Nenek Durhaka dan Cucu Jahanam

Nenek Durhakan (ND>Nda) : “Shalat sana, Cu! Orang yang tidak shalat maghrib bisa sakit dan tidak sembuh-sembuh lho!!” Kata nenek sambil keluar kamar; dahinya memancarkan cahaya keimanan.

Cucu Jahanam (CJ>Sije) : “Ah, masa si Nek? Trus harus di opname dong?”

Nda : “Iya! Kalo ga keburu dijemput malaikat maut”

Sije : “Duh… Trus kalo diopname ga sembuh-sembuh, rumah sakitnya untung dong??”

Nda : “Iya!!”

Sije : “Wah, bakal perlu obat juga tuh. Industri obat, mulai pabrik, detailer sampai pemilik apotek juga ikut untung ya??”

Nda : “IYAAAA!!!! DAH SANA AMBIL WUDLU!” Sambil merampas gamepad.

Sije : “Eits…” Sambil berusaha mempertahankan gamepad. “Nenek tahu ga? Orang yang suka nyuruh-nyuruh shalat itu bisa mati lho, trus mayatnya dipendam dalam tanah, trus ditinggalin sendirian! Sendirian lho nek, padahal yah… itu dipendemnya kan di kuburan! Hiiiiiy sereeeem!!”

Nda : “Hey, anak yang ga mau gantian kayak kamu itu juga bakal mampus trus dimakan belatung tau!!!”

Sije : “haha… ya udah, kita main yang bisa dua player aja gimana??”

Dan negosiasi ganjil itu berakhir beberapa detik kemudian.

*cerita diatas murni fiksi belaka, jika ada kesamaan dengan satu atau beberapa kejadian, memang disengaja.

Tag:, ,

6 responses to “Nenek Durhaka dan Cucu Jahanam”

  1. bitch, the says :

    huahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha… POP!
    apaan tu guh? yg di baris pertama komeng ini, maksud gwa.

  2. Jerry Gogapasha says :

    maknanya, terkadang kita mendepak orang lain, tapi diri kita ingin mengambil posisi orang yang kita depak. benar – gak, guh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s