Wahai pejantan nan gagah perkasa,
Dindamu itu bukan sekedar bagasi,
Wujud seksi itu adalah manusia.
Seperti dirimu, diapun layak dihormati.
Wahai betina seksi nan mengundang berahi,
selaput daramu bukan satu-satunya yang berharga,
kepalamu yang konon isinya otak pun pantas dilindungi.
Tak perlu ancaman tilang dari aparat gila,
cinta menyediakan helm ter-aman yang bisa terbeli.
Pria yang punya selera, punya hormat untuk setiap kepala.
- – - – - – - – -
Agustus 2009
Dari seseorang yang belum menemukan cinta partner untuk seks
Ditulis setelah berjuang menyingkirkan iri dengki keki
Untuk para keparat yang bermesraan di atas motor, tanpa helm.
Direvisi 6 September setelah membaca sebuah pencerahan


Curcol buang-get, ho ho ho….
BTW, yang begini banyak di Banjarbaru, berenteng di jalan yang dipasangi plang “Zona Tertib Berlalu-Lintas”…
Apakah itu boleh diartikan bahwa banyak orang di Banjarbaru tidak menghargai kepalanya sendiri?
Kalau benar begitu, lantas bagaimana mereka mau menghargai lingkungan? Hutan-hutan ditebangipun mungkin akan terus diam.
*kaburpura-puratarawih*
katanya dosa besar ya, kalo ketawa atas “kepedihan” orang lain.. tp kalo aku bilang gak ngakak ngejengkang baca nih tulisan, tambah dosa lagi aku, karena bohong.
wakakakakaka…
oiya mas guh… saia punya tebakan… seandainya tuh pasangan check in, seandainya ya… ketika gambar di atas diambil, mereka mau atau udah balik dari check in itu?
Dosa atau tidak, tertawa itu tetap sehat Bang.
Saya memilih tidak menjawab tebakan amoril ituh. Bisa saja mereka pulang dari pengajian ustat saipudin, atau bisa saja yang didalam tas itu adalah bom, siapa tahu.
Tebakan lagi, kira-kira seandainya mereka check-in, pake “helm” apa nggak ya? :twisted:
Sepertinya dugaan @Nesia dibawah masuk akal. Kalau yang isinya otak saja tak diperhatikan, apalagi yang isinya cuma sperma :P
@Amd.
Wakakakaka… Diliat dari fakta bahwa kepala yg lebih penting jg kaga dikasi helm, sulit membayangkan dia akan memikirkan helm buat kepala yg satu lagi. Wakakakaka…
Soal tebakan saya ada clue. Konon sebelum check in, yg (sok) mesra tuh si cowok, ceweknya ogah2an. Pulang dari sana, sebaliknya…
*sebelumnya mohon izin sama tuan rumah*
huahahahaha! om nesia kocak sekaleeeeeee!!! punyak hati tak? pacaran ama teguh gih. kali2 dia nemu hatinya di dikaw.
sek, sing penting hati to guh?
Hati hanya untuk mereka yang mengenal cinta :))
*menghakimi komentar pito*
kek barang aje tu anak,,, Kenapa gak di buat aje ” BARANG MURAH OI…….” DI belakang bagasinya…
Kamu itu kalo nggak kepala divisi marketingnya toko helm atau perusahaan helm pasti kepala polisi lalu lintas :)
Seingatku masalah helm ini rajin kamu bahas ya? He he he
seingat saya malah baru kali ini pak :-?
Hahaha… “rasa iri dengki keki…”
Jangan keseringan ya? Ngga sehat loh!
Iya, itu tolol dan sangat tidak sehat. Sudah disingkirkan kok :))
*liat deretan komen*
komennya cowok semua ya..
errr..ada mbak pito deng :mrgreen:
kesadaran pakai helm memang masih agak susah ya. walaupun pakai helm, kebanyakan krn takut polisi bukan krn keselamatan. tapi skrg helm batok (yg ga safety itu) udah dilarang dan musti diganti sama helm yang lebih safety (helm tertutup yang seperti dipakai mas-mas di foto itu).
sy suka pakai helm walaupun naik motor jarak dekat (seneng bgt naik motor apalagi dijalan pasopati!), rasanya tenang aja klo pake helm, lumayan buat nutupin mata dan muka juga biar ga kena debu, hehe
btw btw..itu yang memfoto gambarnya mas guh sendiri ya?
sepertinya motonya dri mobil ya? atau bukan?
keren, kok bisa jelas gitu pdhl lagi bergerak. ga goyang2 gitu hasil gambarnya..keren !
iya mbak, dengan helm full face muka jadi tidak terlalu dekil.
Foto dari hp, tidak terlalu blur karena cahayanya saat itu memang cukup terang. Terimakasih :)
komen saya ga ada ? :(
udah panjang2 ituuuu kena akismet kah? :(
hiks
komentar sebelumnnya tak pernah nyangkut di akismet kok, mungkin browsernya yang bermasalah, coba ganti pakai firefox. Atau pakai FLOCK, sepertinya girly dan “gaul” banget.
Jadi ingat pernah posting begini juga, waktu menasehati ABEGE cewe anak tetangga yang nanyain pendapat tentang pacar barunya…
Saya bilang “Bagaimana kamu bisa percaya dia sayang kamu kalau sama kepalanya saja dia ga sayang?”
Saya pernah baca juga tulisan itu entah kapan. Banyak orang bilang sayang tapi prilakunya tidak mencerminkan perkataannya. Semoga kita tidak termasuk yang terbukti munafik :P