Konon, di sebuah Republik Tolol, pakar-pakar IT yang sejati memilih bungkam saat seorang pakar ngelesmatika berkoar. Kalaupun bersuara juga terkesan enggan dan tak bersemangat. Hanya komentar “ah, itu kan bukan fakta IT yang sebenarnya, nanti juga kena batunya,” lalu sudah. Sama sekali tak ada usaha nyata untuk menyadarkan atau menghentikan sang pakar ngelesmatika.
Pembiaran itu menyebabkan sang pakar ngelesmatika semakin liar dan sok kuasa. Apalagi dengan blow up dari media yang wartawannya malas klarifikasi. Hasilnya? Masyarakat awam Republik Tolol semakin bergantung pada satu nara sumber yang menyesatkan. Semakin bodoh karena pembodohan. Bahkan suatu hari, sang pakar ngelesmatika dibiarkan ikut serta dalam pembuatan peraturan. Tentu saja hasilnya bisa ditebak… pembodohan lagi.
Kita tinggalkan dulu negeri tolol yang penuh pembodohan itu, sekarang kita perhatikan apa hikmah yang bisa dipelajari oleh umat beragama, khususnya Islam di Indonesia.
Hikmah Bagi Umat Islam di Indonesia
Fenomena yang mirip terjadi pada prilaku manusia-manusia yang mengaku beragama Islam di Indonesia.
Apa yang kita lakukan saat kelompok-kelompok tertentu melakukan aksi kriminal dengan mengatasnamakan islam? Apa yang kita lakukan saat ada ustad dengan mengatasnamakan Islam berteriak lantang untuk mengganti dasar negara Indonesia dengan dasar agama? Apa yang kita lakukan saat gerombolan anti Pancasila, berjidat hitam, berjubah aneh dan bercelana cingkrang rajin mengatasnamakan Islam untuk mendakwahkan kebencian pada tetangga dan negara? Apa yang kita lakukan saat oknum-oknum yang terhormat menindas wanita dengan mengatasnamakan Islam?
Kita diamkan. Kita biarkan. Ulama-ulama kita pun membiarkan. Malahan BIN juga sibuk mendengkur.
Mereka yang barbar norak dan kriminal itu jumlahnya sedikit, tapi kenapa dibiarkan jerit-jeritan, mengatasnamakan dan sok mewakili mayoritas yang saya yakin tidak tolol?
Sebabnya?
Mungkin karena mereka mengatasnamakan agama yang selabel dengan kita, menjanjikan surga, mengancam dengan siksa neraka, maka kita jadi sungkan. Atau diam ketakutan.
Jangankan berusaha menghentikan, bersuara lantang menyatakan bahwa para kriminal itu melenceng dan tidak mencerminkan ajaran islam pun malas. Bukan cuma kita. Ulama-ulama kita pun melakukan pembiaran yang sama. Entah takut atau kenapa.
Akibatnya?
Akibat pembiaran ini, bukan hanya umat lain, tapi generasi muda Islam sendiri bisa-bisa percaya kalau Islam adalah agama basi nan barbar, cocok banget untuk para kriminal, maniak vagina, jihad junkies dan para teroris gila.
Pembiaran macam itu akibatnya sangat mengerikan jenderal!! Sadarkah anda?
Kezaliman terus berjaya kalau orang-orang baik hati seperti anda memilih bungkam, pura buta dan tuli karena terlalu sibuk ngisi perut dan ngurusi selangkangan anak istri dan diri sendiri.
Harusnya gimana?
Semoga sebabnya mereka memilih diam adalah ketakutan. Bukan karena mendukung segala pembusukan Islam dari dalam. Umat yang ketakutan bisa ditolong oleh ulama yang pemberani. Kemanusian, kebijaksanaan dan keberanian umat bisa dibangkitkan oleh ulama yang kompeten. Tapi kalau ulamanya penakut, bisu, buta dan tuli? Ngapain terus kita ikuti? Singkirkan!
