Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 1)

Kamu ingin orang tua kamu berhenti merokok? Berikut ini beberapa saran dan strategi yang dapat kamu jadikan pertimbangan:

  1. Pilih waktu yang tepat. Pastikan kamu menyampaikan keinginan kamu saat mood mereka sedang bagus.
  2. Hindari gaya menasihati seolah-olah mereka lebih dungu dari kamu. Mereka jelas lebih uzur dan lebih banyak makan asam garam kehidupan, mungkin malah terlalu banyak.
  3. Lakukan dalam dalam ruang pribadi, misalnya dalam rumah sendiri atau kamar. Jangan didepan umum. Tak perlu takut digrebek orang-orang sok bermoral, kamu kan bukan sedang belajar biologi sama pacar.
  4. Cari dukungan data dari tokoh kompeten dan fakta-fakta hasil penelitian untuk mendukung argumen kamu. Misal, “Ma/Pa, aku baru tahu dari guru biologi bahwa rokok itu, ternyata, merusak tubuh manusia. Aku sudah googling, ternyata guru biologi itu tidak menipu. Mama/papa bisa cek sendiri kalau tidak percaya, aku juga sudah bookmark beberapa linknya.” Itu kalau orang tua kamu cukup canggih, kalau belum ya jangan cuma sodorin link, kamu perlu print!
  5. Manipulasi rasa sayang. Orang tua biasanya suka menggunakan ungkapan ‘Mama sayang banget sama kamu, ingin kamu jadi bla bla bla… makanya kamu harus blah bla la….‘. Dan semacamnya. Nah, kamu bisa menggunakan taktik yang sama. Misal “Mama tahu kan aku sayaaang banget sama mama? Aku ingin mama selalu sehat. DEMI AKU, mama mau kan berhenti merokok?”  Tentu saja gaya manipulasinya perlu kamu sesuaikan agar bisa lebih efektif.
  6. Manipulasi rasa takut. ‘Fear’ sering dimanfaatkan oleh para penguasa negara maupun penguasa agama untuk memaksa kamu melakukan apapun yang mereka mau, bahkan hal-hal terkonyol sekalipun. Buktikan kalau kamu sebagai anak muda kreatif mampu melakukannya dengan lebih keren! Kumpulkan dan sertakan dalam argumen kamu, segala foto dan data tentang kerugian, penyakit dan horor akibat rokok. Sampaikan dengan penuh perasaan: “Lihat nih Mah, sangat seram sekali akibat buruk dari merokok. Lihat orang yang dadanya busuk karena kanker paru ini?  Nafasnya begitu sulit, sangat menderita, tapi tidak juga mati. Aku takuuut banget, dan tidak mau Mama bernasib seperti itu. Mama mau kan berhenti merokok? Demi Aku, pleeeeease?” Supaya lebih efektif, kamu katakan itu dengan mata yang berkaca-kaca.
  7. Manfaatkan agama. Jika orang tua kamu masih percaya pada agama, kamu bisa manfaatkan teror-teror yang biasa digunakan para pemuka agama. Misalnya cerita dosa dan neraka. Contoh: “Ma, jauh dalam hati Mama, sebenarnya mama percaya pada dosa dan takut neraka nggak?”  Nah, jawabannya kan sudah pasti positif tuh, kamu bisa lanjutkan dengan “Kalau memang percaya, kok tetap merokok mah? Rokok itu kan merusak tubuh. Sengaja merusak tubuh itu kan dosa. Dosa kan ganjarannya neraka, Mah?” Namun cara ini tidak dianjurkan jika agama yang akan kamu gunakan sudah dikuasai oleh ulama-ulama pecandu rokok, orang tua kamu bakal mudah membantah dan mengatakan “Aaaah, rokok itu tidak haram, merokok itu tidak dosa, lihat para ulama saja merokok!! Sudah, diam kamu anak sok tahu, jangan durhaka sama orang tua!!“. Nah, malah repot kan?
  8. Dagang Kasus. Misalnya orang tua kamu baru saja sukses melarang kamu pacaran dengan X, bocah mesum dari RT sebelah. Kamu bisa gunakan kasus itu untuk melobi ortu kamu. Contoh, “Mah/Pah, aku sudah menurut waktu dilarang pacaran dengan X. Walaupun Mama/Papa tidak punya bukti bahwa X tidak baik untuk aku, walaupun aku cintaaaa banget sama dia, aku sebagai anak baik dan soleh memilih patuh. Mama/Papa senang kan?” Dengar konfirmasinya yang pasti positif, kemudian lanjut dengan: “Sekarang, aku boleh dong melarang Mama/Papa merokok, karena itu jelas tidak baik untuk kesehatan Mama/Papa. Aku punya bukti lengkap kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Kalau Mama/Papa tidak mau… yaa aku juga bisa kok balikan sama X. Kondom bergerigi atau pil KB kan sekarang murah“. Cara ini mungkin bisa efektif membuat orang tua kamu histeris dan mati-matian berusaha berhenti merokok. Apalagi jika kamu anak perempuan satu-satunya dan berjilbab pula. Cari saja kasus kamu yang punya nilai tukar tinggi untuk melobi orang tua. Demi kebaikan dan kesehatan orang tua beserta seluruh keluarga, cara nista macam ini pun boleh dipakai jika terpaksa.
  9. …..Hmm… Apa lagi ya? Kamu punya ide? Silakan berbagi.

