<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk Guhpraset</title>
	<atom:link href="http://guhpraset.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guhpraset.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 17:14:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Komentar di Jangan Ragu Untuk Mutusin Pacar oleh KOKO</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/09/jangan-ragu-untuk-mutusin-pacar/#comment-4117</link>
		<dc:creator>KOKO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 11:28:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=175#comment-4117</guid>
		<description>Dapatkan strategi teruji untuk mendapatkan cewek cantik yang revolusioner: professional, mendalam, hemat, berbeda, modern, tidak cengeng, apalagi sampai ngemis-ngemis. Artikel diupdate terus tiap minggunya untuk Anda, orisinil, dan pastinya... gratis. 

MAU?

&lt;a href="http://www.wazzupbro.com" rel="nofollow"&gt;www.WazzupBro.com&lt;/a&gt;

Kami Ada untuk Membantu Anda
Selamatkan Kaum Pria dari Derita Jomblo!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dapatkan strategi teruji untuk mendapatkan cewek cantik yang revolusioner: professional, mendalam, hemat, berbeda, modern, tidak cengeng, apalagi sampai ngemis-ngemis. Artikel diupdate terus tiap minggunya untuk Anda, orisinil, dan pastinya&#8230; gratis. </p>
<p>MAU?</p>
<p><a href="http://www.wazzupbro.com" rel="nofollow">http://www.WazzupBro.com</a></p>
<p>Kami Ada untuk Membantu Anda<br />
Selamatkan Kaum Pria dari Derita Jomblo!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh rajaiblis</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4114</link>
		<dc:creator>rajaiblis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:09:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4114</guid>
		<description>[ alex ]
aNE jangan ikut digorok ...
darah aNE dah kering !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[ alex ]<br />
aNE jangan ikut digorok &#8230;<br />
darah aNE dah kering !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh rajaiblis</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4113</link>
		<dc:creator>rajaiblis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:02:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4113</guid>
		<description>oo ... kamu ketahuan ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oo &#8230; kamu ketahuan &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex&#174;</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4112</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 06:04:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4112</guid>
		<description>&lt;B&gt;@ mbelGedez™&lt;/B&gt;

&lt;blockquote&gt;
Mbel Ask :

Ada skrinsut nya, boss Alex ???
Kalok mdak ada, sayah kok meragukeun statement situh….
&lt;/blockquote&gt;

Yang mana yang butuh skrinsut? Kalau yang penyusupan mobil, jujur saja saya tidak punya skrinsut pribadi. Jadi statemen itu rapuh sekali memang, yang menurut dosa-dosa bernama fallacy bisa jatuh ke &lt;i&gt;appeal to confidence&lt;/i&gt; :)

Tapi masalah perbarteran senjata, penjagaan proyek vital nasional, sampai pemerasan yang dilakukan oknum-oknum yang berperang, itu banyak reportasenya. Silakan di-googling sendiri. Dari kedua belah pihak memiliki banditnya masing-masing utk urusan uang yang satu itu :D

Oh, masalah pemerasan pedagang, skrinsut seperti apa yang bisa saya ambil kalau dalam toko sendiri SS-1 diarahkan ke dada saya saat melawan? Situ berani ambil skrinsut dlm sikon demikian, boss? Gimana kalau situ datang ke Aceh utk mendengarkan kesaksian langsung? Saya jamu kopi dan kwitansi-kwitansi pengamanan dari kedua pihak, gimana? :D

&lt;blockquote&gt;
Soal daerah nyang tertinggal sebaeknya ndak usah emosi doloo. Orang daerah nyang berpandangan sempit begetoo disebabkeun mereka ituh ndak pernah ngeliyat tanah Jawa dari deket.
&lt;/blockquote&gt;

Ini benar. Walau nggak harus melihat tanah Jawa lebih dekat. Lihat saja para transmigran malang itu. Rasa empati saya tumbuh justru karena beberapa teman saya anak transmigran juga, dan saya melihat kesulitan hidup yang membuat mereka tabah datang kemari, menggarap sungguh2 tanah perkebunan yang diberi, tidak malas-malas ngobrol 1x12 jam di warung kopi. Jika kemudian transmigran sukses, well... picik sekali kalau bangsa saya marah-marah pada mereka, memang.

Mereka tidak salah. Tidak bisa seseorang disalahkan karena suku bangsa. Itu yang membuat saya kasihan sama buruh-buruh dari Jawa yang datang kemari dan ditipu &lt;a href="http://coolblooded.wordpress.com/2008/05/02/lagu-tantang-tirani/#comment-1992" rel="nofollow"&gt;seperti komen saya di postingan saya ini&lt;/a&gt;. Ditipu malah oleh kontraktor yang sama -sama dari Jawa juga. Betapa menyebalkannya!


&lt;B&gt;@ Catshade

&lt;blockquote&gt;
Soal masalah ketidakadilan ini, saya rasa menyesatkan kalo yang dipertentangkan adalah pusat vs daerah. Yang pas, menurut saya, adalah pejabat vs rakyat. Nggak peduli di pencakar langit Jakarta atau di kantor kelurahan reyot Aceh, masih banyak pejabat yang mengutil anggaran dan pajak dari perusahaan serta rakyat kecil. Bahkan para pejabat Aceh sekarang yang dulunya eks-GAMpun tidak luput dari kejahatan itu kan, ‘Lex? ;)
&lt;/blockquote&gt;

Uhmm.... ya, rasanya memang menyesatkan kalau dikotomi demikian. Mungkin kata "pejabat pemerintahan vs rakyat Aceh (atau Papua, atau Maluku, etc)" lebih cocok ya? :)

