Rully Syumanda, pengkampanye hutan WALHI:
Itu harga hutan termurah yang resmi dikeluarkan sepanjang sejarah negeri ini. Hanya Rp. 120 hingga Rp. 300 per meternya, lebih murah dari harga sepotong pisang goreng yang dijual pedagang keliling.
Siti Maemunah, koordinator nasional Jaringan Advokasi Tambang:
PP ini menghina akal sehat dan akan bersangkutan serius dengan segala inisitif kerjasama internasional dan perubahan iklim terkait sektor kehutanan, yang sedang menjadi perhatian dunia. Jika tak ingin kabinet SBY semakin dijauhi rakyat dan membingungkan publik internasional, PP ini harus segera di cabut.
Guhpraset, aktivis perburuan pahala demi bidadari surga:
Manusia yang tidak menghargai alam tidak akan dihargai oleh alam. Cepat atau lambat, disadari atau tidak, kita akan mendapatkan buah dari perbuatan kita. Ini harus dimengerti: Jika kita terus membiarkan negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang menistakan alam, kita PASTI akan menanggung berbagai akibatnya yang mengerikan.
Saya yakin, alam dengan berbagai kebetulannya “mengangkat” beliau-beliau jadi pemimpin di Indonesia bukan karena mereka manusia pasaran. Seseorang menjadi pemimpin bangsa pasti karena punya kualitas-kualitas unggul. Saya yakin mereka punya penjelasan bagus soal PP yang ajaib itu.
Apakah “keunggulan” para pemimpin itu sekarang masih ada? Kalau memang ada, apakah keunggulan itu sesuatu yang positif? Kita tunggu langkah selanjutnya dari DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dan kroni-kroninya terkait dengan PP No 2 tahun 2008 .
Komentar Terbaru