<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Guh</title>
	<atom:link href="http://guhpraset.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guhpraset.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 08:06:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='guhpraset.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9a9443819a263a01894f04a32fb4ef25?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Guh</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://guhpraset.wordpress.com/osd.xml" title="Guh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://guhpraset.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Saya pindah dulu, sempatkan mampir yaa :)</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/06/24/saya-pindah-dulu-sempatkan-mampir-yaa/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/06/24/saya-pindah-dulu-sempatkan-mampir-yaa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2012 05:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[guhpraset]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2502</guid>
		<description><![CDATA[WordPress.com adalah platform terbaik untuk ngeblog, saya tidak membantah itu. Dashboard nyaman, komentar mudah, anti spam super, following gampang sampai broadcast update otomatis ke setiap jejaring sosial membuat posting apapun dengan mudah terekspos di mesin pencari dan mendapat traffic. PLUS: WordPress menyediakan aplikasi untuk smartphone, sehingga dari manapun kita bisa manage blog dengan nyaman, dari [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2502&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>WordPress.com adalah platform terbaik untuk ngeblog, saya tidak membantah itu. Dashboard nyaman, komentar mudah, anti spam super, following gampang sampai broadcast update otomatis ke setiap jejaring sosial membuat posting apapun dengan mudah terekspos di mesin pencari dan mendapat traffic. PLUS: WordPress menyediakan aplikasi untuk smartphone, sehingga dari manapun kita bisa manage blog dengan nyaman, dari mana saja. Saya sudah coba versi androidnya, menyenangkan banget.</p>
<p>Tapi semua itu tidak menghalangi saya untuk pindah rumah dulu ke blogspot. Tenaaang, bukan karena saya bermutasi jadi blogger komersil yang tega memajang segala iklan MLM atau segala hal yang akan menyakiti mata dan kantong anda&#8230; Di blogspot juga akan tetap non komersil dan adfree. Kepindahan sementara ini hanya karena sedang ingin berpetualang saja, biar merasa awet muda, haha.</p>
<p>Sudah ada beberapa konten yang bisa dipakai cemilan sambil menikmati segelas teh atau kopi:</p>
<ol>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/06/surat-untuk-master-abu-bakar-bashir.html" target="_blank">Surat untuk Master Abu Bashir</a>: Surat yang ditujukan untuk Mbah Abu Bakar Ba&#8217;ashir yang terkenal itu.</li>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/jangan-ganggu-teman-imajiner-saya.html" target="_blank">Jangan ganggu teman imajiner saya</a>: Tulisan bukan curcol tentang tidak perlunya usil pada keyakinan orang lain, selama orang itu tidak mengganggu/memaksakan keyakinannya.</li>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/09/pernikahan-yang-katanya-penuh-hikmah.html" target="_blank">Pernikahan yang katanya penuh hikmah</a>: Untuk Anda yang gelisah belum dapat jodoh, dan makin stress gara-gara bacotan orang-orang sok bijak yang mempromosikan betapa penuh hikmahnya menikah itu. Daripada anda cari pelarian ga bener, mending baca ini dulu, telanjangi promosinya.</li>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/ya-allah-tahlilan-itu-menyebalkan.html" target="_blank">Ya Allah, tahlilan itu menyebalkan</a>: Surat terbuka untuk Allah, sudah lama dikirim, sampai sekarang belum ada respon.</li>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2012/06/3-tips-jadi-perokok-keren.html" target="_blank">3 Tips Jadi Perokok Keren</a>: Tanpa satir, tanpa sarkas, murni petunjuk sederhana yang perlu dipromosikan oleh industri rokok agar umatnya mampu merokok secara keren. Mohon disebarkan ke seluruh perokok sejagat raya.</li>
<li><a href="http://guhpraset.blogspot.com/2012/06/pembenaran-rektor-soal-beasiswa-dan.html" target="_blank">Pembenaran Rektor soal Beasiswa dan Sponsor Rokok</a>: Anda gelisah karena korporasi rokok dibiarkan mensponsori berbagai kegiatan pendidikan termasuk memberi beasiswa? Penjelasan rektor ini akan mencerahkan dan menentramkan jiwa anda.</li>
</ol>
<p>Kalau sempat <a href="http://guhpraset.blogspot.com" target="_blank">mampir</a> yaaa&#8230; agar saya tidak terlalu kesepian :)</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/blogger/'>blogger</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/blogspot/'>blogspot</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/guhpraset/'>guhpraset</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/wordpress/'>wordpress</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2502&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/06/24/saya-pindah-dulu-sempatkan-mampir-yaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terlalu Dewasa Untuk Memuja Kelamin</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/05/23/terlalu-dewasa-untuk-memuja-kelamin/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/05/23/terlalu-dewasa-untuk-memuja-kelamin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 07:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[kebertuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[kedewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[ketuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2494</guid>
		<description><![CDATA[Kapan nih kita ketemuan? Udah lama tidak memuja kelamin bareng-bareng.. Bukankah kita sudah terlalu dewasa untuk itu? Terlalu dewasa untuk memuja kelamin? Lu masih normal kan? Ya masih. Tapi kita sudah dewasa, memuja-muja itu kan bagi mereka yang belum cukup umur. Maksud lu? Ya persis seperti bertuhan. Memuja-muja tanpa menyentuh, sambil teriak-teriak, itu cuma dilakukan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2494&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan nih kita ketemuan? Udah lama tidak memuja kelamin bareng-bareng..</p>
<p><em>Bukankah kita sudah terlalu dewasa untuk itu?</em></p>
<p>Terlalu dewasa untuk memuja kelamin? Lu masih normal kan?</p>
<p><em>Ya masih. Tapi kita sudah dewasa, memuja-muja itu kan bagi mereka yang belum cukup umur.</em></p>
<p>Maksud lu?</p>
<p><em><span id="more-2494"></span>Ya persis seperti bertuhan. Memuja-muja tanpa menyentuh, sambil teriak-teriak, itu cuma dilakukan oleh mereka yang belum dewasa. Sekedar ditunaikan membabibuta demi mimpi mendapat surga di alam kapan-kapan kalau sudah mati.</em></p>
<p>Emang kalau dewasa gimana?</p>
<p><em>Mereka yang dewasa tidak lagi sebatas menjerit-pilu-memuja Tuhan dari jauh, tapi levelnya sudah memeluk erat dan mencengkeram leher Tuhan, lalu menggunakannya untuk meraih surga. Sekarang juga di dunia. Tidak perlu menunggu mati dulu.</em></p>
<p>Haaa, kok bisa? Menggunakan Tuhan untuk meraih surga saat ini juga? Gimana tu?</p>
<p><em>Orang yang keberketuhanannya sudah dewasa mampu mengarahkan Tuhan untuk memanipulasi pikiran orang yang belum dewasa. Di bawah kendali mereka, Tuhan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menimbulkan rasa damai, semangat, optimisme, rasa syukur&#8230; dan bisa juga untuk membangkitkan kebencian, kemarahan dan memicu amuk massa.</em></p>
<p>Ah, teoriiii&#8230; Ada contoh nyata?</p>
<p><em>Lha itu, pemimpin ormas pecinta kekerasan. Perhatikan betapa lihai mereka membangkitkan kebencian dan kemarahan. Mereka mampu memanfaatkan Tuhan untuk memicu murka ribuan massa agar menyerang siapapun yang mereka tak suka. Perhatikan juga gimana motivator rohani lihai jualan Tuhan sehingga seminar-seminarnya laku keras. Atau penceramah kampung yang suka blokir jalan sampai lu susah pulang, atau suka jerit-jerit di panggung sampai bikin lu susah tidur, dia itu pandai menggunakan Tuhan untuk meraup beramplop-amplop rupiah. Atau yang baik, mampu menggunakan Tuhan untuk mengumpulkan milyaran rupiah demi membantu fakir miskin yang ditelantarkan negara.</em></p>
<p>Yeee, itu agama kaleee, bukan Tuhan.</p>
<p><em>Apa bedanya? Ketika sesuatu dianggap sebagai paling suci, bukankah itu menjadi Tuhan? Lagian yang gw bahas bukan &#8220;Tuhan itu apa&#8221;, tapi bagaimana &#8220;bertuhan&#8221;,  secara lugu dan secara dewasa, dalam rangka menjelaskan tuduhan gw atas proposal pemujaan kelamin lu ituuuh&#8230; capiche?</em></p>
<p>Ooooh, ok. Kenapa gw tersesat ya barusan, hehe. Trus kaitannya apa sama pemujaan kelamin? Cara memuja yang dewasa tu gimana?</p>
<p><em>Ya jangan cuma dipuja-puja. Tapi dipakai. Pergunakan secara tepat untuk meraih tujuan-tujuan lu. Untuk menciptakan surga di bumi :)</em></p>
<p>I see&#8230;. Tentunya surga versi gw ya?</p>
<p><em>Tul! Gih sana cari partner atau cari umat!</em></p>
<p>Dasar setan.</p>
<p><em>Kenapa jadi setan? Gw kan cuma menyampaikan pendapat gw doang.</em></p>
<p>Ya setahu gw, setan itu simbol keingintahuan, pemberontakan dan kehausan akan pengetahuan. Kisah Adam Hawa tuh, coba ingat. Seandainya Adam dan Hawa tidak tergoda setan untuk &#8220;ingin tahu&#8221; dan makan buah &#8220;pengetahuan&#8221;, selamanya manusia cuma jadi budak yang cuma bisa patuh dan taat pada (para pengendali) Tuhan. Tidak bakalan berkembang. Selamanya nyaman dalam surga ketidaktahuan. Untung setan rela berkorban, dimurkai dan dijanjikan neraka yang kekal abadi demi menggoda manusia dengan pengetahuan.</p>
<p><em>Waw, keren tuh cerita. Memang keingintahuan dan pengetahuan bisa bikin gelisah. Asli neraka banget tuh. </em></p>
<p>Blah. Ya sudah, kapan nih ketemuan? Jumat?</p>
<p><em>Umm&#8230; Kalau Tuhan mengijinkan yaaa&#8230;</em></p>
<p>Ngapain lu melibatkan Tuhan?</p>
<p><em>Sekedar mempersiapkan Tuhan saja. Kalau ternyata nanti batal ya artinya Tuhan tidak mengijinkan, lu tidak perlu menyalahkan gw yang lugu tak berdosa ini, silakan langsung menyalahkan Tuhan saja, gitu&#8230;</em></p>
<p>Hmmm&#8230; baiklah&#8230; SETAN!</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kebertuhanan/'>kebertuhanan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kedewasaan/'>kedewasaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kelamin/'>kelamin</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ketuhanan/'>ketuhanan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/setan/'>setan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/tuhan/'>tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2494&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/05/23/terlalu-dewasa-untuk-memuja-kelamin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Pertanyaan Tentang Ulama dan Pesan Sponsor</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/19/5-pertanyaan-tentang-ulama-dan-pesan-sponsor/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/19/5-pertanyaan-tentang-ulama-dan-pesan-sponsor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 16:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[candu]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sponsor]]></category>
		<category><![CDATA[toa]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2479</guid>
		<description><![CDATA[Jika saya adalah seorang kapitalis bukan yahudi yang kaya raya dari jualan barang adiktif yang merusak kesehatan, bagaimana hukumnya itu kekayaan yang saya miliki, halal atau haram? Bolehkah atau pantaskah jika sebagian kekayaan itu digunakan untuk mensponsori kegiatan dakwah agama? Jika boleh, bolehkah saya menyumbang agama dengan uang hasil jualan narkoba, atau hasil korupsi? Apa [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2479&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Jika saya adalah seorang kapitalis <span style="text-decoration:underline;">bukan</span> yahudi yang kaya raya dari jualan barang adiktif yang merusak kesehatan, bagaimana hukumnya itu kekayaan yang saya miliki, halal atau haram?</li>
<li>Bolehkah atau pantaskah jika sebagian kekayaan itu digunakan untuk mensponsori kegiatan dakwah agama?</li>
<li>Jika boleh, bolehkah saya menyumbang agama dengan uang hasil jualan narkoba, atau hasil korupsi?</li>
<li>Apa pantas ulama yang baik mempromosikan sebuah brand yang cari uang dengan menjual produk yang merusak kesehatan?</li>
