Kawan seorang teman yang ngakunya blogger itu kalau bicara soal kematian lagaknya naujubilargh. Seolah-olah dirinya sudah siap. Sudah berani menghadapinya. Rela pisah dengan dunia. Ringan melepas semua yang indah.
Ternyata…
Baru ditinggalkan sebuah cinta saja, kena depresi gila. Kewarasannya berantakan kemana-mana.
Hapus ini-itu, sangkal sini-sana, tapi pedihnya terpahat semakin nista.
Setiap malam dicekam rindu. Kangen pelukan yang telah berlalu.
Tidurnya nelangsa, ngilernya pun dari mata.
Bah
Dilepas dari satu belenggu saja meronta tak rela.
Gimana pula pisah dari dunia?
Dasar palsu!
