Dewan Mesum, CD Kresek sampai Mukjizat Pola Pikir Biner

Suatu ketika di negeri antah berantah.

Untuk menyambut sebuah bulan yang sangat tidak suci, sebuah Peraturan Dusun (Perdu) yang baru diusulkan oleh beberapa oknum  Dewan Perwakilan Dusun (DPDu). Mereka adalah anggota terhormat yang merasa lebih suci dari yang lain, karena kedekatan dan ketaatan mereka pada Dukun setempat. Tujuan Perdu baru ini adalah untuk mencegah perzinahan (interaksi seksual yang dilakukan tanpa restu Dukun).

Di dusun ini, seks yang dilakukan tanpa restu Dukun memang dianggap zinah dan sangat amat terlarang. Seks macam itu jelas dilakukan oleh orang-orang yang kadar ketakutannya pada Dukun kurang pekat. Bayi-bayi yang lahir dari aksi mereka, mungkin sekali akan mengikuti kekafiran orang tuanya. Anak-anak mereka akan lebih sulit didoktrin untuk takut dan nurut pada sang maha Dukun. Jika itu dibiarkan, suplai kader baru bisa terganggu. Jika regenerasi terus terganggu, lama-kelamaan sang Dukun bisa kehabisan umat. Ini ancaman mengerikan bagi eksistensi sang Dukun.

Maka itulah, dengan cara apapun, sang Dukun memanipulasi pengikut setianya untuk meregulasi setiap aksi seksual agar hanya melahirkan kader baru yang mudah didoktrin, dalam jumlah sebanyak-banyaknya, kalau perlu dari beberapa rahim. Tentu saja dari rahim-rahim yang dihamili dibawah restu Dukun.

Untuk memastikan segalanya dilakukan dibawah restu si maha Dukun, sanksi horor pun  ditimpakan pada setiap pelanggar. Si terhukum akan disiksa, dicambuki layaknya binatang jalang di depan ribuan penonton di alun-alun. Ini untuk memberikan efek psikologis yang sebesar-besarnya pada terhukum maupun penonton, agar tidak ada yang berani mengulang kesalahan yang sama. Selain itu, bayi-bayi yang terlanjur lahir tanpa restu Dukun juga hidupnya harus selalu dipersulit. Pemberian cap haram atas eksistensi si bayi tidak cukup, harus ditambah dengan berbagai penjegalan dan penyulitan dalam setiap tahap birokrasi yang dilalui seumur hidupnya.

Perdu yang diusulkan ini pun sebenarnya sebuah inovasi baru untuk memastikan kelanggengan kuasa Dukun. Perda ini mewajibkan setiap perempuan untuk mengenakan celana dalam dari bahan plastik kresek. Berikut ini adalah penjelasan jenius dari seorang nara sumber yang wajahnya memancarkan cahaya surgawi:

Plastik kresek dipilih berdasarkan penelitian bertahun-tahun yang dilakukan oleh para ilmuwan kita yang beriman. Plastik merupakan materi yang kedap air maupun udara. Kekedapan ini  mampu mencegah tersebarnya aroma iblis bernama pheromon, sebuah zat yang konon keluar dari alat kelamin perempuan, mengotori udara dan mempengaruhi limbik para lelaki yang tanpa sadar menghirupnya. Limbik yang terpengaruh pheromon akan membuat lelaki terangsang, jatuh dalam godaan syaitanirojim, terjerumus kedalam perzinahan terkutuk, lalu di akhirat akan disiksa di neraka, disatai dan dibakar dengan keji oleh Tuhan selama 666 tahun dalam panas yang tidak terbayangkan oleh manusia.

Selain sifatnya yang kedap, bunyinya yang kresek-kresek akan memudahkan aparat kita dalam memeriksa apakah seorang perempuan sudah mengenakan celana dalam. Jadi tidak perlu memelorotkan celana atau menyingkap rok setiap perempuan, cukup mendekatkan telinga untuk menyimak apakah ada bunyi kresek-kresek saat mereka bergerak.

Saat pertamakali peraturan ini diajukan dalam rapat, banyak dari peserta rapat yang terjungkal dari kursinya karena gagal mengendalikan ledakan tawa. Beberapa malah diangkut ke rumah sakit tanpa sempat membawa draftnya untuk dipelajari bersama suster seksi di bangsal VIP.

Walau awalnya banyak penolakan, namun berkat rahmat Dukun yang sejak dulu telah mengajarkan cara berpikir biner, akhirnya para pengusung perdu cd kresek berhasil memaksa seluruh anggota untuk mengatakan setuju. Mukjizat pola pikir biner ini membuat tak ada satupun anggota dewan yang berani mengatakan tidak. Sederhana saja, perda ini diusulkan untuk mencegah perzinahan, jadi siapapun yang menolak, bahkan abstain sekalipun, akan dianggap mendukung perzinahan. Dan anggota dewan yang mendukung perzinahan tentu pantas dicopot dari jabatannya. Itu artinya akan kehilangan segala kenyamanan dari tunjangan dan gaji yang luar biasa besar. Singkatnya, tak ada satupun yang berani menolak. Daripada kenyamanan pribadinya terancam, lebih baik cari aman dan bersetuju.

Begitulah, sejak disyahkannya perdu itu, setiap wanita di dusun tersebut mematuhi Dukun yang maha kuasa, mengenakan cd kresek kemana-mana. Semua warga semakin yakin akan masuk surga sehingga hidup lumayan berbahagia selama sisa hidupnya. Sedangkan beberapa oknum yang baru menyadari mukjizat dari pola pikir biner semakin kreatif dalam mencipta berbagai perdu lain  yang makin hari isinya semakin ajaib.

– – – – – – – – –

Begitulah. Mohon maaf kalau masih kurang fiktif, maunya sih bikin cerpen, kok jadinya malah gituan. Terimakasih sudah membaca.

Salam Indonesia.

Tag:, , , , ,

6 responses to “Dewan Mesum, CD Kresek sampai Mukjizat Pola Pikir Biner”

  1. The Bitch says :

    yah, kalo lu bikin cerpen, cerpen jadi banyak. udah ga asik, guh. tapi sbenernya tulisan sepanjang itu bisa jadi outline cerpen yg keren lho. rombak lagi gih.

  2. Emanuel Setio Dewo says :

    Iya bener, kurang fiktif banget. Juga kurang scientific. Jadi belum bisa disebut scie-fi.

    *kabur saat denger kresek2*

  3. lovepassword says :

    Ini artikel pemanfaatan limbah plastik ya ?? :)

  4. chiw says :

    kalo ada perda kayak gitu, jelas aku menentang Guh!
    aku akan lebih setuju kalo memakai cd dari bahan daur ulang!

    plastik susah diurai euy…

    *masih ngakak*

  5. kangmusa says :

    Assalamualaikum,
    Saya benar-benar beruntung blogwalking kemudian menemukan blog ini,
    karena di sini saya menemukan banyak sekali ilmu baru.
    Dan semoga kunjungan saya ke blog ini membuka dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.
    Salam Hormat,
    Kang Musa
    http://www.kang-musa.co.cc

  6. Iqbal says :

    biasanya tulisan2 guh bikin langsung terpatri ke satu kasus, tp kok yg ini belum keraba ya? mgkn sy kurang baca koran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s