Kebohongankah?

Jika saya bersaksi bahwa sesuatu adalah Tuhan, padahal saya tidak menyaksikan sendiri, tidak tahu pasti, hanya mengira-ngira saja berdasarkan katanya orang lain… Menurut anda, apakah saya sedang berbohong?

27 Tanggapan ke “Kebohongankah?”


  1. 1 sitijenang 2009/04/09 pukul 00:09

    yg pasti tidak jujur.

  2. 6 dana 2009/04/09 pukul 09:23

    setuju dengan sitijenang, itu namanya tidak jujur.

  3. 7 Abu Geddoe 2009/04/09 pukul 18:27

    Sebetulnya belum tentu berbohong. Bisa jadi cuma… sotoy. :)

  4. 8 jil 2009/04/09 pukul 23:27

    mmmhh…katanya sih bohong…:p

  5. 10 almascatie 2009/04/10 pukul 01:12

    “sesuatu” intu tuhan.. pasti berbohong
    karena katanya tuhan itu bukan sesuatu.
    *ngumpet*

  6. 12 Tyka Ndutyke 2009/04/10 pukul 18:18

    ng….
    nggak ngerti :(

  7. 14 chiw 2009/04/10 pukul 23:48

    Guh, kamu lupa teori kita rupanya!
    sesuatu, walopun nggak ada sekalipun, kalo tiap hari dijejalkan kedalam pikiran, lama lama ya JADI ada kan?

    jadi, anggep saja nggak nyadar udah boong… :D


    dah diedit sesuai request

    • 15 Guh 2009/04/10 pukul 23:59

      Masih kok Siw, seperti katanya siapa itu orang jerman, kebohongan kalau diulang-ulang terus, lama-lama jadi kebenaran. Iya kan?

      Sebenarnya di posting ini saya cuma ingin tahu pendapat pembaca, bagaimana orang melihat prilaku ini, sebagai aksi bohong, atau sotoy (seperti kata kapten Geddoe), atau apa…

      • 16 chiw 2009/04/11 pukul 00:03

        ya itu tadi, mungkin dia ngga nyadar, atau ngerasa nggak ada pilihan lain, atau untuk mempertahankan status anak, dll. banyak ya? :D

        intinya : boong!

  8. 17 g o b e r 2009/04/11 pukul 10:25

    berarti itu kesaksian palsu.. yang melakukan namanya saksi palsu..

  9. 19 Emanuel Setio Dewo 2009/04/12 pukul 17:27

    Ya tidak bisa bersaksi. Lha wong bukan saksi kok!

  10. 21 Yari NK 2009/04/30 pukul 10:34

    Masih mendingan deh…. daripada andaikan dibohongi pemilik blog “ini”. Dibohongi kok sama pemilik blog “ini”, nggak elit banget. :lol:

    • 22 Guh 2009/05/01 pukul 20:27

      kalo saya sih pilih tidak dibohongi sama sekali Pak. Juga tidak membohongi.

      • 23 Yari NK 2009/05/06 pukul 16:16

        Maksud saya…. kalau saya pribadi, membohongi diri sendiri ya tidak apa2, asal jangan memaksakan kebohongan itu pada orang lain. Andaikan saya merasa terbohongi kan yang merasa rugi saya sendiri. Tetapi yang jelas, saya sih nggak akan mau dibohongi oleh orang2 yang kualitasnya jelas2an yah begitulah… apalagi untuk hal2 yang nggak perlu…. **saya tidak menunjuk siapa2 lho** :lol:

        • 24 Guh 2009/05/09 pukul 18:29

          Bener pak, selama kita tak memaksakan pada orang lain, tentu tidak akan jadi masalah.
          Tapi nyatanya, banyak orang yang sedang membohongi diri, memaksakan kebohongan itu pada orang-orang lain. Padahal kebohongannya juga “nggak perlu2 amat”. Gimana tuh Pak menghadapi orang-orang kayak gitu? Apalagi mereka ini biasanya senang sekali melecehkan orang lain, menganggap kualitasnya dirinya pasti lebih baik dan karenanya berhak memaksakan kebohongan.

          **saya tidak menunjuk siapa2 lho** :lol:

          Hehe, tenang pak, jangan kuatir. Semua juga tahu yang anda maksud itu siapa. Saya juga suka gitu kalo sedang ingin meledek diri sendiri :)

  11. 25 R.M ARIEF Lelanang ing Jagad 2009/05/04 pukul 03:19

    Menurut saya sodara tidak berbohong, hanya meneruskan “gosip.”
    Kalaupun sodara mencari faktanya, pasti susah! Soalnya fakta itu sudah terpendam begitu dalam oleh waktu.

    • 26 Guh 2009/05/09 pukul 18:18

      mungkin terpendam, atau mungkin memang tak pernah ada?

      • 27 R.M ARIEF Lelanang ing Jagad 2009/05/11 pukul 18:37

        Soal “…tidak pernah ada…” saya tidak sependapat dengan sodara. Dengan pernyataan seperti itu saya yakin akan menutup karier pencarian kita akan fakta.
        Yang saya lakukan sekarang dan seterusnya adalah menerima “gosip” tersebut sebagai suatu hal yang benar, tetapi tidak mutlak benar.
        Untuk membuktikan kebenarannya kita harus melakukan hal yang susah (menggali fakta) selama kita hidup didunia.


Tinggalkan Balasan