Segitiga Sakti

Lukisan yang sudah disederhanakan ini saya dapat dari sana. Versi asli yang vulgar dan hanya cocok dilihat orang dewasa bisa dilihat di sini

1. Pekerja Keras

Di kasta ini kita berangkat sejak pagi untuk membanting tulang, pulang malam langsung nonton iklan dari kotak setan. Gaji habis untuk transport dan makan. Yang gajinya lumayan gede bisa foya-foya konsumtif sesuai anjuran iklan. Yang bisa internetan, sebatas untuk cari penghasilan sampingan, jadi korban em el em, kena scam atau sekedar untuk bergosip mengutuki kenyataan. Setelah seharian berjuang cari makan, kita tak punya energi lagi untuk mikir macem-macem. Yang penting tekun kerja keras, cari uang, bisa makan, bisa ngasih makan keluarga, cukup.

Di sini jati diri kita adalah pekerjaan. Kita bukan siapa-siapa kalau kehilangan pekerjaan. Harga diri dan nyawa kita, juga nyawa orang-orang yang kita nafkahi, tergantung pada gaji. Kalau sampai dipecat kita sekeluarga bisa mati kelaparan. Kita juga selalu mengajar dan menghajar anak-anak kita agar tumbuh sebagai mahluk yang lihai cari uang. Pokoknya anak kita nanti harus lebih sukses dari kita, minimal bisa sesukses orang-orang yang saat ini menggaji kita.

2. Orang Kuwwaya

Tidak sekedar kaya raya, tapi kuwwaya. Sebagai warga kasta ini, kita mampu bayar orang untuk kerja untuk kita. Kita bayar orang untuk repot ngurus semuanya. Mulai dari mikir mau bikin bisnis apa lagi, cari karyawan, perijinannya, gajinya sampai memastikan perusahaan selalu menguntungkan. Kita menikmati untung, mereka menikmati gaji, semua senang. Saat ada buruh kurang ajar yang mengganggap kita hidup enak-enakan di atas kerja keras mereka, maka jawaban kita adalah “Lho? Saya bisa sukses gini karena tekun bekerja keras, disiplin dan rajin berdoa! Makanya kamu juga harus disiplin kerja dan berdoa lebih keras lagi supaya bisa sesukses saya!!!” Sambil cepat-cepat cari motivator dan pendakwah ulung yang bisa kita bayar agar melakukan apapun yang perlu dilakukan demi membangkitkan rasa bangga atas perjuangan cari nafkah, cinta pada pekerjaan dan setia dalam pengabdian pada perusahaan.

3. Militer

Berhasil jadi militer berarti kita adalah manusia terpilih. Tak sembarang orang dipersenjatai oleh penguasa. Dengan senjata di tangan, kita merasa bisa menakuti siapapun. Kita merasa bisa bunuh siapapun yang kita anggap lawan. Kita adalah putra-putri bangsa yang terpilih sebagai patriot pembasmi musuh, pemelihara stabilitas, membela negara… dan membela apapun yang diperintahkan oleh komando. Jadi kalau ada pabrik keji yang ownernya mampu beli komando dari komandan (atau “komandannya komandannya pak komandan”), maka kita akan melesat tanpa ragu membela pabrik itu. Kalau ada koruptor mampu beli komando, ya kita bela juga itu koruptor sampai titik darah penghabisan. Itu tidak salah karena sebagai militer kita memang dibayar untuk menuruti komando. Desersi adalah pengkhianatan hina. Mati untuk apapun, selama dalam rangka menuruti perintah, maka kita adalah pahlawan. Keluarga dirumah akan bangga menyambut peti mati, medali dan sehelai bendera negeri.

Laskar-laskar, milisi pembela agama, pembela pabrik atau front pembela tuhan juga termasuk disini. Kita semua orang terpilih dengan tugas suci membasmi musuh stabilitas, memberantas segala penistaan yang dilakukan oleh para jahanam.

