9 Jurus Ampuh Membungkam Aidid Safar

Anda tahu Aidid Safar? Dia adalah penulis buku Mental Bondage In The Name Of God. Sebuah buku yang mengajukan beberapa sudut pandang yang “beda” dalam memahami Islam dengan berpedoman pada Al Quran.

Saya baru membaca PDFnya (dengan sekilas). Menurut saya, walaupun dia menawarkan pemahaman Islam yang lebih damai, yang tanpa terror maupun pemaksaan, tapi efek samping wacana yang ditawarkan sangatlah merugikan para Ulama, terutama yang menuhankan Hadist. Wacana tentang posisi Hadist terhadap Quran, juga tentang ’sepenting apa sih posisi ulama’ dalam memahami pesan-pesan dalam Quran sampai siapa yang harusnya punya otoritas dalam memaksakannya pada manusia dibahas dengan bersandar pada ayat-ayat Qur’an.

Tidak hanya Ulama Islam sedunia, bahkan Kerajaan Saud pun dapat ikut dirugikan. Penjelasan Aidid tentang Ka’bah dan ibadah Haji mungkin saja membuat pembacanya tergerak untuk berhenti membuang uang demi naik haji berulang kali, mungkin jadi hanya sekali saja, atau malah memilih tidak pernah berangkat sama sekali.

Gara-gara internet, wacana-wacana sesat macam itu semakin hari jadi semakin mudah kita akses. Terlalu mudah hingga jadi ancaman bagi keimanan kita. Karena itulah, dengan sedikit bantuan Google yang Lumayan Maha Tahu, saya coba kumpulkan beberapa jurus untuk melindungi Agama, Iman dan Tuhan anda dari hasutan Aidid dan orang-orang sejenisnya.

  1. Katakan bahwa semua yang Aidid sampaikan adalah sampah dan yakinilah pernyataan anda sendiri sebagai kebenaran sejati.
  2. Katakan bahwa dia sebenarnya tidak mengerti Bahasa Arab sedikitpun, kerjanya dia hanya membual saja
  3. Yakini bahwa dia bukan orang Arab, karena itulah dia tidak berhak untuk memahami Qur’an dengan cara baru yang tidak sesuai ajaran Arab.
  4. Jika anda tidak bisa membaca bahasa inggris, bersyukurlah. Jangan belajar bahasa itu. Banyak tulisan yang merusak iman ditulis dalam bahasa Inggris. Jangan biarkan anak anda belajar bahasa Inggris, ajarkan bahasa Arab saja, itupun sebisa mungkin hanya sebatas menyanyikannya, jangan sampai dia tertarik cari tahu apa artinya.
  5. Yakinilah bahwa keyakinan dan pemahaman anda saat ini sudah yang paling benar, tidak mungkin dan tidak akan ada yang lebih benar lagi, karena pemahaman anda sudah yang paling benar sedunia akhirat.
  6. Yakinilah bahwa dia adalah agen kafirisasi yang ditugaskan oleh agama lain untuk merusak Iman. Atau jika Aidid tampak mengkritisi semua agama, maka tuduh lah dia sebagai agen atheis yang dilaknati Tuhan.
  7. Bahasa Arab adalah bahasa yang paling hebat sedunia akhirat. Kadang sebuah kata bisa memiliki banyak makna. Saat Aidid (atau siapapun) menawarkan pemaknaan yang berbeda dari ajaran yang kita terima selama ini, maka yakinilah bahwa dia itu bukan siapa-siapa. Yang berhak memilih makna mana yang diwakili oleh setiap kata hanyalah para Ulama Arab di jaman dahulu. Bukan siapapun di jaman sekarang, apalagi Aidid yang pikirannya ga jelas itu.
  8. Jangan sekali-kali menggunakan akal apalagi menuhankan akal. Kalaupun terpaksa menggunakan, gunakan hanya untuk membela keyakinan anda. Hanya untuk membuat pembenaran. Bagaimanapun, Aidid hanya akal-akalan saja untuk membual dengan mengatasnamakan Quran.
  9. Demi membela agama, baik ad-hominem, fitnah bahkan sampai pembunuhan sekeji apapun telah sering kita halalkan. Tak sepantasnya anda malah ragu dalam hal sepenting ini. Jangan biarkan setan menyelipkan keraguan di hati anda.

Tentu saja masih banyak jurus lain yang bisa diusulkan. Silakan berbagi cara yang menurut anda lebih jitu.

Sekarang saya ucapkan selamat. Anda yang sudah membaca posting ini boleh bersyukur. Jika suatu saat nanti menemukan saya (atau orang lain) membahas isi buku tersebut, anda sudah lebih aman karena telah mengetahui caranya menjaga iman. Jurus-jurus ampuh tersebut juga akan melindungi anda dari wacana-wacana sesat lainnya. Sekali lagi, selamat!

