa banyak kandungan alkohol disana.

    @Kombor, Gimana kalau kang kombor aja yang bahas? Biar lebih mencerahkan :)
    Diatas itu memang puisi, dan konon bebas di interpretasikan sesuai pemahaman pembaca.

    Sebenarnya itu hanyalah protes akan blokir-blokiran kemarin. Tapi ternyata kang kombor juga bisa membacanya sebagai protes terhadap agama saya sendiri. Kalaupun memang protes, yang protes harus pindah agama? Apa tidak boleh mempertanyakan dogma? Apa tidak boleh mencari makna/esensi yang sebenarnya dari janji-janji muluk tentang surga?

    Saya bukan –mungkin belum— orang yang bisa beriman begitu saja tanpa bertanya :) Apakah menurut anda saya harus pindah agama? Enaknya kemana kang? Ada rekomendasi?

    Soal kata “pengharaman” dalam puisi diatas, mungkin saya yang salah, harusnya jangan pakai kata “pengharaman”, tapi “dilarang-larang” atau “diatur-atur”. :D Artinya jadi gimana tuh. Hehe, makin parah ya?

  32. 32 eagle roaming Mei 30, 2008 pukul 23:04

    kut nimbrung kang Guh, bleh aja seh klo org mnta surga(dg sgl klebihannya)Yg pny jga gak pelit amat koq, wlo utk smpi ksna coz hrs dg syrt trntu sm aja ma progrm comptr kudu matching antr software & hardwarenya iyakan? kl org ributin agm mlu dia gak akan smpi ksna krn yg ptg mnrt sy adlh sbrapa bermanfaat anda2 bg diri & ligkn skitarnya, ingat org yg plg bragama sklipun td bleh sombong/ujub krn akan mrusak nilai(brarti gak ikhlas mbgakan diri pdhl smua itu bs trjd krn mrk diberi ksanggupan n dorongan hati olh yg diatas bkan WOT loh hussy!) prnhkan dlm hdup kt ngrasa blank/ga da idea itu brarti bkan kt yg hbat krn ktpun jga tgu input dr yg pnya hdup, kt gak bs apa2 klo blank no idea paham itu datangnya dr dilihat oleh mata, dibenarkan oleh pikiran, dinikmati dalam hati, diraba oleh jiwa raga, dimengerti artinya & disyukuri, sambil berkata…oh..gitu ya lagian sbrapa besar keimanan sesorg HANYA TUHAN Yg MH TAHU, jgn nilai sgl sesuatu dr kulitnya mulu bhkn mgkn ya klhtnnya bdoh n tdk brgna sbnarnya pnya fungsi trtntu yg bleh jd sgt berperan, BTW, thx a lot Kang Guh dah diskusi neh he…keep posting, cheers n Peace

  33. 33 Guh Mei 31, 2008 pukul 19:08

    @Eagle roaming, saya selalu ribut soal agama setiap kali para ahli agama di sekitar saya mulai arogan, sombong, ujabujub dan maksa-maksa. Itu perlu untuk keseimbangan jiwa saya. Kalau cuma sekedar ulama berisik ga tau waktu, nyanyi2 dan ceramah ga penting via corong speker mesjid2 disekitar tempat tidur saya sih saya masih bisa maklum. Sepakat dengan anda, hanya Tuhan Yang Tahu soal iman seseorang, harusnya kita ga usah ikut maksa-maksa dan ikut campur. Kembali kasih :)

  34. 34 eagle roaming Mei 31, 2008 pukul 20:21

    Klo mo diskusi lbh dlm tentang hal ini sy sgt terbuka kpd siapapun (Guh dkk) tp sorry tdk utk yg fanatik hanya utk yg berpikiran n bewawasan luas sj yg interest/minatnya belajar tassawuf sgt tinggi kt bs sharing or ktemuan ngobrol2 santai tp berbobot n bermanfaat nambah wawasan(mhon dingat di Quran pun ada ditulis dg tinta merah tepat ditengah2 bukunya, khususnya yg asli tnp terjemahan/latinnya yaitu: Wal Yatal Lathaf=dan menjadi lemah lembutlah kamu)biasanya ada yg menyalah gunakan dibuat jimat/Banten:Angkin/sabuk pelindung dg ayat diatas ditulis berkali2 dlm sabuk kain kafan,tp mhn maaf sy tdk bleh diskusi diforum ini lbh jls lg krn bs disalahtafsirkan olh sebagian org,lbh enak klo bs ktemuan lsg jd gak salah tgkp gt loh bro,keep your heart n mind open so the knowledge would come to you faster than you could imagine, ingat bro trkdg sbagian org anggap ini topik sensitif, But I really admire n appreciate of what you do just please be more wisely for your own good.Thx a lot.Wassalam.Wr.Wb.Syukron Katsiron.Cheers n Peace Bro

Tinggalkan Balasan




Arsip