4. Pengalih Perhatian

Sebagai pengalih perhatian, kita mengolah berbagai hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, sedemikian rupa hingga jadi tampak maha penting, menyita perhatian, memboroskan energi dan tentunya menghasilkan uang (untuk kita). Ada pemuka agama yang bisa ngajak  orang saling bunuh demi Tuhan; Ada wartawan gosip yang tekun ngajak penonton untuk ikut campur urusan pribadi orang; Ada developer game yang bikin game tidak mendidik dan membenamkan manusia dalam hayalan; Ada guru spiritual yang ngajak manusia sibuk duduk diam puluhan jam demi menikmati hormon kebahagiaan; Ada seleb-seleb media 2.0 yang bisa dipesan untuk menyibukkan para blogger, tweeps dan face boker. Semua produsen candu termasuk kasta ini. Weits, jangan lupakan stasiun-stasiun TV dan koran, hehe, mereka itu juga sering sekasta dengan kita.

Walau kadang dibilang nista, justru kita yang paling penting, karena kita yang memelihara langgengnya segitiga ini. Aksi kita membuat segitiga suci ini aman dari kejahilan orang-orang kurang kerjaan, karena kita selalu berhasil mempermainkan perhatian semua orang.

Kita nyamankan hati para pekerja keras yang beriman dengan berbagai ideologi keren dan janji-janji surgawi setelah kematian. Sedangkan untuk pekerja yang tak punya iman, kita sibukkan dalam berbagai game, infotainment, perdebatan agama/tuhan atau berbagai kesenangan ragawi macam narkoba, alkohol, rokok dan seks. Apapun kita lakukan agar mereka bisa nrimo eksploitasi apapun dengan legowo, sabar dan tawakal. Sambil menyemangati agar semakin giat membantingi tulang demi mensejahterakan seluruh penghuni segitiga, semuanya… kecuali mereka >:D

Para kuwwaya kita anjurkan beramal soleh, bagi-bagi duit secukupnya dan bikin rumah ibadah sebanyak-banyaknya supaya dosa akibat ngerjain orang bisa diampuni. Sekali-kali kita peras supaya borok-boroknya tidak kita angkat. Toh mereka juga sangat diuntungkan dengan keberadaan kita. Mutualisme lah.

Dengan slogan sesat dan menyesatkan, komunis najis, separatis, teroris dan subversif kita mendukung militer, milisi dan laskar-laskar bersenjata dalam perjuangannya memberantas semua kepala dan ide jahanam yang mengancam keutuhan segitiga suci. Tentu dengan restu dari kasta politisi.

Hubungan kita dengan kasta politisi juga sangat mesra. Kita adalah pihak yang paling dibutuhkan saat mereka bikin kebijakan-kebijakan yang merugikan banyak orang. Asal ada uangnya, kita bisa olah kasus apapun demi kepentingan pemesan. Mau angkat isu apa? Mau menyingkirkan siapa? Mau nutupi apa? Apapun bisa kita atur asal ongkosnya cocok.

5. Politisi

Sebagai politisi, kita bikin undang-undang, sibuk rapat, ngatur ini-itu dan tentu saja menerima lobi-lobi rahasia para kuwwaya untuk mengeruk sumber-sumber alam demi sebesar-besarnya kesejahteraan berdua. Walau sebagai pemilik modal para kuwwaya dapat bagian lebih besar, kita sebagai politisi tetap dapat jatah lagi dari pajak dan fee ijin usahanya. Semua ini kita lakukan sambil memastikan kaum pekerja percaya bahwa kita adalah penyelenggara pemerintahan yang terhormat, yang bekerja keras tanpa kenal lelah demi kesejahteraan seluruh rakyat.

Lobi-lobi rahasia itu wajar, karena untuk sampai pada jabatan setinggi ini kita sudah habis modal sangat besar, harus bayar utang (budi maupun uang) pada banyak pihak berkepentingan. Setelah cicilan lunas, kita juga bukan nabi. Sama seperti semua orang, kita suka uang… Jadi ya mari kita bersyukur akan adanya para pengalih perhatian.

6. Uang

Posisinya digambarkan ada di puncak. Sebagaimana Tuhan, dia menaungi semuanya, dengan ijinnya banyak hal bisa terwujud. Dan uang juga yang menggerakkan hati manusia untuk bersifat komersil, kompetitif, rakus dan cari untung.