Memang, yang dulu eks-GAM pun sekarang agaknya menuruti syahwat yang sama. FYI, wagub sekarang itu sendiri, misalnya, bekas aktivis kampus jaman saya dulu. Hari-hari ini... beliau makin parlente dan mendekati gaya kearoganan pejabat pusat. Hidup memang repetisi yang belum pernah usai. Selalu ada pengulangan, bro. Cuma, gimana menyikapi perulangan itu dan menambal bagian yang cacat, itu yang saya rasa perlu. Jika dulu ada rasa benci di sejumlah dada orang Aceh pada suku Jawa, misalnya, mesti ditambal itu. Karena itu salah. Pegangan saya satu saja, panduan Quran : Jangan kebencianmu terhadap satu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Dan itu yang saya celotehkan pada sodara-sodara se-Aceh dengan saya :D Jadi kalau nanti ribut, cukup pejabat-pejabatnya saya yang digorok, apapun suku dan agamanya :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ mbelGedez™</b></p>
<blockquote><p>
Mbel Ask :</p>
<p>Ada skrinsut nya, boss Alex ???<br />
Kalok mdak ada, sayah kok meragukeun statement situh….
</p></blockquote>
<p>Yang mana yang butuh skrinsut? Kalau yang penyusupan mobil, jujur saja saya tidak punya skrinsut pribadi. Jadi statemen itu rapuh sekali memang, yang menurut dosa-dosa bernama fallacy bisa jatuh ke <i>appeal to confidence</i> :)</p>
<p>Tapi masalah perbarteran senjata, penjagaan proyek vital nasional, sampai pemerasan yang dilakukan oknum-oknum yang berperang, itu banyak reportasenya. Silakan di-googling sendiri. Dari kedua belah pihak memiliki banditnya masing-masing utk urusan uang yang satu itu :D</p>
<p>Oh, masalah pemerasan pedagang, skrinsut seperti apa yang bisa saya ambil kalau dalam toko sendiri SS-1 diarahkan ke dada saya saat melawan? Situ berani ambil skrinsut dlm sikon demikian, boss? Gimana kalau situ datang ke Aceh utk mendengarkan kesaksian langsung? Saya jamu kopi dan kwitansi-kwitansi pengamanan dari kedua pihak, gimana? :D</p>
<blockquote><p>
Soal daerah nyang tertinggal sebaeknya ndak usah emosi doloo. Orang daerah nyang berpandangan sempit begetoo disebabkeun mereka ituh ndak pernah ngeliyat tanah Jawa dari deket.
</p></blockquote>
<p>Ini benar. Walau nggak harus melihat tanah Jawa lebih dekat. Lihat saja para transmigran malang itu. Rasa empati saya tumbuh justru karena beberapa teman saya anak transmigran juga, dan saya melihat kesulitan hidup yang membuat mereka tabah datang kemari, menggarap sungguh2 tanah perkebunan yang diberi, tidak malas-malas ngobrol 1&#215;12 jam di warung kopi. Jika kemudian transmigran sukses, well&#8230; picik sekali kalau bangsa saya marah-marah pada mereka, memang.</p>
<p>Mereka tidak salah. Tidak bisa seseorang disalahkan karena suku bangsa. Itu yang membuat saya kasihan sama buruh-buruh dari Jawa yang datang kemari dan ditipu <a href="http://coolblooded.wordpress.com/2008/05/02/lagu-tantang-tirani/#comment-1992" rel="nofollow">seperti komen saya di postingan saya ini</a>. Ditipu malah oleh kontraktor yang sama -sama dari Jawa juga. Betapa menyebalkannya!</p>
<p><b>@ Catshade</p>
<blockquote><p>
Soal masalah ketidakadilan ini, saya rasa menyesatkan kalo yang dipertentangkan adalah pusat vs daerah. Yang pas, menurut saya, adalah pejabat vs rakyat. Nggak peduli di pencakar langit Jakarta atau di kantor kelurahan reyot Aceh, masih banyak pejabat yang mengutil anggaran dan pajak dari perusahaan serta rakyat kecil. Bahkan para pejabat Aceh sekarang yang dulunya eks-GAMpun tidak luput dari kejahatan itu kan, ‘Lex? ;)
</p></blockquote>
<p>Uhmm&#8230;. ya, rasanya memang menyesatkan kalau dikotomi demikian. Mungkin kata &#8220;pejabat pemerintahan vs rakyat Aceh (atau Papua, atau Maluku, etc)&#8221; lebih cocok ya? :)</p>
<p>Memang, yang dulu eks-GAM pun sekarang agaknya menuruti syahwat yang sama. FYI, wagub sekarang itu sendiri, misalnya, bekas aktivis kampus jaman saya dulu. Hari-hari ini&#8230; beliau makin parlente dan mendekati gaya kearoganan pejabat pusat. Hidup memang repetisi yang belum pernah usai. Selalu ada pengulangan, bro. Cuma, gimana menyikapi perulangan itu dan menambal bagian yang cacat, itu yang saya rasa perlu. Jika dulu ada rasa benci di sejumlah dada orang Aceh pada suku Jawa, misalnya, mesti ditambal itu. Karena itu salah. Pegangan saya satu saja, panduan Quran : Jangan kebencianmu terhadap satu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Dan itu yang saya celotehkan pada sodara-sodara se-Aceh dengan saya :D Jadi kalau nanti ribut, cukup pejabat-pejabatnya saya yang digorok, apapun suku dan agamanya :P</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh Catshade</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4111</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 04:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4111</guid>
		<description>@mbelgedez:

Dasar orang jawa tak tahu terima kasih! Coba kalau kekayaan Aceh dan Papua tidak diboyong ke tanah jawa, mungkin orang-orang kampung situh masih pada pakek koteka semua!!!

*ditimpuk mbel pake gentong LPJ ijo 3 kg*

Soal masalah ketidakadilan ini, saya rasa menyesatkan kalo yang dipertentangkan adalah pusat vs daerah. Yang pas, menurut saya, adalah pejabat vs rakyat. Nggak peduli di pencakar langit Jakarta atau di kantor kelurahan reyot Aceh, masih banyak pejabat yang mengutil anggaran dan pajak dari perusahaan serta rakyat kecil. Bahkan para pejabat Aceh sekarang yang dulunya eks-GAMpun tidak luput dari kejahatan itu kan, 'Lex? ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mbelgedez:</p>
<p>Dasar orang jawa tak tahu terima kasih! Coba kalau kekayaan Aceh dan Papua tidak diboyong ke tanah jawa, mungkin orang-orang kampung situh masih pada pakek koteka semua!!!</p>
<p>*ditimpuk mbel pake gentong LPJ ijo 3 kg*</p>
<p>Soal masalah ketidakadilan ini, saya rasa menyesatkan kalo yang dipertentangkan adalah pusat vs daerah. Yang pas, menurut saya, adalah pejabat vs rakyat. Nggak peduli di pencakar langit Jakarta atau di kantor kelurahan reyot Aceh, masih banyak pejabat yang mengutil anggaran dan pajak dari perusahaan serta rakyat kecil. Bahkan para pejabat Aceh sekarang yang dulunya eks-GAMpun tidak luput dari kejahatan itu kan, &#8216;Lex? ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh mbelGedez™</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4110</link>
		<dc:creator>mbelGedez™</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 01:06:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4110</guid>
		<description>&lt;b&gt;TO CATSHADE:

Situ ndak bermangsud nyalain kompor gas pembagiyan pemerentah, kan ???

Soal daerah nyang tertinggal sebaeknya ndak usah emosi doloo. Orang daerah nyang berpandangan sempit begetoo disebabkeun mereka ituh ndak pernah ngeliyat tanah Jawa dari deket.

Saat taon 91 ( sayah mingsih mahasiswa ), sayah sempat ke Tim-Tim, dan baliknya ke Jawa sayah ngajak seorang anak lulusan SMA.
Saat dia tau kampung sayah, dia terkaget-kaget, dipikirnya bakalan banyak bangunan megah...  :roll:

Itu menunjukkeun bahwa, pandangan tentang pembangunan didaerahnya pasti sangat tertinggal dibanding Jawa, adalah karena hembusan omong kosong dari para penggede lokal nyang ndak puwas....

Sekarang apa yang terjadi dengan Timor Leste ???

MEREKA LEBIH MISKIN DIBANDING SAAT MINGSIH DI DALEM INDON !!!

&lt;em&gt;Di era otonomi inih, kita liyat ajah seberapa hebatnya masing-masing daerah mengelola kampungnya.... &lt;/em&gt;  :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>TO CATSHADE:</p>
<p>Situ ndak bermangsud nyalain kompor gas pembagiyan pemerentah, kan ???</p>
<p>Soal daerah nyang tertinggal sebaeknya ndak usah emosi doloo. Orang daerah nyang berpandangan sempit begetoo disebabkeun mereka ituh ndak pernah ngeliyat tanah Jawa dari deket.</p>
<p>Saat taon 91 ( sayah mingsih mahasiswa ), sayah sempat ke Tim-Tim, dan baliknya ke Jawa sayah ngajak seorang anak lulusan SMA.<br />
Saat dia tau kampung sayah, dia terkaget-kaget, dipikirnya bakalan banyak bangunan megah&#8230;  :roll:</p>
<p>Itu menunjukkeun bahwa, pandangan tentang pembangunan didaerahnya pasti sangat tertinggal dibanding Jawa, adalah karena hembusan omong kosong dari para penggede lokal nyang ndak puwas&#8230;.</p>
<p>Sekarang apa yang terjadi dengan Timor Leste ???</p>
<p>MEREKA LEBIH MISKIN DIBANDING SAAT MINGSIH DI DALEM INDON !!!</p>
<p><em>Di era otonomi inih, kita liyat ajah seberapa hebatnya masing-masing daerah mengelola kampungnya&#8230;. </em>  :lol:</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh mbelGedez™</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4109</link>
		<dc:creator>mbelGedez™</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 00:53:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4109</guid>
		<description>&lt;b&gt;ALEX SAID:&lt;/b&gt;
&lt;blockquote&gt;Yang saya tahu, di depan mata para perwira nyusupin mobil impor di pelabuhan Sabang ke KRI-KRI yang berlabuh. Perang adalah bisnis agaknya bagi mereka. Bisa jual senjata barter ganja. Bisa tarik pajak pengamanan di proyek vital nasional. Bisa meras pedagang seperti bapak saya.&lt;/blockquote&gt;

