Sebenarnya posting ini adalah jawaban untuk untuk para komentator di postingan saya tempo hari, dimana saya mempertanyakan jumlah tuhan yang diyakini Pak Hidayat Nur Wahid.
Saya jawab disini karena Opera Mini saya ternyata bermasalah, tak bisa dipakai komen di halaman yang ukurannya sudah terlalu besar.
Ditujukan untuk anda semua yang:
* Ngotot bahwa Tuhan ada lebih dari satu dan hanya Tuhan anda yang tidak memaksa dalam beragama.
* Menganggap saya hanya mengutip kitab saat mengatakan bahwa Tuhan tidak memaksakan agama.
* Menganggap saya sudah menyerang PKS.
Jadi gini….
Anggaplah anda benar soal adanya banyak Tuhan, lalu Tuhan manakah yang pernah memaksa manusia dalam beragama? Apa ada Tuhan yang melakukan hal senista itu?
Yang saya tahu, ada banyak manusia tak waras yang merasa dirinya adalah Tuhan, lalu main paksa dan sok ngatur keyakinan sesamanya.
Dari pengamatan macam diatas, ditambah sedikit berpikir, tentu tak perlu kutapkutipkitab hanya untuk tahu bahwa Tuhan tidak memaksakan agama.
Saya tidak mengerti teologi atau tuhanologi. Saya hanyalah seorang korban cuci otak yang telah beberapa lama diyakinkan bahwa Tuhan itu sejatinya cuma ada satu.
Karena cuci otak itu, Jika bertemu orang yang kelihatannya memuja api, atau menyembah patung cowo telanjang atau merapal huruf ruwet atau bahkan bersujud dan menciumi batu dekil di tengah gurun pasir, saya ga merasa perlu untuk usil ikut ngatur, apalagi sok jadi juru selamat. Saya anggap semua itu adalah cara unik mereka dalam memuja Dia Yang Tidak Beragama.
Menurut saya, separah dan sesinting apapun perbedaan konsep tentang Tuhan diantara umat manusia, mereka semua sebenarnya sama saja. Walau beda konsep dan medium, mereka sama-sama berusaha menyembah, mengagungkan dan berserah diri pada Dia Yang SAYA Sembah. :-D
Jadi untuk urusan jumlah Tuhan, sebaiknya kita sepakat untuk tidak sepakat saja. Karena saya masih meyakini bahwa ga ada lagi Tuhan selain yang itu.
Mengenai tuduhan penyerangan terhadap PKS, saya menerimanya sebagai peringatan, agar lain kali bertanya dengan cara yang lebih santun :-).
Btw, sementara sebagian kita meributkan jumlah Tuhan dan merumus taktik untuk memaksakan agama, disini BBM sudah melewati harga 13000 Rupiah PER LITER. Kalau mau harga normal harus di SPBU yang jaraknya 60km dengan antrian yang panjangnya mengerikan.
Sekian dulu, terimakasih.
Komentar Terbaru