54 Tanggapan ke “9 Jurus Ampuh Membungkam Aidid Safar”


  1. 1 Arshintadewi 2009/03/19 pukul 15:59

    I let it intuitive, eventually ;)

  2. 5 dana 2009/03/19 pukul 22:51

    aha,makasih atas infonya guh. Sepertinya bacaan ini menarik juga.

  3. 7 Abu Geddoe 2009/03/19 pukul 23:12

    Hahahahaha, ini menohok sekali. Memang pembelaan yang mengkritik Pak Safar ini, rasanya ujung-ujungnya bakal seperti itu. Terbaca. :P

  4. 8 chiw 2009/03/20 pukul 00:26

    *berharap postingan ini tidak segera disegel yang berwajib karena mambahayakan orang islam kebanyakan*

  5. 10 ManusiaSuper 2009/03/20 pukul 06:57

    Kenapa pas saya mendunlut versi PSF-nya kecepatan koneksinya cuma 256 bytes/sec???!! Pasti ini pertanda buku ini sesat!! Tidak diberkahi!!

  6. 15 Yari NK 2009/03/20 pukul 09:44

    Kalau saya sih terserah mau percaya apa nggak dengan buku ini. Hak masinhg-masing individu. Nggak maju2 ngeributin masalah ginian terus, baik yang pro maupun yang kontra. Orang lain udah ke bulan, eh ini malah berkutat di domain yang itu2 mulu….. :lol:

    • 16 Guh 2009/03/20 pukul 19:08

      Kalau begitu jangan ragu-ragu pak. Kalau hal seperti ini terasa hanya sebatas “ngeributin”, ya anda harus segera melangkah. Selamat berangkat ke bulan.

      • 17 Yari NK 2009/03/21 pukul 10:31

        Terims banyak. Kalau begitu saya juga menyemangati anda jangan ragu-ragu juga untuk tidak munafik mengatakan “ngeributin” hal2 seperti ini…. Selamat “jalan di tempat”. :lol:

        • 18 Guh 2009/03/26 pukul 11:43

          Terimakasih :)
          Semoga kegiatan jalan ditempat yang ribut ini tidak membuat orang, terutama yang sudah lari sampai bulan merasa terganggu.

          • 19 Yari NK 2009/03/26 pukul 11:52

            Nah… itu dia…. orang2 yang dikatakan “kolot” ternyata kok masih mengganggu orang2 yang sok modern ya?? :lol”

            • 20 Guh 2009/03/27 pukul 18:59

              Kalau prasangka saya sih itu karena ada kepentingan yang terusik pak.
              Orang yang “dikatakan kolot” ini maunya semua orang juga harus sepaham dengan mereka. Pemahaman baru yang dibicarakan oleh para sok moderen ini berbeda dan sulit mereka terima, akhirnya ya diganggu dengan segala macam cara. Mulai dari sekedar menyerang opininya, sampai ngata-ngatain yang punya opini.
              Menurut Pak Yari gimana?

  7. 21 God Fearing 2009/03/20 pukul 12:34

    Pendapat saya bahawa ramai manusia sering hidup dan mempercayai mengikut apa yang telah di definasikan bagi mereka tanpa soalan.

    Saya rasa sudah tiba masa untuk kita bangun dari tidur, dan cuba keluar dari apa yang telah meyeronokan kita selama ini dan kembali menggunakan akal yang selama ini sudah berkarat oleh sebab terlalu lama tidak digerakan.

    “Define do NOT be defined”

    • 22 Guh 2009/03/20 pukul 19:01

      Amin.

      Bagaimanapun, bagi kebanyakan orang, “tidur” itu lebih menyenangkan. Kadang terlalu banyak tahu juga malah menggelisahkan dan kehilangan pegangan. Wajar kalau ada yang dibangunkan terus marah-marah.

      • 23 Yari NK 2009/03/21 pukul 15:28

        Bagaimanapun, bagi kebanyakan orang, “tidur” itu lebih menyenangkan. Kadang terlalu banyak tahu juga malah menggelisahkan dan kehilangan pegangan. Wajar kalau ada yang dibangunkan terus marah-marah.

        Loh… bukannya kedua2nya lagi sama2 tidur?? Yang satu lagi mimpi ingin tidur terus yang satu lagi, lagi mimpi ingin membangunkan yang ingin tidur. Tetapi kedua2nya lagi sama2 tidur dengan mimpi yang sama, hanya saja masing2 peran dalam mimpi tersebut saling antagonistik… Tidak sadar kalau kedua2nya lagi tidur dan sama2 ogah dibangunkan. :lol:

        • 24 Guh 2009/03/26 pukul 11:45

          Jangan-jangan anda benar pak. Lalu gimana cara membangunkan yang efektif? Bagaimana caranya agar “bangun” terlihat menarik bagi yang sedang “tidur”?