&lt;b&gt;Mbel Ask :

Ada skrinsut nya, boss Alex ???
Kalok mdak ada, sayah kok meragukeun statement situh....&lt;/b&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>ALEX SAID:</b></p>
<blockquote><p>Yang saya tahu, di depan mata para perwira nyusupin mobil impor di pelabuhan Sabang ke KRI-KRI yang berlabuh. Perang adalah bisnis agaknya bagi mereka. Bisa jual senjata barter ganja. Bisa tarik pajak pengamanan di proyek vital nasional. Bisa meras pedagang seperti bapak saya.</p></blockquote>
<p><b>Mbel Ask :</p>
<p>Ada skrinsut nya, boss Alex ???<br />
Kalok mdak ada, sayah kok meragukeun statement situh&#8230;.</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh mataharicinta</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4108</link>
		<dc:creator>mataharicinta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 13:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4108</guid>
		<description>aceh, riau, papua....
cuma sedikit dari tanah indonesia yang bisa dikuras sehabis-habisnya
tapi kenapa sih bangsa ini gak pernah berpikir untuk menguras negara lain yang udah menguras negerinya sendiri?

*cuma usul aja:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aceh, riau, papua&#8230;.<br />
cuma sedikit dari tanah indonesia yang bisa dikuras sehabis-habisnya<br />
tapi kenapa sih bangsa ini gak pernah berpikir untuk menguras negara lain yang udah menguras negerinya sendiri?</p>
<p>*cuma usul aja:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kalung Ajaib Yang Berbahaya oleh Olish Faris</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/04/kalung-ajaib-yang-berbahaya/#comment-4107</link>
		<dc:creator>Olish Faris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 09:21:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=170#comment-4107</guid>
		<description>hidup MLM (halahhhhhhhhhhhhh)... 
ada apa dngn MLM? mbohhh yoooo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup MLM (halahhhhhhhhhhhhh)&#8230;<br />
ada apa dngn MLM? mbohhh yoooo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh realylife</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4105</link>
		<dc:creator>realylife</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 07:08:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4105</guid>
		<description>saya sendiri punya darah aceh
kenapa harus dikuras ? kenapa kita ngga saling berbagi aja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sendiri punya darah aceh<br />
kenapa harus dikuras ? kenapa kita ngga saling berbagi aja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex®</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4104</link>
		<dc:creator>alex®</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:51:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4104</guid>
		<description>&lt;B&gt;@ Guh&lt;/B&gt;

Eh... betewe, Guh, jangan-jangan kemerdekaan Indonesia dulu juga karena penyusupan MNC&#8482; ? Atau mungkin konspirasi zionis internasional&#8482; atau yahudi&#8482; ? 

Siapa tahu Bung Tomo antek-antek asing atau Soekarno memang antek-anteknya komunis? 

Ada yang membantah? Ya, ya... tidak cukup bukti memang. Dan pikiran ngawur saya itu bisa meniadakan arti kemerdekaan negara ini. Mungkin ada yang berteriak bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah murni, but well... who knows? 

Bahayanya ide ngawur saya, adalah menggiring asumsi bahwa setiap perlawanan melulu urusan korporasi. Seperti opini tentang Aceh ini. Papua? Maluku? Kasus petani Pasuruan? Gimana itu? Anyone?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ Guh</b></p>
<p>Eh&#8230; betewe, Guh, jangan-jangan kemerdekaan Indonesia dulu juga karena penyusupan MNC&trade; ? Atau mungkin konspirasi zionis internasional&trade; atau yahudi&trade; ? </p>
<p>Siapa tahu Bung Tomo antek-antek asing atau Soekarno memang antek-anteknya komunis? </p>
<p>Ada yang membantah? Ya, ya&#8230; tidak cukup bukti memang. Dan pikiran ngawur saya itu bisa meniadakan arti kemerdekaan negara ini. Mungkin ada yang berteriak bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah murni, but well&#8230; who knows? </p>
<p>Bahayanya ide ngawur saya, adalah menggiring asumsi bahwa setiap perlawanan melulu urusan korporasi. Seperti opini tentang Aceh ini. Papua? Maluku? Kasus petani Pasuruan? Gimana itu? Anyone?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex&#174;</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4103</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:45:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4103</guid>
		<description>&lt;B&gt;@ Catshade&lt;/B&gt;

&lt;blockquote&gt;
Dasar orang Aceh nggak tahu berterima kasih! Coba kalau kami orang Jawa tidak datang ke sana membawa teknologi dan peradaban, mungkin sekarang kalian masih pake koteka!

&#62;_&#62;

&#60;_&#60;
&lt;/blockquote&gt;

*ngakak*

Ya, ya. Saya akan usahakan nanti kasih pemahaman bahwa orang Aceh memang tidak tahu terima kasih. Untung nggak pake kote... Koteka? 

Seumur-umur di Aceh saya malah nggak pernah tahu orang Aceh pake koteka. Apa kata saudara-saudara di Papua nantinya karena ciri khasnya kami klaim? :?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ Catshade</b></p>
<blockquote><p>
Dasar orang Aceh nggak tahu berterima kasih! Coba kalau kami orang Jawa tidak datang ke sana membawa teknologi dan peradaban, mungkin sekarang kalian masih pake koteka!</p>
<p>&gt;_&gt;</p>
<p>&lt;_&lt;
</p></blockquote>
<p>*ngakak*</p>
<p>Ya, ya. Saya akan usahakan nanti kasih pemahaman bahwa orang Aceh memang tidak tahu terima kasih. Untung nggak pake kote&#8230; Koteka? </p>
<p>Seumur-umur di Aceh saya malah nggak pernah tahu orang Aceh pake koteka. Apa kata saudara-saudara di Papua nantinya karena ciri khasnya kami klaim? :?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex&#174;</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4102</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:22:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4102</guid>
		<description>&lt;B&gt;@ dobelden&lt;/B&gt;

Sekitar tahun 1999-2000, saya melihat sendiri satu truk pasir transmigran jawa kebingungan melongo di terminal kota kecil saya. Apa sebab? Ada orang-orang bersenjata yang mengusir, membakar, merampas dan bahkan membunuh transmigran Jawa di kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan. Apa saat itu semua orang Aceh simpati dengan tindakan barbar demikian? Tidak. 

Ada daerah-daerah yang memang doktrin rasial itu ditelan. Daerah yang banyak pendidikannya masih minim, itu yang saya tahu. 

Rasa tidak suka itu juga bukan melulu karena doktrin, brother. Tapi karena ketimpangan yang diciptakan. Sementara di Aceh dekade 80-90 angkas kemiskinan masih diatas batas, pemerintah mengimpor transmigran ke sini untuk bekerja di kebun-kebun, seperti milik Sucofindo dan PTPN. Jadi, doktrin yang dikasi, jadi santapan empuk mereka yang kecewa. Tentu, cara pandang yang salah. Tranmigran itu tidak salah apa-apa. Saya maklum jika kemudian hanya ada dendam versus dendam antar warga sipil yang dipicu ketidak-adilan pusat dan sentimen yang dibakar-bakar. Seperti mereka&#8482; yang bermain pada Mei 98, hingga WNI keturunan Tionghoa jadi korban. Kita tahu itu salah... Sangat salah...

