Vendetta yang Menggelisahkan

Suatu hari, Bu Guru bahasa Inggris menyarankan untuk nonton V for Vendetta. Katanya bagus, bahasanya puitis, dan bla-bla-bla.

Ternyata setelah ditonton, saya gagal menikmati sisi puitisnya. Malah jadi gelisah karena ada adegan-adegan yang mengingatkan pada kondisi kita selama ini.

Sekitar menit ke 1:30:07, diceritakan Pak Pemimpin mulai kehilangan kesabaran. Kekuasaannya yang mapan mulai berada di ujung tanduk. V sudah keterlaluan dalam memprovokasi hingga rakyat berani berpikir dan mempertanyakan berbagai penjajahan, pembodohan dan belenggu yang terus dipaksakan pemerintah.


Pak Pemimpin yang murka itu akhirnya berkata pada para bawahannya:

“What we need right now is a clear message to the people of this country, this message must be read in every news paper, heard in every radio, seen on every television. This message must resound throughout the entire interlink.
I want this country to realize that we stand in the edge of oblivion.
I want every man, woman and child to understand how close we are to chaos.
I want everyone to remember, why they need us!!!”

Untuk Anda yang kurang mengerti ayat-ayat dalam bahasa Inggris, terjemahan bebas(banget)nya kurang-lebih begini:

“Yang harus dilakukan sekarang adalah menyampaikan pesan yang jelas kepada rakyat. Pesan ini harus bisa dibaca di setiap koran, didengar dari setiap radio, ditayangkan di semua stasiun TV dan dibahas oleh setiap seleblog, selebFB maupun selebTwit.
Pesan ini harus menggema di seluruh jalinan media yang ada.
Saya ingin negeri ini sadar dari kepikunan.
Saya ingin tiap orang, lelaki, perempuan dan kanak-kanak sadar bahwa kita berada di ambang kekacauan yang mengerikan.
Saya ingin semua orang begitu dicekam ketakutan dan ingat bahwa mereka butuh kita!!!

Seluruh kalimat itu dikatakan dengan mimik yang sangat keren. Terutama pada bagian akhir yang saya bold. Bagian itu diucapkan dengan bibir yang sampai miring-miring.

Kemudian diceritakan bahwa titah Pak Pemimpin langsung diwujudkan. Televisi serta merta dipenuhi dengan berita-berita kekacauan. Mulai dari masalah kerusuhan, kelangkaan air yang membuat harganya naik, penimbun vaksin flu burung, wabah penyakit baru, sampai berita penangkapan terroris yang aksinya mahakeji.

Sungguh adegan yang menggelisahkan.

Apakah mungkin hal macam itu terjadi di alam nyata? Apa mungkin ada penguasa yang tega menggunakan media informasi untuk membanjiri rakyatnya dengan berita-berita pembodohan yang menguras energi hanya untuk menutupi kelakuannya yang nggak bener?

Sekarang gerombolan yang sering mengatasnamakan agama, suka maksa dan marah-marah itu jadi tampak mencurigakan. Gerombolan yang jelas mempromosikan kebencian dan paham tidak sehat, terus dibiarkan eksis. Pada saat-saat tertentu, media malah sukarela jadi corong mempromosikan mereka. Apakah mereka sebenarnya piaraan? Sengaja disiapkan untuk melakukan aksi-aksi menyebalkan sebagai pengalih perhatian?

Ah. Jadi terlalu banyak prasangka. Tidak bagus.

Media jaman sekarang memang bisa digunakan siapa saja untuk apa saja. Dan untuk media-media besar nan komersil itu, mereka memang cari uang. Semua suka uang. Saya juga.

Tag:,

25 responses to “Vendetta yang Menggelisahkan”

  1. Bitch, The says :

    saya juga suka uang. beneran. keknya enak bikin tulisan terus dibayar.

    eh, tumben2an nge-review film. terkenang2 teloris ditembak di pamulang, yes?

  2. Chiw Keyenz™ says :

    media, penguasa yang sesungguhnya.

    sayang ya, filem kayak beginian kayaknya ndak mungkin dapet oskar…

  3. mbelgedez says :

    Siwi ada benernya. Saat ini media memang menjadi penguasa.
    Tepatnya, menguasai media adalah menguasai dunia.

    Namun, pendapat sayah soal kelompok tertentu “dipiara” oleh yang laen, sayah kurang setuju.
    Lebih tepat kalo antar kelompok saling membutuhkan dan mempengaruhi.

    Saat republik ini membuka pintu kebebasan (demokrasi), maka dia bagai kotak pandora. Dimana “uang” menjadi raja.
    Sekarang sesiapapun, apapun, lebih menghamba ke “uang”. Tak peduli dia kelompok berjubah dengan iket kepala ubel-ubel sekalipun..!!

    • Guh says :

      Mbah bener juga. Semua menghamba pada uang. Jika di negara diktator semua menghamba pada sang diktator yang maha kuasa, dan di negara agama semua menghamba pada diktator yang menguasai agama, maka di negara demokrasi semua menghamba pada kediktatoran pemilik uang.

