Pengaruh Agama pada kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

Sahabat yang zuper,

Dalam rangka menyambut musim bencana, berikut ini saya kumpulkan 9 pernyataan sok tahu terkait pengaruh ajaran agama terhadap kebiasaan merusak alam, terutama pada kebiasaan membuang sampah sembarangan.

  1. Agama yang dipeluk berpengaruh pada kebiasaan seseorang dalam membuang sampah.
  2. Umat agama tertentu cenderung lebih suka membuang sampah lebih sembarangan dibanding umat agama lain.
  3. Tidak ada agama yang memberi ancaman serius pada orang yang membuang sampah sembarangan.
  4. Memberi pelajaran pada umat yang suka membuang sampah sembarangan, seharusnya lebih menarik daripada  memamerkan kecabulan pikiran yang semakin liar karena rambut rebonding, foto prewedding dan emak-emak tukang ojek.
  5. Agama-agama tertentu mengajarkan bahwa seluruh alam ini diciptakan hanya demi kepentingan spesies yang merasa paling mulia. Yaitu manusia. Dan karena itu umat yang memeluk ajaran ini merasa bebas memperlakukan alam  seenaknya, buang sampah pun semena-mena.
  6. Perokok yang memeluk agama tertentu, tidak peduli dari kasta pemimpin, pemanut maupun pencela, cenderung lebih sembarangan dalam menebar asap dan membuang puntung dibanding perokok yang beragama lain atau yang tidak beragama.
  7. Agama yang mengajarkan doktrin kiamat, kefanaan dunia dan semacamnya secara diam-diam juga mendidik manusia untuk melecehkan alam. Agama-agama ini memprogram bawah sadar manusia untuk berpikir “Ah, pada akhirnya semuanya akan hancur, ngapain dirawat-rawat, lebih baik dieksploitasi serakus mungkin demi kemakmuran pribadi”. Karena itulah, pemeluk dari agama yang mengajarkan doktrin-doktrin tersebut tidak risih jika ada korporasi melakukan pengerusakan besar-besaran terhadap alam.
  8. Agama-agama tertentu (baik yang masih asli impor maupun sudah modifikasi lokal) mengajarkan umatnya untuk membenci kepercayaan kuno yang ajarannya memuja dan memuliakan alam. Alam dianggap saingan tuhan, sehingga menghormati atau menyembahnya dianggap sesat. Pada tingkat keimanan yang pekat, tak hanya alam sekitar yang dihancurkan… Tubuh sendiri dan tubuh orang-orang sekitar juga sengaja dirusak.
  9. Undang-undang anti penistaan agama akan sangat berguna untuk melindungi agama-agama yang mengajarkan ketidakpedulian, pengerusakan, perpecahan dari pernyataan-pernyataan usil macam diatas itu.

Sudah?

Nah, sekarang dapatkah Anda menemukan kalimat mana yang menurut anda salah kaprah?

Setelah menemukan poin yang anda yakini salah, maka anda punya tanggung jawab moral pada tuhan, agama, negara dan semua tetangga… Silakan secepat mungkin membuat bantahan yang cerdas, sesuai dengan ajaran agama (atau apapun) yang anda yakini paling benar sedunia akhirat.

Selamat bermain!

Tag:,

27 responses to “Pengaruh Agama pada kebiasaan Buang Sampah Sembarangan”

  1. kw says :

    hohoho masih sekritis dulu
    terharu
    dah bertahun-tahun ga kesini
    :)

  2. silent reader says :

    INI TULISAN SUBJEKTIF!!! SANGAT, SANGAT SUBJEKTIF SEKALI!!!
    *balik makan lempok duren*

    eh, ada maz KW!!!

  3. Guh says :

    @Kw, senang jumpa lagi Pak :)

    @Silentreader, memang sangat. Ini saya jg masih nunggu diluruskan supaya lebih obyektif.

  4. Annasophia says :

    Poin nomor 7… :lol:
    Ah, kesimpulan yang bagus. Mari kita rusakkan saja dunia yang fana ini.

  5. Jerry says :

    koq bisa-bisa nya mendapat pemikiran yang kritis sepereti itu. Ajarin, dunk, bos..

    *mbalik baca lagi dari atas

  6. Emanuel Setio Dewo says :

    BTW, daku jadi tergelitik untuk bertanya. Buang sampah sembarangan itu dosa ngga sih?

    • Guh says :

      Kalau saya yang jadi Tuhan, itu saya anggap dosa besar dan kalau sampahnya berbahaya, maka nyaris tidak terampuni :D
      Mungkin jawaban sahih harus ditanyakan ke pemuka agama terdekat Mas.

  7. tukangobatbersahaja says :

    kalo sampah masyarakat mau dibuang dimana?