Pada saat tsunami akhir 2004, saya malah dengar cerita bahwa sejumlah keluarga Jawa pengungsian konflik yang berada di Medan sampai kenduri syukuran atas musibah itu. Bersyukur pada Tuhan atas musibah itu, sebagai bentuk pembalasan Tuhan. Sementara teman-teman saya ada yang marah dan tersinggung dengan kabar itu, saya cuma bisa miris dan mencoba maklum. Maklum, karena mereka memang diperlakukan biadab oleh bangsat-bangsat yang berbisnis dalam perang. Bukan cuma oleh orang Aceh yang dendamnya kebablasan hingga jadi rasis, atau oleh serdadu GAM sebagai bagian dari teror, tapi juga jadi alat pembenaran pengiriman serdadu tambahan dari pusat tho?

Mudah-mudahan 20% dana Migas utk pendidikan yang dijanjikan pusat bagi daerah saya ini bisa bikin banyak orang Aceh makin terbuka pada sentimen busuk berbau SARA itu. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ dobelden</b></p>
<p>Sekitar tahun 1999-2000, saya melihat sendiri satu truk pasir transmigran jawa kebingungan melongo di terminal kota kecil saya. Apa sebab? Ada orang-orang bersenjata yang mengusir, membakar, merampas dan bahkan membunuh transmigran Jawa di kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan. Apa saat itu semua orang Aceh simpati dengan tindakan barbar demikian? Tidak. </p>
<p>Ada daerah-daerah yang memang doktrin rasial itu ditelan. Daerah yang banyak pendidikannya masih minim, itu yang saya tahu. </p>
<p>Rasa tidak suka itu juga bukan melulu karena doktrin, brother. Tapi karena ketimpangan yang diciptakan. Sementara di Aceh dekade 80-90 angkas kemiskinan masih diatas batas, pemerintah mengimpor transmigran ke sini untuk bekerja di kebun-kebun, seperti milik Sucofindo dan PTPN. Jadi, doktrin yang dikasi, jadi santapan empuk mereka yang kecewa. Tentu, cara pandang yang salah. Tranmigran itu tidak salah apa-apa. Saya maklum jika kemudian hanya ada dendam versus dendam antar warga sipil yang dipicu ketidak-adilan pusat dan sentimen yang dibakar-bakar. Seperti mereka&trade; yang bermain pada Mei 98, hingga WNI keturunan Tionghoa jadi korban. Kita tahu itu salah&#8230; Sangat salah&#8230;</p>
<p>Pada saat tsunami akhir 2004, saya malah dengar cerita bahwa sejumlah keluarga Jawa pengungsian konflik yang berada di Medan sampai kenduri syukuran atas musibah itu. Bersyukur pada Tuhan atas musibah itu, sebagai bentuk pembalasan Tuhan. Sementara teman-teman saya ada yang marah dan tersinggung dengan kabar itu, saya cuma bisa miris dan mencoba maklum. Maklum, karena mereka memang diperlakukan biadab oleh bangsat-bangsat yang berbisnis dalam perang. Bukan cuma oleh orang Aceh yang dendamnya kebablasan hingga jadi rasis, atau oleh serdadu GAM sebagai bagian dari teror, tapi juga jadi alat pembenaran pengiriman serdadu tambahan dari pusat tho?</p>
<p>Mudah-mudahan 20% dana Migas utk pendidikan yang dijanjikan pusat bagi daerah saya ini bisa bikin banyak orang Aceh makin terbuka pada sentimen busuk berbau SARA itu. :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh Catshade</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4101</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:12:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4101</guid>
		<description>Dasar orang Aceh nggak tahu berterima kasih! Coba kalau kami orang Jawa tidak datang ke sana membawa teknologi dan peradaban, mungkin sekarang kalian masih pake koteka!

&#62;_&#62;

&#60;_&#60;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dasar orang Aceh nggak tahu berterima kasih! Coba kalau kami orang Jawa tidak datang ke sana membawa teknologi dan peradaban, mungkin sekarang kalian masih pake koteka!</p>
<p>&gt;_&gt;</p>
<p>&lt;_&lt;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh dobelden</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4100</link>
		<dc:creator>dobelden</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 04:20:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4100</guid>
		<description>hehe... berlanjut dari posting mutusin pacar? dan mo mutusin si flash?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe&#8230; berlanjut dari posting mutusin pacar? dan mo mutusin si flash?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh dobelden</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4099</link>
		<dc:creator>dobelden</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 04:20:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4099</guid>
		<description>waktu rusuh sama orang2 jawa, dan orang jawa yg dah berakar hidup diaceh di usir.. lalu ada satu keluarga yg mampir ke desa saya di daerah Tanjung Lamin Bangko Jambi.. 

mereka sudah lama mendengar bahwa orang aceh di doktrin untuk membenci JAWA, karena penjajah sejati sebenarnya Orang JAWA bukan orang2 belanda..

itu yg pernah saya denger dari omongan orang jawa yg terusir dari negeri aceh

ah tp ntah lah... saya hanya mendengar sepihak :&#124;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waktu rusuh sama orang2 jawa, dan orang jawa yg dah berakar hidup diaceh di usir.. lalu ada satu keluarga yg mampir ke desa saya di daerah Tanjung Lamin Bangko Jambi.. </p>
<p>mereka sudah lama mendengar bahwa orang aceh di doktrin untuk membenci JAWA, karena penjajah sejati sebenarnya Orang JAWA bukan orang2 belanda..</p>
<p>itu yg pernah saya denger dari omongan orang jawa yg terusir dari negeri aceh</p>
<p>ah tp ntah lah&#8230; saya hanya mendengar sepihak :|</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh anggara</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4098</link>
		<dc:creator>anggara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 02:35:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4098</guid>
		<description>ya kan memang enggak pisah sekarang juga, lalu masalahnya dimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya kan memang enggak pisah sekarang juga, lalu masalahnya dimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex®</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4097</link>
		<dc:creator>alex®</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 22:42:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4097</guid>
		<description>Buset! Blockquotenya salah. Mohon dibenarkan, Guh :(

*diskonek*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buset! Blockquotenya salah. Mohon dibenarkan, Guh :(</p>
<p>*diskonek*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh alex&#174;</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4096</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 22:41:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4096</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;
Tumbuhkan kesadaran rakyat akan penindasan yang dilakukan Jakarta. Misalnya tentang bagaimana aset-aset sumber daya alam dirampok untuk sebesar-besarnya kesejahteraan &lt;strike&gt;korporasi-korporasi multinasional dan&lt;/strike&gt; beberapa ekor orang kaya di Jakarta.
&lt;/blockquote&gt;

Program yang bagus. Memang seharusnya demikian, dan terus dilakukan agitasi demikian, Insya Allah. Sebab bukan beberapa ekor saja, kok. Penduduk metropolitan yang bersikap sinis pada daerah juga tergolong tidak tahu diri dgn kehidupan metropolisnya. Suka tidak suka, bagi kami memang Jakarta ngerampok dan memiskinkan daerah yang sayangnya bukan cuma Aceh. Ah... banyak sungai di sini tak berjembatan sampai masyarakat mesti naik rakit bertahun-tahun, banyak jembatan pula di sana tapi tak bersungai. Terkadang cuma buat kemegahan ibukota :)