<li>Kalau tidak secara langsung gimana hukum dan etikanya? Misalnya saya punya pabrik candu merek <strong>PUTAWALAH</strong> yang terkenal ke seantero jagat sebagai pabrik candu paling nasionalis karena paling banyak mempekerjakan kaum miskin sebagai kuli (sekaligus sebagai konsumen setia). Semua orang tahu kalau Putawalah pabrik candu, otak masyarakat sudah mengasosiasikan kata Putawalah = Candu surgawi. Nah, suatu hari saya bikin &#8220;<strong>PUTAWALAH </strong>Foundation&#8221; yang saya akui tak punya kaitan sama sekali dengan pabrik candu. Kegiatannya bagi-bagi beasiswa dan menyeponsori berbagai kegiatan termasuk agama. Entah kenapa, kata &#8220;Putawalah&#8221; sengaja saya tulis lebih mencolok di setiap penampilan, padahal saya tulus ndak niat iklan sama sekali. Nah, jika saya ingin iklankan yayasan saya itu di rumah ulama, hukumnya gimana? Apakah ulama yang baik akan merestuinya? Bukankah itu sama saja mempromosikan brand PUTAWALAH secara terselubung dan mendukung kelestariannya?</li>
</ol>
<p>Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya berawal dari bisingnya masjid.</p>
<p>Lho, kok bisa?</p>
<p>Jadi ceritanya sore tadi, seperti biasa saya terganggu oleh ritual TOA sebelum magrib. Saat itu beberapa orang di beberapa masjid yang berbeda tapi lokasinya berdekatan, dengan sengaja dan bersama-sama melawan anjuran Quran 7:55 dan 7:205, mereka justru melakukan kebalikan dari apa yang dianjurkan: <span style="text-decoration:underline;">Memamerkan</span> puja-puji terhadap Allah secara <span style="text-decoration:underline;">sangat berlebih-lebihan</span>, dengan TOA yang disetel keras sekali sampai <span style="text-decoration:underline;">mengganggu</span> warga sekitar.</p>
<p>Terpikir untuk untuk mengadukan masalah itu pada <a href="http://www.mui.or.id">MUI</a>.</p>
<p>Sialnya, walau sekarang sudah tahun 2012, situs Majelis Ulama Indonesia belum mau menyediakan halaman tanya jawab&#8230; yang bisa dimanfaatkan umat untuk bertanya. Masih khas ulama jadul, satu arah, cuma ingin didengar tanpa mendengar. Yang terkesan si begitu, hehe.</p>
<p>Lalu saya ingat almarhum Gus Dur, saya ingat dulu jaman beliau jadi presiden berani gelar open house dan merakyat banget, berani dengar keluhan dan pertanyaan dari rakyat. Konon beliau pemimpin NU, nah, mungkin situsnya NU juga lebih merakyat dan lebih dekat dengan umat.</p>
<p>Lagi-lagi saya sial, tidak ada juga halaman untuk umat mengajukan pertanyaan. Bahkan ketika saya memaksakan diri untuk titip pertanyaan di artikel  &#8220;<a title="Bersetubuh bersama-sama, waw, Waw, WAW!!" href="http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,11-id,37076-lang,id-c,syariah-t,Hukum+Bersetubuh+Bersama+Sama-.phpx">Hukum Bersetubuh Bersama-sama&#8221;,</a> hasilnya cuma tampilan &#8220;parsel error&#8221; dan pertanyaanpun gagal diajukan.</p>
<p>Cari-mencari, akhirnya saya melihat ke bagian header dan JREEENGG!!!</p>
<div id="attachment_2480" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="https://guhpraset.files.wordpress.com/2012/04/situs-resmi-nahdlatul-ulama-nu-online-2012-04-19-19-12-40.png?w=300"><img class="size-medium wp-image-2480 " title="NU Online 2012-04-19 19-12-40" src="https://guhpraset.files.wordpress.com/2012/04/situs-resmi-nahdlatul-ulama-nu-online-2012-04-19-19-12-40.png?w=300&#038;h=142" alt="" width="300" height="142" /></a><p class="wp-caption-text">Iklan di kanan atas itu, masih terkait rokok kan?</p></div>
<p>Tampaklah itu <a href="http://www.djarumfoundation.org/">Djarum Foundation</a> iklan banget di header situs ulama. Dan muncul deh pertanyaan-pertanyaan seperti barusan.</p>
<p>Karena tidak menemukan tempat bertanya, akhirnya saya tulis saja semua pertanyaan itu di sini. Cuma bertanya lho, tidak usah tersinggung, apalagi menuntut saya dengan hukuman seumur hidup karena pencemaran nama <del>baik</del>.</p>
<p>Semoga pertanyaan-pertanyaan tersebut bermanfaat dan dapat terjawab, sehingga dapat membantu meningkatkan daya kritis umat, agar tidak terlalu mudah dibodohi oleh pihak-pihak yang sangat berorientasi profit hingga bersedia mengorbankan apapun demi duit..</p>
<p>Amin.</p>
<p>Jadi sekarang kita harus mengadu kemana nih soal penyalahgunaan TOA?</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/candu/'>candu</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kesehatan/'>kesehatan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/masjid/'>masjid</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/rokok/'>rokok</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/sponsor/'>sponsor</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/toa/'>toa</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ulama/'>ulama</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2479&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/19/5-pertanyaan-tentang-ulama-dan-pesan-sponsor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://guhpraset.files.wordpress.com/2012/04/situs-resmi-nahdlatul-ulama-nu-online-2012-04-19-19-12-40.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">NU Online 2012-04-19 19-12-40</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Kaya, Gengsi dan Teknologi Primitif yang boros BBM</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/17/orang-kaya-gengsi-teknologi-primitif-boros-bbm/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/17/orang-kaya-gengsi-teknologi-primitif-boros-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 11:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi]]></category>
		<category><![CDATA[gengsi]]></category>
		<category><![CDATA[konsumerisme]]></category>
		<category><![CDATA[orang kaya]]></category>
		<category><![CDATA[orang miskin]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2474</guid>
		<description><![CDATA[Menganggap boros tidaknya sebuah kendaraan tentu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kewajaran setempat. Di tempat yang rata-rata kendaraan dapat menempuh 10-14 Km hanya dengan 1 Liter, maka kendaraan yang hanya mampu 6-8 Km per liter itu termasuk teknologi primitif kurang ajar yang sudah ketinggalan zaman. Sebaliknya, 2 km per liter akan dianggap wajar oleh mereka [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2474&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Menganggap boros tidaknya sebuah kendaraan tentu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kewajaran setempat. Di tempat yang rata-rata kendaraan dapat menempuh 10-14 Km hanya dengan 1 Liter, maka kendaraan yang hanya mampu 6-8 Km per liter itu termasuk teknologi primitif kurang ajar yang sudah ketinggalan zaman.</p>
<p>Sebaliknya, 2 km per liter akan dianggap wajar oleh mereka yang hobi guling-gulingan di comberan pakai jeep super mahal&#8230;. Tapi soal itu tak ingin saya mengomentari,  kelakuan macam itu sudah di luar nalar saya. Yang saya perhatikan itu mereka yang berkeliaran di jalanan umum itu lho&#8230;. Apa tak ada cara lain yang lebih cerdas untuk pamer kekayaan?</p>
<blockquote><p>&#8220;Mobil aing kumaha aing lah, gw mampu beli bbm kok, kenapa lu usil? Ga usah pasang muka miskin deh, dasar lu miskin lahir batin!!&#8221;</p></blockquote>
<p>BBM itu harganya semakin tinggi karena stoknya semakin langka, sedangkan yang butuh makin banyak, betul? Nah, aksi buang-buang BBM sekedar untuk pamer kekayaan itu bukankah justru membuatnya semakin langka dan semakin cepat habis? Yang mampu beli mungkin tak masalah, tapi yang kantongnya tipis?</p>
<blockquote><p>&#8220;Ya salahnya kenapa miskin. Pasti malas belajar, malas kerja keras dan malas berdoa. Iya kan? Dasar miskin nyusahin&#8221;</p></blockquote>
<p>Justru itu, orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin semakin miskin karena akses terhadap energi yang penuh ketidakadilan. Ketika si kaya semena-mena buang BBM untuk pamer kekayaan, itu ikut membuat BBM semakin langka, semakin mahal dan semakin tidak terjangkau oleh si miskin.</p>
<blockquote><p>Ya orang miskin juga tidak ada gunanya kalau terlalu banyak. Cuma bikin rusuh saja kan? Biar saja semakin miskin dan sekalian mati kelaparan. Biar jumlahnya tak kelewat banyak.</p></blockquote>
<p>Wow, jahat sekali. Tapi walaupun Anda sejahat itu, janganlah terlalu eksplisit dalam mendukung pemiskinan, tidak perlu pamer kekayaan dengan buang-buang bensin di jalanan.</p>
<blockquote><p>Kenapa tidak? Toh miskin-miskin itu tak ada yang sadar waktu gw  foya-foya menghamburkan bbm di depan muka-muka miskin mereka.</p></blockquote>
<p>Karena Anda lebih pintar, lebih beretika dan lebih berpendidikan dari mereka? Lagi pula, cukup sedikit provokasi untuk menyadarkan orang miskin bahwa kendaraan boros Anda layak dibakar karena dianggap menghina dan mendukung aksi pemiskinan.</p>
<blockquote><p>Hmm, tiba-tiba saya merasa perlu cari kendaraan yang lebih canggih dan efisien.</p></blockquote>
<p>Tentu saja. Sebagai orang kaya yang berpendidikan, Anda bisa pamer kekayaan tanpa mendukung pelangkaan bbm maupun pemiskinan. Sudah banyak kok mobil lumayan mewah, sangat nyaman dan sangat irit.</p>
<blockquote><p>Ada saran? Merk dan seri apa gitu yang bisa saya beli sore ini?</p></blockquote>
<p>Ya gunakanlah kekayaan Anda untuk riset sedikit demi menjawab pertanyaan itu. Jangan seperti orang miskin informasi lah.</p>
<blockquote><p>Eh, tapi itu di jalan juga banyak muka miskin berkeliaran naik motor yang super boros BBM. Gimana tuh?</p></blockquote>
<p>Ya itu lah, mereka bukan cuma muka yang miskin, pendidikan dan kebijaksanaan juga masih miskin. Mereka ingin gaya-gayaan tapi ilmu tak cukup, akhirnya ditipu mentah-mentah oleh produsen-produsen yang jualan mesin primitif tapi berpenampilan menawan. Orang yang sudah kaya seperti Anda harusnya mampu berpikir secara lebih cerdas, tidak perlu jatuh ke dalam tipuan yang sama.</p>
<blockquote><p>Itu lah tu. Coba lihat iklan motor. Cewe cantik dan homo ganteng lah dipajang-pajang, istilah-istilah  pseudoteknis lah diuntir-untir. Padahal cukup pamer max speed, max power dan berapa km/liter bbm yang diperlukan dalam menikmati semua itu.</p></blockquote>
<p>Benar, selain handling dan kenyamanan yang harusnya dipamerkan lewat test drive. Dan penampilan juga penting sih, walau bukan terpenting.</p>
<p>Habis orang miskin mau membanggakan apa lagi kalau bukan penampilan? Uang, pendidikan, kebijaksanaan, karya? Kan miskin. Lagian kalau orang kaya beneran ga mungkin lah tergoda untuk pamer-pamer. Yang butuh pamer kan yang masih butuh pencitraan biar laku jual diri atau yang masih kuatir soal masa depan. Yang sudah kaya bakal terlalu sibuk berkarya, bukan cuma bekerja atau jual diri.</p>
<blockquote><p>Kurang ajar, kamu nyindir  eh?!?!</p></blockquote>
<p>Bukan gitu, maksud saya, kasih contoh lah. Jangan cuma kaya di duit, tapi juga kaya di kebijaksanaan dan kecerdikan. Jadilah teladan. Kalau semua orang sekaya Anda berhenti beli mesin-mesin primitif yang boros bbm, produsen dan penjual juga akan terpaksa mengembangkan teknologi agar lebih efisien.</p>
<p>Bandingkan dengan teknologi komputer, 3 juta perak beberapa tahun lalu cuma bisa beli komputer secepat 33 MHz, sekarang dengan rupiah yang sama kita bisa dapat lebih dari 2000 Mhz, multi-core pula. Tapi teknologi mesin dari merk-merk terkenal itu, apa yang mereka capai? Sebenarnya mereka itu jualan mesin canggih apa cuma jualan gengsi yang ilusif?</p>
<blockquote><p>&#8220;Hmm&#8230; persuasif. Baiklah, sebagai orang kaya kita sebaiknya memang punya kelakuan yang berbeda dari orang miskin. Mari kita jadi contoh dan teladan yang baik&#8221;</p></blockquote>
<p>Hoho, setuju banget gan!.</p>
