Mengajak Teman untuk Membunuh SBY, Bolehkah?

Pak Sobri Lubis mengajak umatnya untuk membunuhi orang-orang Ahmadiyah.

Pak Abu Bakar Ba’ashir mengajak umatnya untuk memukuli turis asing yang menurutnya kafir, seperti cacing dan belatung.

Saya tidak sedang bicara agama. Saya cuma ingin tahu:

Kalau dua tokoh diatas boleh melakukan seperti itu tanpa ditangkap, tanpa diberi sanksi apapun, apakah itu berarti anda dan saya juga boleh mengajak orang-orang untuk membunuh SBY, atau kalau setidaknya menyerukan untuk memukuli Ibu Ani Yudhoyono? Atau… bolehkan berpidato untuk mengajak anak-anak muda agar membunuhi seluruh anggota keluarga Pak KAPOLRI?

Sebenarnya yang boleh dijadikan sasaran pembunuhan itu hanya orang-orang Ahmadiya, atau siapa? Kalau Putra-putri Pak SBY boleh dijadikan sasaran pembunuhan tidak?

Saya cuma bertanya lho, belum mengajak. Sekarang masih menunggu dan bertanya-tanya, kenapa Pemerintah tidak mengambil tindakan terhadap para penyeru tersebut. Kalau memang tidak diapa-apakan, mungkin memang artinya boleh-boleh saja kita ngajak menyerang dan membunuh :)

Selamat kembali bekerja… dan selamat hari Jumat.

Update May 2, 2008: Tambah link ke video FPI

71 Tanggapan ke “Mengajak Teman untuk Membunuh SBY, Bolehkah?”


  1. 1 Chiw April 18, 2008 pukul 11:41

    kafir kamu Guuuh… Kafiiirrr…
    :lol:

    turis turis itu boleh dibunuh, karena mereka kafir guuuh…

    :mrgreen:

    *sok seriyus*
    apakah ada pembenaran untuk pembunuhan Guh?

  2. 2 Goenawan Lee April 18, 2008 pukul 11:47

    Pembenaran selalu ada, sayangnya pembenaran itu sangat-sangat subjektif. :lol:

    ~BeingHumanist

  3. 3 rajaiblis April 18, 2008 pukul 11:47

    ada gak ya yg betul2 berniat membunuh iblis ?

  4. 4 Tukang obat Bersahaja April 18, 2008 pukul 11:54

    Bukankah membunuh itu dosa dan nanti masuk neraka.
    Lakukanlah kebaikan di bumi, ingatlah bahwa bidadari-bidadari yang selalu perawan menanti di surga.

  5. 5 Kopral Geddoe April 18, 2008 pukul 12:15

    Hidup Abu Bakar Baasyir! Pemimpin umat yang luar biasa berwibawa, tampan, jenius, dan berhati lapang!

  6. 6 Kopral Geddoe April 18, 2008 pukul 12:15

    Serta rajin menabung!

  7. 7 rajaiblis April 18, 2008 pukul 12:48

    jadi … membunuh iblis pun termasuk kategori berdosa ya ?

  8. 8 kangtutur April 18, 2008 pukul 13:56

    Waduh…
    Untung masih bertanya?

  9. 9 venus April 18, 2008 pukul 14:28

    boleh gak, saya ancur2in rumah tetangga saya yg gak pernah solat jumat?

  10. 10 danalingga April 18, 2008 pukul 14:42

    Di coba aja guh. Kali aja emang kalo mengajak membunuh itu boleh hukumnya di negara ini. :D

  11. 11 kabarihari April 18, 2008 pukul 16:05

    Ternyata jadi umat beragama yang beriman itu serem ya?

    *jadi percaya ‘Fitna’ :(

  12. 12 Tukang obat Bersahaja April 18, 2008 pukul 16:39

    Gitu aja kok repot…

  13. 13 rima April 18, 2008 pukul 17:41

    Saya link posting di blog saya ke artikel ini, tidak apa ya?

  14. 14 iman brotoseno April 18, 2008 pukul 18:16

    jadi berpikir betapa mudahnya orang Indonesia termotivasi oleh ajakan. Apapun ajakannya.

  15. 15 funkshit April 18, 2008 pukul 19:12

    @mas iman
    tergantung yang ngajak.. serta alasan2 yang dipake donks

  16. 16 mbelgedez April 18, 2008 pukul 19:39

    Ini Khotbah Jumatan, yak ???