&lt;blockquote&gt;
Sebelum terlambat, arahkan kesadaran itu menjadi sentimen anti NKRI, anti TNI, anti Jawa, anti Jakarta dan anti Pancasila.
&lt;/blockquote&gt;
Anti-Jawa, tidak sukses. Syukurlah. Sebab kesadaran di Aceh cukup tinggi utk kemajemukan, benarnya, mengingat Aceh sendiri campuran dari banyak bangsa lainnya. Tapi anti TNI, anti Jakarta dan anti Pancasila, itu juga tergantung sikap mereka yang di TNI dan di Jakarta, serta bagaimana memperlakukan Pancasila tidak melulu sebagai slogan dan pembenaran melulu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Apa itu? :D

&lt;blockquote&gt;
Modali dan ajarkan strategi untuk menggerakan perlawanan.
&lt;/blockquote&gt;

Ada pemodalan rupanya? Dimana? Kapan? Wahh... mestinya dulu bisa ngurus funding utk itu seperti para liberalis dapat funding asing. Menarik itu. Bekerja dengan setan utk melawan setan yang lebih besar mungkin ada baiknya. Sayangnya.... banyak gerak perlawanan itu, Guh, seperti semut dipijak. Kecil dan kere, tapi melawan juga meski modalnya cuma rencong. Tanyakan pada itu BKO-BKO &lt;strike&gt;keparat&lt;/strike&gt; yang pernah tugas di sini apa benar yang nikam mereka di pasar dan di kampung itu petani kere dan anak-anak muda miskin atau aktivis yang diberi funding? :)

&lt;blockquote&gt;
Gunakan para penyusup dalam TNI untuk melakukan cara-cara yang sekeji dan sebiadab mungkin, ini perlu untuk membakar kebencian rakyat terhadap TNI dan NKRI.
&lt;/strike&gt;

Selama TNI masih punya bisnis militer, apa mereka butuh penyusup? MNC? Entah. Yang saya tahu, di depan mata para perwira nyusupin mobil impor di pelabuhan Sabang ke KRI-KRI yang berlabuh. Perang adalah bisnis agaknya bagi mereka. Bisa jual senjata barter ganja. Bisa tarik pajak pengamanan di proyek vital nasional. Bisa meras pedagang seperti bapak saya. Banyaklah... :D

&lt;blockquote&gt;
Perintahkan para penyusup di kalangan atas TNI untuk membudayakan prosedur “pokoknya sangkal dan bela dulu anak buah, periksa kapan-kapan saja kalo inget” dalam menanggapi setiap laporan rakyat soal ketidakbecusan dan kesewenang-wenangan aparattt di lapangan.
&lt;/blockquote&gt;

Ya. Prosedur yang sukses. Ahai... siapa pula penyusup yang cerdas bikn budaya begitu? :?

&lt;blockquote&gt;Hal ini sangat penting untuk membusukkan citra TNI dan NKRI, juga untuk membuat Pancasila tampak seperti bullshit di siang bolong.
&lt;/blockquote&gt;

Sangat disayangkan.... citra TNI memang jadi terpuruk. Kasihan juga, mengingat ada juga diantara prajurit-prajurit itu yang kelakuannya bagus, cukup bermoral dan cukup religius. Pancasila juga, Guh, memang bullshit di siang bolong karena kejagoan penyusup2 itu. Sungguh cerdas, siapapun dia.

&lt;blockquote&gt;
Gunakan para penyusup dan agen-agen terlatih didalam gerakan perlawanan untuk membantai sebanyak mungkin prajurit-prajurit TNI. Ini untuk memancing reaksi TNI agar semakin keras dalam aksinya melawan separatisme. Dipastikan semua pihak yang kita adu akan semakin larut dalam pekatnya kekerasan.
&lt;/blockquote&gt;

Tentang penyusup... entahlah, saya belum pernah tahu pasti ada atau tidak. Desas-desusnya memang ada. Dimana ada konflik, makelar perang konon selalu ada. Tapi.... yang saya lihat gerakan perlawanan akarnya lebih karena dendam akibat ketidak-adilan.

Setiap dulu saya lihat prajurit TNI tewas, biasanya saya cari tahu sikapnya selama dia hidup. Kalau pantas dikasihani, saya kasihani. Tapi kalo hidupnya memang sebuas binatang, ngompas, melecehkan perempuan-perempuan di sini, memperkosa, tukang peras, tukang tabok, pemabok, saya anggap saja binatang yang mati. Tidak ada rasa kasihan pada saya. 

Biasanya itu jenis prajurit-prajurit yang motong telinga atau jari gerilyawan, aktivis atau orang kampung yang terjepit karena mesti ngantar ransum utk pihak oposan. Untuk apa dipotong? Untuk dijadikan kalung atau dikasihkan ke anjing. Jadi.... persetan reaksi TNI kalau prajuritnya brutal dan akhirnya mati. Tapi persetan juga pihak perlawanan kalau yang dibantai itu justru yang bersikap baik, cuma karena ia seorang Jawa atau TNI. 

Ehm... dulu ada aturan setahu saya di daerah asal saya: gerilyawan dilarang sama orang kampung untuk menyerang pos-pos prajurit yang dianggap baik, misal pasukan Yonif Prabu Kian Santan (PKS) 301/Siliwangi dan beberapa unit lain dari divisi 1 Kostrad. IMHO, mereka termasuk yang diterima cukup baik di Aceh. Pendekatan kultural mereka bagus. Mungkin juga karena rasa kedekatan Aceh dengan Banten, Sunda (Jawa Barat pada umumnya) di sini. Tapi ya itu... larangan itu dipatuhi karena memang alasan rakyatnya benar: mereka baik. Toh dasarnya perlawanan karena ada tekanan, bukan kebencian mutlak. 

&lt;blockquote&gt;
Lakukan segala hal yang diperlukan untuk memperuncing kebencian dan permusuhan antara rakyat Aceh dan NKRI.


Saya tidak tahu tentang "segala hal yang diperlukan" itu, tapi... tentang NKRI itu.... 

Karena masalahnya bukan antara Aceh versus NKRI vis-a-vis, tapi pada kebijakan pusat. Jadinya Aceh versus pemerintah, bukan negara dengan penduduk dan konstitusi bangsa ini.

&lt;blockquote&gt;
Justru kalau berhasil dipisahkan, lalu setelahnya kita ramai-ramai &lt;strike&gt;merampok dan &lt;/strike&gt; berinvestasi disana, akan banyak orang yang menyadari kalau banyak konflik dan perpecahan selama ini hanyalah ciptaan kita.
&lt;/blockquote&gt;

*ngakak*

Ya, ya. Itu benar. Sepragmatisnya, memang MNC sebaiknya menjaga imej atau cuma akan memunculkan resistensi lain, bukan? 

Dan itu yang agaknya sedang dipraktekkan benarnya. Konon berita tentang &lt;a href="http://ryanis.wordpress.com/2008/02/14/lagi-migas-di-aceh/" rel="nofollow"&gt;indikasi penemuan migas terbesar di Simeuleu&lt;/a&gt; sudah bikin makelar minyak melototkan mata, meski orang-orang di Aceh pesimis apa nasib akan berubah atau tidak :D


Oh ya, tentang pemisahan.... Saya belum sampai pada ide subversif demikian. Setahu saya rata-rata yang, kebetulan beruntung ada paket A dan paket B, bisa mengecap pendidikan sekedar baca-tulis juga tidak terlalu condong pada ide ini. Bunuh "tikusnya" tapi jangan robohkan rumahnya, demikian agaknya analogi di sini. Jadi... para elit-elit pebisnis perang saja yang mesti digorok, bukan mesti pisah dari Indonesia.