<p>Btw, penonton, pakai kendaraan boros atau irit? Seliter berapa meter? Pakai merk dan tipe apa? Ngerasa miskin atau kaya? Kelakuan gimana? Hehe.</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/bbm/'>bbm</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/efisiensi/'>efisiensi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/gengsi/'>gengsi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/konsumerisme/'>konsumerisme</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/orang-kaya/'>orang kaya</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/orang-miskin/'>orang miskin</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2474&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/04/17/orang-kaya-gengsi-teknologi-primitif-boros-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malas Update Setelah Jadi Orang Tua?</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/29/malas-update-setelah-jadi-orang-tua/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/29/malas-update-setelah-jadi-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 07:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[indoktrinasi]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2454</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menikah dan apalagi punya anak, blogger (terutama yang non-profit) biasanya jadi malas update. Sering malah sekalian berhenti. Menurut saya itu bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya tetap menyempatkan diri untuk menulis, kalau harus dikurangi ya mulai dari dosis curcol dan curhatnya saja. Kenapa? Menulis yang agak serius seperti ini mengharuskan kita untuk terus berpikir kritis, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2454&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menikah dan apalagi punya anak, blogger (terutama yang non-profit) biasanya jadi malas update. Sering malah sekalian berhenti. Menurut saya itu bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya tetap menyempatkan diri untuk menulis, <del>kalau harus dikurangi ya mulai dari dosis curcol dan curhatnya saja</del>.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Menulis <del>yang agak serius seperti ini</del> mengharuskan kita untuk <span style="text-decoration:underline;">terus berpikir kritis</span>, <span style="text-decoration:underline;">terus belajar</span> dan <span style="text-decoration:underline;">membuka diri terhadap hal-hal baru</span>. Pernah ketemu tua bangka kolot yang hobinya ribut soal sepele? Nah, bertahan tetap menulis dapat menjauhkan kita dari bermutasi jadi mahluk yang seperti itu.</p>
<p>Klise? Ok deh, alasan yang berikut ini bakal lebih menarik dari alasan klise barusan&#8230;</p>
<p><span id="more-2454"></span>Apa sih yang biasanya diwariskan orang-orang tua? Atau lihat dari sudut pandang kita deh: Apa yang biasanya kita peroleh dari para leluhur kita yang terdekat, seperti dari orang tua, kakek nenek dan buyut?</p>
<ul>
<li>Tubuh, lengkap dengan segala kecantikan dan penyakit turunannya</li>
<li>Harta, kalau kaya</li>
<li>Tahta, kalau turunan pintar KKN</li>
<li>Wanita/Pria, jika dijodohkan</li>
<li>Relasi, kalau turunan gaul</li>
<li>Beberapa paket indoktrinasi dan sifat buruk yang mungkin diwariskan tanpa sengaja</li>
</ul>
<p>Nah, segala warisan tersebut dikelola siapa? Menggunakan apa?</p>
<p>Tentu saja dikelola oleh si ahli waris, menggunakan daya pikirnya.</p>
<p>Masalahnya, pikiran yang dipakai untuk mengelola dan menjalani hidup itu warisan dari siapa? Bentukan siapa dan untuk kepentingan apa?</p>
<p>Apakah bentukan indoktrinator cabul dari padang pasir? Apakah &#8220;kebijakan leluhur&#8221; fiktif warisan penjajah? Ataukah klenikus lokal yang cari nafkah dari  pengkultusan mitos? Atau bentukan masyarakat zombi yang membabibuta menyembah sang hyang motivator?</p>
<p>Apakah kita termasuk orang yang susah payah melahirkan, membesarkan dan melengkapi putra-putri kita dengan segala sumber daya, hanya untuk jadi zombi yang mendukung kepentingan indoktrinator manapun yang berhasil menjajah pikirannya?</p>
<p>Dan demikianlah perilaku kebanyakan orang. Lupa secara turun-temurun. Atau mungkin juga belum pernah kepikiran bagaimana manusia diperlakukan seperti ternak yang beranak-pinak, menghasilkan daging-daging berkualitas, demi kepentingan sang peternak.</p>
<p>Jadi hubungan sama kegiatan menulis apa?</p>
<p>Tulisan tentang pemahaman dan pikiran-pikiran kita bisa diwariskan dan dibaca oleh anak cucu, dan anak cucu mereka. Keturunan berikutnya bisa melihat bagaimana pola pikir dan perkembangan pemahaman leluhurnya. Apalagi jika pikiran tersebut disajikan dalam bentuk blog (atau apapun) yang terbuka untuk diskusi umum. Segala sanggahan dan perdebatan yang terjadi akan membuka pikiran si anak, pertentangan antar berbagai cara berpikir akan membuatnya lebih kritis dan awas dalam memilih.</p>
<p>Kenapa kita lebih mengenal tulisan kafir-kafir barat atau habib-habib ga jelas dari padang pasir? Karena leluhur kita sendiri terlalu sibuk memutar roda kapitalisme sampai tak sempat menulis. Teknologi saat itu memang belum memungkinkan jelata biasa seperti leluhur kita untuk mengabadikan segala pikiran dan bualan sok bijak dalam buku-buku yang luar biasa mahal. Yang punya akses ke penulisan baru segelintir feodal dan mereka yang dekat dengan penjajah <del>(yang menjajah fisik maupun menjajah pikiran)</del>.</p>
<p>Sekarang teknologinya sudah terjangkau untuk hampir semua kalangan. Siapa saja bisa  mempublikasikan, mengabadikan dan mewariskan tulisan. Tukang buah jaga dagangan atau kusir bajaj juga bisa ngeblog sambil nunggu penumpang, kalau mau.</p>
<p>Malahan kita sekarang bisa publikasi hasil pikiran dengan cara yang jauh lebih demokratis daripada buku. Buku itu bukan saja bayar, tapi modelnya juga dakwah satu arah dimana penulis bebas membual seenak udelnya tanpa kuatir pembaca akan menganggapinya secara instan. Blog sudah lebih menghargai pembaca karena tanggapan bisa diletakkan sedekat satu klik atau beberapa scroll saja.</p>
<p>Pertimbangan seperti itulah yang membuat saya terus menulis, walaupun belum punya pacar apalagi anak #lho?. Hehe, ya siapa tahu, sekian puluh tahun lagi, mungkin cucu dari cucu <del>mantan pacar</del> saya membaca tulisan ini dan cengar-cengir sendiri melihat <del>mantan calon</del> kakek buyutnya sok bijak dan sok berbagi nasihat walau hidup dalam dunia purba yang penuh korupsi.</p>
<p>Ya begitu deh. Wahai kawan yang sudah bermetamorfosis jadi suami istri dan orang tua, sempatkanlah selalu untuk terus menulis. Jangan cuma untuk mengejar hit atau ketenaran sesaat, tapi juga untuk diwariskan ke anak cucu dan anak cucunya lagi. Agar warisan kita lebih lengkap, tidak cuma membantu tubuh tapi juga membantu pikiran. Agar generasi berikutnya punya lebih banyak pilihan cara berpikir, tidak seperti kita yang cuma terbawa-bawa indoktrinasi dari pergaulan, buku-buku dan tulisan-tulisan para seleb sok bijak kurang ajar<del> seperti saya</del>.</p>
<p>Etapi, gimana ya format blog yang enak dibaca sebagai warisan? :)</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/indoktrinasi/'>indoktrinasi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/manusia/'>manusia</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/menulis/'>menulis</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2454&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/29/malas-update-setelah-jadi-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa saya belum juga punya PIN</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/09/kenapa-saya-tidak-bbm-an/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/09/kenapa-saya-tidak-bbm-an/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 05:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[RIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2432</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tahun 2012 tapi saya masih juga belum punya jawaban tiap ditanya PIN. Alasan praktis biasanya &#8220;belum ada duit&#8221; atau kalau merasa perlu jaga gengsi ya jawabnya: &#8220;Belum perlu. Sementara pakai email, dropbox atau gdoc sudah cukup instan kalau hanya untuk kolaborasi dokumen.&#8221; Tapi kadang ada saja tukang ngorek dan tukang kompor yang tidak mau [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2432&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah tahun 2012 tapi saya masih juga belum punya jawaban tiap ditanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BlackBerry#BlackBerry_PIN">PIN</a>.</p>
<p>Alasan praktis biasanya &#8220;belum ada duit&#8221; atau kalau merasa perlu jaga gengsi ya jawabnya: &#8220;Belum perlu. Sementara pakai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Email">email</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dropbox_%28service%29">dropbox</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_document">gdoc</a> sudah cukup instan kalau hanya untuk kolaborasi dokumen.&#8221;</p>
<p>Tapi kadang ada saja tukang ngorek dan tukang kompor yang tidak mau makan jawaban klise begitu, mereka selalu ingin tahu alasan yang sebenarnya&#8230;</p>
<p>Inilah jawaban saya untuk golongan sulit itu&#8230;<span id="more-2432"></span></p>
<p>Saya kurang cocok dengan faham <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Commercialism">komersialisme</a> yang berusaha mengambil keuntungan finansial dari setiap kesempatan. Saya masih saja sinis pada tiap aksi cari untung yang dicapai dengan mendukung kelangkaan, atau malah sengaja melakukan pelangkaan.</p>
<p>Contoh pelangkaan itu begini: Seandainya saya tukang dagang air minum di sebuah planet, saya akan melakukan pelangkaan dengan menguasai dan memagari sumber-sumber air setempat, sedangkan sumber yang tak bisa dibeli saya polusi biar tidak layak minum. Air jadi langka, penduduk tak bisa lagi mendapatkan dengan cara biasa/murah, akhirnya terpaksa beli dari saya. Profit.</p>
<p>Aksi pelangkaan itu ketika teknologi dan sumberdaya yang saya kuasai bukan digunakan untuk mempermudah orang banyak, tapi justru memperumit. Karena makin rumit, makin profit.</p>
<p>Ketika manusia sudah mencapai kemajuan teknologi yang memungkinkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yahoo_messenger">YM</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_talk">Gtalk</a>, Twitter, Email, whatsapp, dll dapat diakses dari sembarang hardware, lha ini yang pakai PIN justru mundur ke zaman feodal, dia hanya bisa dipakai komunikasi oleh orang yang punya hardware khusus.</p>
<p>Bayangkan jika makin banyak manusia terus mendukung taktik dagang tersebut hingga akhirnya taktik itu diikuti oleh semua korporasi diseluruh dunia, apa efeknya pada arah kemajuan teknologi?</p>
<ul>
<li>Teknologi jadi semakin langka, bukan semakin terjangkau tapi semakin mahal karena ada ketergantungan terhadap hardware khusus yang patennya dikuasai satu pihak tertentu.</li>
<li>Manusia terpecah belah berdasarkan hardware yang dimiliki. Mungkin tidak ada lagi email atau IM gratisan yang bisa diakses dari sembarang perangkat, semua akan diharuskan beli perangkat khusus untuk setiap channel.</li>
<li>Manusia akan dikuasai oleh perusahaan-perusahaan tertentu saja, karena untuk komunikasi akhirnya akan sangat tergantung pada siapapun yang berhasil memonopoli teknologi.</li>
</ul>
<p>Kekhawatiran lebay? Mungkin. Anehnya taktik dagang seperti itu terus kita dukung, bahkan oleh kalangan edukator.</p>
<p>Jika yang pakai dari kalangan elitis, sosialista eksklusif yang selalu gaul instan setiap saat itu bisa dimengerti lah. Tapi kalau yang pakai guru, dosen, visioner, dan orang sok proletar yang ngaku revolusioner? Hmm&#8230;. hmm&#8230;</p>
<p>Ok, penyangkalan biar saya aman:</p>
<p>Saya tidak berusaha menyalahkan perusahaan itu. Dilihat dari kacamata dagang, taktik seperti juga tidak salah. Akademisi waras manapun, terutama yang lulusan bisnis pasti yakin itu baik-baik saja, malah jenius karena jitu menangkap peluang cari uang. Layanan yang diberikan juga sesuai harga, malah tempo hari juga sempat <a href="http://press.rim.com/release.jsp?id=5214">bagi-bagi aplikasi gratis</a> sebagai permintaan maaf atas layanannya yang sempat error.</p>
<p>Penjelaskan mengapa saya belum punya PIN ini semata karena saya kurang pendidikan, jadi masih hidup mengawang-awang, masih memimpikan kelimpahan bagi semua orang dan sinis pada setiap usaha cari profit yang mengusahakan pelangkaan.</p>
