7 usulan fatwa yang tidak mesum

Semoga bisa jadi pertimbangan bagi siapapun yang membaca ini…

  1. Haram mencampur sampah organik (yang mudah terurai secara alami) dengan sampah non organik (plastik dkk yang sulit terurai). Harus dipisah untuk memudahkan pengolahan. Melalaikan masalah sampah itu merusak alam. Merusak alam adalah maksiat.
  2. Haram mendukung pemimpin yang tidak peduli pada kelestarian alam terus berkuasa. Pemimpin seperti itu kalau tidak bisa disadarkan harus segera disingkirkan demi keselamatan generasi selanjutnya. Mendukung pimpinan yang keji sama saja berkomplot melakukan kekejian, maksiat.
  3. Haram mengambil keuntungan dari kebodohan orang-orang yang gampang membudak pada pemuka agama/siapapun yang ngaku paling tahu soal Tuhan. Mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain adalah biadab. Maksiat.
  4. Haram mendukung pemerintah yang gemar menggunakan isu agama untuk membuat rakyat sibuk saling bunuh agar tak sempat mengendus perselingkuhannya dengan korporasi rakus perampok kekayaan alam. Pembodohan, adu domba dan perampokan macam itu maksiat. Maksiat banget.
  5. Haram bergosip tentang Tuhan, apalagi menuduh dan memfitnah-Nya tanpa bukti. Mengatakan beliau sebagai begini atau begitu, tanpa pernah melihat sendiri, murni hanya berdasarkan gosip belaka, sama saja menyebarkan fitnah. Fitnah lebih keji daripada pembunuhan, ini sudah maksiat. Jika dilakukan terhadap Tuhan, ini jadi Maha Maksiat.
  6. Haram berdoa dengan cara yang sangat berisik, ini membuat Tuhan tampak seperti Maha Tuli lagi Maha Budeg yang  Maha Tak Mampu mendengar tulusnya doa dalam hati. Merusak nama baik Tuhan itu (harusnya) juga maha maksiat.
  7. Haram membuat fatwa aneh yang membuat para pengarangnya jadi tampak seperti gerombolan usil tukang ngatur dan hobi ikut campur, yang sangat terobsesi seks hingga selalu melihat kemungkinan termesum dari kegiatan apapun yang dilakukan oleh orang lain. Membuat diri tampak konyol adalah hak pribadi, tapi mengatasnamakan label agama atau menjual nama umat agar tampak sekonyol dan semesum diri pribadi itu (harusnya) dianggap perbuatan maksiat.

CATATAN:

  • Sedikit pengakuan kepada anda yang terlanjur terpesona pada kemampuan saya membuat (usulan) fatwa yang tidak mesum: Sebenarnya saya belum pernah jadi santri di pesantren manapun, apalagi di pesantren yang usianya sudah ratusan tahun. Mungkin, mungkin lho… Mungkin itulah sebabnya saya masih bisa membuat usulan fatwa yang hampir tidak terkait urusan seks.
  • 7 fatwa diatas dikarang sebagai respon atas pernyataan seorang teman yang bilang kurang lebih begini “Tuh lihat, penampilan dan tutur kata sok alim ternyata hanya topeng, ternyata kemesumannya lebih binal dari yang normal, sampai-sampai bikin fatwa pun tak bisa jauh dari urusan selangkangan!”. Semoga tulisan ini bisa jadi bukti bahwa orang mesum juga bisa juga bikin fatwa yang tidak mesum, kalau mau. Eh, bukan berarti saya mesum lho… hanya kadang-kadang saja sedikit. Tulisan ini bukan untuk curcol, tapi lebih untuk memberi bahan pertimbangan pada para “pembuat fatwa wannabe” agar lebih kreatif dalam membuat fatwa. Tidak harus terkait selangkangan, tidak harus mengumbar kemesuman diri.

Tag:, , ,

16 responses to “7 usulan fatwa yang tidak mesum”

  1. bitch, the says :

    huahahahaha! ga percuma gwa merepet ke elu siang2!

  2. frozzy says :

    oooohhh…..kirain curcol. *mlipir*

  3. Fortynine says :

    tambahan: Haram merampok kekayaan alam pulau Kalimantan untuk kepentingan pribadi, dan golongan, apalagi mengatasnamakan INDONESIA dan pembangunan!

    • Guh says :

      Duh… bagus sih, tapi fatwa macam itu mungkin akan membuat pengarangnya dimunirkan atau dikwalikan oleh ‘laskar pembela harga mati’ :p

  4. itikkecil says :

    sepertinya hanya itu yang ada di otak mereka…

  5. cK says :

    coba fatwa ini diajukan. siapa tahu lolos…

  6. rima fauzi says :

    Duh, sampai berkaca kaca dan tak bisa mengeluarkan kata kata, lalu dilanjutkan oleh tepukan tangan spontan setelah membaca entry ini.
    Hebat Guh, coba diusulkan ke MUI, atau masukan republika, kali lolos.

  7. joko supriyadi says :

    komen untuk fatwa no.5, kata bertrand russel, mengajarkan agama/ketuhanan merupakan kejahatan karena mengajarkan sesuatu yang tidak ada buktinya.

    • Guh says :

      Ya itu kan katanya Mbah Russel, kalau menurut anda gimana? Kalau menurut guru agama saya sih nggak dosa, justru mendoktrin anak-anak dengan konsep tuhan (yang kadang mengerikan) itu dianggap mulia.

  8. ManusiaSuper says :

    Ahahahai…. saya mau menyebar luaskan fatwa ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s