Cuma... kesabaran ada batasnya. Kalau dalam satu rumah terus-terusan ditekan, terus-terusan penghasilan dirampas, otoriter, diskriminatif (ya, saya masih simpan KTP Merah Putih sebagai tanda pernah jadi WNI kelas 2 di negara ini!), maka pisah itu bisa jadi opsi terakhir. Mudah-mudahan tidak sampai demikian, tapi kalau mesti, kenapa tidak? Masalah MNC akan masuk, itu gimana nanti dijadikan public enemy berikutnya :)

BTW, saya baru nyadar kalau Guh juga tidak suka dengan MNC-MNC itu. CMIIW :)

Maaf komen saya kepanjangan, Guh. Selain tidak menemukan kategori/tag satire di blog ini, saya juga pikir kapan lagi bisa kasih wacana selagi saya sempat nyentuh net di ujung sumatra sini. Hitung-hitung opini sebelum saya minggat dari wordpress.com :D



&lt;B&gt;@ jil &lt;/B&gt;

&lt;blockquote&gt;
tulisan yg bener seharusnya:
“…TIDAK PERNAH BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA…”
&lt;/blockquote&gt;

Disetujui. Sebab memang benar demikian adanya, bukan? AFAIK, tidak ada satu ucapan pun dari pejuang-pejuang itu yang mengindikasikan membela INDONESIA dulu. Tapi perjuangan itu menjadi salah satu pelatuk kesadaran utk merdeka, mungkin benar. CMIIW

BTW, saya memang bukan seorang Pancasilais dan Nasionalis yang teGUH. Mohon dimaafkan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
Tumbuhkan kesadaran rakyat akan penindasan yang dilakukan Jakarta. Misalnya tentang bagaimana aset-aset sumber daya alam dirampok untuk sebesar-besarnya kesejahteraan <strike>korporasi-korporasi multinasional dan</strike> beberapa ekor orang kaya di Jakarta.
</p></blockquote>
<p>Program yang bagus. Memang seharusnya demikian, dan terus dilakukan agitasi demikian, Insya Allah. Sebab bukan beberapa ekor saja, kok. Penduduk metropolitan yang bersikap sinis pada daerah juga tergolong tidak tahu diri dgn kehidupan metropolisnya. Suka tidak suka, bagi kami memang Jakarta ngerampok dan memiskinkan daerah yang sayangnya bukan cuma Aceh. Ah&#8230; banyak sungai di sini tak berjembatan sampai masyarakat mesti naik rakit bertahun-tahun, banyak jembatan pula di sana tapi tak bersungai. Terkadang cuma buat kemegahan ibukota :)</p>
<blockquote><p>
Sebelum terlambat, arahkan kesadaran itu menjadi sentimen anti NKRI, anti TNI, anti Jawa, anti Jakarta dan anti Pancasila.
</p></blockquote>
<p>Anti-Jawa, tidak sukses. Syukurlah. Sebab kesadaran di Aceh cukup tinggi utk kemajemukan, benarnya, mengingat Aceh sendiri campuran dari banyak bangsa lainnya. Tapi anti TNI, anti Jakarta dan anti Pancasila, itu juga tergantung sikap mereka yang di TNI dan di Jakarta, serta bagaimana memperlakukan Pancasila tidak melulu sebagai slogan dan pembenaran melulu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Apa itu? :D</p>
<blockquote><p>
Modali dan ajarkan strategi untuk menggerakan perlawanan.
</p></blockquote>
<p>Ada pemodalan rupanya? Dimana? Kapan? Wahh&#8230; mestinya dulu bisa ngurus funding utk itu seperti para liberalis dapat funding asing. Menarik itu. Bekerja dengan setan utk melawan setan yang lebih besar mungkin ada baiknya. Sayangnya&#8230;. banyak gerak perlawanan itu, Guh, seperti semut dipijak. Kecil dan kere, tapi melawan juga meski modalnya cuma rencong. Tanyakan pada itu BKO-BKO <strike>keparat</strike> yang pernah tugas di sini apa benar yang nikam mereka di pasar dan di kampung itu petani kere dan anak-anak muda miskin atau aktivis yang diberi funding? :)</p>
<blockquote><p>
Gunakan para penyusup dalam TNI untuk melakukan cara-cara yang sekeji dan sebiadab mungkin, ini perlu untuk membakar kebencian rakyat terhadap TNI dan NKRI.</p>
<p>Selama TNI masih punya bisnis militer, apa mereka butuh penyusup? MNC? Entah. Yang saya tahu, di depan mata para perwira nyusupin mobil impor di pelabuhan Sabang ke KRI-KRI yang berlabuh. Perang adalah bisnis agaknya bagi mereka. Bisa jual senjata barter ganja. Bisa tarik pajak pengamanan di proyek vital nasional. Bisa meras pedagang seperti bapak saya. Banyaklah&#8230; :D</p>
<blockquote><p>
Perintahkan para penyusup di kalangan atas TNI untuk membudayakan prosedur “pokoknya sangkal dan bela dulu anak buah, periksa kapan-kapan saja kalo inget” dalam menanggapi setiap laporan rakyat soal ketidakbecusan dan kesewenang-wenangan aparattt di lapangan.
</p></blockquote>
<p>Ya. Prosedur yang sukses. Ahai&#8230; siapa pula penyusup yang cerdas bikn budaya begitu? :?</p>
<blockquote><p>Hal ini sangat penting untuk membusukkan citra TNI dan NKRI, juga untuk membuat Pancasila tampak seperti bullshit di siang bolong.
</p></blockquote>
<p>Sangat disayangkan&#8230;. citra TNI memang jadi terpuruk. Kasihan juga, mengingat ada juga diantara prajurit-prajurit itu yang kelakuannya bagus, cukup bermoral dan cukup religius. Pancasila juga, Guh, memang bullshit di siang bolong karena kejagoan penyusup2 itu. Sungguh cerdas, siapapun dia.</p>
<blockquote><p>
Gunakan para penyusup dan agen-agen terlatih didalam gerakan perlawanan untuk membantai sebanyak mungkin prajurit-prajurit TNI. Ini untuk memancing reaksi TNI agar semakin keras dalam aksinya melawan separatisme. Dipastikan semua pihak yang kita adu akan semakin larut dalam pekatnya kekerasan.
</p></blockquote>
<p>Tentang penyusup&#8230; entahlah, saya belum pernah tahu pasti ada atau tidak. Desas-desusnya memang ada. Dimana ada konflik, makelar perang konon selalu ada. Tapi&#8230;. yang saya lihat gerakan perlawanan akarnya lebih karena dendam akibat ketidak-adilan.</p>
<p>Setiap dulu saya lihat prajurit TNI tewas, biasanya saya cari tahu sikapnya selama dia hidup. Kalau pantas dikasihani, saya kasihani. Tapi kalo hidupnya memang sebuas binatang, ngompas, melecehkan perempuan-perempuan di sini, memperkosa, tukang peras, tukang tabok, pemabok, saya anggap saja binatang yang mati. Tidak ada rasa kasihan pada saya. </p>
<p>Biasanya itu jenis prajurit-prajurit yang motong telinga atau jari gerilyawan, aktivis atau orang kampung yang terjepit karena mesti ngantar ransum utk pihak oposan. Untuk apa dipotong? Untuk dijadikan kalung atau dikasihkan ke anjing. Jadi&#8230;. persetan reaksi TNI kalau prajuritnya brutal dan akhirnya mati. Tapi persetan juga pihak perlawanan kalau yang dibantai itu justru yang bersikap baik, cuma karena ia seorang Jawa atau TNI. </p>
<p>Ehm&#8230; dulu ada aturan setahu saya di daerah asal saya: gerilyawan dilarang sama orang kampung untuk menyerang pos-pos prajurit yang dianggap baik, misal pasukan Yonif Prabu Kian Santan (PKS) 301/Siliwangi dan beberapa unit lain dari divisi 1 Kostrad. IMHO, mereka termasuk yang diterima cukup baik di Aceh. Pendekatan kultural mereka bagus. Mungkin juga karena rasa kedekatan Aceh dengan Banten, Sunda (Jawa Barat pada umumnya) di sini. Tapi ya itu&#8230; larangan itu dipatuhi karena memang alasan rakyatnya benar: mereka baik. Toh dasarnya perlawanan karena ada tekanan, bukan kebencian mutlak. </p>
<blockquote><p>
Lakukan segala hal yang diperlukan untuk memperuncing kebencian dan permusuhan antara rakyat Aceh dan NKRI.</p>
<p>Saya tidak tahu tentang &#8220;segala hal yang diperlukan&#8221; itu, tapi&#8230; tentang NKRI itu&#8230;. </p>
<p>Karena masalahnya bukan antara Aceh versus NKRI vis-a-vis, tapi pada kebijakan pusat. Jadinya Aceh versus pemerintah, bukan negara dengan penduduk dan konstitusi bangsa ini.</p>
<blockquote><p>
Justru kalau berhasil dipisahkan, lalu setelahnya kita ramai-ramai <strike>merampok dan </strike> berinvestasi disana, akan banyak orang yang menyadari kalau banyak konflik dan perpecahan selama ini hanyalah ciptaan kita.
</p></blockquote>
<p>*ngakak*</p>
<p>Ya, ya. Itu benar. Sepragmatisnya, memang MNC sebaiknya menjaga imej atau cuma akan memunculkan resistensi lain, bukan? </p>
<p>Dan itu yang agaknya sedang dipraktekkan benarnya. Konon berita tentang <a href="http://ryanis.wordpress.com/2008/02/14/lagi-migas-di-aceh/" rel="nofollow">indikasi penemuan migas terbesar di Simeuleu</a> sudah bikin makelar minyak melototkan mata, meski orang-orang di Aceh pesimis apa nasib akan berubah atau tidak :D</p>
<p>Oh ya, tentang pemisahan&#8230;. Saya belum sampai pada ide subversif demikian. Setahu saya rata-rata yang, kebetulan beruntung ada paket A dan paket B, bisa mengecap pendidikan sekedar baca-tulis juga tidak terlalu condong pada ide ini. Bunuh &#8220;tikusnya&#8221; tapi jangan robohkan rumahnya, demikian agaknya analogi di sini. Jadi&#8230; para elit-elit pebisnis perang saja yang mesti digorok, bukan mesti pisah dari Indonesia.</p>
<p>Cuma&#8230; kesabaran ada batasnya. Kalau dalam satu rumah terus-terusan ditekan, terus-terusan penghasilan dirampas, otoriter, diskriminatif (ya, saya masih simpan KTP Merah Putih sebagai tanda pernah jadi WNI kelas 2 di negara ini!), maka pisah itu bisa jadi opsi terakhir. Mudah-mudahan tidak sampai demikian, tapi kalau mesti, kenapa tidak? Masalah MNC akan masuk, itu gimana nanti dijadikan public enemy berikutnya :)</p>
<p>BTW, saya baru nyadar kalau Guh juga tidak suka dengan MNC-MNC itu. CMIIW :)</p>
<p>Maaf komen saya kepanjangan, Guh. Selain tidak menemukan kategori/tag satire di blog ini, saya juga pikir kapan lagi bisa kasih wacana selagi saya sempat nyentuh net di ujung sumatra sini. Hitung-hitung opini sebelum saya minggat dari wordpress.com :D</p>
<p><b>@ jil </b></p>
<blockquote><p>
tulisan yg bener seharusnya:<br />
“…TIDAK PERNAH BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA…”
</p></blockquote>
<p>Disetujui. Sebab memang benar demikian adanya, bukan? AFAIK, tidak ada satu ucapan pun dari pejuang-pejuang itu yang mengindikasikan membela INDONESIA dulu. Tapi perjuangan itu menjadi salah satu pelatuk kesadaran utk merdeka, mungkin benar. CMIIW</p>
<p>BTW, saya memang bukan seorang Pancasilais dan Nasionalis yang teGUH. Mohon dimaafkan :)</p></blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh mbelGedez™</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4095</link>
		<dc:creator>mbelGedez™</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:02:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4095</guid>
		<description>&lt;b&gt;Maap, sayah ndak nilutin brita.
Apa, kapan, dimana, MNC bekoar soal inih, boss...???