<p>Penjelasan ini sekaligus menawarkan solusi bagi semua yang sebenarnya ingin beli tapi belum punya uang&#8230; Jadi bisa menjawab dengan keren tiap kali ditanya PIN. Dan nanti setelah punya uang, bisa punya lebih banyak pertimbangan sebelum membelanjakannya. Karena uang juga bentuk lain dari energi yang bisa kita pakai untuk mendukung berbagai perilaku yang ingin kita lestarikan.</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Jadi gimana ceritanya Anda sampai punya PIN? Dipaksa boss, diajak arisan, karena para yayang juga punya, tuntutan bisnis, atau ada alasan lain? Sekarang sudah semendarah daging apa?</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/bbm/'>bbm</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/blackberry/'>blackberry</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/rim/'>RIM</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2432&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/09/kenapa-saya-tidak-bbm-an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Jumat: 4 Penyebab Rumah Ibadah jadi KORUP</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/02/dakwah-jumat-4-penyebab-rumah-ibadah-jadi-korup/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/02/dakwah-jumat-4-penyebab-rumah-ibadah-jadi-korup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 09:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[adudomba]]></category>
		<category><![CDATA[berisik]]></category>
		<category><![CDATA[bising]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[disintegrasi]]></category>
		<category><![CDATA[jumat]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[penistaan]]></category>
		<category><![CDATA[penodaan]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[toa]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2414</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya saya ingin menulis tentang langkah berani para anggota dewan perwakilan yang mulai ngeblog. Tapi karena blog mereka masih saja kosong (sekosong apa hayo?), maka saya yang religius, berbau agama dan memancarkan cahaya iman ini memilih topik lain yang lebih bermanfaat untuk umat di hari jumat. Sebuah dakwah. Dan inilah dakwah Jumat kali ini: 4 [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2414&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tadinya saya ingin menulis tentang langkah berani para anggota dewan perwakilan yang mulai <a href="http://dpd.go.id/weblog/">ngeblog</a>. Tapi karena blog mereka masih saja kosong (sekosong apa hayo?), maka saya yang religius, berbau agama dan memancarkan cahaya iman ini memilih topik lain yang lebih bermanfaat untuk umat di hari jumat. Sebuah dakwah.</p>
<p>Dan inilah dakwah Jumat kali ini:<span id="more-2414"></span></p>
<h2>4 Sebab Rumah Ibadah jadi KORUP</h2>
<h3><strong>Pertama, dibangun pakai uang haram.</strong></h3>
<p>Uang haram bukanlah uang yang tidak tempeli label halal dari <a title="Majelis Ulama Indonesia" href="http://www.mui.or.id/">MUI</a>. Tapi uang yang didapat dari aktivitas-aktivitas yang zalim, menganiaya orang lain, atau uang yang diraup secara tidak etis.</p>
<p>Uang hasil penyelewengan jabatan, seperti sumbangan dari para koruptor tentu saja haram. Termasuk uang haram adalah uang yang didapat dari menjerumuskan orang lain ke dalam kerusakan, misalnya jualan candu.</p>
<p>Lebih parah lagi jika candu yang dijual tidak cuma merusak individu beserta keluarganya, tapi juga menyebabkan kemelaratan holistik yang menyakitkan badan, membodohkan pikiran, memiskinkan secara ekonomi dan mengadudomba rakyat serta memecah belah negara sekaligus. Uang dari situ adalah uang yang haram sangat, mungkin saat dipegangpun bakal terasa hangat.</p>
<p>Uang dari mafia tukang palak dan tukang pungli juga haram. Jadi misalnya di kampung kita ada rumah ibadah super megah yang dibangun dari uang sumbangan mafia tukang palak, berarti itu rumah ibadah korup yang dibangun dengan uang haram.</p>
<h3>Kedua, dibangun tanpa ijin</h3>
<p>Membangun rumah untuk manusia saja perlu IMB, apa lagi bangun rumah untuk Tuhan.</p>
<p>Tuhan sendiri sebenarnya tak butuh rumah, apalagi dirumahkan. Sebagai entitas yang maha ada dan maha mendengar, siapapun bisa dan boleh bicara denganNya dari manapun dan kapanpun, tidak harus dari lokasi atau waktu tertentu.</p>
<p>Pembangunan rumah ibadah hanyalah untuk kepentingan manusia, urusannya lebih banyak dengan sesama manusia, makanya perlu diatur dengan perijinan supaya tertib, untuk mengurangi kemungkinan adanya pihak-pihak yang terzalimi.</p>
<p>Membangun tanpa ijin, berarti menyepelekan hubungan antara sesama manusia. Membangun rumah untuk beribadah pada Tuhan tanpa ijin, berarti menggunakan Tuhan untuk menyepelekan hubungan antara sesama manusia. Yang seperti itu adalah aktivitas berbahaya yang perlu diwaspadai.</p>
<h3>Ketiga, mengganggu lingkungan</h3>
<p>Apakah rumah ibadah mengganggu ketentraman orang-orang sekitar? Apakah menimbulkan polusi suara? Apakah menyebabkan kemacetan? Apakah menterror warga sekitar karena dipakai meneriakkan ancaman? Apakah AMDAL-nya begitu buruk hingga menyebabkan banjir, bencana alam atau malah kiamat?</p>
<p>Jika rumah ibadah mengkorupsi ketentraman atau keselamatan hidup masyarakat, maka itu rumah ibadah korup, karena menggunakan Tuhan untuk menzalimi orang banyak.</p>
<p>Jika rumah ibadah ber-AMDAL busuk dan pengganggu lingkungan ternyata punya ijin lengkap, maka kita perlu bertanya, apakah orang/institusi yang memberi ijin sudah terinfeksi virus korupsi? Itu bahaya, karena jika orang/instusi/regulator korup dibiarkan terus beroperasi,  mungkin dia juga akan beri ijin pada pabrik-pabrik atau kegiatan-kegiatan yang ber-AMDAL korup yang merusak lingkungan dan kehidupan manusia.</p>
<h3>Keempat, menentang anjuran kitab suci</h3>
<p>Misalnya masjid, rumah ibadah agama Islam, kitab yang dianut semestinya adalah Quran. Dalam Quran 7:55 dan 7:205 dianjurkan untuk menyebut nama Allah dengan rendah hati, dan dengan privasi. (Silakan periksa kitab tersebut, karena bisa saja hanya berdusta dan menebar fitnah).</p>
<p>Nah, jika ternyata masjid tersebut justru menggunakan TOA (semacam pengeras suara yang kualitas suaranya mengerikan) untuk meneriaki Allah mulai dari setengah jam sebelum adzan dan sekian jam setelahnya, bahkan sampai mengganggu kenyamanan manusia yang tinggal di sekitarnya, maka harus dipertanyakan sebenarnya kitab apa yang diikuti oleh masjid tersebut?</p>
<p>Meneriaki Tuhan seperti itu tidak cuma menodai agama dan menistakan kitab suci, tapi juga mengorupsi kenyamanan dan kesehatan manusia dan setiap mahluk yang masih hidup dan masih bertelinga yang tinggal di sekitarnya. Perlu dipertanyakan juga apakah umat masjid tersebut masih percaya bahwa Allah maha Mendengar.</p>
<p>Tapi teman-teman dari Front Penyuka Intimidasi dan simpatisannya tidak perlu buru-buru mengambil pentungan apalagi menyerukan kekerasan. Ada solusi damai.</p>
<p>Jika memang ternyata masjid-masjid tersebut dari aliran baru yang meyakini bahwa Allah tidak Maha Mendengar dan memang perlu diteriaki sekian kali sehari, tak perlu lah penganut aliran tersebut diusir-usir atau dipukuli, apalagi dicap sesat dan menyesatkan oleh Pak Menteri. Itu mungkin melanggar hak asasi.</p>
<p>Anjurkan saja secara baik-baik untuk mengganti TOA dengan LCD super besar yang dihadapkan ke langit. Jadi segala doa dan puji tidak diteriakkan, tapi ditayangkan di display tersebut. Walau yakin Allah tidak Maha Mendengar, tapi tetap Maha Melihat kan? Nah, dengan begitu segala doa dan puja puji bisa tetap disampaikan tanpa perlu menzalimi telinga warga sekitar.</p>
<p>Begitu pula dengan rumah-rumah ibadah dari agama yang lain. Jika aktivitasnya tidak sesuai dengan anjuran kitab sucinya, itu berarti rumah ibadah korup. Misalnya: Kitab sucinya mengajarkan perdamaian, musyawarah dan gotong royong untuk memperjuangkan rahmat bagi semesta alam, tapi rumah ibadah itu malah dipakai provokasi, pecah belah, adudomba dan menebar kebencian. Yang seperti itu adalah rumah ibadah yang korup dan menistakan ajaran kitab sucinya sendiri.</p>
<p>-</p>
<p>Demikianlah 4 hal yang membuat korup rumah ibadah. Mari kita peduli, karena kelaknatan rumah ibadah yang korup sangatlah mengerikan. Anda belum tahu? Silakan baca berbagai <a href="http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/22/awas-bahaya-rumah-ibadah-hasil-korupsi/">horor yang diakibatkan rumah ibadah korup</a> dalam dakwah sebelumnya.</p>
<p>Oh, satu lagi yang perlu Anda sadari, walaupun saya orangnya sok suci dan suka merasa paling benar sendiri sepanjang jaman dan sedunia akhirat, dalam dakwah kali ini saya belajar membuka pikiran dan membuat dakwah ini bukan cuma dakwah satu arah.</p>
<p>Dalam dakwah ini Anda bukan lagi sekedar korban indoktrinasi yang hanya boleh mengamini tanpa boleh bertanya dan mengkritisi. Malahan di sini Anda juga boleh mengoreksi kesalahan dari fakta dan argumen yang saya sampaikan. Silahkan lakukan  dengan gembira melalui kolom komentar.</p>
<p>Jika komentar tidak langsung muncul itu bukanlah karena saya munafik yang mengaku membuka diri padahal sebenarnya menutup komentar, itu hanya karena <a href="akismet.com">akismet</a>,  Jangan kuatir, pasti saya periksa setiap kali login.</p>
<p>-</p>
<p>Sekian dulu saudara-saudaraku sesama umat manusia.</p>
<p>Silakan sebarkan dakwah ini, agar dapat diketahui mulai dari <a href="http://kemenag.go.id/">kemenag</a> dampai pemuka agama di dekat rumah, terutama para juru kunci dan para operator di berbagai rumah ibadah.</p>
<p>Wassalam.</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/adudomba/'>adudomba</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/berisik/'>berisik</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/bising/'>bising</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/disintegrasi/'>disintegrasi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/jumat/'>jumat</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/penistaan/'>penistaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/penodaan/'>penodaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/regulasi/'>regulasi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/rumah-ibadah/'>rumah ibadah</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/toa/'>toa</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/tuhan/'>tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2414&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/03/02/dakwah-jumat-4-penyebab-rumah-ibadah-jadi-korup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Makin Mahal Makin Tak Masuk Akal</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/29/pendidikan-makin-mahal-makin-tak-masuk-akal/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/29/pendidikan-makin-mahal-makin-tak-masuk-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 04:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[komersialisme]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2404</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini layanan gratis untuk berbagi, berkolaborasi dan berdiskusi secara online sudah bertebaran di internet. Internet juga sudah mulai terjangkau (yang jelas lebih terjangkau dari bayar kuliah di fakultas termurah di universitas terbesar di Indonesia). Tapi kok belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para maha guru kita ya? Youtube misalnya. Itu hosting gratisan untuk berbagi video [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2404&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini layanan gratis untuk berbagi, berkolaborasi dan berdiskusi secara online sudah bertebaran di internet. Internet juga sudah mulai terjangkau (yang jelas lebih terjangkau dari bayar kuliah di fakultas termurah di universitas terbesar di Indonesia). Tapi kok belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para maha guru kita ya?</p>
<p>Youtube misalnya. Itu hosting gratisan untuk berbagi video kan bisa dipakai untuk menayangkan rekaman kuliah terbaik. Daripada mengulang-ulang indoktrinasi yang sama berulang-ulang, sehari sekian kali dan setiap tahun diulang-ulang lagi, lebih praktis kalau suruh saja para murid menonton video itu di tongkrongannya masing-masing.</p>
<p>Lha nanti tidak berangkat sekolah/kuliah? Fungsi kelas untuk apa?<span id="more-2404"></span></p>
<p>Ya tentu saja untuk mendiskusikan <del>indoktrinasi</del> kuliah yang tadi ditonton. Jika indoktrinasi akhirnya didiskusikan, ditelanjangi sampai siswa paham segala fakta fundamentalnya, itu akan jadi edukasi yang sangat baik.</p>
<p>Tapi nanti maha guru juga bakal terjebak dengan kegiatan menjawabi pertanyaan yang sama dan berulang setiap kelas dong?</p>
<p>Ya kan ada teknologi yang namanya wiki atau blog atau google. Apa susahnya bagi guru bikin halaman FAQ di blog pribadinya agar murid tidak mengulang-ulang pertanyaan yang sudah jelas jawabannya. Dengan begitu setiap kelas akan jadi diskusi yang &#8216;selalu baru&#8217; dan menemukan hal-hal baru. Segala hal baru yang penting malah bisa untuk update video kuliah dan update FAQ. Bayangkan akselerasi ilmu pengetahuan manusia yang akan dihasilkan.</p>
