Berserah Diri Demi

M: Saya sedih, sepi, stress… saya ingin bahagia.
G: Kamu harus pasrah pada kehendak Tuhan.
M: Pasrah? Gimana caranya?
G: Dengan mendengarkan penjelasan saya, saya akan jelaskan apa itu Tuhan lengkap mulai sifat, hobi, sampai hal-hal yang beliau tak suka.
M: Lalu, bagaimana saya bisa mengetahui apa saja kehendak Tuhan?
G: Saya akan beri tahu kamu apa saja yang sedang Dia kehendaki.
M: Kenapa Tuhan tidak berkata saja langsung pada saya?
G: Dia berkata, selalu berkata, tapi kamu yang tidak mendengar!
M: Lho, kok bisa gitu?
G: Kamu tak akan bisa mendengar, karena kamu kotor, kamu penuh dosa, dan kamu kurang pasrah! Hanya mereka yang sudah bersih lahir batin dan pasrah yang bisa kontak langsung dengan Tuhan.
M: Aduh, saya sekotor itu ya…
G: Banget!
M: Jadi gimana saya bisa membersihkan diri saya?
G: Tuhan akan menunjukkan caranya…
M: Hmm…
G: Lewat saya…
M: Heh?!?
G: Ya mau gimana lagi, kamu tak punya pilihan, yang bisa kontak sama Tuhan itu kan saya, bukan kamu.
M: Tapi…
G: Ahh… kamu ini mau selamat tidak hah, Hah, HAH??
M: Ya mau lah…
G: Kalau gitu nurut sama saya, eh.. menurut lah sama kehendak Tuhan dong!! Saya ini kan hanya menyampaikan kehendak Tuhan!
M: Uhh.. tapi… nanti setelah bersih saya bisa komunikasi langsung kan?
G: Tentu saja!! Nanti suatu saat kamu akan bisa mendengarkan kata-kata Tuhan secara langsung. Kamu akan jadi bijaksana, lancar rejeki, kaya raya, dikelilingi banyak cinta!
M: Dan saya akan bahagia?
G: PASTI!! Ingat, barang siapa menemukan Tuhan, akan mendapatkan segalanya!
M: Waaaoooow… ya oqelah kalow begituh…

Dan sebuah perjuangan penuh kepatuhan demi kebahagiaan sejati pun dimulai.

Tag:, ,

18 responses to “Berserah Diri Demi”

  1. lambrtz says :

    Saya kok malah membayangkan kejadian yang nggak-nggak setelah percakapan ini ya, seakan-akan M lagi datang ke dukun cabul. :mrgreen:

  2. akhy says :

    ajari saya caranya biar bisa ngobrol sama Tuhan dong..
    *ngacir*

  3. venus says :

    oh, so you’re happy now? seriously? :p

  4. S™J says :

    katanya… :mrgreen:

  5. ManusiaSuper says :

    Ah, berlebihan ini dialognya… ndak sefrontal itu kok, walau esensinya sama, cuma biasanya ada bawa ayat-ayat…

  6. Si Saya says :

    hihi. iya, gitu?

  7. ulan says :

    hmmm… saya membayangkan seorang dukun dan pasien nya :P

  8. watonist says :

    sepertinya sistem pembagian kasta itu memang ada di setiap agama ya … hanya saja, ada yang ngaku ada yang nggak.

  9. Emanuel Setio Dewo says :

    G = Guh?
    Wah sudah jadi nabi rupanya?

  10. The Bitch says :

    G = Gila
    M = Merepet

    tapi asik kok ngobrol ama orang gila. bisa besyukur karena masih waras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s