Apa mangsudnya MNC inih lewat "konglomerasi media" nya bekoar begetoo ???&lt;/b&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Maap, sayah ndak nilutin brita.<br />
Apa, kapan, dimana, MNC bekoar soal inih, boss&#8230;???</p>
<p>Apa mangsudnya MNC inih lewat &#8220;konglomerasi media&#8221; nya bekoar begetoo ???</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sales Regulator Gas yang Religius oleh Maria Ulfa Khasanah</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2007/07/06/sales-regulator-gas-yang-religius/#comment-4094</link>
		<dc:creator>Maria Ulfa Khasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 03:17:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/2007/07/06/sales-regulator-gas-yang-religius/#comment-4094</guid>
		<description>Iya,aku setuju banget kalau emang bener ada sales yang mengaku petugas dari LPG yang mengadakan survei serta pendataan ulang penerima kompor dan tabung gas elpiji,yang ini malah lebih ironis lagi karena perusahaannya pake nama MIGAS(Mitra Graha Sarana)yang bagi masyarakat awam mungkin diartikan (Minyak dan Gas).Tapi,jauh dari tujuan mereka yang sebenarnya Masyarakat merasakan manfaat terhadap penyuluhan- penyuluhan yang mereka berikan ya....walaupun pada akhirnya mereka menjual selang dan regulator.Tapi kenapa nggak???mereka juga ikut membantu pemerintah dalam sosialisasi penggunaan kompor gas,karena pada kenyataannya banyak mesyarakat yang masih takut dan nggak tau gmn cara penggunaan kompor gas dan menurutku mereka membantu banget meyakinkan masyarakat bahwa kompor dan tabung gas mereka aman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya,aku setuju banget kalau emang bener ada sales yang mengaku petugas dari LPG yang mengadakan survei serta pendataan ulang penerima kompor dan tabung gas elpiji,yang ini malah lebih ironis lagi karena perusahaannya pake nama MIGAS(Mitra Graha Sarana)yang bagi masyarakat awam mungkin diartikan (Minyak dan Gas).Tapi,jauh dari tujuan mereka yang sebenarnya Masyarakat merasakan manfaat terhadap penyuluhan- penyuluhan yang mereka berikan ya&#8230;.walaupun pada akhirnya mereka menjual selang dan regulator.Tapi kenapa nggak???mereka juga ikut membantu pemerintah dalam sosialisasi penggunaan kompor gas,karena pada kenyataannya banyak mesyarakat yang masih takut dan nggak tau gmn cara penggunaan kompor gas dan menurutku mereka membantu banget meyakinkan masyarakat bahwa kompor dan tabung gas mereka aman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh ManusiaSuper</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4093</link>
		<dc:creator>ManusiaSuper</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 02:31:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4093</guid>
		<description>Kenapa cuma Aceh? Kalimantan, Papua, dan semua wilayah di luar jawa bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa cuma Aceh? Kalimantan, Papua, dan semua wilayah di luar jawa bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh jil</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4092</link>
		<dc:creator>jil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:55:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4092</guid>
		<description>ups, maaf, ralat:
"…TIDAK PERNAH BERJUANG untuk kemerdekaan indonesia..."