<p>Lha kalau setiap ilmu pengetahuan dibebaskan, semua boleh belajar tanpa bayar, apa gunanya sekolah atau universitas? Cuma buat diskusi? Lha diskusi juga bisa online lho. Bisa kurang makan dong itu para bakul pendidikan.</p>
<p>Kan tidak setiap orang punya laboratorium untuk praktek dan menggelar eksperimen sendiri. Tak setiap murid punya aula nyaman nan sejuk untuk mendiskusikan hal-hal baru dengan moderasi para maha guru kompeten. Nah, para kapitalis pendidikan bisa lebih fokus untuk menyediakan fasilitas-fasilitas keren semacam itu.</p>
<p>Lagi pula fungsi utama sebagai &#8220;penjual sertifikat&#8221; akan selalu bisa dikomersilkan. Murid-murid mau dapat ijasah dari mana kalau tidak dari sekolah/universitas? Mau kerja dimana kalau tidak punya titel? Tanpa doa restu sertifikasi lembaga pendidikan, mereka pasti susah cari kerja, mungkin terpaksa buka lapangan kerja sendiri, dan itu juga bagus.</p>
<p>Lalu gimana nanti nasib guru dan dosen dan juru dakwah?</p>
<p>Akan baik-baik saja. Fungsi mereka sebagai nara sumber, moderator dan pengawal diskusi murid dalam menemukan hal-hal baru akan selamanya penting. Sedangkan guru, dosen dan jurdak yang selama ini hanya mengulang-ulang materi, yang cuma jadi alat indoktrinasi, yang cuma dakwah satu arah, yang tak bisa ditanya apalagi diajak diskusi&#8230; mereka semua bisa kita singkirkan dan diganti dengan ipod kw 11 bikinan RRC, biar cepat rusak dan tidak perlu didengarkan lagi :)</p>
<p>Jadi sebenarnya pendidikan sudah bisa gratis ya?</p>
<p>Untuk banyak materi itu sudah bisa banget. Teknologinya sudah lama tersedia. Hanya para pendidik saja yang belum  memanfaatkannya secara maksimal.</p>
<p>Lha kemendiknas itu ngapain aja? Rektor-rektor dan maha guru universitas bergengsi itu ngapain aja? Pendidikan macam apa yang bisa kita harapkan dari institusi pendidikan yang tidak mampu mendidik dirinya dalam menemukan cara agar pendidikan terjangkau untuk semua&#8230; Padahal teknologinya sudah ada dan gratis pula?</p>
<p>Hehe, semoga tidak separah itu. Sebenarnya kemendiknas sudah ke arah sana. Buku-buku sekolah sudah mulai disediakan secara gratis. Semoga sebentar lagi disediakan juga buku-buku dan video perkuliahan.</p>
<p>Amin lah. Tapi sampeyan enak sudah di Jawa, dekat Cikeas pula. Sinyal banyak dan tersedia paket murah, 95 ribu per bulan dah bisa internetan dengan cepat dan unlimited. Lha kita udik luar Jawa gimana dong? Sinyal lemotsel sel aja jarang masuk, tarif internetnya sudah rampok lelet pula.</p>
<p>Ya makanya, kumpulin dong ibu-ibu pengajian gelar istighasah super kubro, minta sama Tuhan supaya menggerakkan hati menkominfo, biar tidak melulu sibuk mengurusi video penetrasi, tapi segera gelar misi tanggap darurat untuk penetrasi internet murah ke kampung-kampung. Di kerangkeng pakai nawala pun ok lah, yang penting pendidikan murah bisa masuk dan terselenggara dulu. Tentunya pendidikan yang edukatif, bukan pendidikan indoktrinatif macam &#8220;aku dengar aku patuh&#8221;-nya para indoktrinator ;)</p>
<p>Jiaaaaah&#8230; amin daah.</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kapitalisme/'>kapitalisme</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/komersialisme/'>komersialisme</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2404&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/29/pendidikan-makin-mahal-makin-tak-masuk-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awas Bahaya Rumah Ibadah Hasil Korupsi</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/22/awas-bahaya-rumah-ibadah-hasil-korupsi/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/22/awas-bahaya-rumah-ibadah-hasil-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 02:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[berisik]]></category>
		<category><![CDATA[bising]]></category>
		<category><![CDATA[indoktrinasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[toa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2367</guid>
		<description><![CDATA[Kengerian-kengerian yang diakibatkan rumah ibadah yang tercemar korupsi dan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2367&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/megaphone-yahudi.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2376" title="megaphone-yahudi" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/megaphone-yahudi.jpg?w=139&#038;h=300" alt="" width="139" height="300" /></a>Banyak agama mengaku ingin menciptakan manusia yang perilakunya membawa kebaikan bagi sesama maupun lingkungannya secara menyeluruh. Rumah-rumah ibadah dibangun (mestinya) juga untuk memudahkan tercapainya tujuan tersebut.</p>
<p>Tapi apakah proses pembangunannya bebas dari aksi korupsi?</p>
<p>Uang yang dipakai membangun, mungkinkah sumbangan dari koruptor? Perijinan untuk membangun, mungkinkah memalsukan persyaratan, atau malah tanpa ijin sama sekali? Tanah yang dipakai, mungkinkah menindas batas hak orang lain? Gangguan yang ditimbulkan ketika maupun setelah pembangunan, mungkinkah mengkorupsi kenyamanan dan ketenangan warga sekitar? Teliti dan waspadai karena setan korupsi selalu datang dengan langkah-langkah kecil untuk menyelinap dari berbagai sisi.</p>
<p>Kita harus selalu peduli karena berbagai akibat yang sangat mengerikan dapat mun<span id="more-2367"></span>cul dari beribadah di rumah ibadah yang korup. Diantara efek-efek mengerikan itu adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Tidak makbul.</strong> Permohonan yang dipanjatkan dari rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi memiliki tingkat keterkabulan yang sangat rendah. Dari total doa yang dipanjatkan di dalamnya, lebih dari 50%-nya tidak akan terkabul. Akhirnya akan sama saja seperti kebetulan, sama seperti orang tidak berdoa. Akhirnya doa cuma membuang-buang waktu. Masih sukur kalau pelaksanaannya tidak dilakukan sambil mengganggu ketentraman orang sekitar.</li>
<li><strong>Doa menghasilkan dusta dan fitnah</strong>. Doa yang dipanjatkan dari rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi, tidak akan dijawab oleh Tuhan. Sekalipun dikeraskan dengan amplifier sejuta watt plus multi toa (pengeras suara) segede-gede dosa, tetap akan didiamkan Tuhan. Umat akhirnya hanya menduga-duga dan mengarang sendiri jawaban apa yang diberikan Tuhan. Akhirnya justru jadi fitnah dan tebar dusta, menuduh Tuhan telah menjawab begini-begitu, padahal sebenarnya cuma halusinasi dan otakatikgathuk sendiri. Tidak hanya mahir menipu orang, umat juga berubah jadi pakar-pakar self deception yang mahir menipu dirinya sendiri. Setelah terbiasa memfitnah Tuhan, akhirnya akan terbiasa menebar fitnah dan memutarbalikan fakta pada sesama manusia.<br />
Anda suka lihat pemuka agama yang doyan memutarbalikan fakta atau menebar fitnah? Coba perhatikan beliau ibadahnya dimana dan gimana.</li>
<li><strong>Mengkorupsi hati</strong>. Berdoa di rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi juga akan mengkorupsi hati dan jiwa umat. Hati nurani dan pikiran akan diselimuti kabut &#8220;self righteousness&#8221; yang membuat mereka merasa paling benar sedunia akhirat. Hasilnya bukan cuma umat yang gemar memaksakan kehendak, tapi umat akan berubah jadi mahluk-mahluk mengerikan yang mudah marah dan tersinggung. Sedikit-sedikit bakal merasa dihina atau dinistakan, juga punya kecenderungan kuat untuk melakukan kekerasan hingga mudah sekali mengamuk dan merusak. Lebih mengerikan lagi, semua itu akan selalu dilakukan dengan penuh keyakinan bahwa segala kerusakan tersebut dilakukan demi memperjuangkan keinginan Tuhan.<br />
Jika Anda sering lihat gerombolan yang suka merusak sambil mengatasnamakan agama/Tuhan, coba perhatikan ibadahnya dimana dan gimana. Perhatikan juga sumber dana pergerakannya, bau korupsi mungkin tercium juga disana.</li>
<li><strong>Membiasakan kemunafikan.</strong> Korupsi yang meracuni sejak proses pembangunan akan terbawa hingga pelaksanaan ibadah sehari-hari. Apa yang diucapkan tidak akan sejalan dengan apa yang dilakukan. Misalnya, mengakui bahwa Tuhan Maha Mendengar, tapi setiap berdoa akan berteriak-teriak seolah yakin sekali bahwa Tuhan Maha Tuli. Mengaku ingin jadi umat baik hati yang merahmati sesama dan semesta alam, tapi tiap buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, bahkan merusak, ngamuk-ngamuk, mengumbar cap sesat dan memecah belah masyarakat juga betul-betul sembarangan. Ingin jadi umat yang tidak suka pamer tapi kerajinan dan kegigihan beritual dipamerkan dan diteriakkan kemana-mana, baik secara vulgar lewat pengeras suara maupun malu-malu lewat kostum atau legamnya jidat. Kemunafikan yang mengerikan ini, pelan tapi pasti terus membusukkan kehidupan beragama dari dalam.</li>
</ol>
<p>Tentu saja 4 poin di atas belum semua. Jangan pula Anda percayai begitu saja, bisa jadi semua itu hanya bualan saya. Jangan mau jadi korban indoktrinasi saya atau siapapun. Silakan amati dan teliti sendiri. Perhatikanlah bagaimana &#8220;rumah-rumah ibadah&#8221; menghasilkan kualitas umat yang berbeda-beda.</p>
<p>Jika Anda merasakan satu saja dari keburukan tersebut mulai menjangkiti diri, waspadalah. Cari tahu bagaimana tempat ibadah itu dibangun, jangan-jangan memang sudah sejak lama dijangkiti setan korupsi. Atau jangan-jangan itu bukan karena korupsi, tapi memang agamanya yang menghasilkan umat macam itu? Hahah. Teliti saja sendiri, jangan termakan indoktrinasi murahan siapapun. Anda tidak semurah itu.</p>
<p>Akhirul kalam, jika para pemuka agama sudah terlalu korup hingga tidak mau peduli masalah ini, sebaiknya umat sendiri yang mulai bergerak menekan para penyelenggara negara agar berhenti prihatin dan segera beraksi untuk meregulasi dan menertibkan rumah-rumah ibadah. Tentunya rumah ibadah dari agama apapun tanpa pandang bulu. Agar semuanya selalu suci dari korupsi, mulai sejak pembangunan hingga pelaksanaannya sehari-hari.</p>
<p>Dengan rumah ibadah dan kegiatan ibadah yang bebas korupsi, semoga segera terwujud umat manusia yang damai, yang selalu jadi berkah bagi sesamanya dan lingkungannya dimanapun dirinya berada.</p>
<p>Wassalam :)</p>
<p>- &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p>Gambar Yahudi Berisiq teriak-teriak pakai Toa diculik dari <a href="http://www.notmytribe.com/wp-content/uploads/2009/01/israeli-jewish-megaphone.jpg">notmytribe.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/berisik/'>berisik</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/bising/'>bising</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/indoktrinasi/'>indoktrinasi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/rumah-ibadah/'>rumah ibadah</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/toa/'>toa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2367&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/22/awas-bahaya-rumah-ibadah-hasil-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/megaphone-yahudi.jpg?w=139" medium="image">
			<media:title type="html">megaphone-yahudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil ikut #visitDPD</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/18/hasil-ikut-visitdpd/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/18/hasil-ikut-visitdpd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 07:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Nonton]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[#visitDPD]]></category>
		<category><![CDATA[amandemen]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[dpd]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[kewenangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanggungjawaban]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[wangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2350</guid>
		<description><![CDATA[Hasil dari membuat tulisan &#8220;Menuju DPD yang Eksis dan Bermanfaat&#8220;: Bertemu langsung dan berjabat tangan dengan orang-orang yang katanya mewakili kepentingan saya, Anda dan seluruh rakyat Indonesia. Bertemu langsung dengan Ibu Ira K yang cerdas, cerdik, seksi dan wangi. Menginap 2 malam di hotel yang sangat mewah. Bisa makan seperti babi, puaaaass bangeettt. Mau apa [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2350&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hasil dari membuat tulisan &#8220;<a href="https://guhpraset.wordpress.com/2011/12/31/menuju-dpd-yang-eksis-dan-bermanfaat/">Menuju DPD yang Eksis dan Bermanfaat</a>&#8220;:</strong></p>
