Suatu pagi yang cerah, saat saya sedang melankolis,
melankolis karena rindu berat pada pelukan seorang bidadari,
bidadari yang sedang sibuk di negeri tetangga,
tetangga keparat yang tentaranya berani membakar kapal nelayan kita…
Seorang perawan –yang pernah “mendakwahi” saya tetang betapa selingkuh itu tidak sehat untuk lahir maupun batin– mengirimi saya sebuah SMS berisi sebuah kebingungan. Kebingungan yang akan saya sebarkan melalui posting ini. Tentu saja sudah saya edit habis tanpa menghilangkan inti pesannya.
perawan: Saya bingung, saat ini dekat sekali dengan seorang lelaki yang baik, ganteng, keren, seksi dan sudah mapan. Katanya dia sangat mencintai saya. Tapi perasaan saya biasa aja ke dia, sebatas sayang aja.
saya: Lantas?
perawan: Ada lelaki lain yang saya juga dekat. Tapi prilakunya tidak terjamin akan baik.Dia mengharuskan saya juga bekerja jika nanti sudah mejabat jadi istrinya. Ekonominya yang pas-pasan, saya khawatirkan akan membuat merepot keluarga saya nantinya. Tapi saya sangat mencintainya.
saya: Lalu?
perawan: Saya bingung harus pilih yang mana? Mencintai atau dicintai?
saya: Jangan tanya orang lain lah. Tanyalah diri sendiri aja, apa yang kamu mau, pilih dengan tegas, lalu nikmatilah segala konsekuensinya.
perawan: Tapi saya terlalu takut untuk memilih. Pertama, pasti akan ada yang tersakiti. Kedua, khawatir masa depan berantakan karena bersama orang yang tidak tepat. Mengingat pertimbangannya bukan hidup saya aja, tapi juga keluarga saya.
saya: Coba lakukan ritual ibadah malam, itu tuh yang khusus untuk orang yang ragu-ragu menentukan pilihan. Minta sama Tuhan supaya ditunjukkan pilihan yang tepat. Jadi jika suatu ketika pilihan itu ternyata salah, kamu sudah punya kambing hitam yang siap dipersalahkan.
perawan: Mungkin petunjuk Tuhan memang yang terbaik. Walaupun tidak selalu sesuai dengan keinginan ego kita.
saya: Sepakat!! Disitulah gunanya iman. Untuk membungkam keraguan dan membuat Tuhan selalu tampak baik. Apapun yang terjadi, yakinilah bahwa itu adalah yang terbaik :)
Saya pun berhasil meloloskan diri dari pertanyaan sang perawan. Langsung mandi dan berangkat ke ladang.
Mungkin ada yang tertarik membantu sang perawan yang sedang susah menentukan pilihan?
Komentar Terbaru