Terlalu Dewasa Untuk Memuja Kelamin
Kapan nih kita ketemuan? Udah lama tidak memuja kelamin bareng-bareng..
Bukankah kita sudah terlalu dewasa untuk itu?
Terlalu dewasa untuk memuja kelamin? Lu masih normal kan?
Ya masih. Tapi kita sudah dewasa, memuja-muja itu kan bagi mereka yang belum cukup umur.
Maksud lu?
5 Pertanyaan Tentang Ulama dan Pesan Sponsor
- Jika saya adalah seorang kapitalis bukan yahudi yang kaya raya dari jualan barang adiktif yang merusak kesehatan, bagaimana hukumnya itu kekayaan yang saya miliki, halal atau haram?
- Bolehkah atau pantaskah jika sebagian kekayaan itu digunakan untuk mensponsori kegiatan dakwah agama?
- Jika boleh, bolehkah saya menyumbang agama dengan uang hasil jualan narkoba, atau hasil korupsi?
- Apa pantas ulama yang baik mempromosikan sebuah brand yang cari uang dengan menjual produk yang merusak kesehatan?
- Kalau tidak secara langsung gimana hukum dan etikanya? Misalnya saya punya pabrik candu merek PUTAWALAH yang terkenal ke seantero jagat sebagai pabrik candu paling nasionalis karena paling banyak mempekerjakan kaum miskin sebagai kuli (sekaligus sebagai konsumen setia). Semua orang tahu kalau Putawalah pabrik candu, otak masyarakat sudah mengasosiasikan kata Putawalah = Candu surgawi. Nah, suatu hari saya bikin “PUTAWALAH Foundation” yang saya akui tak punya kaitan sama sekali dengan pabrik candu. Kegiatannya bagi-bagi beasiswa dan menyeponsori berbagai kegiatan termasuk agama. Entah kenapa, kata “Putawalah” sengaja saya tulis lebih mencolok di setiap penampilan, padahal saya tulus ndak niat iklan sama sekali. Nah, jika saya ingin iklankan yayasan saya itu di rumah ulama, hukumnya gimana? Apakah ulama yang baik akan merestuinya? Bukankah itu sama saja mempromosikan brand PUTAWALAH secara terselubung dan mendukung kelestariannya?
Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya berawal dari bisingnya masjid.
Lho, kok bisa?
Jadi ceritanya sore tadi, seperti biasa saya terganggu oleh ritual TOA sebelum magrib. Saat itu beberapa orang di beberapa masjid yang berbeda tapi lokasinya berdekatan, dengan sengaja dan bersama-sama melawan anjuran Quran 7:55 dan 7:205, mereka justru melakukan kebalikan dari apa yang dianjurkan: Memamerkan puja-puji terhadap Allah secara sangat berlebih-lebihan, dengan TOA yang disetel keras sekali sampai mengganggu warga sekitar.
Terpikir untuk untuk mengadukan masalah itu pada MUI.
Sialnya, walau sekarang sudah tahun 2012, situs Majelis Ulama Indonesia belum mau menyediakan halaman tanya jawab… yang bisa dimanfaatkan umat untuk bertanya. Masih khas ulama jadul, satu arah, cuma ingin didengar tanpa mendengar. Yang terkesan si begitu, hehe.
Lalu saya ingat almarhum Gus Dur, saya ingat dulu jaman beliau jadi presiden berani gelar open house dan merakyat banget, berani dengar keluhan dan pertanyaan dari rakyat. Konon beliau pemimpin NU, nah, mungkin situsnya NU juga lebih merakyat dan lebih dekat dengan umat.
Lagi-lagi saya sial, tidak ada juga halaman untuk umat mengajukan pertanyaan. Bahkan ketika saya memaksakan diri untuk titip pertanyaan di artikel “Hukum Bersetubuh Bersama-sama”, hasilnya cuma tampilan “parsel error” dan pertanyaanpun gagal diajukan.
Cari-mencari, akhirnya saya melihat ke bagian header dan JREEENGG!!!
Tampaklah itu Djarum Foundation iklan banget di header situs ulama. Dan muncul deh pertanyaan-pertanyaan seperti barusan.
Karena tidak menemukan tempat bertanya, akhirnya saya tulis saja semua pertanyaan itu di sini. Cuma bertanya lho, tidak usah tersinggung, apalagi menuntut saya dengan hukuman seumur hidup karena pencemaran nama baik.
Semoga pertanyaan-pertanyaan tersebut bermanfaat dan dapat terjawab, sehingga dapat membantu meningkatkan daya kritis umat, agar tidak terlalu mudah dibodohi oleh pihak-pihak yang sangat berorientasi profit hingga bersedia mengorbankan apapun demi duit..
