Resep untuk Indonesia yang Sejahtera

Sebuah resep untuk meminimalkan korupsi, memaksimalkan pengembangan teknologi dan memperbaiki kesejahteraan hampir semua orang.

Bahan yang diperlukan:

  1. Manusia yang mampu programming
  2. Manusia yang mampu desain web dan antar muka
  3. Manusia yang mampu mencipta dan otak-atik jaringan informasi
  4. Manusia yang mengerti cara kerja negara dan pemerintahan
  5. Manusia yang mengerti perdagangan dan komunikasi internasional
  6. Manusia yang mengerti cara kerja Bank Dunia dan Economic hit man
  7. Manusia supportif yang mendukung


Tujuan memasak:
Dengan memanfaatkan informasi yang didapat dari nomor 4 sampai 7, bahan nomor 1 sampai 3 diolah sedemikian rupa agar menciptakan sebuah sistem informasi nasional yang membuat hal-hal berikut bisa dipublikasikan secara online dan realtime:

  1. Laporan dari setiap PNS, setiap hari, tentang apa yang sudah dan sedang dikerjakan, apa yang sedang dirapatkan, dan apapun pencapaian yang diraih.
  2. Publikasi data dari setiap bendahara setiap instansi, tentang berapa anggaran yang didapat, berapa yang dialokasikan, kemana saja dan untuk apa saja, berapa yang habis dan berapa sisanya.
  3. Laporan harian dari setiap eksekutor lapangan. Apa proyek yang dikerjakan, berapa dana yang didapat, berapa dana yang dikeluarkan, untuk apa saja dan sisa berapa. Lengkap dengan video dan foto proyek.
  4. Live streaming setiap rapat, terutama yang berkaitan dengan sumber-sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. Sistem ini juga harus memungkinkan setiap warga untuk urun rembug atau sekedar mengomentari setiap alasan yang diajukan oleh setiap peserta rapat.
  5. Publikasi realtime opini dan alasan setiap wakil rakyat terkait keputusan tender, penciptaan undang-undang, sampai keputusan untuk mengobral aset-aset negara. Semua dipublish secara nasional dan terbuka terhadap komentar setiap warga.
  6. Aliran dana pribadi setiap wakil rakyat dibuka secara transparan dan bisa diawasi secara nasional. Jadi, tiap kali seorang anggota DPR malah mendukung kebijakan yang membenamkan negara dalam hutang, atau mendukung kebijakan mengobral tanah air, dapat diteliti berapa persen perubahan kekayaan pribadi terkait keputusannya itu. Dana ajaib mengalir kemana saja, dan siapa saja kroni yang ikut menikmati keuntungan, bisa dilihat beramai-ramai.
  7. Publikasi pajak realtime. Berapa rupiah yang berhasil dipungut dari setiap daerah, mengalirnya kemana saja, sampai akhirnya nanti jadi apa dan bagaimana efeknya bisa selalu dilihat online dan realtime. Berapa yang belum berhasil dipungut, siapa saja yang menunggak, ngemplang dan apa alasannya juga tampil realtime.


Indikator kelezatan:
Masakan ini baru bisa dikatakan lezat jika setelah menikmatinya kita mendapat kemampuan untuk melakukan mukjizat-mukjizat seperti berikut:

  1. Cukup dengan mengetahui koordinatnya, bisa tahu iblis neraka mana yang bertanggung jawab atas kemunculan sebuah beton pembatas jalan yang dibangun asal-asalan, tanpa penerangan atau tanda apapun hingga hampir setiap malam makan korban. Rakyat juga bisa tahu dengan mudah, penjahat mana yang bertanggung jawab atas proyek galian kabel yang dikerjakan secara brutal dan ditinggalkan begitu saja tanpa tanggung jawab.
  2. Untuk setiap proyek pembangunan, rakyat bisa mengetahui material apa saja yang dibutuhkan, berapa uang yang dibutuhkan untuk material tersebut, berapa ongkos pengerjaan, berapa dana yang diajukan kontraktor, berapa yang disetujui pemerintah, berapa yang dikorupsi pemda, berapa yang akhirnya sampai ditangan kontraktor. Rakyat juga bisa melihat bagaimana perjuangan sang kontraktor untuk menyunat ini-itu agar tetap bisa untung tapi proyek tampak selesai dengan baik, hingga dia bisa ikut tender penuh kolusi yang berikutnya.
  3. Anda sebagai rakyat bisa tahu dengan mudah apa saja dan sebanyak apa hasil tambang yang dikeruk oleh sebuah perusahaan tambang yang numpang mengeruk di suatu areal. Berapa rupiah profit yang dihasilkan, berapa rupiah yang masuk ke negara, berapa yang akhirnya bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat dan berapa yang masuk ke kantong pribadi para pejabat yang mengamini kontrak puluhan tahun tersebut.
  4. Anda sebagai rakyat bisa online dan secara instan mengetahui sekaya apa Indonesia hari ini. Dimana saja terdapat sumber-sumber alam, estimasi cadangan yang tersisa, bagaimana pengolahannya, efisiensinya. Jika ternyata disia-sia atau diobral murah demi keserakahan segelintir pejabat, maka Anda bisa segera melihat apa yang terjadi, dan dengan segera tahu bagaimana solusinya.
  5. Anda tidak gelisah partai mana yang akan menang, karena siapapun yang menang akan dipaksa bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, tidak boleh lagi sibuk memperkaya diri. Semua agenda, kinerja dan prestasi bisa dimonitor oleh seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia.
  6. Anda bisa menanyakan “lagi ngapain dimana sama siapa?”  kepada setiap mahluk yang mengaku sebagai wakil rakyat. Kapanpun dimanapun. Dan Anda mendapatkan jawabannya secara instan. Karena resep ini membuat keberadaan setiap wakil rakyat akan termonitor 24×7 sepanjang tahun.
  7. Anda bisa nonton prilaku para wakil rakyat lewat live streaming CCTV yang terpasang di tiap lorong dan ruang-ruang tiap gedung milik rakyat. Siapa yang terlalu cerdas hingga sering merokok di ruangan ber AC, siapa yang doyan xxx, semua bisa ditonton lewat internet.


Teknologinya sudah tersedia

  1. Teknologi yang digunakan Twitter, Blog, Milis dan Forum online memberi kuasa pada manusia untuk menuliskan apapun, kapanpun, dimanapun (selama bisa terhubung internet). Dan tulisannya bisa langsung dibaca oleh siapapun yang terhubung ke internet. Instan!
  2. Teknologi YouTube, Google Video dan berbagai tube-tube lainnya memberi manusia kekuasaan untuk berbagi video apapun, mulai dari video provokasi sampai video masturbasi, semua bisa dibagikan dari manapun untuk ditonton oleh siapapun. Lengkap dengan audio yang jernih.
  3. Google Document, EditGrid dan berbagai layanan pengolah dokumen kolaboratif memberi manusia kemampuan untuk mengerjakan sebuah dokumen secara bersama-sama walau dari lokasi yang berbeda. Sementara saya di jakarta mengerjakan kolom A1, Anda dari neraka bisa mengisi kolom B2 dalam sebuah spreadsheet yang sama. Sementara Si Konak di Bogor mengetik paragraf pertama, Si Bugil dari Timbuktu bisa edit paragraf kedua, dan Si Jilbab dari Saudi mengoreksi salah eja di kalimat terakhir dari paragraf kedua. Semua dalam satu lembar ketikan yang sama. Dulu hal ajaib macam ini sangat tak masuk akal, sekarang jadi biasa-biasa saja.
  4. Teknologi RSS membuat para pemalas mampu membaca banyak sekali situs tanpa harus mengunjungi banyak situs. Tidak perlu menunggu lama untuk loading dan membuang bandwidth demi iklan-iklan yang seringkali hanya mengotori pikiran. Dengan RSS kita bisa mendapat update terbaru dari mana-mana tanpa harus kemana-mana.
  5. Peta online seperti Google Map, Wikimapia, Google Earth, sampai komunitas peta GPS macam Navigasi.net, memberi setiap manusia kemampuan untuk memetakan apapun. Semua bisa berbagi lokasi dan foto udara daerah manapun. Anda bisa coba lihat dan berbagi foto satelit efek pembabatan hutan atau efek eksplorasi tambang. Semoga tidak menemukan keanehan berbau konspirasi yang membuat anda ingin memaksa google meng-update daerah-daerah yang mencurigakan.
  6. Telpon seluler yang ditanami GPS built in sudah mulai umum dan murah.  Selain memudahkan pengguna untuk mengetahui keberadaan dirinya, dengan tambahan program tertentu juga bisa dipakai untuk memamerkan lokasinya ke seluruh dunia dengan akurasi yang cukup lumayan. Bayangkan… Sebuah kalung transmitter ber GPS, bentuk modis dan berkelas, lengkap dengan kamera dan mic mini, kita paksakan untuk dipakai setiap wakil rakyat selama mereka menjabat *evilgrin*
  7. MMS, walau terdengar primitif, ini masih bisa dimanfaatkan oleh para pengawas lapangan (atau siapapun yang kebetulan lewat di sebuah proyek) untuk mengirim gambar dan video singkat tentang proyek yang dikerjakan. Hampir semua HP berkamera sudah mendukung teknologi ini.