– – – – – –

Update: Silakan membaca bagian kedua dari tulisan ini jika sudah mencoba segala cara tapi orang tua tidak menggubris harapan kamu (gagal).

Tag:, , , , ,

19 responses to “Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 1)”

  1. bitch, the says :

    iya, ternyata emang buat orang uzur. tapi kenapa ‘Mah’ mulu ya?
    errr… sepertinya Pras itu menyenangkan. ada nomer hapenya?

  2. ManusiaSuper says :

    pernah melakukan beberapa point di atas pada orang (yang lebih) tua, jawabannya.. “kamu kalau habis makan saya larang minum gimana rasanya? jadi jangan sok melarang saya merokok!”

    situasi: di kantin kampus

    • Guh says :

      Gagal itu normal, memang biasanya begitu, justru kalau berhasil baru luar biasa :P Makanya saya bikin bagian kedua untuk mengobati kekecewaan. Silakan dibaca jika sempat.

  3. cK says :

    pras itu funkshit bukan? eh apa pemilik blog itu sendiri?

  4. onnosz says :

    Sedikit saran aja. untuk pecandu, perbanyaklah minum air putih. Itu banyak membantu mengurangi dan bahkan menghilangkan kecanduan. (pengalaman pribadi.hehehehehe)

    • Guh says :

      Saran bagus yang menyehatkan. Bener tuh, bahkan yang bukan pecandu juga sehat kalau banyak minum air… bening. (kalau disebut putih nanti disangka susu, atau malah ada pembaca mesum yg menyangkanya sp**ma)

  5. chiw says :

    Guh! Tag aku tag aku! Biar aku bisa share

  6. Emanuel Setio Dewo says :

    Kocak abis…

    Kalo nemu rokok ortu, mending diumpetin. Atau diguyur air biar ngga bisa dirokok lagi.

    Wakakaka…

  7. ulan says :

    masalah om guh masih sama ya

    • Guh says :

      Teh Ulan bosen ya? :(
      Ini sebenarnya ditujukan untuk anak-anak abg kok, siapa tahu mereka perlu, kalau googling siapa tahu nyangkut disini.
      Bukan untuk mengusik mbak-mbak dan mbok-mbok yang merokok. Saya tidak sekurang ajar itu lah :P

  8. Wijaya says :

    Hahaha….bagus juga buat merayu ortu buat brenti rokok…
    Kalo saya mah social smoker….udud nya liat2 situasi. Gak udud sehari juga bisa…

  9. Alex© says :

    Postingan bagus, Guh. Setidaknya kalo aku punya anak nanti aku tahu darimana dia mendapatkan akal bulusnya merayuku berhenti merokok :lol:

  10. Bayu Indra says :

    my daughter used number 5 to me when she was still 8yrs old.
    lumayan berhasil, paling tidak sudah empat tahun ini saya gak pernah lagi merokok didepan dia. Paling tidak itu satu2nya janji yg bisa saya pegang ke dia, setelah janji berhenti tak bisa ditepati… ;)

    mungkin mas Guh bisa bikin tulisan yg lebih penting soal merokok dan lebih relevan di Indonesia : bagaimana merokok TANPA menganggu orang lain. Itu dulu deh. Susah kalo orang disuruh brenti ngrokok. Badan2 dia, duit2 dia. Hidup2 dia. Mengganggu orang lainnya itu dulu saja… ;)

  11. Alex T says :

    dimaki-maki saja. :-(

Trackbacks / Pingbacks

  1. Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 2) « Guh - Februari 11, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s