Menurut saya sudah saatnya umat bertindak lebih cerdas, jangan mau mengikuti ulama yang hanya mengurusi diri sendiri. Kalau masih “baru mulai dari diri sendiri” ya sana, jadi umat saja. Silakan sibuk ngoleksi istri atau ngurusi selangkangan saja. Jangan malah jadi pemimpin atau sok ngurusi orang lain. Kita perlu ulama yang berani mengatakan kebenaran, berani mengkritisi penguasa zalim, berani mengkritisi ulama-ulama busuk, berani menghentikan ulama-ulama penghianat bangsa.
Anda merasa Islam? Ayo bersuara, dan jangan hanya dalam bahasa indonesia, nyatakan juga dalam bahasa internasional, biar dunia tahu bahwa Islam di Indonesia itu bukan Agama Teroris.
Jangan mau dibungkam oleh suara-suara “ah, ngomong agama muluk, kembung gw!!!” atau “jangan bicara agama kalau belum jadi ustad!” Karena justru dengan berdiam diri, anda sudah membiarkan agen-agen terkutuk itu terus memperbanyak diri, mencuci otak dan merekrut anak-anak anda untuk jadi agen-agen pembodohan, membusukkan Islam dari dalam.
Prilaku Media Massa dan Penguasa yang mencurigakan
Pertama, di Republik Tolol, kenapa media massa tidak berusaha memastikan kepakaran sang ahli ngelesmatika? Apakah tanggung jawabnya hanya sebatas menjual berita?
Kedua, di negara kita sendiri. Apa susahnya para wartawan bertanya kepada AA Gym yang Poligami itu: “Bagaimana pendapat anda soal tingkah anarkis FPI? Apakah mereka mewakili Islam? Kita harus bagaimana?” lalu ekspos untuk menyertai berbagai berita anarkisme atas nama Islam. Apa susahnya telpon atau berangkat ke MUI, minta pendapat soal para pendakwah kebencian terhadap tetangga dan negara? Apa susahnya konsultasi ke Gus Dur atau siapalah yang dianggap Ulama, tanyakan soal Aceh / Padang terkait pemaksaan syariat atau berdirinya negara di dalam negara?
Kenapa aksi-aksi busuk mengatasnamakan Islam sering diekspos dengan cara yang tidak mencerdaskan? Murni karena keserakahan atau sengaja ingin membuat Islam tampak busuk yang sebusuk-busuknya?
Ketiga, Pemerintah yang aneh. Pendapat Geert Wilders lewat Fitna kenapa ditanggapi secara aneh. Lewat blokir konyol yang sia-sia rakyat dipancing agar semakin penasaran, tapi tanpa sedikitpun berusaha memberi menjelaskan: “rakyatku yang baik, gini lho, Islam tuh ga seperti yang wilder filmkan, sebenarnya Islam ituh bla bla bla….” atau apa lah… kasih penjelasan yang cerdas dan nyata. Kalau perlu bikin film tandingan. Mampu, kan? Tunjukkan kalau Islam memang tak sebarbar itu, buktikan bahwa yang dipahami Geert Wilders itu bukan Islam yang sebenarnya.
Eee lha bukannya tampil mendidik dan mengayomi, kok malah dengan jumawa pake trik orang jadul kadaluarsa: “POKOKNYA GA BOLEH, TITIK!” Huuhuu, tahun berapa ini? Jaman telah berubah jendral! Anak-anak sekarang ga semudah itu bisa dipaksa nurut lewat hardikan primitif. Semoga anda cepat sadar… atau menyingkir, berilah kesempatan pada yang lebih kompeten.
Berbagai postingan di internet yang mengatasnamakan Islam juga parah. Bukankah dungu sekali menolak tuduhan brutal, ngotot ngaku sebagai rahmat bagi semesta alam, tapi sambil menampilkan kalimat-kalimat haus darah? Silakan perhatikan siapa mereka yang berteriak-teriak itu, pertanyakan apa misi mereka yang sebenarnya. Itu asli reaktif emosional akibat pembodohan sejak kecil, atau sebuah akting yang penuh perencanaan matang untuk membuat Islam semakin dungu?
Waspadalah…
Kenapa Media Massa sering membuat pemberitaan yang tak mencerdaskan? Sekali lagi, apakah murni kesalahan akibat kemalasan jurnalis, atau memang direncanakan dengan matang? Apakah kepemilikan saham berpengaruh terhadap misi mereka? Memang siapa sih pemiliknya? Apa sih misi bos-bos besar ini?