<ol>
<li>Bertemu langsung dan berjabat tangan dengan orang-orang yang katanya mewakili kepentingan saya, Anda dan seluruh rakyat Indonesia.</li>
<li>Bertemu langsung dengan Ibu Ira K yang cerdas, cerdik, seksi dan wangi.</li>
<li>Menginap 2 malam di hotel<del></del> yang sangat mewah.</li>
<li>Bisa makan seperti babi, puaaaass bangeettt. Mau apa aja bisa sebanyak apapun, all you can eat. (Untungnya saya vegan wannabe yang menghindari daging dan telur).</li>
<li>Dapat amplop Rp 710.000</li>
<li>Dapat beberapa souvenir berupa kaos, kalender, jam meja, mouse pad, gantungan kunci plus sebuah buku tebal banget, semacam otobiografi dari seseorang yang tampaknya penting. (becanda Pak!).</li>
<li>Tercerahkan, jadi tahu kalau ternyata di dunia ini ada orang secantik dan <em>sengangeni</em> ms N.</li>
</ol>
<p><strong>Kritik (</strong>mungkin saja diwarnai kedengkian<span id="more-2350"></span> akibat tak kebagian gadget<strong>):</strong></p>
<ol>
<li>Masih ada anggota dewan yth yang menghisap rokok dan melakukan pembiaran saat ada orang (kebetulan rekannya sendiri) merokok dalam ruangan ber-AC yang saat itu juga sedang dihuni oleh banyak sekali orang-orang yang tidak merokok. Di situ juga hadir anak sekolah kelas 12(?) yang imutnya masih seperti anak di bawah umur.Jika akibat sakaw kecanduan rokok saja tega menindas kesehatan orang lain (termasuk anak-anak) tanpa berpikir panjang&#8230; Apa jadinya jika mereka diberi kekuasaan yang lebih besar? Mungkin yang akan dikorbankan &#8220;<em>tanpa pikir panjang go ahead</em>&#8221; bakal lebih mengerikan.</li>
<li>Kesan mewah dari kehidupan anggota dewan yang tergambar dalam 2 hari itu mengecewakan. Misal: Makan mewah sepuasnya, pesta-pesta dan nyanyi-nyanyi dan joget-joget. Itu kurang pantas, secara dimana-mana masih banyak yang tidur sambil menahan lapar (emangnya para lapar sial itu tanggung jawab siapa?). Bahkan cara buang air besar di tempat menginap pun &#8220;kurang  indonesia&#8221;. Basuh pantat kok cuma disediakan tisu sajaaargh!?! Hehe, ya soal boker itu paling cuma sentimen kampungan saya. Mungkin zaman sekarang tinggal saya seorang yang memboroskan air sewaktu cebok, sedangkan yang lain sudah bercebok sambil mendukung penebangan hutan.</li>
<li>Dosis diskusi tak sebanding dengan dosis senang-senang. Dosis yang sudah sedikit itu juga masih terlalu pekat dengan &#8220;penyadaran akan perlunya perubahan undang-undang demi kewenangan yang lebih besar&#8221;.</li>
<li>Salam yang diucapkan setiap awal bicara cukup ganjil. Bunyinya &#8220;Assalamualaikum wr wb, Salam sejahtera, Om Swastiastu, Om Shanti-shanti om.&#8221; Bayangkan jika kita sudah mampu menghormati agama-agama yang lain, itu salam mau sepanjang apa?</li>
</ol>
<p><strong>Saran</strong>:</p>
<ol>
<li>Lain kali akan lebih baik dosis senang-senang dan mewah-mewah dikurangi. Ganti dengan agenda yang lebih mendidik dan mencerdaskan. Brand &#8220;hidup mewah sambil berebut kekuasaan, persetan rakyat kelaparan&#8221; harusnya jangan dipakai lagi. Branding baru mestinya seperti: &#8220;kerja, kerja dan kerja, demi kebahagiaan Rakyat Indonesia Raya&#8221;.</li>
<li>Tunjukkan dulu kalau DPD bisa dipercaya, bisa transparan dan bisa dikontrol oleh rakyat. Jika itu sudah dilakukan nanti lebih pantas untuk bicara amandemen dan cari kewenangan yang lebih besar. Kalau sama-sama tidak transparan, sama-sama tidak bisa dikontrol rakyat, bukankah hasilnya juga mengerikan?</li>
<li>Ritual salam panjang itu bisa diganti yang lebih praktis macam &#8220;Salam Indonesia&#8221; atau &#8220;Salam Demokrasi&#8221; atau apalah yang lebih mengusung kebersamaan dan bebas dari aroma sektarian. Selain meningkatkan rasa kebersamaan, mereka yang imannya begitu lemah hingga terguncang tiap kali mengucap/mendengar salam agama dicampur-campur akan dapat tidur lebih tenang (atau makin gelisah karena merasa imannya tak dihormati? hehe).</li>
</ol>
<p>Sekian deh, nanti kurangnya gampang nambah lagi.</p>
<p>Selamat untuk para pemenang, semoga &#8220;andai-andainya&#8221; dapat segera jadi kenyataan ;)</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/nonton/'>Nonton</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/visitdpd/'>#visitDPD</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/amandemen/'>amandemen</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/cantik/'>cantik</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/dpd/'>dpd</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kangen/'>kangen</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kewenangan/'>kewenangan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/pertanggungjawaban/'>pertanggungjawaban</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/seksi/'>seksi</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/wangi/'>wangi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2350&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/18/hasil-ikut-visitdpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Atlantis</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/16/mimpi-atlantis/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/16/mimpi-atlantis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 02:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantis]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://guhpraset.wordpress.com/?p=2348</guid>
		<description><![CDATA[Posted from WordPress for Android Filed under: Bebas Tagged: Atlantis, mimpi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2348&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img title="" class="alignnone" alt="image" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/wpid-2012-02-16-08-40-55.jpg?w=519" /></p>
<p><span class="post_sig">Posted from WordPress for Android</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/atlantis/'>Atlantis</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/mimpi/'>mimpi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2348&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/16/mimpi-atlantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/wpid-2012-02-16-08-40-55.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Rakyat untuk MenKOMINFO</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/13/dari-rakyat-untuk-menkominfo/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/13/dari-rakyat-untuk-menkominfo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman]]></category>
		<category><![CDATA[himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian komunikasi dan informatika]]></category>
		<category><![CDATA[kesan]]></category>
		<category><![CDATA[kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[saran]]></category>
		<category><![CDATA[sensor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2324</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah argumen agar situs-situs pemerintah memperbaiki halaman kontaknya. Karena sebagai pengunjung situs "go.id" saya sering kecewa saat berusaha melakukan komunikasi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2324&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kesan Anda terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia? Apakah seperti yang saya rasakan?</p>
<blockquote><p>Kominfo itu terlalu banyak membuang waktu dan energi untuk menyensor konten. Juga terlalu rajin menebarkan ancaman atau menakut-nakuti pengguna internet agar tidak sembarangan menulis.</p></blockquote>
<h3>Pelintiran Media</h3>
<p>Ah, dengan kesan seburuk itu, patut dicurigai bahwa saya adalah korban media-media kapitalis nan sesat yang sentimen pada Kominfo.</p>
<p>Mungkin benar bahwa saya korban pelintiran media.</p>
<p>Sebenarnya prestasi Kominfo tidak cuma di bidang pornomatika dan menebar ancaman. Pasti banyak prestasi lain yang bisa ditemukan jika kita mau ubek-ubek situsnya. Contoh hasil kerja yang membanggakan: Penutupan Layanan-layanan SMS Perampok Pulsa dan&#8230; euh&#8230; cari sendiri deh prestasi yang lain. Pokoknya, prestasi lain yang keren pasti ada.</p>
<p>Sayangnya, kesan doyan nyensor dan tebar ancaman itu sudah telanjur melekat. Apalagi ditambahi dengan seringnya menyampaikan pernyataan bernada &#8220;Celakalah orang-orang yang&#8230; bla bla bla&#8221; dalam berbagai cara. Baik berbentuk <a title="Celakalah orang yang berlebih-lebihan" href="https://twitter.com/#!/tifsembiring/status/167803289222656000">kutipan katanya-katanya orang suci</a>, maupun berupa pernyataan-pernyataan yang menjanjikan <a href="http://kominfo.go.id/liputan/detail/2472/Menkominfo+Sebut+5+Alasan+Pengguna+Twitter+Bisa+Dipenjara">azab pedih</a> menggunakan UU ITE.<span id="more-2324"></span></p>
<h3>Fungsi Kominfo</h3>
<p>Sebenernya, ada nggak sih hal-hal yang lebih bermanfaat dari &#8216;mengancam&#8217; dan &#8216;menyensor&#8217;? Kesannya kok religius banget. Kegiatan menebar ancaman, membungkam dan menyensor itu lebih pantas kalau dilakukan Kementerian Agama. Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika harusnya mengerjakan hal-hal yang lebih berguna untuk mencerdaskan manusia Indonesia.</p>
<p>Harusnya menkominfo fokus dalam usaha memudahkan dan membuka akses terhadap informasi, sehingga rakyat tidak lagi mudah dibodohi, diadudomba dan dimanipulasi menggunakan info-info yang sepihak, satu arah yang sulit/tak boleh/haram diverifikasi kebenarannya. Juga harus serius dalam memudahkan kegiatan komunikasi, terutama komunikasi antara rakyat dengan para penyelenggara negara.</p>
<p style="text-align:right;"><em>Buah duku buah kedondong, terus gimana dong?</em><br />
<em> Buah nangka memakai peci, masih dapatkah diperbaiki?</em><br />
<em> Sarung bolong bau kemenyan, Apa dong yang bisa kita lakukan?</em><br />
<em> Satu dua istri tertawa, ini semua tanggung jawab siapa?</em></p>
<p>Ya tanggung jawab kita semua dong. Itu kementerian kan punya kita juga. Banyak hal bisa diperbaiki jika ada niat dan ada aksi untuk mewujudkannya. Tapi gimana caranya?</p>
<h3>Solusi</h3>
<p style="text-align:right;"><em>Bang Hepi jago poligami, libatkan rakyat? Yuuuk marii&#8230;!</em></p>
<p>Salah satu caranya adalah lebih melibatkan rakyat. Minimal untuk menerima masukkan agar pemerintah lebih tahu apa yang sedang dibutuhkan rakyat.</p>
<p>Dengan mendengar aspirasi rakyat, berbagai kementerian dan instansi yang selama ini seperti &#8220;tidak tahu musti ngapain&#8221; bakal punya gambaran apa yang mesti dilakukan dengan wewenang dan sumberdaya yang dimiliki.</p>
<p>Selama ini usul rakyat memang sudah bisa disampaikan, baik lewat twitter, email/webform/sms&#8230; Atau bisa juga datang langsung dan berteriak-teriak ke kantor terkait sambil bawa spanduk. Sambil bakar ban.</p>
<p>Sayangnya lewat media-media tersebut tidak terdokumentasi dengan baik, juga tidak transparan. Kita sulit mengetahui apakah ide kita sebenarnya sudah pernah diajukan, atau sudah berapa orang yang mendukung ide yang sama. Kita perlu cara baru untuk memperkuat cara-cara yang telah ada.</p>
<h3>Kumpulkan Ide, Tentukan Prioritas</h3>
<p>Manfaatkan teknologi terkini yang memang dibuat untuk menerima aspirasi user. Contohnya seperti <a href="http://kominfo.uservoice.com">kominfo.uservoice.com</a>.</p>
<p>Dulu layanan itu dipakai para pembuat program dan aplikasi web agar dapat melakukan pengembangan sesuai kebutuhan para penggunanya. Belakangan dipakai juga oleh penyelenggara pemerintahan dan berbagai organisasi untuk lebih mendengar aspirasi anggotanya, seperti <a href="http://vancouver.uservoice.com">Pemkot Vancouver</a> yang memakainya untuk menjaring ide warga demi mencapai target sebagai kota terhijau.</p>
<p>Fitur yang membuatnya menarik adalah: Ide dapat dikumpulkan dan divoting secara lebih mudah dibanding menggunakan forum tradisional.</p>
<h3>Agenda Tersembunyi</h3>
<p>Psst, sebagaimana halnya semua provokasi, tulisan ini pun punya agenda tersembunyi, yaitu: Menuju  pemerintahan yang lebih bertelinga, dimana rakyat mudah untuk menyuarakan keinginannya, juga mudah untuk monitoring sampai dimana follow up yang telah dilakukan pemerintah. Rakyat yang lebih terlibat dalam pemerintahan bisa jadi langkah awal untuk menghentikan demokrasi ilusi dimana rakyat cuma dilibatkan lima tahun sekali, itupun sekedar untuk memilih siapa yang boleh korupsi sambil berlagak mewakili rakyat.</p>
