Memenuhi tuntutan beberapa pihak untuk menjelaskan apa yang dalam tulisan tempo hari, saya anggap sebagai akar masalah…
Akar masalahnya bukan Agama Islam. Jadi tuduhan Anti Islam itu salah alamat. Lagi pula, agama apapun juga bisa dijadikan alat bantu pemuas nafsu.
Juga bukan rokok. Karena yang saya tuding adalah para pecandunya yang mencandu dengan cara keji. Tapi silakan saja kalau masih menganggap saya smoker hater.
Bukan pula Tuhan, Allah, Pangeran, Hyang Maha Humoris atau apapun nama yang anda berikan pada Nya. Karena siapapun orangnya, apalagi kalau punya status sebagai pemuka atau ahli agama, maka dengan mudah bisa menunggangiNya untuk memaksakan kehendak dan melampiaskan nafsu apapun.
Akar masalahnya adalah kebiasaan Cuek
Cuek dalam arti memilih diam, bungkam, membiarkan, tak peduli, pura-pura tidak tahu, tidak mau repot.
Cuek yang biasa kita lakukan tiap kali melihat penindasan dan kezaliman terjadi.
Cuek saat ada perokok meracuni manusia lain di tempat yang tak semestinya.
Cuek saat ada agamawan menunggangi agama dan berlagak seperti Tuhan untuk memaksakan pemahamannya.
Cuek saat polisi memungut pungli dari supir-supir truk (yang sebagian besar rajin merusak jalan dengan muatan berlebih).
Cuek saat para guru (mungkin karena titah kepala sekolah) mendukung aksi curang dalam ujian negara.
Cuek saat orang-orang yang digaji dengan uang pajak malah sibuk korupsi.
Kita juga cuek terhadap banyak kezaliman lain.
Cuek dan diamnya orang-orang baik seperti anda selalu dianggap sebagai persetujuan atau dukungan terhadap perbuatan mereka. Dan orang-orang Zalim pun semakin berani dan menjadi-jadi. Apalagi jika tiap kali berzalim ria korbannya bungkam, saksinya cuek dan penegak hukumnya buta tuli plus impoten. Lengkap sudah. Keadaan kita akan terus semakin parah.
…
Sampai disini, menurut anda bagimana dan apa solusinya?
Komentar Terbaru