  8. 安藤君 says :

    Saya cm bermaksud membantu Tuhan memastikan kiamat terjadi…

  9. ciwir says :

    josss betul sekali mas…..
    agama harus didekontruksi untuk merekontruksi pemikiran umat manusia

  10. omagus says :

    pemaksaan kesalahan pada jalan kebenaran..!

    kalo ajaranku sih ngajarin bahwasanya sekecil apapun yang kita buwang kita keluarkan atau kita ludahkan sekalipun akan kita pertanggung jawabkan. Cuman parahnya temen-temen sealiranku koq kayaknya nggak nyadarin ajaran itu..1
    atau mereka sengaja mengacuhkannya.

  11. neo says :

    90% tepat, sisanya manusia yg mulia masih ada yg bisa patuh pada ajaran agama tidak hanya untuk dirinya sendiri.

  12. soewoeng says :

    tinggal dari mana cara melihatnya… bisa jadi semua pernyataan adalah benar

  13. God is an Astronaut says :

    Cuma mau kasih tau kalo ada grup ben yg namanya ‘God is an Astronaut’. tuhan yg kek gitu bakal ngelarang/nyuruh apa ya?
    eh, om5 for Java keren juga, bisa buat komeng di blog laknat macem ini.

  14. Guh says :

    @Ciwir, amin

    @Omagus, mungkin dalam hati mereka sebenarnya menganggap kalau ancaman-ancaman itu semuanya gombal belaka?

    @Neo, 10% yang tidak tepat yang mana tuh?

    @Soewoeng, begitulah. Apapun bisa benar kalau kita pintar cari pembenaran.

    @God, tentu saja melarang hal-hal yang apapun yg dibenci oleh pihak2 yang gemar mengatasnamakan namanya.

  15. Bayu Indra says :

    cakep mas. barusan anak ikut baca, dan brubung dia di intl school, termehek2 deh mencoba meng-inggris-kan judulnya. apa coba? Influence of Religion in the inconsiderate littering habit. hahaha, ngawur tenan…. tau dah… Makasih tulisannnya!

  16. idub says :

    Agama yang mengajarkan doktrin kiamat, kefanaan dunia dan semacamnya secara diam-diam juga mendidik manusia untuk melecehkan alam. Agama-agama ini memprogram bawah sadar manusia untuk berpikir “Ah, pada akhirnya semuanya akan hancur, ngapain dirawat-rawat, lebih baik dieksploitasi serakus mungkin demi kemakmuran pribadi”. Karena itulah, pemeluk dari agama yang mengajarkan doktrin-doktrin tersebut tidak risih jika ada korporasi melakukan pengerusakan besar-besaran terhadap alam.

    hmm…hmm….mas guh pasti juga sudah tahu kalau pada agama-agama yang mengajarkan ada kiamat, TIDAK disebutkan secara pasti kapan kiamatnya akan terjadi. di lain sisi, ada ajaran agamanya yang mengajarkan kalau kerusakan di bumi ini karena manusia juga (balesan langsung di bumi). belum lagi, ajaran yang menyatakan bahwa orang yang berbuat kerusakan akan dibalas di akhirat (katanya sih, setelah kiamat).

    jadi sepertinya itu jebakan psikologis untuk umat agama itu supaya takut berbuat kerusakan, karena mereka yang akan ngerasa dampak kerusakannya. bukan pikiran “toh akhirnya kiamat” yang ada, karena mereka sendiri enggak tahu kiamat itu kapan datangnya.
    saya pikir sejak zaman agama itu ada, kiamat sudah jadi salah satu topik. tapi sampe nabi-nabi ke sekian, bahkan sampe sekarang, belum ada jawaban pasti kapan kiamatnya. nah, jangan2 memang sengaja diulur2? supaya umat agama itu tidak lantas berbuat kerusakan karena sudah tau kiamatnya kapan….

    atau jangan2 secara implisit, agama itu ingin bilang…kiamat itu bisa terjadi karena perbuatan manusia sendiri…(tapi lagi2 tergantung jenis kiamatnya). karena menurut saya, dengan membuang sampah sembarangan, bisa terjadi kiamat juga. contohnya: jakarta tenggelam. hehehe…

    salam

  17. idub says :

    lha…ternyata panjang komentar saya setengahnya panjang postingannya mas guh…wehehe…maaf udah nge-junk ya mas

  18. dani says :

    a) Saya juga sering buang sampah sembarangan di Web. Akankah alam Web ikut kiamat nantinya?
    b) Bagaimana menyelamatkan Web dari buang sampah sembarangan?
    c) Ajaran agama mana yang paling ampuh untuk alam Web?

  19. dka says :

    kiamat terjadi karna manusianya sendiri :P manusia merusak alam = kiamat tooh :D alam rusak = kiamt tooh ??? :D terkadang manusianya sendiri yang berbut mengkambing “putihkan ” sesuatu . kasian ah yang udah item di salahin mulu :P:P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s