tulisan yg bener seharusnya:
"…TIDAK PERNAH BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA..."

okeh, ne yg terakhir deh... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ups, maaf, ralat:<br />
&#8220;…TIDAK PERNAH BERJUANG untuk kemerdekaan indonesia&#8230;&#8221;</p>
<p>tulisan yg bener seharusnya:<br />
&#8220;…TIDAK PERNAH BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA&#8230;&#8221;</p>
<p>okeh, ne yg terakhir deh&#8230; :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh jil</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4091</link>
		<dc:creator>jil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:44:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4091</guid>
		<description>Oya, mo nambahin ni boss:

-Tanamkan pendapat bahwa Cut Nyak Dien, Teuku Umar, -ato sapa saja pahlawan/pejuang dari aceh- ...TIDAK PERNAH BERJUANG untuk kemerdekaan indonesia dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan indonesia. Mereka hanya berjuang untuk rakyat aceh, untuk KEMERDEKAAN ACEH!!! :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oya, mo nambahin ni boss:</p>
<p>-Tanamkan pendapat bahwa Cut Nyak Dien, Teuku Umar, -ato sapa saja pahlawan/pejuang dari aceh- &#8230;TIDAK PERNAH BERJUANG untuk kemerdekaan indonesia dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan indonesia. Mereka hanya berjuang untuk rakyat aceh, untuk KEMERDEKAAN ACEH!!! :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tak Perlu Memisahkan Aceh dari Indonesia oleh jil</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/19/tak-perlu-memisahkan-aceh-dari-indonesia/#comment-4090</link>
		<dc:creator>jil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:29:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=178#comment-4090</guid>
		<description>mo nanya ni bos. nape ni surat terbuka d tujukan kpd bos-bosnye MNC? (sumpeh, ane bnr2 gak tau!:D)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mo nanya ni bos. nape ni surat terbuka d tujukan kpd bos-bosnye MNC? (sumpeh, ane bnr2 gak tau!:D)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sales Regulator Gas yang Religius oleh kompor gas meleduk</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2007/07/06/sales-regulator-gas-yang-religius/#comment-4089</link>
		<dc:creator>kompor gas meleduk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 03:53:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/2007/07/06/sales-regulator-gas-yang-religius/#comment-4089</guid>
		<description>himbauan yg bagus untk kita berhati 2 ...
tapi gak usah bawa 2 agama deh... gak nyambung ah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>himbauan yg bagus untk kita berhati 2 &#8230;<br />
tapi gak usah bawa 2 agama deh&#8230; gak nyambung ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh Donai</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4087</link>
		<dc:creator>Donai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 16:12:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4087</guid>
		<description>Wekekekek..... sama kaya saya!! Masih mending panjenengan cuman 800ribu. Saya malah 2 Juta wakakakak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wekekekek&#8230;.. sama kaya saya!! Masih mending panjenengan cuman 800ribu. Saya malah 2 Juta wakakakak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh dana</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4086</link>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4086</guid>
		<description>Betul kok unlimited. Unlimited bayarnya. :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul kok unlimited. Unlimited bayarnya. :P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh ar eros</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4085</link>
		<dc:creator>ar eros</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4085</guid>
		<description>Alow sobat pa kbr ni sehat2 kan? Lam knal ya ni aq AR Eros mahluk unik dan langka dari lereng gunung Welirang tepate Prigen Pasuruan Jawa Timur. bayi blogger yang lahir 8 juli 2008 kemarin (8-7-8 ) angka yg lumayan unik ya. oia aq boleh kn jd tmen km kn ?


Add aq yach pliss. oia sempetin jg mampir ke web q ya? berbagi hal-hal umum, seru, kocak, gokil dsb. juga baca pgalaman q di datangi malaikat bukan untuk mengaku jadi imam mahdi apalagi jadi nabi akhir zaman tapi dia dy perantara utusan Allah SWT untuk melakukan perubahan dasyat klik sni ya : www.areros.co.cc</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alow sobat pa kbr ni sehat2 kan? Lam knal ya ni aq AR Eros mahluk unik dan langka dari lereng gunung Welirang tepate Prigen Pasuruan Jawa Timur. bayi blogger yang lahir 8 juli 2008 kemarin (8-7-8 ) angka yg lumayan unik ya. oia aq boleh kn jd tmen km kn ?</p>
<p>Add aq yach pliss. oia sempetin jg mampir ke web q ya? berbagi hal-hal umum, seru, kocak, gokil dsb. juga baca pgalaman q di datangi malaikat bukan untuk mengaku jadi imam mahdi apalagi jadi nabi akhir zaman tapi dia dy perantara utusan Allah SWT untuk melakukan perubahan dasyat klik sni ya : <a href="http://www.areros.co.cc" rel="nofollow">http://www.areros.co.cc</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh satya sembiring</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4084</link>
		<dc:creator>satya sembiring</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 11:20:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4084</guid>
		<description>aduhhhhhhhhhhhh 
kok sampai segitunya
kok masih sabar aja mas..

tapi ya biasalah. kita tau sendiri iklan iklan memang sering menipu apalagi namanya belangganan,
tampa pemberitahuan bisanya seenaknya mengubah syarat dan ketentuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduhhhhhhhhhhhh<br />
kok sampai segitunya<br />
kok masih sabar aja mas..</p>
<p>tapi ya biasalah. kita tau sendiri iklan iklan memang sering menipu apalagi namanya belangganan,<br />
tampa pemberitahuan bisanya seenaknya mengubah syarat dan ketentuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jangan Ragu Untuk Mutusin Pacar oleh dodo</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/09/jangan-ragu-untuk-mutusin-pacar/#comment-4083</link>
		<dc:creator>dodo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 10:24:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=175#comment-4083</guid>
		<description>sepakat..! tapi kalo belum dapet yang baru trus mutusin gimana? mau terus nyambung tapi dah ngerasa "kadaluarsa" (ngikut istilahnya guh)?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepakat..! tapi kalo belum dapet yang baru trus mutusin gimana? mau terus nyambung tapi dah ngerasa &#8220;kadaluarsa&#8221; (ngikut istilahnya guh)?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh mempersiapkan petualangan : internet</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4082</link>
		<dc:creator>mempersiapkan petualangan : internet</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 07:58:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4082</guid>
		<description>[...] yahh.. benar sekali. namun.. ketika asik blogwalking.. ketemulah gw dengan salah satu postingan Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited, belum lagi dari trid-trid di kaskus yang banyak mengatakan flash ga stabil (mungkin akibat [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] yahh.. benar sekali. namun.. ketika asik blogwalking.. ketemulah gw dengan salah satu postingan Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited, belum lagi dari trid-trid di kaskus yang banyak mengatakan flash ga stabil (mungkin akibat [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman dengan TELKOMSELFlash Unlimited oleh D13Soul</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2008/07/14/pengalaman-dengan-telkomselflash-unlimited/#comment-4080</link>
		<dc:creator>D13Soul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 08:12:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=179#comment-4080</guid>
		<description>Barusan sy telp 111, ternyata unlimited blom berakhir..cuma buat pemakai pastikan APN nya pake internet atau telkomsel, klo pake flash emang cepet tp akan dianggap GPRS biasa..makanya tagihanya membludaghhh
Klo masalah speed ya..ya duit mah gak akan salah orng dagang bilang..hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan sy telp 111, ternyata unlimited blom berakhir..cuma buat pemakai pastikan APN nya pake internet atau telkomsel, klo pake flash emang cepet tp akan dianggap GPRS biasa..makanya tagihanya membludaghhh<br />
Klo masalah speed ya..ya duit mah gak akan salah orng dagang bilang..hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>