Amin.
Jadi sekarang kita harus mengadu kemana nih soal penyalahgunaan TOA?
Orang Kaya, Gengsi dan Teknologi Primitif yang boros BBM
Menganggap boros tidaknya sebuah kendaraan tentu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kewajaran setempat. Di tempat yang rata-rata kendaraan dapat menempuh 10-14 Km hanya dengan 1 Liter, maka kendaraan yang hanya mampu 6-8 Km per liter itu termasuk teknologi primitif kurang ajar yang sudah ketinggalan zaman.
Sebaliknya, 2 km per liter akan dianggap wajar oleh mereka yang hobi guling-gulingan di comberan pakai jeep super mahal…. Tapi soal itu tak ingin saya mengomentari, kelakuan macam itu sudah di luar nalar saya. Yang saya perhatikan itu mereka yang berkeliaran di jalanan umum itu lho…. Apa tak ada cara lain yang lebih cerdas untuk pamer kekayaan?
“Mobil aing kumaha aing lah, gw mampu beli bbm kok, kenapa lu usil? Ga usah pasang muka miskin deh, dasar lu miskin lahir batin!!”
BBM itu harganya semakin tinggi karena stoknya semakin langka, sedangkan yang butuh makin banyak, betul? Nah, aksi buang-buang BBM sekedar untuk pamer kekayaan itu bukankah justru membuatnya semakin langka dan semakin cepat habis? Yang mampu beli mungkin tak masalah, tapi yang kantongnya tipis?
“Ya salahnya kenapa miskin. Pasti malas belajar, malas kerja keras dan malas berdoa. Iya kan? Dasar miskin nyusahin”
Justru itu, orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin semakin miskin karena akses terhadap energi yang penuh ketidakadilan. Ketika si kaya semena-mena buang BBM untuk pamer kekayaan, itu ikut membuat BBM semakin langka, semakin mahal dan semakin tidak terjangkau oleh si miskin.
Ya orang miskin juga tidak ada gunanya kalau terlalu banyak. Cuma bikin rusuh saja kan? Biar saja semakin miskin dan sekalian mati kelaparan. Biar jumlahnya tak kelewat banyak.
Wow, jahat sekali. Tapi walaupun Anda sejahat itu, janganlah terlalu eksplisit dalam mendukung pemiskinan, tidak perlu pamer kekayaan dengan buang-buang bensin di jalanan.
Kenapa tidak? Toh miskin-miskin itu tak ada yang sadar waktu gw foya-foya menghamburkan bbm di depan muka-muka miskin mereka.
Karena Anda lebih pintar, lebih beretika dan lebih berpendidikan dari mereka? Lagi pula, cukup sedikit provokasi untuk menyadarkan orang miskin bahwa kendaraan boros Anda layak dibakar karena dianggap menghina dan mendukung aksi pemiskinan.
Hmm, tiba-tiba saya merasa perlu cari kendaraan yang lebih canggih dan efisien.
Tentu saja. Sebagai orang kaya yang berpendidikan, Anda bisa pamer kekayaan tanpa mendukung pelangkaan bbm maupun pemiskinan. Sudah banyak kok mobil lumayan mewah, sangat nyaman dan sangat irit.
Ada saran? Merk dan seri apa gitu yang bisa saya beli sore ini?
Ya gunakanlah kekayaan Anda untuk riset sedikit demi menjawab pertanyaan itu. Jangan seperti orang miskin informasi lah.
Eh, tapi itu di jalan juga banyak muka miskin berkeliaran naik motor yang super boros BBM. Gimana tuh?
Ya itu lah, mereka bukan cuma muka yang miskin, pendidikan dan kebijaksanaan juga masih miskin. Mereka ingin gaya-gayaan tapi ilmu tak cukup, akhirnya ditipu mentah-mentah oleh produsen-produsen yang jualan mesin primitif tapi berpenampilan menawan. Orang yang sudah kaya seperti Anda harusnya mampu berpikir secara lebih cerdas, tidak perlu jatuh ke dalam tipuan yang sama.
Itu lah tu. Coba lihat iklan motor. Cewe cantik dan homo ganteng lah dipajang-pajang, istilah-istilah pseudoteknis lah diuntir-untir. Padahal cukup pamer max speed, max power dan berapa km/liter bbm yang diperlukan dalam menikmati semua itu.
Benar, selain handling dan kenyamanan yang harusnya dipamerkan lewat test drive. Dan penampilan juga penting sih, walau bukan terpenting.
