Sulitnya Perpisahan

Konon, saat orang sekarat, atau sekalian mati, sakitnya tidak hanya disebabkan lepasnya jiwa dari tubuh. Sakit yang lebih menyiksa justru dari segala “rasa keterikatan” pada segala yang akan “ditinggalkan”.

Mereka yang memiliki anak masih kecil, yang sangat disayanginya, jiwanya akan gelisah memikirkan “aduuh, gimana ya si precil, nanti siapa yang ngerawat, siapa yang jagain, hu hu”. Atau yang punya anak remaja. Atau yang punya istri baru yang maha cantik. Atau yang punya perusahaan baru besar yang dibangun susah payah, sejak kerikil pertama. Ah, tak perlu jauh-jauh soal mati. Saat masih hidup dipisahkan dari kekasih kesayangan saja kadang resahnya udah mengerikan.

. . .

Kehidupan

Rasa memiliki

Sakitnya perpisahan

. . .

Membaca lengkap sampai disini, harusnya anda sudah tergoda untuk menghakimi dan mempromosikan sesuatu.

Jadi, silakan… jangan malu-malu. :)

Tag:, ,

26 responses to “Sulitnya Perpisahan”

  1. TukangKomen says :

    zzz… masih aja mbahas masalah pisah berpisah…

    sgitu hebatnya org yg ninggalin lo ya guh…

    btw gw pertamax ya…. :D

  2. CY says :

    Penderitaan timbul karena adanya keinginan…

    Saat masih hidup dipisahkan dari kekasih kesayangan saja kadang resahnya udah mengerikan.

    Saya hampir tertawa guling2 karena sebaris tulisanmu itu Guh, ntar postingannya dihapus lagi gara2 nyenggol yg blm sembuh itu?? Gyahahaha

    • Guh says :

      Sepertinya tidak, seperti yang saya sampaikan di akhir tulisan, saya ingin tahu apa saja yang akan dipromosikan orang untuk mengatasi “sakitnya perpisahan” :P saya aja kurang pandai menyampaikan.

  3. almascatie says :

    makanya jangan terikat dan jangan pernah mau mengikat diri…
    tapi kalo ga pengen terikat dengan sesuatu apa mesti gila dulu??

    ah kayaknya gila adalah sebuah kebebasan yang paling tercerahkan… :D

  4. ManusiaSuper says :

    Sempat berpikir seperti itu..

    Ketika seseorang yang saya cintai meninggalkan saya, ada sakit yang luar biasa. Ikatan yang tercerabut paksa tanpa peringatan memang sangat menyiksa..

    Saya sempat berpikir, agar tidak lagi merasakan sakit seperti itu maka saya harus berhenti mencintai..

    Orang yang tidak mencintai dan terikat pada apapun tidak akan kehilangan apapun..

    Saya sempat berpikir seperti itu.

    Saya masih berpikir seperti itu..

  5. chiw says :

    ini masih terkait sama yang kemaren gak sih Guh? :-/

    jawabanku kopas ama mansup aja deh…

    walopun jujur, kadang masi binung, yang disebut mencintai itu kek apa seee?

    hehe:D

  6. Emanuel Setio Dewo says :

    Weh…
    Jangan-jangan mau bunuh diri ya?

  7. dodo says :

    Apakah mencintai di sini ada bedanya dengan menyayangi? Ataukah sama saja? Trus menyayangi itu apa ya..?

    Ah….namanya juga masih hidup guh…

  8. Yari NK says :

    Ada yang sulit dipisahkan dengan kemanutan, namun tak kalah banyaknya juga yang sulit dipisahkan dengan kebodohan….. :lol:

  9. Yudha Bagus says :

    Pisah itu sakit, tapi sakit bisa sembuh.
    begitu bukan, mas Guh?

    Yudha Bagus

    • Guh says :

      Pisah kan tidak selalu sakit, sepertinya bagi sebagian orang itu malah akan membahagiakan. Sakit bisa sembuh, bisa juga tidak. Bukan begitu Mas Yudha? :)

  10. Rindu says :

    Semua perpisahan dengan apapun dengan siapapun pasti meninggalkan luka dan saya gak suka perpisahan :)

    • Mbelgedez™ says :

      .
      Rindu inih sukak mbikin bingung….

      Kalo situh ndak suka sama perpisahan, ya ndak usah mbikin pertemuan, lah…

      Gampang kan ???

    • Guh says :

      Seperti kata Mbah Mbel, jangan ketemu kalo ga mau pisah.. dengan badan sendiri pun kita akan pisah.

  11. lovepassword says :

    Wah janganlah dikau meninggalkan daku.

  12. Mbelgedez™ says :

    .
    Meski mungkin hatimu lagi sakit dan jiwamu serasa terkoyak, tapi jangan bunuh diri dulu ya Guh….

    Kita kan belom sempat silaturahmi…..

    • Guh says :

      Nggak mbah, saya jg masih perlu berguru :D
      Tapi mbah mbel juga jangan bunuh diri dulu, hwehehe..
      *inget obat2an penghancur ginjal*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s