Manfaat konflik Indonesia-Malaysia

Kemarin dulu, kawan yang adalah warga negara Indonesia, menulis banyak hujatan untuk lawannya menggunakan komputer ber-Windows bajakan. Jendela hujat-messenger-nya terbuka diantara jendela MS Office dan Photo Shop cracked (bajakan). Semua dilakukan sambil mendengarkan MP3 yang disalin dari CD beli 10 ribuan rupiah (bajakan). Mungkin, di Malaysia sana, pihak yang sedang dihujat juga melakukan pembelaan diri dari komputer yang dipenuhi barang bajakan. Sambil mendengarkan senandung artis yang korban pembajakan.

Hebatnya, mereka ini saling hujat karena meributkan “aksi pembajakan” yang didukung pemerintah Malaysia :)

Bukan, kali ini saya bukan mau sok suci menghakimi aksi para munafik yang ribut tentang Hak Kekayaan Imajiner. Kali ini justru sedang berusaha melihat manfaat-manfaat yang mungkin lupa disyukuri.

Manfaat bagi Indonesia:

  • Konflik dengan negara tetangga ini membakar semangat kebersamaan. Membuat rasa nasionalisme berkobar. Tiba-tiba kita punya musuh bersama, untuk kita maki bersama-sama.
  • Bagi sebagian yang berpikir, bisa membayangkan rasa tak nyaman yang timbul saat sebuah karya komersil dibajak tanpa ijin untuk tujuan komersil.
  • Media massa tiba-tiba penuh dengan berita yang itu-itu saja. Para penguasa yang ingin menyembunyikan sesuatu dari ekspos media bisa rileks dan menurunkan tekanan darahnya. Masalah syariat Aceh, freeportnya papua, keinginan natuna untuk merdeka dan entah mana lagi bisa dilupakan sementara.
  • Jika dibakar lebih lanjut, mungkin bisa dijadikan alasan untuk ‘praktek kerja lapangan’ bagi para tentara kita. Sekali-kali perang betulan bisa untuk menguji hasil latihan dan promosi barang-barang pindad.

Manfaat untuk Malaysia:

  • Membuka mata generasi muda Malaysia, ternyata bangsanya (terutama generasi tuanya) tak mampu berkreasi lagi hingga terpaksa mengklaim karya tetangga.
  • Memicu pertanyaan generasi mudanya, ada apa dengan budaya negerinya? Kenapa kreatifitas bangsanya demikian menyedihkan? Apa karena terlalu banyak memikirkan agama? Apa karena terlalu banyak impor budaya arabia? Ups. Maaf.
  • Andai Indonesia memutuskan menyerang, Malaysia akan diuntungkan. Perang bisa membangkitkan lagi semangat kebersamaan dan persatuan Rakyat Malaysia yang selama ini terus dikoyak-koyak agama dan isu bumi putera.

Manfaat untuk saya?

  • Jadi bahan untuk menulis dengan semena-mena, demi menghindari rasa bersalah akibat lama tak update blog.

Manfaat untuk anda?

  • Hehe, anda bisa coba memikirkan (dengan liar) apa saja terjadi dibalik semua yang terlihat dan berbagi respon yang inspiratif.

Salam Indonesia

Tag:, ,

20 responses to “Manfaat konflik Indonesia-Malaysia”

  1. Fortynine says :

    Manfaat untuk anda?

    Kalau pertanyaannya adalah soal Indonesia – Malaysia, sejauh ini saya belum merasakan manfaat apa apa. Tapi saya ingin sedikit berbagi ide, siapa tau ada Presiden dari Indonesia yang baca komentar ini;

    Silakan saja Malaysia mau mengambil budaya Indonesia, mau mengklaim yang ini yang itu dari Indonesia. Indonesia cukup melakukan satu klaim kepada Malaysia, klaim negaranya sebagai bagian dari Indonesia!

    Bagaimana Pak Presiden? Bisa? Berani anda melakukannya?

    • Guh says :

      Haduh, malah ikut manasin kompor bang :P

    • romey says :

      siiipppp.. Mantap bung..
      katanya indonesia negara maju, tapi kenapa masih saja jadi negara yg gampang di tipu, di bodoh-bodohin sama negara bodoh lainnya????
      Ayo pak presiden..tunjukkan jiwa kePEMIMPINanmu..!!!

  2. bangaip says :

    Manfaat yang paling serius setidaknya saat ini ada buat para pengganyang lahan hutan untuk dijadikan kebun sawit di perbatasan Kalimantan Timur / Sabah.

    Isu nasionalisme (atau perang budaya) benar-benar menutup mata bahwa hutan-hutan yang ada di perbatasan tersebut pelan-pelan tengah digerogoti (oleh kedua belah pihak, yang-lebih-baik-disebut-oknum-aja-deh-biar-kelihatannya-sopan).

    Kalau Tuhan benar-benar merestui peta bumi, kenapa bentuknya selalu berubah-ubah sepanjang masa? Warga Malaysia dan warga RI dininabobokan dengan isu-isu yang (katanya) mengobok-obok harga diri. Tapi dua-duanya pura-pura buta ketika hutan mereka dibantai habis-habisan.

    Aneh. Agama, garis batas embarkasi, bahkan hingga ke lagu dijadikan bahan untuk saling membenci. Kok yaa mengurus hutan, yang jelas-jelas memberikan warisan oksigen segar buat anak-cucu ndak di urus? Kalau memang tidak bisa memberikan warisan kecerdasan, minimal kasih lah turunan kita hak untuk hidup.