    :roll:

  17. 17 KaiToU April 18, 2008 pukul 19:44

    daripada bunuh2an, mending gitu2an :P

    @tukangobatbersahaja
    emang bidadari perawan itu kyk gmn, om? :-/

    apa kayak pocong perawan? :O

  18. 18 Mr.b April 18, 2008 pukul 21:09

    Kayaknya sih sah sah aja bro,orang masih ajakan, bukan perintah. :p
    Barangkali Indonesia tidak mengenal istilah “pembunuhan berencana”, tapi hanya mengenal istilah “pembunuhan”, jadi kejahatan yang masih direncanakan tanpa ada hasilnya bukanlah kejahatan.Tapi kalo udah terjadi tetap aja ntar dimaklumi, khilaf….. haeahehaeha.

    But,cuma mo nanya satu hal aza,Kalo aku punya sejubel massa, dan mengatasnamakan ajaran suatu agama, itu sudah anti hukum kah ? berarti mata hukum udah gak perlu ditutup dong, dibuka aja sekarang, orang hukum udah gak buta kok, udah jadi pengecut… :)

    Just comment, no offence… Btw, bidadari perawan? emang ngaruh perawan ato gak, or… bidadari tuh ada yah …. :D

  19. 19 alisyah April 18, 2008 pukul 21:14

    membunuh anjing aja mikir, apalagi membunuh orang

  20. 20 Pyrrho April 18, 2008 pukul 21:50

    Saya bukan pakar hukum, Guh. Tapi kasus itu menurut pelintiran argumen hukum saya masih dikategorikan “mengajak” dan bukan “menghasut”. :)

    Nah, kalau sudah sampai tahap menghasut barulah bisa diadili.

    *tapi masih bingung perbedaannya apa…*

  21. 21 bojongfarm April 18, 2008 pukul 23:19

    gimana kalo para koruptor yg rame2 digebuk aja sampai meninggal, toh diproses hukum bahkan dipenjarapun bisa aja lolos. bukankah mereka jelas2 menyengsarakan rakyat hingga tujuh turunan.

  22. 22 ressay April 18, 2008 pukul 23:56

    Pemerintah pengecut.
    Sebagian Umat Islam preman.

  23. 23 Pena Budaya April 19, 2008 pukul 2:06

    Gus, sebaiknya ngajak-nya atas nama agama atau etnis yang mayoritas, pasti bebas hukum deh *kan udah ada contoh pendahulunya*. Kalau ngajak-nya atas nama kelompok minoritas, yah sudahlah, silahkan siap dipenjara…

  24. 24 Pyrrho April 19, 2008 pukul 2:32

    Itu kan masih “mengajak” dan bukan “menghasut”. :lol:

    *satir*

    Saya jadi ingat kutipan “seseorang” disana yang mengatakan bahwa yang ditakutkan dari agama bukanlah agamanya tetapi pemeluk agamanya. :)

  25. 25 RETORIKA April 19, 2008 pukul 3:26

    Ngebunuh cacing saia mikir2x ngebudh Ba”shir namanya JihaD!!!

  26. 26 padmasambawa April 19, 2008 pukul 9:26

    orang bicara cinta
    atas nama Tuhannya
    sambil mencaci, menyiksa, membunuh berdasarkan
    keyakinan mereka..(petikan KT)

  27. 27 danummurik April 19, 2008 pukul 9:56

    Mengapa nyawa manusia di bumi Nusantara ini begitu murah? tapi benarkah mereka yang menyuruh membunuh?

  28. 28 dobelden April 19, 2008 pukul 10:03

    klo keluarga kapolri dan SBY sekeluarga ada di posisi yg disebutkan oleh :

    Pak Sobri Lubis mengajak umatnya untuk membunuhi orang-orang Ahmadiyah.

    Pak Abu Bakar Ba’ashir mengajak umatnya untuk memukuli turis asing yang menurutnya kafir, seperti cacing dan belatung.

    bisa jadi akan dianjurkan…

    tp apa sesempit dan sepicik itu?

    dan yg jelas SBY cs ada paspampress :lol:

  29. 29 hmcahyo April 19, 2008 pukul 10:29

    gak tau mau komen apa :( suntuk :(

  30. 30 aditya20 April 19, 2008 pukul 10:50

    Membunuh itu boleh asalkan dalam keadaan terdesak dan tidak ada jalan lain. Contohnya membunuh nyamuk pas kita tidur. he3x

  31. 31 ŝoliter April 19, 2008 pukul 11:25

    kata mbah stalin,

    “pembunuhan 1 orang itu tragedi,
    pembunuhan 1000 orang hanya masalah statistik..”

    jadi, kalo mau bunuh2an jangan satu-satu
    :lol:

  32. 32 ressay April 19, 2008 pukul 11:31

    awas hati-hati, jangan buat http://narakushutdown.wordpress.com marah. Nanti bisa-bisa dipentung lo.