Pemerintah, kenapa membuat reaksi, keputusan dan berbagai peraturan seperti itu? Apa tidak ada hal lain yang lebih pantas untuk diurusi? Apa karena adanya orang-orang ajaib yang terlibat dalam setiap rapat penentuan kebijaksanaan? Atau sebenarnya memang ada tujuan tertentu? Setelah menentukan anggaran pendidikan yang sangat kecil, apakah hal semacam ini memang termasuk plot selanjutnya? Ah, semoga ini hanyalah komplikasi antara paranoid dan prasangka busuk.
Waspadalah. Silakan buka mata, hati dan telinga, jangan mau diperalat jadi agen pembusukkan. Membusukkan negara, membusukkan agama. Negara jadi bubar, agama jadi barbar, siapa yang diuntungkan? Hohoho….
Maaf, bukan nuduh. Ini ngajak waspada. Ngajak bersuara. Kalau anda merasa dituduh, silakan komplain dan klarifikasi.
Salam Indonesia!
—–
Catatan: Republik Tolol itu hanya contoh fiksi. Di Indonesia ada juga kasus yang mirip, tapi para pakar sejati mulai berani bersuara lantang.
Update 17/4/08: sedikit perubahan untuk meredam hawa ad hominem.
jadi, kesimfulan yang bisa diambil dari fostingan yang berjudul pakar ngelesmatika, umat islam, media dan indonesia adalah :
Rakyat Endonesa itu Masih Bodoh Sangadh. bukan begitu, mas guh?
pakar ngelesmatika? sapa tuh mas? belum pernah denger euy :D
kalau pakar telematika saiah tahuuuuu!!
mirip di negara saya nih, kejadiannya :D
saya sudah bersuara kok, oom. sudah ngeblog. poster2 yang ditempel sama para jihad junkies itu juga malah sudah saya sobek2 setiap kali keliatan sama saya di kampus :twisted:
bagaimana, komandan? ada hal yang perlu ditambah dari serangkaian aksi saya? gyahahahahahaha…
eh, saya sudah lulus juga, lho…
:lol:
Sayah mau cobak mbenturin Post si boss dengan suwatu <emcase.
Mingsih inget kasus Pembantaian Tanjung Priok, boss ???
Disatu sisi, doloo para jendral itu udah ngmbil langkah agar ndak terjadi seperti nyang sekarang.
Tapi apa nyang terjadi ???
Sekarang para petinggi militer nyang udah pada pensiun itu dioprek-oprek soal HAM !!!
Nah, nyang sayah denger sekarang, para jendral memang membiyarkeun si jidat item clana cingkrang dengan ubel-ubel di kepala meneriakkeun macem-macem.
Lha katanya demokrasi, ya silakeun makan ituh demokrasi….
Pilih Mana ???
pakar IT? bukan…
ahli agama? bukan juga…
saya ngeblog aja deh :)
Ternyata untuk menjadi orang berkuasa dan terkenal di republik ini sangat mudah karena rakyatnya mudah dikompori oleh hal-hal bodoh yang ga masuk diakal.
@Hoek, ndak semua bodoh sangadh. Tapi kebanyakan pendiam dan ga pedulian.
@Empe, ga begitu penting siapa orangnya, yang penting hikmah yang bisa dipelajari.
@venus, contohnya mirip Bu, tapi soal prilaku beragama itu memang benar-benar terjadi di Indonesia.
@Joesatch, selamat. Tapi kita perlu lebih banyak orang dan ulama yang sevokal dan seberani anda. Yang perlu ditambah…. menularkan keberanian dan kesadaran itu ke lingkungan sekitar :) *termasuk menularkannya ke saya*
Selamat atas kelulusannya, semoga setelah 100% berada di dunia kerja ga terus jadi bungkam dan sibuk ngurusin isi perut. hehe.