<p>Begitulah kira-kira.</p>
<p>Tapi itu urusan nanti. Yang penting sekarang kita coba dulu format uservoice ini. Apakah warga kita sudah bisa memanfaatkannya untuk kebaikan sebagaimana orang-orang vancouver menggunakannya? Ayo kita coba koleksi dan voting untuk menentukan prioritas ide-ide mana yang kita anggap perlu untuk segera dikerjakan menkominfo.</p>
<p>Jika ternyata format ini oke. Nanti ramai-ramai kita ajukan ke menkominfo. Kalau perlu sambil menangis dan berpantun-pantun supaya menkominfo mau mengaplikasikannya sebagai <a href="http://kontak.kominfo.go.id/">halaman kontak</a> di website kementerian yang beliau kepalai. <span style="color:#999999;"><em>(Halaman kontak resmi itu tidak bisa saya akses, mungkinkah karena saya pakai opendns? Anda bisa?)</em></span></p>
<p>Setelahi itu, kita himbau juga agar setiap situs pemerintah juga menerapkannya. Tentu tidak harus produk dari uservoice, bisa saja bikin sendiri dengan server dalam negeri agar lebih murah dan terawasi. Tapi itu nanti. Sekarang yang penting suarakan dulu ide Anda untuk menkominfo di:</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><a href="https://kominfo.uservoice.com">&#8220;kominfo.uservoice.com&#8221;</a></strong></h2>
<p>&#8211; &#8211; - &#8211; - &#8211; - -</p>
<p>Demi pemerintahan yang lebih bertelinga,<br />
Salam Indonesia!!</p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ancaman/'>ancaman</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/himbauan/'>himbauan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ide/'>ide</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kementerian-komunikasi-dan-informatika/'>kementerian komunikasi dan informatika</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kesan/'>kesan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kominfo/'>kominfo</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/menkominfo/'>menkominfo</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/saran/'>saran</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/sensor/'>sensor</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2324&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/13/dari-rakyat-untuk-menkominfo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS KEMENKES terkait sunat dan HIV</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/08/sms-kemenkes-terkait-sunat-dan-hiv/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/08/sms-kemenkes-terkait-sunat-dan-hiv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 14:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://guhpraset.wordpress.com/?p=2322</guid>
		<description><![CDATA[Sudah malam masih menjawab pertanyaan&#8230; Mungkin lembur ya? Itu screen capture adalah jawaban dari pertanyaan yang saya kirim kemarin. Setelah membaca berita tentang rencana mewajibkan lelaki papua untuk dikhitan/disunat demi mencegah HIV/AIDS. Posted from WordPress for Android Filed under: Bebas Tagged: AIDS, HIV, Kemenkes, papua, sunat<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2322&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img title="" class="alignnone" alt="image" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/wpid-sc20120208-202949.png?w=519" /></p>
<p>Sudah malam masih menjawab pertanyaan&#8230; Mungkin lembur ya?</p>
<p>Itu screen capture adalah jawaban dari pertanyaan yang saya kirim kemarin. Setelah membaca berita tentang rencana mewajibkan lelaki papua untuk dikhitan/disunat demi mencegah HIV/AIDS.</p>
<p><span class="post_sig">Posted from WordPress for Android</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/aids/'>AIDS</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/hiv/'>HIV</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kemenkes/'>Kemenkes</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/papua/'>papua</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/sunat/'>sunat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2322&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/02/08/sms-kemenkes-terkait-sunat-dan-hiv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/02/wpid-sc20120208-202949.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bernista-nista soal Penodaan</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/30/bernista-nista-soal-penodaan/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/30/bernista-nista-soal-penodaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 00:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bersama kita nista]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[nista]]></category>
		<category><![CDATA[nista banget]]></category>
		<category><![CDATA[nista ceria]]></category>
		<category><![CDATA[nista-nistaan]]></category>
		<category><![CDATA[noda]]></category>
		<category><![CDATA[penistaan]]></category>
		<category><![CDATA[penodaan]]></category>
		<category><![CDATA[ternistai]]></category>
		<category><![CDATA[ternodai]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2305</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya ada agama yang pemeluknya mudah sekali merasa nista dan ternodai? Ya ada lah! Apa sih yang ga ada di muka bumi ini? Orang seganteng dan seseksi gw aja ada kok. Ok, pertanyaannya gw salah. Gini deh: Kenapa orang beragama di kita mudah tersinggung. Sedikit-sedikit merasa agamanya dinistakan, lalu ngamuk, ngebuly terus merusak. Dan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2305&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2314" class="wp-caption alignright" style="width: 201px"><a href="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/yangternoda.png"><img class="size-medium wp-image-2314" title="T e r n o d a" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/yangternoda.png?w=191&#038;h=300" alt="" width="191" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">gambaran rasanya dinodai</p></div>
<p>Kenapa ya ada agama yang pemeluknya mudah sekali merasa nista dan ternodai?</p>
<p><em>Ya ada lah! Apa sih yang ga ada di muka bumi ini? Orang seganteng dan seseksi gw aja ada kok.</em></p>
<p>Ok, pertanyaannya gw salah. Gini deh: Kenapa orang beragama di kita mudah tersinggung. Sedikit-sedikit merasa agamanya dinistakan, lalu ngamuk, ngebuly terus merusak. Dan apa yang dapat kita lakukan supaya kekonyolan ini ga terus terjadi?</p>
<p><em>Jangankan yang beragama. Kalau sesuatu yang lu cintai sepenuh hati dinistai, dinistakan, ternistakan, dan apa lah yang nista-nista gitu&#8230; lu yang ga beriman dan ga bertitit juga pasti marah.</em></p>
<p>Ya iya sih. Kalau obyeknya cowo gw, atau anak, atau apapun yang kita anggap sebagai “milik” kita. Jika sesuatu yang berada dalam kepemilikan dan perlindungan kita terancam, naluri kepemilikan bakal tersulut lah, dan kita bakal bangkit membela properti.<span id="more-2305"></span></p>
<p><em>Ciee&#8230; Emang lu aja brutal kalo lagi cemburu.</em></p>
<p>Yatapi ini beda. Dalam kasus nista-nistaan agama, yang dinistai kan Allah, Tuhan atau berbagai produk derivatifnya, kenapa malah manusia-manusia pada ngamuk?</p>
<p><em>Hooo&#8230; Iya ya. Kenapa gitu? Padahal Tuhan itu sesembahan tempat kita menghamba, memohon-mohon dan berpasrah diri menyerahkan segalanya&#8230; Kenapa ketika Dia yang dinista-nista bersabar, kita bukannya ikut sabar tapi justru ngamuk-ngamuk&#8230;?<br />
</em></p>
<p>Nah! Itu dia yang dari tadi mau gw tanyain. Otak lu nista banget sih ga ngerti-ngerti. Gw udah berapa hari mikir itu sampai susah orgasme.</p>
<p><em>Aaaiiih, jadi ini maksudnya mau minta bantuan atau apa? Gw lagi keren nih, harus jaim dan pura-pura ga ngerti.</em></p>
<p>Yaah.. Elu, udah nista, mesum pula.</p>
<p><em>Gw? Kita dong, kan bersama kita nista. Jadi gimana? Gw jadi pengen bantuin ih&#8230;</em></p>
<p>Jadi&#8230;. Apa teori lu soal itu? Gw perlu sudut pandang dari orang ga berpendidikan macam lu buat nista-nistaan di diskusi besok.</p>
<p><em>Lho? Maksudnya gw pengen bantu lu buat dapetin sesuatu yang udah lama ga lu dapet ituuuuhh&#8230;&#8230; Kok mendadak jadi religius sih.</em></p>
<p>Serius dong. Jumat lu boleh bantuin gw deh&#8230;</p>
<p><em>Siiip&#8230; Jadi gini ya mbak&#8230; Dengerin.. hmmm&#8230;.</em></p>
<p>Jadi gimana Maaas? Kok malah diem?</p>
<p><em>Aduh&#8230; Kayaknya otak gw kurang oksigen deh&#8230; Abis hemoglobinnya terlanjur pada kumpul dibawah semua&#8230;</em></p>
<p>Ya udah&#8230; Sini sambil gw urut biar pada balik ke atas.</p>
<p><em>Hihi&#8230; Gini-gini&#8230; Supaya ngerti, kita harus ambil posisi enak dulu&#8230;</em></p>
<p>Cepet laah.. keburu sore nih.</p>
<p><em>Hmmm&#8230; Menurut gw, kita sebagai orang beriman jadi gampang ngamuk karena kekecewaan yang sudah terlalu menumpuk.</em></p>
<p>Kekecewaan numpuk gimana?</p>
<p><em>Pertama udah jelas, kecewa karena merasa iman kita dinista-nista. Siapa sih yang suka diledek?</em></p>
<p>Basi. Trus apa?</p>
<p><em>Sebagai umat yang merasa keyakinannya paling benar sejagat raya dan sepanjang jaman, tentu sering mendakwahkan dan memaksakan keyakinan ke semua kepala. Maunya kita tuh semua manusia ikut meyakini apa yang kita yakini. Sialnya, ada saja kafir-kafir yang membangkang, menganggap kita konyol, malah menganggap bukti yang kita sertakan ga masuk akal. Kegagalan memaksakan keinginan itu jadi kekecewaan kedua.</em></p>
<p>Teruuus?</p>
<p><em>Sebenarnya kita sendiri dah tahu kalau bukti-bukti yang tersedia pada ga masuk akal. Tapi sedari kecil kita juga dilatih untuk menistakan akal setiap kali akal mulai mengkritisi agama. Padahal,  sering kontak sama orang-orang skeptis itu bikin konflik batin sendiri. Kalau imannya kuat sih bisa self deception, meyakini sesuatu walau sebenarnya tahu bahwa sesuatu itu ga bener. Tapi tetep, bolak balik konflik batin ini jadi kekecewaan yang ke&#8230;. Ehm&#8230; Tangan lu alus bangetttt.</em></p>
<p>Iya dong, hehe&#8230; Ayo lanjutin, hubungannya sama nista-nistaan gimana.</p>
<p><em>Oh masih banyak kekecewaan lain, yang ini paling parah. Kecewa pada Tuhan. Kita udah banyak kecewa karena harus selalu mengarang sendiri jawaban atas setiap doa-doa kita. Lalu kecewa karena Tuhan selalu diam saja setiap kali orang-orang menyalahgunakan namaNya. Tambah lagi kecewa karena Dia tidak pernah turun menengahi setiap pertikaian dan segala kekejian yang mengatasnamakan diriNya. Nah, setelah sekian banyak kekecewaan, ternyata Tuhan tetap juga diam saat para kafir menistakan produk-produk suci seperti agama, kitab, dongeng, dll yang kita yakini sebagai maha karyaNya. Berbagai kekecewaan mengesalkan itu jelas tak bisa kita lampiaskan pada Tuhan&#8230;. Ga sopan. Akhirnya ya para penista itu jadi tempat pelampiasan yang gampang.</em></p>
<p>Tapi bukankah Tuhan menjanjikan siksa yang pedih di akhirat nanti? Mungkin saja Tuhan memang Maha Penyabar, jadi para kafir dibiarkan puas ngomong semaunya, nanti gampang di neraka mereka semua disate bolak-balik selamanya.</p>
<p><em>Iya itu kalau kalau kitanya sabar. Tapi kan sepanjang sejarah&#8230;. atau ga usah sejarah deh, sejak kita lahir sampai sekarang aja lah. Apa pernah kita lihat Tuhan beraksi? Jaman dulu sebelum berbagai buku suci di tulis, mungkin Tuhan memang tegas dan azabnya cepat, berbagai kaum dihancurleburkan setiap kali Dia murka. Tapi makin ke sini Tuhan berubah jadi terlalu penyabar. Semua kekejaman dibiarkan seolah Dia memang mendukungnya. Sembarang orang bebas menyalahgunakan namaNya untuk kepentingan sekeji apapun. Mau namaNya dipakai adu domba, korupsi, ngoleksi bini, nyabuli anak orang, dipakai ngerusak kuping orang pakai toa, bahkan sampai dipakai bikin perang&#8230; Apa pernah Tuhan melakukan sesuatu atau sekedar menyatakan keberatan? Nah, minimnya bukti itu akhirnya membangkitkan keraguan dalam hati orang beriman&#8230;. Melunturkan kesabaran dari hati yang luka.<br />
</em></p>
<p>Gw bingung, kalau ragu atau kecewa sama Tuhan, kenapa jadi ngamuk waktu Tuhan dinistakan?</p>
<p><em>Ya masalahnya kan bukan cuma Tuhan yang dinistakan. Segala usaha, segala jerih payah yang sudah kita lakukan untuk mengimani selama ini juga ikut dinistakan. Seolah sia-sia. Itu lah yang paling menyakitkan. Sudah dicuekin sama Tuhan, eh, sama kafir keparat diledek pula. Emosi dong kitanya. Kesumat ini harus kita balaskan. Ga perlu nunggu akhirat-akhiratan, lama. Ga perlu nunggu Tuhan beraksi, toh sejak dan sampai kapanpun juga Dia cuma berdiam diri. Pokoknya kita mau balas secepatnya!! Secepatnya!!! Eh, cepetin dikit dong&#8230;</em></p>