7. Sesuatu yang misterius

Misteri. Saya merasa ada kurang. Sesuatu yang tidak digambar oleh si pelukis. Entah karena dia tidak menyadarinya, atau sengaja karena ingin menyembunyikan sesuatu yang penting *garuk-garuk konspiratif*.

– – – –

Sebagian diri saya merasa lukisan itu terlalu menyederhanakan kehidupan dan agak menyesatkan. Sebagian lagi merasa bahwa kehidupan dunia kita memang seperti itu dan lukisan itu sudah cukup mewakili. Sebagian lain malah mengenang seseorang yang ada di posisi kuwwaya, tapi prilakunya seperti buruh kekurangan uang, makin hari makin rakus mengumpulkan uang, seolah dihantui ketakutan akan kekurangan. Semua pihak beliau “kerjai”, sunat dan sikut kanan-kiri, tarik profit dari apapun yang ada dilangit dan bumi. Pembenarannya sih keren, “membantu pemerintah yang tak berdaya dalam membuka lapangan pekerjaan”. Sekarang tubuh beliau sudah tertanam di dalam tanah.

Lalu, cerita apa yang muncul dalam pikiran anda saat menonton lukisan itu? :D

Tag:, , , ,

15 responses to “Segitiga Sakti”

  1. CY says :

    Yang pernah berada dalam proses akan berkata, hidup tak sesederhana segitiga tsb. Banyak juga dari kasta militer yg berada di kasta paling bawah. Dan tidak semua kuwwaya melakukan lobi rahasia, ada kemungkinan dari kasta politisi atau militer yg matanya mendadak jadi “hijau” melihat kesuksesan si kuwwaya sehingga melakukan “rekayasa” lobi.

    Namun secara garis besar (sebesar2nya) kehidupan memang begitu. *sigh*

  2. ulan says :

    yang terlintas saya langsung senyum miris ^_^ nice post mas

  3. Amd says :

    Homo homini lupus…

  4. Emanuel Setio Dewo says :

    Gambar yang keren. Terutama yg vulgar dan khusus dewasa.

  5. Bubu says :

    Klo menurut pendapat saya, setelah mengamati, mengalami dan menganalisa dengan kemampuan analisa amatir saya, Segitiga yang anda sebut sakti memang bener sakti dan bener-bener nyata. Begitulah kehidupan di dunia ini bekerja, tanpa itu semua, mungkin tidak akan terbentuk apa yang namanya kehidupan (dalam arti yang luas). Jadi jangan merasa-rasa, tapi memang begitu kenyataannya.

    Ga usah manusia, kerajaan binatang pun punya segitiga yang sama. Tapi saya masih wondering, apa yg menggantikan posisi teratas di golongan tersebut.

    The more u understand how life’s work, the more you can understand yourself and the world.. entirely.

  6. Guh says :

    CY :

    Yang pernah berada dalam proses akan berkata, hidup tak sesederhana segitiga tsb. Banyak juga dari kasta militer yg berada di kasta paling bawah. Dan tidak semua kuwwaya melakukan lobi rahasia, ada kemungkinan dari kasta politisi atau militer yg matanya mendadak jadi “hijau” melihat kesuksesan si kuwwaya sehingga melakukan “rekayasa” lobi.

    Namun secara garis besar (sebesar2nya) kehidupan memang begitu. *sigh*

    Beberapa dari kita memang punya kemampuan untuk eksis dan berperan dalam beberapa kelas sekaligus. Walau itu gambar memang penyederhanaan yang agak keterlaluan, sepertinya bisa membantu kita memahami kehidupan, sukur-sukur mencari apa yang salah dan berusaha memperbaiki.

    ulan :

    yang terlintas saya langsung senyum miris ^_^ nice post mas

    Senyum miris? Jangan-jangan mirisnya karena melihat saya yang sudah setua ini baru ngeh ada segitiga begituan ya? :P

    Amd :

    Homo homini lupus…

    Lantas?

    Emanuel Setio Dewo :

    Gambar yang keren. Terutama yg vulgar dan khusus dewasa.