@Mbelgedez, Boss Mbel, kalo memang para jenderal itu bener, ngapain takut? Kenyatanya mereka tampil seperti penakut, dipanggil jadi saksi aja ga mau dateng dengan sejuta alasan. Setahu saya, tentara itu jiwa raganya untuk negara, mbunuhin musuh demi keselamatan negara memang tugasnya. Tapi kalo sudah pada buncit, kayaraya dan mapan lalu takut menyuarakan kebenaran di pengadilan, itu sudah soal lain :P
Maksudnya “mau pilih mana itu gimana?” Demokrasi ya demokrasi, setiap orang bebas bersuara, disini saya menekankan agar orang baik juga bersuara lantang. Apalagi kalo ada yang mengatasnamakan Islam untuk berbuat barbar, jangan diam.
Jangan lupa kata Mbah Karno terkait tujuan kita memilih demokrasi pancasila…
Soal pembiaran terhadap orang provokasi dan menciptakan kerusuhan… saya punya busuk sangka yang sebusuk busuknya: itu demi lakunya dagangan mereka, mungkin senjata.
@Edy, sip, ya kalo nunggu jadi pakar, kapan mau bersuara? Justru orang-orang yang udah pada pakar itu kebanyakan super sibuk sampe ga sempet mikirin hal-hal yang sebenernya bisa bikin Indonesia bubar.
@Tukang Obat Bersahaja, kenapa bisa mudah dikompori oleh hal-hal bodoh? Gimana gimana ngobatinya? Saya harap anda sebagai tukang obat jangan pakai pembenaran “ingin tampil bersahaja” untuk berdiam diri saja. Gimana obatnyaaaa??? :P
Well,…
Kenyataannya emang bisa dibilang ndak ada orang baek nyang mau meng counter ke bar-bar an orang-orang aneh nyang sukak mbawa-mbawa nama Islam dalam gerakannya…
(boss Teguh tertarik memotori, barangkalee….???)
apa perlu kita bloger demo demi menyuarakan inih bos? :)
Salam Indonesia!!!
:mrgreen:
Seberapa jauhkah kita bisa berharap dengan media?
katanya bisa pesen space, blocking time, dll*halah… itukan katanya* :wink:
Apakah ngeblog itu juga sudah termasuk bersuara om Guh?
Soalnya saya bisanya, dan beraninya, cuma itu doank.. :oops:
di sebuah kampung di negara bagian Colorado, sayup-sayup terdengar seperti suara azan dari sebuah rumah. ternyata benar, sekelompok anak manusia laki dan perempuan sedang membasuh muka, tangan, dan kaki di sebuah kolam. mereka seperti hendak sholat.
selepas azan berkumandang, mereka berbaris rapi dan tertib. yg lelaki di barisan depan, sedang yg perempuan berada di belakang. namun seperti ada yg aneh. ternyata, mereka tidak mengenakan sarung dan peci, melainkan jeans dan topi cowboy …
Guh, apakah tidak sebaiknya eNTE segera mengirimkan seperangkat alat sholat yg diimpor secara khusus dari Iraq ?
wakkakkakakaa …
nyambung lagi …
———————
takut-takutnya, apa yg sedang mereka kerjakan tidak diterima dan membawa malapetaka buat yg mengerjakannya !
nambah dikit lagi …
——-
di belahan bumi lainnya, di balik gundukan salju, sekelompok lelaki dan perempuan juga terlihat melakukan hal yg sama. namun kali ini mereka bukan memakai jeans dan topi, tidak … sama sekali tidak. rupanya mereka mengenakan pakaian aneh yg dikenal dg nama kimono !
apakah juga tidak sebaiknya mereka segera diberi peringatan keras ? atau segera mengirimkan paket yg sama dengan perangko kilat khusus ?
dan jangan lupa … paketkan juga masing2 seorang sebongkah batubara untuk menghitamkan jidad mereka …
wakkkkakakkakaa ….
~SayaKokJadiDejaVuYah :mrgreen:
BETUL SEKALI !!! om guh sungguh luar biasa….
ANDA ITU AHLI AGAMA, BUKAN…?????
PAKAR IT JUGA PAS-PASAN……
KOK BERANI BERSUARA TANPA DASAR YG JELAS…..!!!
BERBANTAH-BANTAHAN TANPA ILMU YG MUMPUNI..
BUTA, TULI, DAN KERAS KEPALA !!!