Seperti yang anda lihat, teknologi yang memungkinkan semua itu jadi kenyataan sudah tersedia sejak lama. Tapi kita (terutama saya) baru manfaatkannya secara parsial untuk sekedar gosip nggak penting, nonton video cabul atau sekedar buang waktu dan energi memperdebatkan keinginan Ulama yang suka aneh-aneh.

Bayangkan jika semua teknologi itu diramu jadi sebuah pendopo online dimana pemerintah pusat sampai daerah melaporkan setiap prestasinya pada rakyat dengan ketelitian hingga dua angka dibelakang koma. Sebuah tempat dimana rakyat dengan mudah mengawasi prilaku para pelaksana pemerintahan secara instan dan realtime. Tempat rakyat menyampaikan dan membahas berbagai ide maupun kritik tentang apapun yang terkait dengan kebersamaan kita dalam ber-Indonesia.

Teknologinya tersedia, tinggal menunggu kemauan kita untuk memanfaatkannya demi mewujudkan pemerintahan yang lebih bertanggungjawab.

Revolusi jadul dengan menumpahkan darah dan air mata berhasil mengganti penguasa yang korup dengan penguasa baru… yang ternyata juga berubah jadi korup. Semoga revolusi berikutnya, dengan memaksimalkan segala teknologi yang tersedia bisa melindungi para penguasa dan wakil rakyat terpilih dari infeksi sifat-sifat korup, dengan pengawasan yang benar-benar lengket.


Menyempurnakan Resep:
Trus bagaimana cara mengumpulkan dan menyiapkan bahannya? Bagaimana memaksa pemerintah untuk memasaknya? Hehe… Begitulah, resep ini masih jauh dari sempurna. Perlu banyak kritik, perlu banyak masukan dari Anda agar bisa terwujud.

Silakan :)

Tag:, , , , , ,

11 responses to “Resep untuk Indonesia yang Sejahtera”

  1. jensen99 says :

    Hmm… mungkin sistem demokrasinya perlu dihapus dulu, supaya kalo ada solusi luar biasa seperi diatas ini, bisa cepat dieksekusi tanpa ada oposisi atau bertele2. Ganti junta militer, mungkin? Atau kediktatoran saja. Bawahan yang membangkang atau melanggar bisa langsung ditembak di tempat. Nanti kalo sistem pengawasannya sudah sempurna dan berjalan lancar, baru demokrasi dan kehidupan sipil dihidupkan lagi. :twisted:

  2. flyegg says :

    intinya kita mau memasak dengan resep yang komplit. izin masak dulu ntar saya akan coba rasanya. kalau ada yang kurang nanti saya sharingkan (agak panjang resepnya) :-)

  3. Guh says :

    @Jensen99
    Demokrasi yang mana? Kita belum pernah punya itu. Bukankah yang kita punya selama ini sandiwara lima tahun sekali? Malah ada yang bilang bahwa yang sekarang ini kita pakai adalah hibrid kleptokrasi dan korporatokrasi.
    Resep diatas itu justru untuk membuat rakyat bisa lebih terlibat.