Habis orang miskin mau membanggakan apa lagi kalau bukan penampilan? Uang, pendidikan, kebijaksanaan, karya? Kan miskin. Lagian kalau orang kaya beneran ga mungkin lah tergoda untuk pamer-pamer. Yang butuh pamer kan yang masih butuh pencitraan biar laku jual diri atau yang masih kuatir soal masa depan. Yang sudah kaya bakal terlalu sibuk berkarya, bukan cuma bekerja atau jual diri.
Kurang ajar, kamu nyindir eh?!?!
Bukan gitu, maksud saya, kasih contoh lah. Jangan cuma kaya di duit, tapi juga kaya di kebijaksanaan dan kecerdikan. Jadilah teladan. Kalau semua orang sekaya Anda berhenti beli mesin-mesin primitif yang boros bbm, produsen dan penjual juga akan terpaksa mengembangkan teknologi agar lebih efisien.
Bandingkan dengan teknologi komputer, 3 juta perak beberapa tahun lalu cuma bisa beli komputer secepat 33 MHz, sekarang dengan rupiah yang sama kita bisa dapat lebih dari 2000 Mhz, multi-core pula. Tapi teknologi mesin dari merk-merk terkenal itu, apa yang mereka capai? Sebenarnya mereka itu jualan mesin canggih apa cuma jualan gengsi yang ilusif?
“Hmm… persuasif. Baiklah, sebagai orang kaya kita sebaiknya memang punya kelakuan yang berbeda dari orang miskin. Mari kita jadi contoh dan teladan yang baik”
Hoho, setuju banget gan!.
Btw, penonton, pakai kendaraan boros atau irit? Seliter berapa meter? Pakai merk dan tipe apa? Ngerasa miskin atau kaya? Kelakuan gimana? Hehe.
Dakwah Jumat: 4 Penyebab Rumah Ibadah jadi KORUP
Tadinya saya ingin menulis tentang langkah berani para anggota dewan perwakilan yang mulai ngeblog. Tapi karena blog mereka masih saja kosong (sekosong apa hayo?), maka saya yang religius, berbau agama dan memancarkan cahaya iman ini memilih topik lain yang lebih bermanfaat untuk umat di hari jumat. Sebuah dakwah.
Dan inilah dakwah Jumat kali ini: Baca Lanjutannya…
Awas Bahaya Rumah Ibadah Hasil Korupsi
Banyak agama mengaku ingin menciptakan manusia yang perilakunya membawa kebaikan bagi sesama maupun lingkungannya secara menyeluruh. Rumah-rumah ibadah dibangun (mestinya) juga untuk memudahkan tercapainya tujuan tersebut.
Tapi apakah proses pembangunannya bebas dari aksi korupsi?
Uang yang dipakai membangun, mungkinkah sumbangan dari koruptor? Perijinan untuk membangun, mungkinkah memalsukan persyaratan, atau malah tanpa ijin sama sekali? Tanah yang dipakai, mungkinkah menindas batas hak orang lain? Gangguan yang ditimbulkan ketika maupun setelah pembangunan, mungkinkah mengkorupsi kenyamanan dan ketenangan warga sekitar? Teliti dan waspadai karena setan korupsi selalu datang dengan langkah-langkah kecil untuk menyelinap dari berbagai sisi.
Kita harus selalu peduli karena berbagai akibat yang sangat mengerikan dapat mun Baca Lanjutannya…
Hasil ikut #visitDPD
Hasil dari membuat tulisan “Menuju DPD yang Eksis dan Bermanfaat“:
- Bertemu langsung dan berjabat tangan dengan orang-orang yang katanya mewakili kepentingan saya, Anda dan seluruh rakyat Indonesia.
- Bertemu langsung dengan Ibu Ira K yang cerdas, cerdik, seksi dan wangi.
- Menginap 2 malam di hotel
yang sangat mewah. - Bisa makan seperti babi, puaaaass bangeettt. Mau apa aja bisa sebanyak apapun, all you can eat. (Untungnya saya vegan wannabe yang menghindari daging dan telur).
- Dapat amplop Rp 710.000
- Dapat beberapa souvenir berupa kaos, kalender, jam meja, mouse pad, gantungan kunci plus sebuah buku tebal banget, semacam otobiografi dari seseorang yang tampaknya penting. (becanda Pak!).
- Tercerahkan, jadi tahu kalau ternyata di dunia ini ada orang secantik dan sengangeni ms N.
Kritik (mungkin saja diwarnai kedengkian Baca Lanjutannya…