          • 25 Yari NK 2009/03/26 pukul 11:55

            Susah sih, kalau otaknya jongkok terus ya sulit…. anda merasakan sendiri dalam mimpi anda kan bagaimana dalam mimpi anda, anda sulit membangunkan orang tidur walaupun itu hanya terjadi dalam mimpi anda. :lol:

            • 26 Guh 2009/03/26 pukul 12:45

              Susah memang. Makanya saya nanya Pak Yari, siapa tahu ada ide. Gimana? Mungkin bisa dijadikan update di blog spektrum.

              • 27 Yari NK 2009/03/26 pukul 14:49

                Namanya saja “Mental Bondage”. Kita tanya saja sama si Aidid Sapar, kan dia dah nulis buku yang anda kagumi, siapa tahu dia punya jawabannya!! :lol:

                • 28 Guh 2009/03/26 pukul 17:53

                  Oooow. Ya sudah. Kirain Pak Yari mau menyampaikan sesuatu sebagai pembanding yang mencerahkan.
                  Tapi jawaban ini juga cukup mencerahkan kok. Terimakasih :)

                  • 29 resa 2009/04/07 pukul 00:33

                    “tidur” bukanlah seni yang sulit, yang au perlukan hanya “terjaga” sepanjang hari untuk dapat melakukannya…
                    dan begitu pula sebaliknya :)

  8. 30 dony 2009/03/20 pukul 13:50

    saya baca dulu aja ah bukunya … baru nanti dikategorikan sesat atau tidak :P

  9. 32 Nazieb 2009/03/21 pukul 03:05

    Buku sesat yang dibaca dengan cara yang sesat, serta dibahas orang-orang sesat..

    Astaga..

  10. 33 godless 2009/03/21 pukul 21:24

    Nice satire, pak Guh :)

    salam kenal dari saya…

  11. 35 848 2009/03/23 pukul 02:29

    Haram !

    Ya Akhi, membaca buku buatan orang kuffar itu sama saja dengan menjadi bagian dari mereka!

    Antum telah menjadi antek zionis israel dan budak amerika, karena antum telah menyebar luaskan fitnah yang dibuat hewan kafir atheis zionis amrika nato uefa dll itu !

    Hapus artikel ini! tutup blog ini! dan kembalilah ke jalan yang benar ya akhi, atau antum akan menjadi orang orang yang merugi!

  12. 37 Rampart 2009/03/25 pukul 14:27

    sememangnya saya mengkagumi semangat saudara untuk mengumpul rational dalam menyangkal penulisan aidid safar ini. menyedari ramai diantara teman saya telah terpengaruh dengan sentuhan halus si aidid ini, mula timbul perasaan risau. soal agama bukan satu tajuk yang bisa dikupas hanya dengan logik akal. namun gaya penulisannya benar-benar dapat mempengaruhi orang yang jahil.

  13. 39 Yari NK 2009/03/27 pukul 04:48

    Yah maklumlah saya sebagai manusia juga punya keterbatasan walaupun dalam keterbatasan saya tersebut saya masih bersyukur karena ternyata masih banyak orang2 yang sangat jauh lebih terbatas lagi dari saya. Lagian saya juga tidak berminat membuat artikel pencerahan model seperti itu. lol.

    • 40 Abu Geddoe 2009/03/27 pukul 05:31

      Wah, sungguh Anda benar-benar berakhlak mulia. :P

      BTW, Anda sudah reply delapan kali, semuanya diakhiri dengan ” :lol: “, padahal emoticon di blog ini dimatikan. :)

      • 41 Yari NK 2009/03/27 pukul 10:19

        Wah…. terims… ternyata benar emoticon ada pilihannya bisa dimatikan atau tidak. Itu karena kekurangtelitian kekurangpedulian saya pada detail menu WP, apalagi yang kurang penting. Tetapi begitu saya berhasil menemukannya semuanya tidak ada masalah lagi dan mudah dimengerti. Tentu berbeda dengan orang2 yang susah belajar…... Sekali lagi terims deh ;)

        Tapi mengenai berakhlak mulia…. hmmm memang saya begitu ya?? :lol: <—– siapa tahu dimasa datang mas Guh menghidupkan emoticonnya lagi (berfikir jangka panjang).

