Dusta: Tak ada paksaan dalam beragama

Jika itu adalah perintah, maka itu adalah perintah yang mencurigakan. Terlalu banyak pemuka dan penguasa agama sepanjang sejarah yang tidak mengindahkan, kebanyakan mereka yang waras juga melakukan pembiaran setiap kali pemaksaan terjadi.

Jika itu adalah pernyataan, itu adalah pernyataan yang terlalu tidak sesuai dengan kenyataan. Bohong besar yang sebesar-besarnya.

Jika itu adalah pengakuan, maka itu adalah kemunafikan paling menjijikkan sepanjang sejarah manusia.

Untunglah tak ada ajaran agama yang mengajarkan kemunafikan dan membuat kebohongan seperti itu. Kebohongan yang hanya membuktikan bahwa dirinya tidak pernah relevan dengan kehidupan manusia, perlu direvisi atau menjadi kerak tong sampah.

Eh… bener kan ga ada?
*ragu-ragu*

catatan: Posting diatas dibuat terburu-buru, diwarnai semangat aji mumpung, mumpung ada triji. Saya belum memeriksa sebenar atau sekonyol apa posting ini, jadi koreksi dari anda akan sangat mencerahkan ;) Mungkin bisa jadi revisi yang menarik.

Oh iya, sekalian mohon ampun, karena masih sok sibuk diperbudak dunia (urusan perut dan selangkangan). Akismet, komentar dan pertanyaan akan ditindaklanjuti secepatnya setelah memungkinkan.

15 Tanggapan ke “Dusta: Tak ada paksaan dalam beragama”


  1. 1 dana Juni 22, 2008 pukul 11:13

    Walah, ternyata selama ini kalima itu dusta toh. Pantesan aja. *tercerahkan*

  2. 2 K. geddoe Juni 22, 2008 pukul 12:21

    Tidak ada paksaan dalam beragama, kok. Tapi kalau berani pilih agama yang tidak disukai para kaum religius, wah, ya, tanggung akibatnya sendiri.

  3. 3 chocoholic Juni 22, 2008 pukul 15:57

    bener kok itu guh. makanya orang yang kaya saya, yang membuang agama disuruh pilih, balik lagi ke agama semula atau dibuang dari keluarga. tidak ada paksaan, semua itu pilihan kita sendiri. :p

  4. 4 goldfriend Juni 22, 2008 pukul 22:30

    Bisa diperluas lagi nggak, Guh :

    Tak ada rayuan dalam beragama
    Tak ada tipuan dalam beragama
    Tak ada kekerasan dalam beragama

    .

    .

    dlsb…

    Sepertinya saya sedang hidup di negeri utopia. :|

  5. 5 ulan Juni 23, 2008 pukul 8:52

    kalau tidak beragama bole nggak??

  6. 6 Joe Juni 23, 2008 pukul 9:49

    Ini sama aja orang yg dpt cerita ttg gajah yg kupingnya lebar, hidungnya panjang, badannya tinggi besar tiba2 dengar cerita dr yg lain kl gajah itu binatang yg matanya kecil. Pastinya dia nolak!

    Intinya kl mau bicara, mbok ya informasi yg diterima juga jgn parsial. Apalagi kl discuss-nya jg sm org yg ga tahu. wah, makin kacau aja!

    Belajar ngaji dulu deh kl mau kutip kalimat2 dalam agama. Mau menunjunkan kepinteran, malah terlihat keblinger. Bagus ga dikasih teh manis krn disangka lagi mabok :P

  7. 7 daeng limpo Juni 23, 2008 pukul 11:00

    Betul itu… memang tidak ada paksaan, buktinya agama sepakbola gak memaksa para penganutnya untuk bangun jam 1 dinihari menyaksikan “ritual” piala Eropa. Para penganut agama bola ini dengan sukarela menyaksikan ritual empat tahun sekali tersebut dengan semangat menggebu-gebu. Tetapi para penganut “aktif” alias pemain bola jangan coba-coba mencampurkan beladiri dengan ajaran sepakbola bisa kena kartu merah. :) :D

  8. 8 Shinte Galeshka Juni 23, 2008 pukul 12:00

    @Daeng Limpo
    dua tahun sekali, don’t forget piala dunia

  9. 9 Nazieb Juni 23, 2008 pukul 17:57

    Emang ndak ada kok…
    Adanya cuma neraka bagi yang tidak menjalankan..
    :D

  10. 10 calonorangtenarsedunia Juni 23, 2008 pukul 19:46

    Tidak paksaan dalam beragama. Jadi hanya kalo kita beragama saja maka paksaan hilang. tapi kalo kita ga beragam ya jadinya ada paksaan untuk beragama. :lol:

  11. 11 CY Juni 24, 2008 pukul 10:23

    Memang tidak ada paksaan dalam beragama, tapi ada paksaan tidak boleh membuat produk KW dari (duh kek sparepart HP aja…) agama lain.

  12. 12 Laporan Juni 24, 2008 pukul 13:05

    Tidak ada dusta dalam provokasi dan indogmakrisi

  13. 13 tukangobatbersahaja Juni 24, 2008 pukul 15:18

    saya tidak berdusta, om Teguh yang berdusta katanya sedang diperbudak kok mau aja sih diperbudak. orang beragama kan anti perbudakan :)

  14. 14 mbelgedez Juni 24, 2008 pukul 20:22

    Sayah makmum sama komen CY ajah degh….

    :lol:

    ***analogi nyang ciamik, KW Duwa….*** :mrgreen:

  15. 15 petroek™ Juni 25, 2008 pukul 9:47

    *buka-buka kitab cari dalil tentang ada atau tidaknya paksaan dalam beragama….*

Tinggalkan Balasan




Arsip