Jika itu adalah perintah, maka itu adalah perintah yang mencurigakan. Terlalu banyak pemuka dan penguasa agama sepanjang sejarah yang tidak mengindahkan, kebanyakan mereka yang waras juga melakukan pembiaran setiap kali pemaksaan terjadi.
Jika itu adalah pernyataan, itu adalah pernyataan yang terlalu tidak sesuai dengan kenyataan. Bohong besar yang sebesar-besarnya.
Jika itu adalah pengakuan, maka itu adalah kemunafikan paling menjijikkan sepanjang sejarah manusia.
Untunglah tak ada ajaran agama yang mengajarkan kemunafikan dan membuat kebohongan seperti itu. Kebohongan yang hanya membuktikan bahwa dirinya tidak pernah relevan dengan kehidupan manusia, perlu direvisi atau menjadi kerak tong sampah.
Eh… bener kan ga ada?
*ragu-ragu*
catatan: Posting diatas dibuat terburu-buru, diwarnai semangat aji mumpung, mumpung ada triji. Saya belum memeriksa sebenar atau sekonyol apa posting ini, jadi koreksi dari anda akan sangat mencerahkan ;) Mungkin bisa jadi revisi yang menarik.
Oh iya, sekalian mohon ampun, karena masih sok sibuk diperbudak dunia (urusan perut dan selangkangan). Akismet, komentar dan pertanyaan akan ditindaklanjuti secepatnya setelah memungkinkan.
Walah, ternyata selama ini kalima itu dusta toh. Pantesan aja. *tercerahkan*
Tidak ada paksaan dalam beragama, kok. Tapi kalau berani pilih agama yang tidak disukai para kaum religius, wah, ya, tanggung akibatnya sendiri.
bener kok itu guh. makanya orang yang kaya saya, yang membuang agama disuruh pilih, balik lagi ke agama semula atau dibuang dari keluarga. tidak ada paksaan, semua itu pilihan kita sendiri. :p
Bisa diperluas lagi nggak, Guh :
Tak ada rayuan dalam beragama
Tak ada tipuan dalam beragama
Tak ada kekerasan dalam beragama
.
.
dlsb…
Sepertinya saya sedang hidup di negeri utopia. :|
kalau tidak beragama bole nggak??
Ini sama aja orang yg dpt cerita ttg gajah yg kupingnya lebar, hidungnya panjang, badannya tinggi besar tiba2 dengar cerita dr yg lain kl gajah itu binatang yg matanya kecil. Pastinya dia nolak!
Intinya kl mau bicara, mbok ya informasi yg diterima juga jgn parsial. Apalagi kl discuss-nya jg sm org yg ga tahu. wah, makin kacau aja!
Belajar ngaji dulu deh kl mau kutip kalimat2 dalam agama. Mau menunjunkan kepinteran, malah terlihat keblinger. Bagus ga dikasih teh manis krn disangka lagi mabok :P
Betul itu… memang tidak ada paksaan, buktinya agama sepakbola gak memaksa para penganutnya untuk bangun jam 1 dinihari menyaksikan “ritual” piala Eropa. Para penganut agama bola ini dengan sukarela menyaksikan ritual empat tahun sekali tersebut dengan semangat menggebu-gebu. Tetapi para penganut “aktif” alias pemain bola jangan coba-coba mencampurkan beladiri dengan ajaran sepakbola bisa kena kartu merah. :) :D
@Daeng Limpo
dua tahun sekali, don’t forget piala dunia
Emang ndak ada kok…
Adanya cuma neraka bagi yang tidak menjalankan..
:D
Tidak paksaan dalam beragama. Jadi hanya kalo kita beragama saja maka paksaan hilang. tapi kalo kita ga beragam ya jadinya ada paksaan untuk beragama. :lol:
Memang tidak ada paksaan dalam beragama, tapi ada paksaan tidak boleh membuat produk KW dari (duh kek sparepart HP aja…) agama lain.
Tidak ada dusta dalam provokasi dan indogmakrisi
saya tidak berdusta, om Teguh yang berdusta katanya sedang diperbudak kok mau aja sih diperbudak. orang beragama kan anti perbudakan :)
Sayah makmum sama komen CY ajah degh….
:lol:
***analogi nyang ciamik, KW Duwa….*** :mrgreen:
*buka-buka kitab cari dalil tentang ada atau tidaknya paksaan dalam beragama….*