    @Flyegg
    Siiip. Saya tunggu tambahan bumbunya ;)

  4. flyegg says :

    ada yang kurang sedikit nih bumbunya;
    Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS. misal; perekrutan; polisi, TNI, Kejaksaan, kehakiman, perpajakan, departemen-departemen,dll.
    pengumuman perekrutan secara online, regristrasi online, hasil online. (bagi pendaftar sertakan siapa nama orang tua, saudara, atau kerabat), cara penilaian terbuka, ada pengumuman “tidak dipungut biaya”

    pemilu :
    – ada list online apa saja permasalahan negara, misal; kemiskinan, kesehatan, korupsi, dll. serta prioritas apa yang penting untuk diselesaikan terlebih dahulu.
    – janji-janji capres di rekam dan ditulis diatas kertas dan ditandatangani beserta materai. kemudian dipublikasikan secara online.
    – sumber dana kampanye beserta pengeluaran dana kampanye
    – Ujian Nasional Online (bisa diakses siapa saja) untuk Capres-Wapres dan Menteri (yang lulus boleh mencalonkan diri)
    – seperti halnya programmer, capres-wapress beserta menteri terlebuh dahulu mendesain sebuah program sebelum terpilih

    segitu dulu masukannya

  5. God is an Astronaut says :

    Pen komeng tapi ntar dulu kalo ga mobile. still. i see you, guh. i godamned see you.

  6. Guh says :

    flyegg :

    ada yang kurang sedikit nih bumbunya;
    Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS. misal; perekrutan; polisi, TNI, Kejaksaan, kehakiman, perpajakan, departemen-departemen,dll.
    pengumuman perekrutan secara online, regristrasi online, hasil online. (bagi pendaftar sertakan siapa nama orang tua, saudara, atau kerabat), cara penilaian terbuka, ada pengumuman “tidak dipungut biaya”

    pemilu :
    – ada list online apa saja permasalahan negara, misal; kemiskinan, kesehatan, korupsi, dll. serta prioritas apa yang penting untuk diselesaikan terlebih dahulu.
    – janji-janji capres di rekam dan ditulis diatas kertas dan ditandatangani beserta materai. kemudian dipublikasikan secara online.
    – sumber dana kampanye beserta pengeluaran dana kampanye
    – Ujian Nasional Online (bisa diakses siapa saja) untuk Capres-Wapres dan Menteri (yang lulus boleh mencalonkan diri)
    – seperti halnya programmer, capres-wapress beserta menteri terlebuh dahulu mendesain sebuah program sebelum terpilih

    segitu dulu masukannya

    Mantap. Ternyata mimpi anda lebih terperinci. Apa yang dimau sudah semakin jelas.
    Yang masih berkabut adalah cara mewujudkannya…

  7. Amd says :

    Kalo resep di atas mau dijalankan, saya dapat berapa persen? :twisted:

  8. eMina says :

    hm, semua realtime..saya jadi ingin memberikan artikel ini pada pak tifatul sembiring euy xD

    sebagai contoh kecil saja. Sebenarnya banyak yg memfasilitasi komunikasi via hape/net dengan para pejabat, misalnya kyk ‘halo kang dada’ klo di bandung. jadi katanya warga bandung bisa curhat pada beliau. Tapi susahnya ya itu ya, ga realtime, dan mungkin saja bahwa pesan warga itu sampe ke beliau tapi kita tidak tahu ada tindak lanjutnya ga? coba klo kyk di fesbuk yang setiap perubahan ada notifikasinya.

    atau jangan2 bisa jadi pesan2 warga juga ada yg ga sampai. karena kita ga bisa memonitor langsung perkembangannya kan.

    • Guh says :

      Silakan, semoga tidak malah membuat beliau semakin bernafsu menyensor internet

      Kang dada itu keren, ide sms sby juga keren. Masalahnya tinggal gimana memonitor keluhan-keluhan itu, tindak lanjutnya sudah sampai mana. Mungkin bisa menerapkan semacam launchpad.net buat monitor bug2 dalam pemerintahan, jadi status setiap masalah lebih mudah diikuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s