        Syukur deh kalo begitu. Tetapi di dalam nest ini yang dibicarakan adalah masalah ‘tidur atau tidak’ seperti yang pertama kali dilontarkan oleh sang empunya blog. Jadi bagi saya pribadi apakah saya membawa kemuliaan ataupun ketidakmuliaan bukanlah hal yang utama dalam kasus ini…. ;)

        Tapi ya biarin aja deh. Saya juga sudah mulai bosan dengan topik ini. Udah 9 komen sama termasuk komen ini dalam topik ini. Cukup sudah. Tapi insya Allah saya akan kembali jika ada topik2 baru yang lebih menarik di blog ini….. Kasih tahu saya ya mas Guh kalau ada topik baru di blog ini… Sekalian sekali2 main ke blog saya, moso saya sudah sering main ke blog anda, anda belum pernah main sekalipun sih ke blog saya….?? :lol:

        • 42 Guh 2009/03/27 pukul 19:30

          Soal emoticon itu sudah lama sengaja saya matikan. Saya masih kurang nyaman jika banyak kepala-kepala kecil bertebaran dalam posting.

          Untuk selalu dapat pemberitahuan tiap kali ada posting terbaru, bisa subscribe RSSnya kalau anda pakai RSS Reader, atau bisa juga saya beritahu anda lewat email tiap kali publish yang baru, masukkan daftarkan saja email anda ke sini.

          Sebenarnya saya sudah beberapa kali main kesitu, juga sudah baca beberapa spektrum pemikiran Bapak. Kalau belum komentar ya memang belum punya komentar yang saya rasa layak dipajang disana. Saya takut kalau asal tulis ditempat orang lain bukan hanya mempermalukan diri, tapi yang punya rumah juga merasa dikotori.

      • 43 Guh 2009/03/27 pukul 19:13

        Wah, ini lagi, Wak Abu, bagaimana mungkin anda menganggap seseorang memiliki ahlak mulia hanya dari jumlah LOL yang dituliskan? Bisa saja itu signatur.

        *mulai merasa aneh, komentar sebanyak ini tapi jarang yang menyumbang jurus baru*

    • 44 Guh 2009/03/27 pukul 19:06

      Seterbatas-terbatasnya manusia, masih ada yang lebih terbatas.

      Saya setuju 100% Pak. Kita memang harus selalu bersyukur. :)

  14. 45 Yari NK 2009/03/27 pukul 05:23

    Wah… aturan komen di atas ada di nest-nya GodFearing. Maklum I’m only human. :lol:

  15. 46 848 2009/03/27 pukul 15:10

    Ana itu kamu, Akhi itu kucing tetangga saya sedangkan Antum itu tiang jemuran di samping rumah saia … jadi saia ngomong sama Ente ( sapi piaraan tante saia )

  16. 50 resa 2009/04/07 pukul 01:01

    saya sangat awam dalam urusan religi. tapi yang saya tahu dan yang saya yakini bahwa agama kita memerintahkan kita untuk belajar, dimana umat seperti Aidid adalah ujian buat kita. jika kita menghindari pemikiran2 aidit dengan alasan takut iman jeblok, lalu kapan kita “naik kelas”? jika kita menutup mata dan telinga terhadap kekeliruan, maka siapa yang akan meluruskannya? saya rasa jurus yang ke sepuluh mestinya cari tau lebih banyak! sebab ilmu dapat mempertebal iman dan ilmu menghindarkan kita pada pemutlakan yang dapat membutakan empati dan refleksi. saya masih percaya bahwa doktrin = pembodohan sehingga saya selalu berusaha memahami agama lebih dari sekedar doktrin.
    selebihnya saya mohon bimbingan mas Guh…

  17. 51 g o b e r 2009/04/11 pukul 10:34

    Satiiiiir…. :) Well done ! :D

  18. 52 Truthse3ker 2009/07/12 pukul 15:06

    emm.. ini benar2 saran anda atau sindiran belaka?

    kalau saya liat dari poin2nya, emang hal seperti inilah yang suka dilakukan oleh mereka yang malas berpikir dan terjebak cult syndrome..

    cukup katakan, kafir, murtad, darahmu halal bagiku!!! maka persoalan beres, kenapa? karena tak perlu berpikir, mudah kan..

    sekian..

    • 53 deep 2009/08/03 pukul 15:15

      Jurus tambahan:
      Butakan mata, tuli-kan telinga, matikan nalar.
      Pasti selamat dari pengaruh Aidid Safar.

      Hanya yang takut roboh yang ga berani singgungan.

  19. 54 Agus Suhanto 2009/08/22 pukul 15:10

    hai,
    saya Agus Suhanto, tulisan yg menarik :) … lam kenal yee


Tinggalkan Balasan