GUNAKAN HATI NURANI, BIASAKAN BERILMU SEBELUM BERAMAL DAN BERKATA, BAHAYA… ORANG2 SEPERI ANDA TELAH BANYAK DI JAGAD RAYA INI, BAIK DARI GOLONGAN SETAN DAN JIN, KERJAANNYA SAMA DARI DULU. MENYESATKAN UMAT MANUSIA.
MENYEBARKAN KEDUSTAAN DAN BERHUJJAH TANPA DALIL..
ANDA BERTERIAK LANTANG TENTANG ISLAM….
WELEH…WELEH…WELEH….
KAPASITAS ANDA BERANI BERTINDAK SEPERTI ITU, SUDAH SELAYAK APA..??
SAYA MERAGUKAN KUALITAS KEIMANAN ANDA…
BAHKAN SAYA RAGU APAKAH ANDA SEORANG MUSLIM…
SAYA YAKIN UNTUK DAPAT MEMBACA AL-QURAN SAJA ANDA PASTI MASIH BELEPOTAN GK KARUAN, BAHKAN UNTUK SEKEDAR MELAFADZKAN AL-FATIHAH DENGAN BAIK DAN BENAR ANDA MASIH KESULITAN…
LALU APAKAH PANTAS ANDA BERKOAR TENTANG ISLAM????
MENYEBAR FITNAH DISANA SINI…..
SUDAHKAN ANDA MEMPELAJARI ISLAM YG SEJATI….???
TENTUNYA DENGAN PEMAHAMAN AL-QURAN DAN AS SUNNAH….
COBA RENUNGKAN, BAGAIMANA SEBENARNYA ISLAM YG BENAR….
“JANGAN MENILAI ISLAM DARI MASING2 INDIVIDUNYA !!!
ISAM YG BOBROK SAMA BANYAKNYA DENGAN KAFIR YG BOBROK, LALU APAKAH DENGAN ADANYA INDIVIDU2 YG BOBROK, LALU ISLAM IKUT BOBROK..???
TIDAK !!! SEKALI-KALI TIDAK……..
MEREKA YG TETAP TEGUH DIATAS AL-QURAN DAN AS-SUNNAH, BERDIRI DIATAS AL HAQ, MEREKA2LAH YG MENJAGA AGAMA INI HINGGA AKHIR ZAMAN..
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al Maa’idah : 48-49)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(Al Israa’: 36)”
Hm… dunia yang aneh
@abdallah
eh, pak abdallah ahli agama ya??? kalo gitu, saya mo nanya nih pak:
Bagaimana pendapat anda soal tingkah anarkis FPI?!!!
trus, emang kalo baca al-qur’an msh blefotan…gak boleh ngomongin so’al agama ya pak?!?!?!
@abdallah
oya pak, kayaknya postingan di atas bukan ngemengin soal agama deh, pak! tapi ngemengin soal pakar ngelesmatika, UMAT islam (garis bawahi: UMAT, bukan agama), media, dan indonesia. apakah HARUS bs melafadzkan al-qur’an yang baik dan benar utk ngemengin hal2 itu?!
@Guhpraset
kalo saya mas, bukannya ndak mau bersuara, tapi…gerombolan2 umat beragama-anarkis semisal: FPI ndak ada d kota saya (palembang). FPI cabang palembang sih ada, tapi blom pernah melakukan aksi anarkis seperti yg di tipi itu…*alhamdulillah*. Gerombolan umat beragama yang sering melakukan aksi di sini cuma HT mas, gak sampe anarkis, cuma teriak2 “tegakkan khilafah di indonesia!!!”.
mari waspada, mari bersuara…..jgn cuma d blog!!! :D
@Mbelgedez, saya saat ini tidak kompeten untuk itu :P Tapi saya yakin banyak umat Islam juga sudah gerah dengan tingkah gerombolan dan sekte-sekte norak yang selalu mengatasnamakan Islam dalam aksi-aksi jahatnya. Jadi istilah memotori kayaknya lebih tempat kalau mengompori, atau membangunkan. Barangkali Boss Mbel tertarik untuk mengaplikasikan pengalaman yang didapat selama memimpin mazhab bocor alus?
@Dobelden, saya ga tau harus gimana. Mungkin kita perlu ngompori para ulama yang masih waras biar pada berani bersuara lebih keras, nanti kan umatnya pada ikut bangun.