<p>Hehehe&#8230; gini?</p>
<p><em>Oooowh</em>&#8230;</p>
<p>Lucu juga teorinya. Jadi menurut lu segala amarah dan amuk-amuk itu bukan sekedar mewakili Tuhan buat membalas dendam ke orang-orang kafir ya? Tapi sekaligus mengambil alih kebiasaan murka dan menghancurkan siapapun yang menyinggung perasaan.</p>
<p><em>Begitulah, makanya sekilas kelihatan lebay, padahal sebenernya ga lebay kalau lu tahu betapa pedihnya kekecewaan yang telah diderita.</em></p>
<p>Haha. Sotoy banget lu. Tapi ok deh. Trus apa yang bisa manusia lakukan supaya sifat &#8220;gampang merasa ternoda dan ternista&#8221; ini tidak terus makan korban?</p>
<p><em>Ya jangan saling menghina, jangan saling menistakan. Setiap orang bebas meyakini apapun sesuai fetishnya. Tapi ketika ingin mengajak orang lain ikut meyakini apa yang dia yakini ya sertakan bukti ilmiah yang bisa sama-sama diuji kebenarannya. Kalau buktinya cuma sebatas “karena di buku suci tertulis begitu” ya jangan tersinggung kalau orang malah ketawa. Apalagi ketika diminta bukti kesucian buku justru dijawab dengan “ya karena si buku suci mengatakan bahwa dirinya suci”&#8230; Kalau gitu jangan merasa ternistakan kalau yang pada ketawa tadi makin guling-gulingan di lantai sambil memohon supaya kamu berhenti melucu.</em></p>
<p>Klise ah. Idealnya memang gitu. Tapi kenyataan kan mereka terus memaksakan imajinasinya yang tak masuk akal, tak cuma ke anak-anak yang akalnya belum berkembang lho, tapi juga ke orang-orang yang udah bisa mikir lewat berbagai peraturan konyol yang memaksa. Sedangkan pemerintah sepertinya malah menunggangi mereka untuk bikin berbagai konflik pembodohan demi melestarikan kuasanya yang korup. Kalau kita harus diam tanpa melakukan kritik, apa itu tindakan tepat?</p>
<p><em>Yang mengkritik perlu belajar membedakan mana kritik membangun dan mana cemooh murahan. Hujatan melibatkan kepala babi, bakar-bakar kitab, mencemooh orang-orang yang dianggap/mengaku suci, itu semua aksi murahan dan tidak mendidik.</em></p>
<p>Ya tapi kan maksudnya untuk menguncyang kesakralan. Dekontruksi iman biar orang belajar melek.</p>
<p><em>Ya untuk itu kan bisa lewat diskusi, sodorkan argumen yang sehat. Yang jelas maksudnya gimana. Bukan lewat cemooh ga jelas yang multitafsir. Ayat suci, puisi ga jelas dan sejenisnya boleh saja multitafsir, biar romantis dan menyentuh perasaan, plus mudah dipelintir sesuai kebutuhan politik. Tapi kalau tujuannya argumentasi sehat demi pendidikan, semua harus sejelas dan selugas mungkin.</em></p>
<p>Cieeee&#8230;. Muluk banget sih lu? Sementara lu cape-cape berargumen runtun mengikuti aturan logika, apa iya mereka pakai aturan yang sama? Lu pake akal, mereka pakai iman. Lu mau argumen logis sampe ubanan juga ga bakal konek. Semua argumen, semasuk akal apapun, sudah dibantah duluan bahkan sebelum lu buka mulut. Lu macam belum pernah jadi orang beriman aja ih? Gitu aja ga nyadar.</p>
<p><em>Duh&#8230; iya sih&#8230; jadi gimana dong?</em></p>
<p>Kan gw yang nanya duluan dari tadi, kok malah balik nanya.</p>
<p><em>Ya udah, kencengin dikit lagi deh&#8230; udah hampir nih&#8230;</em></p>
<p>Ayo&#8230; Mikir&#8230; Ayo&#8230; Mikir&#8230;.</p>
<p><em>Hmmh&#8230; Oohh&#8230;. Anu&#8230; Berarti undang-undang yang melindungi kebebasan warga untuk meyakini agama dan kepercayaan apapun perlu dilengkapi dengan aturan untuk melindungi warga dari segala pemaksaan yang mengatasnamakan Tuhan, agama dan semua produk derivatifnya.</em></p>
<p>Ok, tapi mengubah undang-undang berarti harus mengharapkan pemerintah beraksi. Mengharapkan DPR untuk mengubah UU&#8230; Walaupun tidak sekosong mengharapkan Tuhan beraksi, tapi judulnya tetep &#8220;alon-alon ora kelakon&#8221;. Apa dong yang bisa dilakukan warga mulai saat ini juga, biar ga kelamaan mengharapkan pemerintah yang korup dan lamban?</p>
<p><em>Aduh&#8230; Apa ya&#8230; Beresin ini dulu yuk&#8230;&#8230;. Kentang banget nih&#8230;. Please&#8230;.</em></p>
<p>Ga mau ah. Ayo dong mikir dulu&#8230; tar baru dikeluarin&#8230;</p>
<p><em>Arrrgh&#8230;. kamu kejaaaammm&#8230;.!!!</em></p>
<p>- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p>Dapatkah Anda berbagi ide supaya solusinya cepat keluar? Kasian tuh.</p>
<p>___</p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Gambar diculik dari <a href="http://www.tupai.com.my/2010/12/aku-masih-dara-filem-kontroversi.html"><span style="color:#c0c0c0;">tupai.com.my</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/bersama-kita-nista/'>bersama kita nista</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/manusia/'>manusia</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/nista/'>nista</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/nista-banget/'>nista banget</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/nista-ceria/'>nista ceria</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/nista-nistaan/'>nista-nistaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/noda/'>noda</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/penistaan/'>penistaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/penodaan/'>penodaan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ternistai/'>ternistai</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/ternodai/'>ternodai</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/tuhan/'>tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2305&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/30/bernista-nista-soal-penodaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/yangternoda.png?w=191" medium="image">
			<media:title type="html">T e r n o d a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukung Penertiban Rumah Ibadah</title>
		<link>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/16/dukung-penertiban-rumah-ibadah/</link>
		<comments>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/16/dukung-penertiban-rumah-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan doa]]></category>
		<category><![CDATA[polusi suara]]></category>
		<category><![CDATA[riya]]></category>
		<category><![CDATA[sound meter]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[yasmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.wordpress.com/?p=2290</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat kasus GKI Yasmin? Itu lho Gereja yang dilarang oleh Diani Budiarto sang hyang walikota Bogor. Sampai kemarin juga masih bermasalah. Sepertinya memang akan dibiarkan berlarut-larut karena Bapak chubby nan tak tegas dari Cikeas tidak tampak bakal melakukan sesuatu yang keras. Mungkin beliau mencontoh prilaku Tuhan yang gemar membiarkan konflik, tidak pernah turun menengahi, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2290&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat kasus GKI Yasmin? Itu lho Gereja yang dilarang oleh <a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/06/25/02484076/Wali.Kota.Bogor.Akui.Nikahi.Gadis.19.Tahun" target="_blank">Diani Budiarto</a> sang hyang walikota Bogor.</p>
<p>Sampai kemarin juga masih bermasalah. Sepertinya memang akan dibiarkan berlarut-larut karena Bapak <a href="http://www.urbandictionary.com/define.php?term=chubby">chubby</a> nan tak tegas dari Cikeas tidak tampak bakal melakukan sesuatu yang keras. Mungkin beliau mencontoh prilaku Tuhan yang gemar membiarkan konflik, tidak pernah turun menengahi, terutama ketika semua pihak yang bertikai sama-sama mengatasnamakan namaNya.</p>
<p>Dan konflik sejenis pasti akan terus berulang selama aturannya tidak jelas.</p>
<p>Menurut saya, <strong>harus segera dibuat peraturan yang tegas</strong> dan jelas serta keras untuk menertibkan rumah-rumah ibadah. Tidak terbatas pada gereja, tapi juga terhadap masjid dan rumah-rumah ibadah dari agama dan sekte apapun. Terhaadp semuanya tanpa pandang bulu.</p>
<p>Harus diatur jarak yang aman dari pemukiman/peradaban, terutama soal berapa besar gangguan yang boleh ditimpakan pada lingkungan sekitar.</p>
<p>Misalnya urusan parkir, mungkin punglinya menyenangkan tukang parkir liar, tapi separah apa kemacetan yang dihasilkan? Harus diatur supaya tidak jadi ajang pamer mobil mewah yang diparkir sampai ketengah jalan.</p>
<p>Juga masalah polusi suara. Sebagian besar umat mungkin yakin bahwa semakin keras kita berdoa maka bakal semakin didengar Tuhan. Tapi kegiatan doa harus diatur agar tidak mengganggu ketenangan atau bahkan merusak kesehatan organ pendengaran warga sekitar.</p>
<div id="attachment_2297" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/indonesia-islamic-defenders-front-fpi-2011-09-03.jpg"><img class="size-medium wp-image-2297" title="Dengarkan aku Lah!" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/indonesia-islamic-defenders-front-fpi-2011-09-03.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Dengarkan doaku, Lah!!!</p></div>
<p>Khusus untuk polusi suara dari rumah ibadah, saya termasuk salah satu korbannya. Kebetulan dibeberapa tempat dimana saya numpang tidur selalu dekat rumah ibadah yang jamaahnya rajin sekali berdoa pakai pengeras suara yang disetel sekeras-kerasnya.</p>
<p>Dari jarak kira-kira setengah kilo meter lebih, menggunakan aplikasi <a href="https://market.android.com/details?id=kr.sira.sound" target="_blank">Sound Meter</a>, saya coba ukur berapa desibel polusi suara yang dipancarkan. Ternyata radiasi yang diterima masih lebih dari 70dB. Seorang ibu bahkan dapat berdoa dengan kekuatan lebih dari 80dB nonstop selama lebih dari satu menit. Dan biasanya, acara doa berlangsung lebih dari 2 (dua) jam!!! Betapa sangat amat tidak nyaman di telinga. Bayangkan jika di sekitar rumah ibadah ada warga yang  sakit gigi atau kanker darah dan sangat butuh beristirahat.</p>
<p>Jika punya akses ke gadget ber-Android, cobalah Anda install aplikasi yang dibutuhkan, lalu ukur berapa kekuatan doa yang dipancarkan rumah ibadah sekitar Anda. Semoga nanti bisa kita jadikan masukkan untuk Pak Dian yang sedang bersemangat menertibkan rumah-rumah ibadah. Jika perlu, kita ajukan juga datanya ke DPR plus media mainstream agar dapat segera ditindaklanjuti dan dipublikasi secara nasional.</p>
<p>Yuk, mari kita dukung penertiban rumah-rumah ibadah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan umat manusia.</p>
<p><strong>Link terkait:</strong></p>
<ul>
<li><a title="Sound Meter, tersedia gratis di Android Market" href="https://market.android.com/details?id=kr.sira.sound" target="_blank">Download aplikasi sound meter</a> dari Android market (silakan coba juga app yang lain, mungkin ada yang lebih baik). Atau gunakan alat khusus kalau ada.</li>
<li><a title="Doa kami sekuat ini, doa kalian gimana?" href="http://youtu.be/y1FPzT8l9Ag" target="_blank">Klip video bukti kekuatan doa ibu-ibu pengajian</a> (youtube)</li>
</ul>
<p>- &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p>Btw, gambar ilustrasi dicomot dari <a href="http://weaselzippers.us/2012/01/03/indonesia-bumper-sticker-advocating-friendly-islam-sends-muslim-hard-liners-into-a-frenzy-attack-church/">Weasel Zippers</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/category/pikiran/'>Pikiran</a> Tagged: <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/kekuatan-doa/'>kekuatan doa</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/polusi-suara/'>polusi suara</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/riya/'>riya</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/sound-meter/'>sound meter</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/tuhan/'>tuhan</a>, <a href='http://guhpraset.wordpress.com/tag/yasmin/'>yasmin</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/2290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/2290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&#038;blog=1165404&#038;post=2290&#038;subd=guhpraset&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.wordpress.com/2012/01/16/dukung-penertiban-rumah-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Guh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2012/01/indonesia-islamic-defenders-front-fpi-2011-09-03.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dengarkan aku Lah!</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