  33. 33 alex April 19, 2008 pukul 14:01

    Sebenarnya yang boleh dijadikan sasaran pembunuhan itu hanya orang-orang Ahmadiya, atau siapa? Kalau Putra-putri Pak SBY boleh dijadikan sasaran pembunuhan tidak?

    Jelas tidak!
    Karena itu sama saja bunuh diri, dan dengan bunuh diri itu prediksi ke depan bisa suram.
    Orang-orang begitu itu™ kan punya itung-itungan juga, Guh :lol:

    Ya.. Ya… Saya sendiri tertawa. Baik berselubung agama atau tidak, ternyata jagoan-jagoan yang berobsesi ke surga sama pengecutnya dengan aparat yang cuma berani dengan rakyat jelata …

  34. 34 daeng limpo April 19, 2008 pukul 14:02

    BUNUH AJA NAFSU MEMBUNUHMU………KALAU PIKIRAN BUNTU JANGAN NGAJAK YANG LAIN KE JALAN BUNTU DONK, DIALOG…DIALOG…DIALOG.

  35. 35 daeng limpo April 19, 2008 pukul 14:05

    UDAH PUTUS ASA NIH……AYO PERANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  36. 36 stenlymandagi April 19, 2008 pukul 14:52

    …kalo begitu yg digambarkan Geert Wilder benar dong..???

    *bingung*

  37. 37 Broken Hearted Heart Breaker April 19, 2008 pukul 15:47

    Itu kan cuma dua orang mas guh..

    Yang koment di sini, 30 orang lebih semuanya ga setuju dengan ajakan mereka tokh?

  38. 38 extremusmilitis April 19, 2008 pukul 17:53

    aneh…emang se-makin aneh… :(

  39. 39 cahyadi2007 April 19, 2008 pukul 18:44

    Liar nih imaginasinya. Seliar orang-orang yang berseru atau berfatwa membela agama dan tuhannya?!.

    Kalo pendapat saya pribadi, Kedua ‘tokoh’ tersebut setuju dan yakin (110%) kalau agama yang mereka anut membolehkan mereka untuk berbuat kekerasan, baik secara institusi-organisasi dan keimanan, melegitimasi kekerasan sebagai cara.

    Kalau mau Ahmadiyah bisa menuntut jalur hukum-sialnya yang punya hukum juga tidak mendukung Ahmadiyah (bias)-apakah SBY sudah berkomentar dalam hal ini? ini kan salah satu tugas dan tanggung jawab dia dalam mengelola konflik di masyarakat.

    Saran aja Guh, kalo bisa segala hal yang berhubungan dengan kekerasan untuk menyelesaikan konflik dihindari, sudah seringkali terbukti to masalah tidak akan selesai dengan cara model begituan.

    *Selamat hari Sabtuan, udah Sabtu neeh..:)

  40. 40 Abeeayang™ April 19, 2008 pukul 20:29

    ada apa ya? kok pada rame?
    *ditimpuks* :mrgreen:
    hmmmmm…malam minggu gini gak ngapel rasyanyah hampa…. :oops:

  41. 41 ramdani1428 April 19, 2008 pukul 20:30

    Gw bingung kenapa orang-orang sibuk cari alasan untuk menjustifikasi dan membenarkan tindakan menyakiti manusia dan mahluk lain. Sementara untuk saling membantu dan menolong, sering cari alasan untuk menghindar

  42. 42 anick April 20, 2008 pukul 0:41

    Izrail apa kabar?

  43. 43 cdsi April 20, 2008 pukul 0:47

    benar….benar…ajak mengajak saling diajak pada ahirnya semuaorang saling ajak-ajakan, kayaknya negera ini masih memperbolehkan deh untuk mengajak apa saja dan kesiapa saja, sante aja bro masih nanya kan?

  44. 44 orangmiskin April 20, 2008 pukul 2:10

    yuk kita main bunuh-bunuhan…
    kita bunuh ego dan diri kita ndiri..

