Apakah anda pernah mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan “terlarang” seperti dibawah ini, dan menemukan jawabannya?
- Kenapa gerombolan-gerombolan yang suka mengatasnamakan agama gemar menjatuhkan fatwa sesat? (Madi, Ahmadiya, maupun kepercayaan-kepercayaan nenek moyang kita sering dinistakan dengan mengatasnamakan kepercayaan dan mitos-mitos impor).
- Kenapa setiap kali agama dipertanyakan/didebat maka akan dengan mudah terlontar tuduhan penghujatan, blasphemy, kafir, sesat, antek iblis dan lain sebagainya?
- Kenapa orang bisa percaya begitu saja tanpa bertanya?
- Kenapa kita selalu mudah diadu-domba dengan menggunakan agama, ras maupun golongan?
- Siapa yang diuntungkan dari setiap kekacauan yang terjadi?
- Kenapa MUI, Bashir, Lubis dan gerombolan yang lain bebas bertingkah tapi pemerintah diam saja?
- Pancasila dan UUD diberaki, diinjak-injak tapi SBY dan anakbuahnya tetap juga tidak mau tegas, kenapa?
- Indonesia sedang dipecah belah, tapi kita semua tetap santai seakan tidak terjadi apa-apa, kok bisa?
- Para importir agama itu dulu disambut dengan ramah, setelah berkembang besar jadi kurang ajar. Seenaknya menistakan, mencap kafir, menginjak-injak keyakinan dan kebudayaan nusantara. Mereka seenaknya mencuci otak anak-anak kita untuk mengencingi dan memberaki leluhur dan budayanya sendiri. Makin lama makin seenak jidat bikin ribut dan cari gara-gara, tapi anehnya kita tetap diam saja. Kok bisa?
- Dan mungkin banyak sekali pertanyaan terlarang yang lain…
Kalau belum nemu jawabannya, cobalah tonton film yang judulnya Zeitgeist. Mungkin setelahnya anda akan bisa menjawab sendiri beberapa atau malah semua pertanyaan diatas.
Keberadaan film ini pertamakali saya ketahui dari sebuah diskusi bulanan antara mahasiswa dari beberapa universitas dengan Pak Hamid Kontras yang digelar di NIM. Sayangnya disitu hanya diputar sepotong, cuma part 3 dan itupun tidak lengkap. Katanya karena keterbatasan waktu.
Pulang dari sana langsung saya interogasi Sang Hyang Google Yang Maha Tahu, dan menemukan situs resminya. Disitu disebutkan bahwa film itu memenangkan penghargaan Best Feature Documentary. Dan setelah ditonton, ternyata isinya memang cukup “menyilaukan” bagi mereka yang berkacamata kuda. Untunglah kemarin tidak diputar lengkap. Bakal histeris itu anak-anak mahasiswa. Saya memang beruntung, baru pertama kali hadir langsung nemu film gitu-gituan :P
Jadi silakan download pake bittorent (700an MB) dan dipelototi, bisa rame-rame, bisa juga sambil bugil sendirian di dalam kamar yang terkunci.
Tips menonton:
Stel otak anda ke mode skeptis, jangan langsung menerima semua yang disajikan sebagai kebenaran hanya karena saya yang mempromosikan *bletak*. Silakan simak juga statemen si pembuat film, pahami apa sebenarnya yang dia ingin lakukan. Baca-baca tanya jawab yang ada dan pelajari berbagai referensi yang disertakan.
Seperti layaknya orang berakal, anda harus memperlakukan semua “kebenaran” apapun yang disodorkan seperti ahli emas yang membelah dan membakar emas untuk menguji keasliannya *hiperbolis*. Tapi serius, jangan asal percaya, jangan juga asal ga percaya. Buktikan kalau manusia sejenis anda itu punya akal.
Seperti statemen yang ada disitusnya: “It is my hope that people will not take what is said in the film as the truth, but find out for themselves, for truth is not told, it is realized”
Oks, selamat menonton, nanti setelah menonton bisa dibahas apa yang bisa dan harus kita lakukan untuk Indonesia dan dunia.
700MB Guh? Wes ta donlot…
*komen abis nonton ya*
Langsung menuju
lokalisasiTKP, baru entar balek lagee buwat komen…. ;)Udah nonton…
Bisa jadi sinyalemen itu bener…
***maap, cuman bisa komen segenee…***
Sedang ditorrent, prabu… :P
huwaaa saya ga bisa download pake torent :((
mohon yang dah punya sudi kiranya mengunggah ke indowebster..
