Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 2)

Ini adalah bagian kedua dari tulisan sebelumnya. Dibuat untuk meringankan kekecewaan kamu yang gagal, padahal sudah berusaha menerapkan ide-ide disana dengan sebaik-baiknya.

Ok.

Jadi kamu sudah berusaha maksimal untuk menyadarkan orang tua, tapi mereka malah makin asik klepas-klepus menikmati rokok. Ya itulah yang disebut kecanduan. Mungkin, sebenarnya mereka sadar bahwa apa yang kamu katakan benar. Tapi mereka tidak berdaya melawan keinginannya sendiri.

Apakah kamu pernah lihat atau dengar? Ada gerombolan mahluk berwujud manusia yang suka mengaku sebagai wakil rakyat, mereka berkoalisi untuk mengatakan hitam sebagai putih. Bersekongkol untuk mengatakan salah sebagai benar. Dan mereka selalu berhasil dengan gemilang. Disitu, yang namanya akal sehat, keadilan bahkan Tuhan yang katanya Maha Kuasa dan Maha Adil pun tidak mampu berbuat apa-apa.

Naaah, dalam tubuh orang tua kamu, terjadi juga hal yang seperti itu. Akal sehat dan hati nurani orang tua kamu mungkin setuju banget sama kamu. Bahkan mereka mungkin sempat mencoba berhenti untuk beberapa saat. Tapi kemudian, akal sehat, nurani dan apapun itu, tidak mampu melawan teriakan milyaran sel yang sakaw. Berkomplot dengan pikiran-pikiran yang gelisah, didukung fakta dan data dari gudang bawah sadar yang membenarkan nikmatnya asap rokok, maka nafsu untuk kembali merokok akan selalu menang dengan gemilang.

Konon, semakin tua, semakin uzur, kita makin lemah dan tak punya cukup energi untuk membebaskan diri dari candu-candu yang kita cintai. Seorang bijak, dalam sebuah diskusi tertutup pernah mengatakan bahwa “usia diatas 25 itu sudah afkir”. Sudah hampir tidak ada harapan, mereka sudah terlalu mapan, nyaris tak mungkin diubah lagi. Bisa jadi pernyataan itu juga benar dalam urusan candu. Sel-sel uzur itu sudah terlalu nyaman dalam belenggu nikmatnya rokok.

Makanya, selagi kalian muda, hati-hatilah memilih candu. Jangan sampai setelah tua nanti masih terbelenggu hal-hal yang merugikan kamu.

Jika kamu tak berhasil memperingatkan orang tua kamu, maka yang bisa dilakukan hanya maklum sambil menjaga diri kamu agar tidak terjerumus pada kecanduan yang menguasai mereka. Jaga jarak saat mereka sedang merokok. Kalau perlu,  ingatkan orang tua untuk selalu mengusir kamu keluar rumah sementara mereka menikmati harumnya rokok.

Yakinlah, mereka sudah berusaha berbuat seadil dan sebijak yang mereka mampu. Apapun yang mereka lakukan, kamu sebagai anak hanya bisa yakin bahwa mereka mencintaimu, menyayangimu dan ingin memberikan yang terbaik untukmu. Tentunya sesuai dengan pengetahuan, kemampuan dan wawasan yang mereka miliki saat ini.

Setelah melakukan apa yang kamu bisa bagi mereka, biarkan orang-orang tua itu menikmati kenyamanannya, sebentar lagi juga kadaluarsa. Sekarang,  fokuskan sisa energimu untuk kejayaan generasimu dan generasi selanjutnya.

Tag:, ,

21 responses to “Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 2)”

  1. bitch, the says :

    baca ini, gwa jadi terngiang2 salah satu SMS yg bilang ‘many parents kill their own children but only few who burn them’. sepertinya rada2 mirip.
    you sure Pras di posting sebelumnya itu fiktif?

  2. ManusiaSuper says :

    Cih.. Ada sambungannya ternyata..

    Iya pak, saya tidak merokok.. Tidak pernah mabuk, atau nyimeng…

    Saya memilih kecanduan yang lebih nikmat dan menikmatkan…

  3. Emanuel Setio Dewo says :

    Jadi menyerah nih?

    Mendingan tips seri 1 tempo hari dilakukan terus menerus. Kalau perlu bertahun-tahun sampai habis keuzurannya.

    *kabur*

    • Guh says :

      bisa saja, walau pasti membuang waktu dan energi, yg dikasi tau juga bisa sebal, tapi bisa dijadikan ajang melatih kreatifitas bagi kedua pihak :)

  4. scouteng says :

    tumben guh bisa ngasih nasehat yang bener-bener bener..!

    *kabur*

  5. Jerry says :

    koq bisa mendalam gitu tutorial berhenti merokoknya, apakah guh pernah kecanduan rokok lalu berhenti?

    cerita dikit,

    gara2 dokter salah diagnosa penyakit (jantung koroner) saya akhirnya keluar “quit”, kapok2 gak mau ngerokok lagi. tapi ternyata, seminggu kemudian, dokter merevisi bahwa saya tidak ada gejala penyakit jantung.

    sekarang sudah 4 tahun gak ngerokok (sebelumnya, 11tahun jadi perokok aktif). Amin

    • Guh says :

      Iya, saya pernah jadi pecandu juga, lengkap dengan segala pembenarannya :)

      Syukurlah Bang Jerry bisa berhenti. Ternyata fear bagus juga ya buat motivasi stop.

  6. eMina says :

    orang tua alhamduillah bukan perokok ^^

  7. dwiprayogo says :

    Untung ayah saya sudah berhenti merokok waktu jaman saya kecil, ayah saya berhenti karena alasan ekonomi.

    • Guh says :

      Aneh sekali. Kok bisa ya? Saya mengenal banyak orang bermasalah dengan ekonomi, sampai ngutang gali tutup lubang, tapi tetap lanjut merokok.

  8. Setyawan says :

    kalo sakit baru ada niat mau berhenti

  9. Hina Tamten says :

    uhhhhhh….. walaupun sudah aku lakukan tapi papaku tetap merokok

Trackbacks / Pingbacks

  1. Supaya Orang Tua Berhenti Merokok (Bagian 1) | Guh - Mei 29, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s