  45. 45 rhakateza April 20, 2008 pukul 6:30

    Apakah nyawa orang itu berbeda² harganya??
    Tuhan, ijinkanlah saya membunuh kemalasan dan kedangkalan ku berpikir..

  46. 46 syahrizalpulungan April 20, 2008 pukul 9:15

    tinggalkan jejak mengajak melihat sisi lain di asahan sumateras utara

  47. 47 kw April 20, 2008 pukul 9:58

    saya tahu kok semua akar permasalahan itu: perut yang lapar!

  48. 48 Mahasiswa Untuk bangsa April 20, 2008 pukul 15:57

    Wahhh,,, ngeri kali blog nya,,,, tentu membunuh gak boleh lah,,,,,

    itu semua kan terjadi(kalo bener ya)karena ketidak becusan pemerintah yang memble,,,,

  49. 49 ressay April 20, 2008 pukul 17:30

    kalau katanya si Baashir itu mah boleh itu bunuh orang sesama muslim yang mereka klaim sebagai aliran sesat.

  50. 50 Guh April 20, 2008 pukul 19:45

    @Chiw, saya? kafir? harus dibunuh juga dong? pake afa, pake cinta?

    @Goenawan Lee, Pembenaran dengan mengatasnamakan tuhan apakah subjektif juga?

    @Rajaiblis, bunuhnya gimana, dibacain ayat?

    @Tukang Obat, mana obat cuci otak pesanan saya?

    @Kopral, innalillahi wainailaihi roojiuuuuuuuuuuu n.

    @Venus, tanya Ba’ashir gih mbok.

    @Danalingga, Mr.B, Pena Budaya, Pyrrho, konon menurut KUHP tetep tidak boleh, saya belum nemu pasalnya, saya yakin kapolri dan SBY juga belum nemu, makanya mereka ga bertindak. Bisa bantu mencari?

    @Rima, silakan, lain kali ga perlu tanya2, link aja langsung :D

    @Iman Brotoseno, termasuk diajak nonton film horor kaan ;)

    @Mbelgedez dan semua, terserah situ mau dianggap apa. Buat saya ini pertanyaan yang harus ditanyakan seluruh bangsa dan diarahkan e sebuah titik yang ada tepat ditengah jidat SBY, jidat kapolri, dan jidat para pejabat yang digaji oleh uang rakyat negeri ini. Tapi MUI, FPI dan teman-temannya sih ga termasuk, kayaknya percuma :P

    @Alisyah, kalo anjingnya kafir seperti cacing dan belatung dan mengakui nabi yang lain selain nabi yang anda yakini gimana?

    @Bojongfarm, ide bagus, terimakasih untuk inspirasinya, bisa jadi post berikutnya nih.

    @Ressay, sepertinya demikian. semoga segera bangun.

    @Padmasambawa, Danummurik, apa mungkin memang itu perintah  tuhannya? ;)

    @Dobelden, mungkin memang sepicik itu. Lantas siapa yang mengajarkan/membuat jadi gitu?

    @Soliter, stalin ya. hmm.

    @Ressay, marketing ya?

    @Alex, pengecut aja mending, ditambah bodoh juga masih mending. tapi kalau sudah diperalat untuk memecah belah… bahaya itu.

    @Daeng Limpo, justru itu saya mengajukan pertanyaan ini, semoga sampai ke telinga sby dan pikirannya ga buntu lagi.

    @Stenlymandagi, tergantung darimana anda melihat. Mungkin sejak lahir yang dilihat wilder dari Islam ya cuma ulama-ulama model bashir dan lubis, dia belum ketemu model gusdur atau yang lain.

    @Broken Hearted Heart Breaker, yang diceramahi lubis berapa orang? yang didakwahi bashir berapa? Trus, orang-orang yang komen disini cuma berapa orang yang secara tegas menyatakan pendapatnya? :p

    @Cahyadi2007, setuju, kekerasan dilawan dengan kekerasan cuma menghasilkan lingkaran kekerasan tanpa akhir.

    @Ramdani1428, namanya juga hewan yang berpolitik :D

    @CDSI, yup, masih bertanya, semoga tidak ada pasalnya yang melarang bertanya.

    @Orangmiskin, silakan. Tapi jangan sampai merepotkan orang yaaa.

    @rhakateza, coba tanyakan pada tuhan yang bergoyang

    @Kw, yakin? perut siapa?