Xie xie ;)
… Das Produkt von Papier und gedruckter Tinte, dass wir allgemein das Buch nennen, ist einer der großen sichtbaren Vermittler zwischen dem Geist, und Zeit, und, zeitgeist nachdenkend, dauert solange Erz und Stein …
meluncur ke TKP….
nanti balik lagi untuk komen om guh..
Clocking in at close to two hours’ length *mana sempet :lol: ngak sabar ah nontonnya* jadi ‘apasih’ ini? hihihi gugling ah…
Zeitgeist is a grabby, cranky, can’t-stop-watching-it documentary that purports to tell the real truth about Christianity, 9/11, and the International Bankers.
Oh wow… it’s about the facts and questioning the status quo, eh?
Mungkin karena sudah
tercerahkanterbuka pikirannya bahwa kepercayaan leluhur dan kebudayaan nenek moyang itu sesat adanya. :mrgreen:Btw, kalo dlm kebudayaan Tionghoa mengingkari nenek moyang itu kualat adanya, dan pasti bakal ketimpa azab pedih nan menyiksa. Dari berbagai macam bencana yg telah dialami bangsa ini, apakah itu bisa disebut azab pedih dan menyiksa akibat mengingkari dan menginjak2 kebudayaan leluhur?? entahlah.. :(
Om Teguh, Saya lagi nonton filmnya. Referensi yang aneh…
Emang ya kalo ngomongin tentang SARA dan kontroversinya ga bakalan ada matinya.
700 MB berapa menit Guh downloadnya ?
edan 700 mb?? meninggal gua :(
Sayah jugak ndak nonton lengkap. Kebetulan bisa langsung Fast Forward, nonton bagiyan nyang diinginkeun. Emang jadi ndak sip segh,…
Tapi kalok nonton full 2 jam lebih, bisa gempor jugak. Sayah nyang nonton lompat-lompat selama 40 menit ajah pegel jugak…. :D
berat boooo…
kok film ini tidak di block sama semua negara kristen dan amerika yah? padahal jelas jelas menghina Tuhannya.
mm….
jawaban:
1. karena mereka mayoritas dan emang dari sananya belagi. coba kalo minoritas, paling banter demo saja dan men segregasikan diri dari manusia2 yang mereka pikir sesat.
2. karena ndak pede. sub consciously tapinya. kalo pede berat dan yakin 100% sama iman biasanya akan cuek aja kaya kafilah berlalu. ini pada ndak pede makanya jadi anjing menggonggong. oh ya, anda lupa ‘antek zionis’.. ini favorit saya.
3. orang indonesia? soalnya sudah biasa disuapi, diservis, dilayani sama orang lain/kitab suci/pemerintah jadi otaknya terlalu males utk cari info sendiri.
4. karena itu taktik paling jitu dan sudah terbukti ke efisienannya. pake issue lain, tidak laku.
5. pemerintah dan kaum elit/golongan paling atas dari mayoritas itu. agar masyarakatnya tambah bodoh, tidak mengerti dan gampang diatur.
6. soal mereka itu adalah masuk ke group kedua dari jawaban saya no.5. dan jelas jelas karena antara mereka dan pemerintah ada mutualis symbiosis jadi tidak diapa apakan.
7. soalnya kalo tegas, takut dituduh sebagai antek suharto.
8. baca artikel opini saya yang berjudul ‘wag the dog a la indonesia’ di blog saya atau indonesiamatters.com
9. itu human nature, ingin mendominasi tempat/kota/negara/dunia, ada mereka yang sudah berhasil meng’install’ rem moral untuk hal itu namun importir agama yang teguh bilang ini memang kelakuannya sealiran dengan bush. “kami paling benar, yang tidak ikut kami sesaaaaaaaaaaat!!!” atau, “kalo tidak setuju, bunuuuuuuhhhhh!!!”
dan kita diam saja karena yang moderat (misalnya yang berpikiran mirip JIL tapi tidak mau mengasosiakin diri dengan JIL) takut diban/dikasari/difatwakan sesat. jadi diam saja biar aman.
10. banyak memang, saya punya banyak, tapi saya termasuk yang takut diban/dikasari/difatwakan sesat, juga masih pengen hidup.
