Jika saya bersaksi bahwa sesuatu adalah Tuhan, padahal saya tidak menyaksikan sendiri, tidak tahu pasti, hanya mengira-ngira saja berdasarkan katanya orang lain… Menurut anda, apakah saya sedang berbohong?
Kebohongankah?
Diterbitkan 2009/04/08 kegilaan , spiritual 27 CommentsTags: bohong, kesaksian, tuhan

yg pasti tidak jujur.
*mengamini*
bohong !
Pembenaran ganda
maksutnya?
setuju dengan sitijenang, itu namanya tidak jujur.
Sebetulnya belum tentu berbohong. Bisa jadi cuma… sotoy. :)
mmmhh…katanya sih bohong…:p
KATANYA! hehe
“sesuatu” intu tuhan.. pasti berbohong
karena katanya tuhan itu bukan sesuatu.
*ngumpet*
hehe, lagi-lagi “katanya”. Mantabs
ng….
nggak ngerti :(
gpp, jangan dipaksakan :)
Guh, kamu lupa teori kita rupanya!
sesuatu, walopun nggak ada sekalipun, kalo tiap hari dijejalkan kedalam pikiran, lama lama ya JADI ada kan?
jadi, anggep saja nggak nyadar udah boong… :D
—
dah diedit sesuai request
Masih kok Siw, seperti katanya siapa itu orang jerman, kebohongan kalau diulang-ulang terus, lama-lama jadi kebenaran. Iya kan?
Sebenarnya di posting ini saya cuma ingin tahu pendapat pembaca, bagaimana orang melihat prilaku ini, sebagai aksi bohong, atau sotoy (seperti kata kapten Geddoe), atau apa…
ya itu tadi, mungkin dia ngga nyadar, atau ngerasa nggak ada pilihan lain, atau untuk mempertahankan status anak, dll. banyak ya? :D
intinya : boong!
berarti itu kesaksian palsu.. yang melakukan namanya saksi palsu..
akankah saya dihukum karena jadi saksi palsu? :P
Ya tidak bisa bersaksi. Lha wong bukan saksi kok!
Tapi nyatanya bisa Mas. Saya bersaksi bla bla blah… Maksudnya bisa mengaku bersaksi.
Masih mendingan deh…. daripada
andaikandibohongi pemilik blog “ini”. Dibohongi kok sama pemilik blog “ini”, nggak elit banget. :lol:kalo saya sih pilih tidak dibohongi sama sekali Pak. Juga tidak membohongi.
Maksud saya…. kalau saya pribadi, membohongi diri sendiri ya tidak apa2, asal jangan memaksakan kebohongan itu pada orang lain. Andaikan saya merasa terbohongi kan yang merasa rugi saya sendiri. Tetapi yang jelas, saya sih nggak akan mau dibohongi oleh orang2 yang kualitasnya jelas2an yah begitulah… apalagi untuk hal2 yang nggak perlu…. **saya tidak menunjuk siapa2 lho** :lol:
Bener pak, selama kita tak memaksakan pada orang lain, tentu tidak akan jadi masalah.
Tapi nyatanya, banyak orang yang sedang membohongi diri, memaksakan kebohongan itu pada orang-orang lain. Padahal kebohongannya juga “nggak perlu2 amat”. Gimana tuh Pak menghadapi orang-orang kayak gitu? Apalagi mereka ini biasanya senang sekali melecehkan orang lain, menganggap kualitasnya dirinya pasti lebih baik dan karenanya berhak memaksakan kebohongan.
Hehe, tenang pak, jangan kuatir. Semua juga tahu yang anda maksud itu siapa. Saya juga suka gitu kalo sedang ingin meledek diri sendiri :)
Menurut saya sodara tidak berbohong, hanya meneruskan “gosip.”
Kalaupun sodara mencari faktanya, pasti susah! Soalnya fakta itu sudah terpendam begitu dalam oleh waktu.
mungkin terpendam, atau mungkin memang tak pernah ada?
Soal “…tidak pernah ada…” saya tidak sependapat dengan sodara. Dengan pernyataan seperti itu saya yakin akan menutup karier pencarian kita akan fakta.
Yang saya lakukan sekarang dan seterusnya adalah menerima “gosip” tersebut sebagai suatu hal yang benar, tetapi tidak mutlak benar.
Untuk membuktikan kebenarannya kita harus melakukan hal yang susah (menggali fakta) selama kita hidup didunia.