      Trus caranya gimana ya Mbah biar manusia tidak terlalu diperbudak?

  4. Wijaya says :

    Isu anget diangkat sebagai pengalih perhatian terhadap isu utama aktual, itu mungkin betul….. Tapi kalo kelompok piaraan? Hmmm, mungkin tidak ya…(rada gak yakin).
    Soal menguasai media akan menguasai dunia, dah lama wacana itu ada. Media alat propaganda yg sangat efektif utk mempengaruhi opini publik. Jadi inget salah satu sekuel film James bond yang jadul….(lupa judulnya)

    • Guh says :

      Kata piaraan mungkin kurang tepat jadi sulit dibayangkan. Kalau diganti dengan… “mendirikan pabrik fatwa, menghidupinya dengan uang rakyat, untuk sewaktu-waktu bikin statemen2 aneh yang memicu kekacauan dan kebencian”, itu gimana? :D

      Saya belum nonton. Konon memang media efektif juga untuk mengulang-ulang kebohongan agar diyakini sebagai kebenaran. Tapi itu dulu waktu masih satu arah. Sekarang mungkin tidak semudah itu.

  5. christin says :

    filmnya baguuuuss ~ baru nyadar saya, ternyata memang kayak ngomongin jaman sekarang ya :D

    • Guh says :

      jangan-jangan nggak jaman sekarang aja. Jangan-jangan dari jaman nabi juga media sering difungsikan seperti itu. jangan-jangan. :P

  6. Chic says :

    jadi pengen nonton V for Vendetta lagi…

  7. Nazieb says :

    Ha! *donlot V for Vendetta*

    Eh, jadi kapan kita ledakkan gedung DPR/MPR? :twisted:

  8. Emanuel Setio Dewo says :

    Jadi… donlot dimana film-nya?

  9. Billy Koesoemadinata says :

    jadi inget kisruhnya salah satu media yang terlalu berat ke salah satu pihak..

    tapi yah, emang harus diwaspadai seperti itu sih..

    • Guh says :

      kalau “pihak” yang anda maksud adalah ‘kebenaran’ sepertinya malah bagus. Sayang seringnya berpihak pada uang. Bener salah nggak penting, selama jadi uang. Iklan rokok dan gosip pun tayang sembarangan.

  10. Cah Bagoes says :

    [Gambar patung dewi keadilan di halaman OldBailey]
    It is to Madame Justice that I dedicate this concerto,
    in honor of the holiday she seems to have taken from these parts,
    …and in recognition of the imposter that stands in her stead.

    –Boom!!! Gedung Pengadilan (OldBailey) diledakkan–

    Kekurangan film ini adalah isi-nya yang susah ditangkap oleh “average viewer”..seringkali cmn dianggap sbg film action-balas dendam belaka oleh mereka.

    [Sebelum V dikenal umum]
    – I can’t believe you watch that shit. [sinetron semi porno]
    – What? Laser Lass is banging.
    Pasti banyak average viewer yg gak ngeh ttg makna tersirat adegan di atas, dikiranya cmn sbg filler. Sebagaimana yg di bawah ini:

    [Evey tahu ttg bnyknya barang seni yg berharga di markas V]
    – Where did you get all this stuff?
    – Oh, here and there. Much of it from the vaults of the Ministry of Objectionable Materials.
    – You stole them?
    – Heavens, no. Stealing implies ownership.

    …dan banyak adegan yg lain.

    Utk soal puitis, sebagian besar ada saat awal kemunculan V.
    “The multiplying villainies of nature
    do swarm upon him….” sd saat V bilang kalimat panjang yg semua kata-nya diawali huruf “v”.

    //Moviegasm//

  11. ulan says :

    jadi njennegan sebagai seleb di segala arah apa sudah meng-selebkan kekacau an mas?? eh.. maksud saya.. anu.. ya gitu lah.. :P

  12. Alex© says :

    [komen congkak ON]

    Baru nonton tahun ini, Guh? Ah… kemana saja? Tontonan dari tahun kapan ini… :-”

    [komen congkak OFF]

    Yang dibutuhkan negara ini memang sedikit anarkisme, kok. Cuma sedikit bom molotov dan api. Bukankah Roma dibangun indah setelah dibakar oleh Nero? :P

    Semoga istana-istana di sana dan gedung parlemennya juga terbakar untuk dibangun ulang nanti. Api dari korslet listrik tentu lebih baik, karena tak ada yang bisa disalahkan, selain karma terhadap listrik di daerah. :-”

    All hail minarchism!

    • Guh says :

      Anu… saya ke.. ke..racunan tipi dan doktrin, jadi nggak pernah ngeh apa yang sedang terjadi.

      Andai semua bisa sesederhana dan semudah dalam Film itu Lex.

  13. Bitch, The says :

    senangnya. lelaki2 gwa bisa akur kek gini.

    *kepret2in duit seratusribuan ke muka guh & alex*

    laris manis, laris manis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s