    @Mahasiswa untuk bangsa, kenapa bisa memble? kenapa kita biarkan memble? Silakan yang mahasiswa…

    @Ressay, hmm, agama yang menarik bukan?

  51. 51 bojongfarm April 20, 2008 pukul 20:18

    dulu ada pilem dark justis, jagoanya mengincar n mengeksekusi bandit2 yg gak bisa dijerat hukum. coba, dari pd jd teroris yg mengincar orang barat, dari pd menteror orang2 yg berkeyakinan lain, mendingan incar n teror bandit2 yg sudah jelas2 menyengsarakan rakyat secara langsung, terutama bandit2 yg bs mbeli hukum n membayar bodigar hingga berlapis2. sok ada ga yg berani kayak jagoan dark justis ?

  52. 52 bojongfarm April 20, 2008 pukul 20:25

    dulu ada pilem dark justis, jagoanya mengincar n mengeksekusi bandit2 yg gak bisa dijerat hukum. coba, dari pd jd teroris yg mengincar orang barat, dari pd menteror orang2 yg berkeyakinan lain, mendingan incar n teror bandit2 yg sudah jelas2 menyengsarakan rakyat secara langsung, terutama bandit2 yg bs mbeli hukum n membayar bodigar hingga berlapis2. sok ada ga yg berani jadi jagoan kayak di film dark justis itu? klo sy ga berani karena sudah tua, cuma gemes aja liat para koruptor n bandit2 perusak tanah air dan rakyat negri kita, tetap makmur n beranak pinak diatas bencana n segala kemelaratan saat ini.

  53. 53 tukangkomentar April 20, 2008 pukul 22:50

    Sakit, sakiiit, Indonesia sakittttt!
    Sakit flu burung, sakit demam berdarah, sakit muntaber, sakit depressi, sakit TBC, sakit kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, sakit kehilangan identitas, sakit xenofobia selektif, sakit ini, sakit itu, sakit mau bunuh-bunuhan, sakit saling membunuh, sakit fanatisitis, sakit koruptisitis (yang ini sudah lebih dari kronis)….
    Makanya semua boleh saja di Indonesia.
    Apakah Indonesia masih Indonesia?
    Apakah kebudayaan Indonesia masih ada?
    Masa manusia disamakan dengan anjing, cacing dsb. Nggak fair terhadap anjing, cacing atau dsb.-nya, kan?!
    Btw: mungkin Lubis dan Baashir bisa menyerukan hal tersebut tanpa konsekuensi karena:
    - yang berwenang berpikiran sama atau sependapat dengan mereka atau
    - kalau bertindak takut pembalasan dendam dari kelompok yang dipimpin dua orang itu.
    Atau? Gimana?
    Salam kenal.

  54. 54 verri4 April 21, 2008 pukul 0:17

    bingung aku mah kalau masalah aturan atau hukum2 yang ada sekarang.
    no comment deh…

    yang jelas hati-hati sama apa yang di posting ini. nanti klo ada yang salah persepdi bisa-bisa kamu yang kena… ^^

  55. 55 rajaiblis April 21, 2008 pukul 7:59

    |Guh|
    hehehehehhehee …
    sesungguhnya iblis itu immortal !

  56. 56 Agiek April 21, 2008 pukul 14:15

    We will wage war against Ahmadiyah! Kill Ahmadiyah! Kill! Kill! Kill! And if they say we are violating human rights, then I say damn human rights.

    yang itu ya guh?

    subhanallah, sepertinya pembubaran FPI sudah tidak bisa ditawar2 lagi.

    BAN FPI BAN FPI, FPI GO TO HELL!!!!
    *esmosi*

  57. 57 itoi anak JAWA METAL April 21, 2008 pukul 22:11

    heheehee……
    bunuh-bunuhan!!
    ini jaman udah gila kali ya!!!!
    gua orang islam tapi gua juga nasionalis!!
    gua cuma pengin ngomong kalau kalian mau ngebunuh presiden, itu sama artinya kalian ngebunuh seluruh keluarga lo!!

    sebejad-bejadnya SBY, itu tetap presiden kita!! entar aja kalu dah ga’ jadi presiden!!!

    BARU GUA BUNUH!!!