*maap, kesumbit prematur :P
Film seperti ini jelas diprotes keras. Terjadi dengan film-filem serupa seperti God Who Wasn’t There atau The Root of All Evil? beberapa waktu lalu. Tapi di negara di mana ia disiarkan, orang-orangnya sepertinya lebih terbuka pada kebebasan berpendapat. :) Makanya ndak diban. :P
dukateuing akh… lieur. bagiku agamaku bagimu agamamu sajah..
Wuih Artikelnya menarik banget!!! Boleh diposting di Blog gue gak? thx ya… pasti gw dunlud deh!
once again..thx beraaaatz
@Joerig, Was meinst du mit diesem Kommentar? Sie sind auf der falschen Channel?
@Arshintadewi, jangan membiasakan diri menelan mentah-mentah hasil analisa orang, apalagi kalau sempat dan mampu menganalisa sendiri :P
@CY, mungkin sekali itu sebabnya. Tapi penjelasan film tersebut arahnya bukan kesana.
@Tukang Obat, sampai selesai atau cuma part i ? :P
@Daeng Limpo, tergantung koneksi, kalo pake dialup bisa seminggu, haha. Sebaiknya minta tolong warnet aja atau temen yang punya koneksi broad.
@mbelgedez, ga ditonton juga ga dosa kok. emang bikin pegel, ga seperti film biasa, film itu cuma ngasih poin2 pikiran yang perlu dibakar lagi dalam kepala.
@rima, hehe. terimakasih ;)
@Kopral Geddoe, kenapa bisa lebih terbuka ya, apa ini masalah kualitas pendidikan?
@Amirmubarak, silakan.
assalamu’alaikum…
lhoooo.
tapi kafir itu bukan tuduhan lho.
itu “gelar” untuk orang yang agamanya selain Islam…
artinya orang yang masih belum “disentuh” Islam.
Dan…
orang Islam yang mengkafirkan orang lain itu perkaranya berat.
nggak boleh seenaknya.
because Rasulullah SAW sendiri nggak pernah bilang…
“kafir lu!! masuk neraka lu!! salah sendiri nggak mau masuk agama gue!!!”
Beliau menyebarkan Islam dengan damai…
saya heran pada umat Islam sekarang, ngakunya cinta Rasulullah SAW tapi selalu pake cara kekerasan dalam mengibarkan Islam.
Makanya Islam dipandang sebelah mata..
So, MULAI SEKARANG… BANGKITLAH Saudara Muslimku!!!
setelah nonton film ini saya makin yakin hanyalah islam yang menjadi solusinya…smua agama yang ada sudah dijelaskan didalam film ini sebagai kebohongan belaka kecuali islam…dan sistem2 ataupun isme isme seperti atheis komunis zionis merupakan keterkaitan dari serangkaian peristiwa tersebut. bank central membangun sistem perekonimian yang menjerat manusia2 sehingga dengan mudah dapat diperbudak…dan sistem ini jelas2 haram dalam islam. islam membangun peradaban yang jauh lebih agung. Muhammad SAW hanyalah seorang nabi dan tidak mempunyai keinginan berkuasa dengan Al-quran yang diturunkan kepadanya. itu hanyalah untuk membangun sebuah sistem sehingga manusia bisa saling menyayangi dan mengasihi…itu terbukti dari kisah hidup rasullah…sederhana dan penyantun. tapi sayang seperti disebutkan dalam film zeitgeist lagi lagi media digunakan oleh sang iblis untuk menyesatkan…dibuatlah skenario sehingga mempertontonkan islam sebagai raksasa yang harus diberantas…hingga ke akar2nya. berupaya mengaburkan islam dengan memolesnya ke dalam liberalisme…moderat. dan membagi kelompok dalam islam sehingga terbentuklah opini tentang islam garis keras..radikal…yang sejatinya mereka adalah muslim dan mukmin yang benar2 ingin menegakkan islam secara utuh…dan mereka inilah orang2 yang mengerti sesungguhnya apa yang terjadi sehingga mereka terus berjuang agar islam mampu menaungi peradaban dunia saat ini yang terus merosot dan meletakkan manusia seperti binatang. JIL…PANCASILA…LIBERAL…KOMUNIS…NASIONALIS adalah sekumpulan dari antek antek zionist dah harus lenyap di indonesia. indonesia tak kan pernah bangkit dengan pancasilanya….PANCASILA BULLSHIT…buatan orang2 yang haus kekuasaan.