@Deteksi, salam :)
@Kangtutur, kalau yang bukan berdasarkan katanya, tapi lihat faktanya aja gimana?
@Nazieb, termasuk. Saya juga bisa dan beraninya baru itu :P Secara temen-temen saya kebanyakan korban cuci otak, jadi agak percuma juga kalo “dibangunkan”, adanya malah saya yang ditendang. Semoga yang lebih kompeten dan berpengetahuan bisa lebih berani bersuara… dan dicover media, biar kelihatan sama dunia.
@Rajaiblis, maaf baginda, Saya kok ga ngerti itu komen hubungannya sama tulisan begimana…
@Goenawan Lee, maaf salah komen tuh, harusnya ditaro di list blokir,,, dejavu dot com itu kan situs tak senonoh. :P
@Abdallah, setelah teriak-teriak gitu rasanya lega kan pak? Hehe, setelah lega baca lagi deh sampai selesai. Maksud saya ditulisan itu adalah mengajak umat islam agar jangan diam saja saat ada gerombolan norak berbuat barbar dengan mengatasnamakan Islam. Kalau diam terus, ya wajar aja kalau Islam jadi kelihatan barbar. Kita semua bertanggung jawab untuk menghentikan penyalahgunaan itu.
Yang anda sebut dusta, hujjah tanpa dalil dan FITNAH itu yang mana? Nanti bisa saya sertakan datanya :) Kalau perlu menyertakan partisipasi pembaca :D
*ini bukan pancingan someone in disguise kan?*
Kapasitas saya bersuara adalah sebagai manusia merdeka dan sebagai orang Islam yang tak rela kalau agamanya dihinadinakan oleh kaum barbar, yang norak dan berbuat nista dengan mengatasnamakan Islam :) Anda sendiri melakukan ad hominem kenapa, apakah anda sudah merasa layak?
@Wijil, Syukurlah kalau di Palembang tidak ada :)
Dan sepakat, jangan cuma bersuara di Blog!! Mungkin bisa kita bikin sebuah daftar ulama-ulama yang perlu dikirimi surat supaya berani bersuara :)
*mempertimbangkan google form*
Alhamdulillah secara pribadi belum pernah melihat secara langsung aksi-aksi brutal yang mengatasnamakan Islam. Cuma kalau dilihat, citra Islam yang brutal itu ya salah kita sendiri, sebagai umat gak bisa ciptakan imej yang bagus. Dan masalah ini sebenarnya tidak harus dipecahkan oleh orang yang bacaan ngajinya hebat, atau sudah menguasai bahasa arab level tertentu, apalagi pake ukuran panjangnya jenggot. Tidak! Emangnya kita menilai keimanan atau “kepantasan” seseorang hanya melalui itu? Pake logika deh, mana bisa dunia melihat kita sebagai umat yang santun bila dikit-dikit bertindak brutal, dan pakai nama agama lagi!
Oh tidaak…
Sori gak nyambung, tapi memang masyarakat kita perlu mendengar berita dari “sumber” yang lain. Kalau cuma lewat itu-itu aja, atau yang diliput perkara itu-itu aja, keadaannya masih akan tetap seperti ini. Ayo, koreksi diri…
*Entah siapa saja yang bakal “terketuk” hati dan akalnya setelah membaca postingan ini. Eh, memakai akal belum diharamkan to?*
Mirip seperti mas Joesatch, dulu saya rajin nempel tulisan-tulisan yang berisi hal-hal tentang nasionalisme dan pluralisme disamping tulisan-tulisan yang mengajak ke arah ekslusifisme. Kalau yang ekslusif semacam itu bisa menampilkan pemikiran mereka di tembok-tembok kampus tentu kita yang inklusif juga berhak. Tapi otoritas kampus tampaknya mengambil langkah untuk mencegah polarisasi berlebihan dengan mencabut semua tulisan liar dan mengecat ulang seraya memasang pengumuman “Dilarang menempelkan Poster” :)
Mas Guh pernah baca bukunya Ken Conboy berjudul Intel ? Disitu disinyalir beberapa kelompok eksklusif di Indonesia sebenarnya sudah disusupi BIN sejak dahulu. Hanya saja beberapa agen binaan BIN ada yang melenceng dalam menjalankan misinya. Justru kadang ada yang berbalik arah.
boleh saya menawari pijat?