    LIAT AJA NTAR!!!! KALAU ADA BERITA SBY MATI ….
    ITU BERARTI YANG NGEBUNUH ADALAH ……

  58. 58 petroek April 22, 2008 pukul 9:47

    cobalah guh anda serukan apa yang anda tulis, saya jamin sebelum anda selesai menutup komputer anda, pasti dah banyak yang kumpul ditempat anda…
    *ikut ngumpul…..*

  59. 59 Mr. Fortynine April 22, 2008 pukul 21:05

    He he he.. Kalau ada yang ngajak. Saya lebih baik membunuh kebodohan dan kemiskinan.

    “SOK BIJAK MODE”

  60. 60 Mr. Fortynine April 22, 2008 pukul 21:07

    He he he.. Kalau ada yang ngajak. Saya lebih baik membunuh kebodohan dan kemiskinan.

    “SOK BIJAK MODE”

  61. 61 qzink666 April 24, 2008 pukul 21:33

    Ga boleh.. Ga boleh saling bunuh-bunuhan.. Akur.. Akuuuurr..
    *tereak-tereak pake megaphone*

  62. 62 joyo Mei 1, 2008 pukul 23:12

    hmmm wilder benar lagi

  63. 63 sufimuda Mei 4, 2008 pukul 22:54

    peace donk ah … :-)

  64. 64 nindityo Mei 5, 2008 pukul 21:16

    jawab : TIDAK BOLEH
    karena yang boleh itu ngajak umatnya, bukan ngajak temannya.
    emang situ punya umat ?!

    kalo situ punya umat, baru BOLEH. itu pun sebatas umatnya.
    ingat ya … umatnya.

    kalo umat NYA lain lagi.. dosa hukumnya kalo membunuh.

    jadi mulai sekarang dipikirkan lagi, kita ini siapa?
    umatnya ato umat NYA ?
    ~~merasa keren udah komen~~

  65. 65 pangonjat Mei 6, 2008 pukul 10:41

    —Kalau dua tokoh diatas boleh melakukan seperti itu tanpa ditangkap, tanpa diberi sanksi apapun, apakah itu berarti anda dan saya juga boleh mengajak orang-orang untuk —

    Marilah kita MEMBUNUH aparat yang seharusnya menangkap atau memberikan sanksi kedua tokoh diatas, tetapi tidak melakukannya.
    Deterrent Effect 1(efek penggentar), mengancam aparat untuk bertindak melaksanakan tugasnya, karena kalau tidak akan kita BUNUH. Det eff 2, kalau aparat sudah sigap bertindak, sobri lubis en bashir dijamin bakalan ngibrit dah…

    @rajaiblis, kalo mau bunuh/ngancam iblis, nonton pilm constantine, disitu keanu reaves, mengancam iblis untuk di dikirim kesorga, he..he…he… iblisnya ketakutan, takut masuk sorga.

  66. 66 radioenak Mei 22, 2008 pukul 14:53

    ngomong kok ra dipikir…agamane nendi?

  67. 67 Rustan Zali Juni 2, 2008 pukul 14:21

    LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  68. 68 Ivan Wangsa C.L. Juni 3, 2008 pukul 16:43

    Ide yang bagus.

    Setuju.

    PS: Silahkan pemerintah, untuk memikirkan kembali posisi plin-plan-nya.

  69. 69 iwankamah Juni 23, 2008 pukul 18:26

    Ini beneran acara keagamaan atau di setting di studio? Kayaknya mirip setting di studio dech. Kalau beneran, pasti orang-orang diatas podium itu ada masalah dengan pribadinya. Biasanya seksual. Kalau seksual terpenuhi dengan baik, Insya Allah orang berpikir dengan jernih.

  70. 70 Anak Bapa Juli 14, 2008 pukul 15:16

    Ahmadiyah = Iblis
    Turis Belatung = Iblis

    Bukankan kita sudah bi ajari oleh Yesus dalam injilnya untuk membunuh/memusnahkan iblis. Tapi Iblis yang dimaksud bukan iblis berupa manusia tapi Iblis yang ada di dalam dirikita. Jadi sebaiknya dilakukan pelarangan untuk turis LN supaya tidak berpakaian seperti “IBLIS”, dan mengajak umat sesat ahmadiyah untuk berdebat dengan umat muslim, karena saya yakin pasti muslimlah yang akan menang. Apabila sudah menang, maka dilalukan rehabilitasi agama. oke coy….

  1. 1 Teroris dan Provokator Beraksi Lagi ! « Diskusi Lepas Dalam Koridor Bebas Lacak balik pada April 19, 2008 pukul 4:03

Tinggalkan Balasan




Arsip