    Untungnya buat saya?

    Well, karena masalah ini, beberapa minggu lalu bertemu dengan para pentolan isu lingkungan. Dari mereka bisa belajar, bahwa dibalik konflik (atau apapun sebutannya) RI – Malaysia, ada sesuatu yang besar luput dari pengamatan WNM (Warga Negara Malaysia) dan WNI (Warga Negara Indonesia)… Yaitu hutan dan kekayaan alam Kalimantan.

    (*maap Mas Teguh, jadi curcol begini, :) *)

  3. lovepassword says :

    Lha kalo konfliknya semakin panas kan mudah-mudahan kedua negara jadi sedikit lebih terkenal gicu kan? Yang tadinya jarang denger nama Indonesia atau Malaysia, setidaknya tahu : OH jadi ada tho negara dengan nama Indonesia dan Malaysia. :) :(

  4. bangaip says :

    @Mas Teguh; Ini sekedar saran subyektif :)

    Kayaknya yang bisa kita lakukan saat ini untuk menelaah lebih dalam soal RI-Malaysia adalah:

    – Mempelajari manajemen konflik antar negara, untuk mengetahui apa keuntungan terbesar dan siapa yang akan mendulang untung dari konflik tersebut. Ada film populis yang mudah dicerna, judulnya The International buatan tahun 2009. Bisa di cek di IMDB :) Di film itu bisa sedikit belajar diantaranya mengenai konflik horisontal bilateral negara-negara yang bertetangga.

    – Mulai belajar seberapa parahnya kerusakan alam ketika RI-Malaysia mulai menjadi tetangga. Bukan hanya Kalimantan daratan loh, Natuna itu sempat dijadikan lapangan tembak dulu antara dua jagoan berotot (namanya RI dan Malaysia) saling lempar bom untuk menujukkan siapa yang punya senjata paling hebat (mirip dua cowok yang saling buka celana untuk menunjukkan penis siapa yang paling besar).

    – Kalau sudah dapat hasilnya, yaa posting di blog, menulis di media konvensional atau turut nimbrung di forum diskusi RI-Malaysia. Memaparkan fakta dan investigasi buat masyarakat (di kedua belah pihak). Agar lebih baik bekerja sama mengurus bumi dan penduduk mereka yang penuh sesak, ketimbang berkelahi (atau berlomba memperbesar penis).

    Tapi yaah, ini subyektif sekali looh :) Saya yakin banyak pembaca disini yang lebih cerdas dan canggih daripada saya bisa turut nimbrung memberikan kontribusi positif untuk RI dan Malaysia.

  5. The Bitch says :

    hihihi. ga kuat komeng serius2. keburu ngakak baca komeng bangaip.
    makasih bang. setidaknya itu komeng bikin saya melek. ngantuk euy! makasi buat yg bikin posting juga. ga sia2 apdet blog. bikin mata seger sementara tanpa harus melakukan surya namaskara.
    *menjura*

  6. sesy says :

    manfaat buat saya adalah bisa komen di blog orang dengan semena2. hehehe.
    serius mode on
    menurutku bener tuh yg komen pertamax, mereka kan dah klaim macem2, ngolong macem2, kita nyolong satu aja. wilayah negara mereka. kan mantap tuh. hehehe

  7. ManusiaSuper says :

    Bang Aip selalu memberikan pencerahan…. Apalagi saya yang hidup dari lahir di Kalimantan, merasa sekali pertikaian antara “jakarta” vs Malaysia ini benar-benar tidak masuk akal.

    Apa yang dipertikaikan?

    Sementara yang dipermasalahkan pencipta lagu, ribuan bayi di kalimantan mati kena gangguan pernapasan akibat kabut asap pembakaran lahan untuk membuka perkebunan sawit, dan orang tuanya kena penyakit paru-paru hitam gara-gara debu truk pengangkut batubara, THAT’S THE REAL PROBLEM!

    • Guh says :

      Ya…. konon itu salah satu fungsi media massa, untuk memanipulasi pikiran orang-orang sok kritis seperti anda, supaya tidak melihat “the real problem”.

      Soal manipulasi ini, mungkin bisa minta penjelasan pada saudara-saudari yang bekerja di pabrik PR.

      *lirik para mbak2 seksi yg kerja di pabrik PR*

      • The Bitch says :

        *insert “emotikon YM ketuk2 meja pake jari dengan muka bete” here*

        • Guh says :

          Kalau mau jelasin monggo lho mbak Pit, ga usah pake ketuk-ketuk meja dulu. hihi.

          • The Bitch says :

            saya sudah duga ni komeng bakal berbalas. ndak usah njelas2in mpun, Mas Guh. disekecakaken mawon. kulo badhe angon segawon.
            pareng…

          • sii anoe says :

            malaysia eah.??
            ekhmm ..
            gak lebih sii kaya setan aku-aku ..
            bisanya cuma ngaku-ngakuin appa yang indonesia punya ..
            sahabath apaan tuh kaya gitu
            TAI ..
            dia udah ngerusak perdamain yang ada ..
            mending mampusin ajje tuh kaya gitu ..
            nyampah doank tau gak llu.??

  8. mathematicse says :

    Suatu hari Nanti, Malaysia akan mengklaim pulau Jawa sebagai bagiannya, dan Jakarta sebagai ibu kota negaranya. Hue he… :)

  9. atik says :

    udahlah di siram air aja

  10. romey says :

    malaysia VS indonesia = upin&ipin VS si unyil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s