Ho Ho ho.. Kalau kesimpulan pribadi saya: Liat saja komentar yang sifatnya ad hominem. Begitu umat yang di KTP nya Islam bereaksi terhadap aksi pembodohan media massa. Langsung ada ad hominem kelas satu khas pecandu agama.
Jadi, siapa yang berfikir dan rasional modern, dialah yang terpojok oleh kelakuan pecandu agama kelas akut.
Siapa yang bertindak barbar dan primitif, dialah yang dinobatkan sebagai calon penghuni surga.
Plus. Media adalah DEWA. Apa yang di keluarkan dari media akan ditelan bulat bulat dan mentah menhtah tanpa perlu ditimbang apalagi di verivikasi. Makanya umat pecandu agama itu tetap tolol!
Hal yang sama juga terjadi pada pengkultusan pemuka agama, hingga akhirnya.. tuhan pun dibunuh!
dan. Umat beragama di republik yang ditololkan oleh pemimpinnya sendiri itu, makin bangga akan ketololannya!
Saya kira kita tidak bisa mengatakan bahwa yang menginginkan dasar negara ini diganti menjadi Islam sebagai orang-orang yang berbahaya dan berlaku barbar. Sepanjang mereka berjuang menggunakan saluran-saluran politik yang ada, apa salahnya? Ini kan negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, setiap orang boleh membawakan aspirasi politiknya sendiri. Apa pun itu.
Mengenai aksi FPI yang suka nggrudugi tempat maksiyat, saya hanya bisa menyampaikan bahwa apabila melihat kemaksiyatan, kita punya tiga pilihan: mencegahnya dengan perbuatan, melarang dengan lisan, atau diam saja tetapi dalam hati tidak menyetujui perbuatan itu. Saya sih berterimakasih kalau ada yang nggrudugi tempat maksiyat karena saya tidak berani mengambil langkah seperti itu sendiri dan hanya diam saja seperti orang yang lemah iman. Nah, kalau ternyata FPI pilih kasih dan hanya menggrudug tempat maksiyat yang tidak bayar upeti, itu jelas salahnya Habib Rizieq Shihab. Kalau ternyata anggota-anggota FPI itu bukan pribadi salafus-sholeh, melainkan tukang mabok dan tukang madat, itu juga salah Habib Rizieq Shihab. Masa Front Pembela Islam isinya tukang madat dan tukang mabok. Kalau benar seperti itu, lebih baik Habib Rizieq Shihab bikin pesantren saja dulu dan lakukan pencucian terhadap tukang mabok dan tukang madat di FPI (kalau memang benar ada). Suruh mereka belajar agama dulu supaya dalam bertindak tidak melenceng dari aturan agama.
Saya tidak mau menghina mereka yang memiliki keyakinan dalam bersujud hingga jidatnya hitam dan bercelana cingkrang. Itu keyakinan mereka. Keyakinan yang saya hormati. Kalau terhadap yang memakai tanktop dan celana memperlihatkan belahan pantat dan perut bagian bawah hampir terlihat kemaluan saja kita tidak menghina, buat apa menghina mereka yang berjidat hitam dan bercelana cingkrak. Apakah cara berpakaian mereka lebih tidak sopan dibandingkan yang bertanktop dan bercelana tapi kelihatan belahan pantat dan perut bawah? Katanya tidak suka adhominem. Lalu mengapa kita menghakimi cara berpakaian mereka daripada konten yang mereka bawa?
@Tiyokpras, saya juga belum bang, hanya dari baca berita dan tv (termasuk liat klip abb, amrozi dan bali). Pemberitaan tentang Islam memang harus lebih berimbang, yang diekspos hanyalah aksi-aksi dari golongan norak, tapi yang baik-baik kok tidak diberitakan.
@Oddworld, iya, katanya demokrasi, masa yang bersuara hanya sebagian. Soal intel saya belum tahu, mungkin pembaca dari pihak militer/BIN bisa ikut komentar? Jangan mengendap2 dan nymbang hit ajah, hehe.
@Isnan Chodri, saya heran kok anda bisa iklan pijat di posting seperti ini. Maksudnya apa? Apakah seseorang penyamar ingin melakukan karakter asinan terhadap isnan chodri?