    Trus?

  7. Guh says :

    Bubu :

    Klo menurut pendapat saya, setelah mengamati, mengalami dan menganalisa dengan kemampuan analisa amatir saya, Segitiga yang anda sebut sakti memang bener sakti dan bener-bener nyata. Begitulah kehidupan di dunia ini bekerja, tanpa itu semua, mungkin tidak akan terbentuk apa yang namanya kehidupan (dalam arti yang luas). Jadi jangan merasa-rasa, tapi memang begitu kenyataannya.

    Ga usah manusia, kerajaan binatang pun punya segitiga yang sama. Tapi saya masih wondering, apa yg menggantikan posisi teratas di golongan tersebut.

    The more u understand how life’s work, the more you can understand yourself and the world.. entirely.

    Binatang saling memakan untuk bertahan hidup kan? Manusia dalam segitiga ini saling memperalat dan saling mengorbankan juga demi bertahan hidup.
    Menurut saya segitiga ini agak beda dengan piramida makanan kerajaan hewan. Disana kelas predator akan berhenti makan setelah kenyang. Sedangkan dalam segitiga sakti, manusia justru semakin rakus.

  8. The Bitch says :

    lha? itu diagram, guh. bukan lukisan. beda. jadi, lu tetep belum berhasil mengembangkan otak kanan. eh, kanan apa kiri to yg ngaruh ama kesenian dan bahasa?

    • Guh says :

      Ya ini sedang melatih utek kanan dengan belajar ngapresiasi lukisan.

      Kesenian itu konon diproses otak kanan, kalau bahasa entah, tanya google deh.

  9. Bubu says :

    Yang saya maksud bukan piramida makanan, soalnya anda kan tidak sedang membahas piramida makanan.
    Kalo ngomong soal makananan sih manusia juga akan berhenti makan klo kenyang. Klo terus dijejelin makanan ya muntah..

    Sering-sering nonton Animal Planet deh..
    gak kalah menarik dari debat politik para politikus yg kaya tikus itu kok.

    • Guh says :

      Yang saya bahas piramida “saling memakan”. Binatang memakan sesamanya untuk survive, manusia juga, tapi manusia tidak berhenti karena kenyang, justru makin lapar.

      Iya, nanti saya nonton animal planet deh. Terimakasih.

    • Bitch, The says :

      lho? kamu baca komen saya yg bilang kalo gambar diatas itu bukan lukisan tapi diagram? kalo kamu teliti, sebenernya tu gambar sama persis dengan piramida makanan, cuma beda di apa memakan apa.

      manusia berenti makan kalo dia kenyang? BULLSHIT! saya malah lebih respek sama binatang karena insting mereka untuk berenti makan sesudah kenyang, sementara manusia tidak. ada nafsu yang tidak pernah terpuaskan, seberapa banyak tambang yg dikeruk, hutan yg digunduli, dan rakyat yang diperas sampai titik tai penghabisan sekali pun.

      kami, manusia, merasa lebih ‘cerdas’ daripada binatang, padahal tidak begitu. binatang preserve, sementara kami exploit. beberapa dari kami mungkin memang berpikir untuk kembali menghijaukan apa yang telah kami hitamkan. tapi seberapa gelintir diantara bermilyar2 manusia yang melakukan itu? dan berapa gelintir manusia pembuat keputusan yang terpikir tentang itu?

      tapi saya tidak pesimis. instead of nonton Animal Planet-yang saya juga suka-akan lebih baik nonton berita dan memikirkan solusi seperti apa yang bisa dan dapat diaplikasikan terhadap masalah tertentu.

      sori, guh. nyampah. panas gwa =P

  10. Bubu says :

    Klo gitu sekalian nonton National Geographic, Discovery Channel, dan BBC Knowledge juga aja.

  11. CY says :

    @Bubu
    Kayaknya nonton MetroTv atao TVone sdh cukup deh, disana sdh tergabung semuanya wakakakak…

  12. Bubu says :

    @CY
    Gak cukup tuh..
    klo cukup, saya juga ga akan mau tambah biaya untuk dapet channel yg lain dan lebih berwawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s