@Mr. Fortynine, hehe, bukankahdiskusi agama tanpa adhominem itu seperti iman tanpa ilmu? pincang :P Sebenarnya bukan bangga dengan ketololan, tapi karena belum mengerti… atau jangan-jangan kita yang belum mengerti?
@Kombor, saya baru tahu kang. Boleh request tulisan mengenai hal itu? Akan menarik untuk menyimak opini seorang lulusan Taruna Nusantara yang tidak bermasalah dengan ajakan-ajakan untuk menyingkirkan Pancasila.
Saya pikir bukan salahnya habib riziq seorang, tapi salah kita semua kenapa tetap diam saja :)
Mohon maaf soal jidat hitam dan celana cingkrang, itu murni kesalahan saya generalisasi dan mengidentikkan jidat hitam, jenggot dan celana cingkrang dengan aksi kekerasan, dakwah kebencian terhadap tetangga dan negara, itu adalah benar-benar berasal dari sempitnya wawasan saya. Wawasan yang sempit karena belum pernah mengenal orang berjidat hitam, berjanggut dan bercelana cingrang yang tidak benci pada pancasila dan hobi mengkafir-kafirkan. Akan segera saya edit setelah posting komentar ini. Dengan ini saya mohon maaf kepada semua orang yang berjanggut, berjidat hitam dan bercelana cingkrang. Terimakasih.
Masalah adhominem, idealnya memang tidak kita pakai, saya juga terus berusaha belajar menghindari itu dan diskusi dengan lebih cerdas. Terimakasih atas peringatannya :)
Saya mencurigai ada golongan yang telah sempurna mempelajari ilmu “Devide et Impera” -nya Belanda sampai ke tingkat sembilan dan mempraktekkannya di Indonesia. Ilmu yang berkali lipat lebih ampuh dan halus penyusupannya daripada yg pernah di keluarkan oleh Belanda seratus tahun yang lalu, sehingga membuat media kita menjadi sperti itu. Waspadalah…
Guh, bukannya karena ocehan gak nyambung itu makanya dikumandangkanlah UU ITE ? hehehheee .. supaya makin kreatif soal ngeles … !
wakkakakakkaaa …
salam hangat dari padang…
nyinggung2 padang, jadi pengen komen neeh..
saya suka dengan idenya tentang menyuarakan islam yang damai..
islam yang nggak cari gara-gara… nggak cari cari ribut.. SPAKAT HABISS
tapi kayaknya yang mulai tu bukan aktifis islam deh..
kan FPI kayak gitu karena tuh judi, pelacuran, miras udah nggak ketulungan dan bekingnye jendral coy..
tapi saya jg nggak setuju cara2nya… pak habib riziq.. lembut dikit napa ???
en ttg “pakar” ngelesmatika wkwkkwkwkwkk lebih spakat lagi… :)
PAKAR…….?????? he.he.he..
cuman guspraset harus pilahpilih dong.. nggak smua yang jidat itam, celana angkring, trus bkopiah tu serem.. tu kan pilihan style coy.. boleh kan??? :)
en penerapan syariat islam nggak serem kok..
nyinggung2 padang (minang)… hmmm gini guh…
sejak para ulama dan umara konsisten untuk mulai menerapkan nilai2 islam di bumi minang, banya hal positip didapat…
contoh palingg gampang diliat nih, sejak para siswa tuh di suruh pake jilbab, tuh angka kejadian DEMAM BERDARAH di padang paling rendah di INDONESIA…
OK NGGAK tuh..
truss kalo guh dateng sendirian ke kota padang malem2 dini hari.. bakalan aman banget… iya.. aman..top cerr deh..
tambahan : yang nolak penerapan syariat islam di minang tu pasti nggak tau adat minang tuh.. dan faktanya LSM sini yang pade nolak tu tokohnya pasti bukan rang minang (maap bukan SARA)
tapi hakikatnya bukan orang minang namanya kalo nggak konsisten tegakkan islam…
itu kata pak datuk loh…. jadi kita hormati dong budaya lokal..
Syariat islam… siapa takut ???? ngaak perlu takut bung… aman kok
salam sangat hangat