Nggak ada yang baru di alam ini!

Kedua pendekar kita muncul lagi! Dan seperti biasa, mereka bertengkar…

“Sudah lah, kamu tu kok mikir aneh-aneh. Buang-buang waktu. Manusia itu memang sudah dari sononya korup dan rakus. Nabi kan udah bilang kalo di alam ini nggak ada yang baru, dan kita semua cuma ngulang-ngulang sejarah! Dari pada sia-sia ngimpi mau ngubah dunia, mending kita ibadah supaya masuk surga!” Ujar Nenek yang risau dengan kelakuan Cucu Jahanam.

Cucu Jahanam malah sibuk dengan notbuknya.

“Hey, dengerin kalo Nenek ngomong!” sambil melempar samurai pendek ke arah Cucu Jahanam.

Cucu Jahanam santai memiringkan badannya, pisau meleset dan menancap di pintu depan. Duaperlima ujungnya tembus ke sisi luar, mengejutkan Pak RT yang baru berniat mengetuk pintu.

“Owh… itu kata nabi yang kaya raya dan istrinya banyak itu ya?” Cucu Jahanam berkata sambil menengok ke arah pintu. Terdengar suara piring makan Anubis ketendang Pak RT yang terbirit-birit pergi.

“Jangan kurang ajar, ad hominem itu namanya! Kalau yang dia bilang emang bener, ya bener aja. Kamu nggak perlu usil sama urusan selangkangan si penyampai pesan! Yang penting apa pesannya, bukan kelakuan yang mengatakan!” Nenek tidak terima jawaban Cucu. Sementara itu dari luar terdengar Anubis menggongong, tidak terima tempat makannya ditendang.

“Siapa yang adhominem?” Cucu Jahanam menjawab tanpa menoleh. Sibuk menjawab sebuah email. “Mengatakan seorang nabi sebagai kaya raya dan beristri banyak itu kan… bukan pelecehan”

“Hmm.. Iya sih…” Kata Nenek sambil mengintip keluar jendela, tampak Pak RT sedang minta maaf pada Anubis.

Cucu Jahanam melanjutkan, “Jaman itu masih primitif, Nek. Perbudakan masih dianggap wajar, perempuan juga masih dianggap properti, apalagi yang kolot lahir batin macam nenek, dijual sebagai budak juga susah laku.”

“Ciaaat!!!” Pekik Nenek Durhaka sambil melancarkan tendangan tanpa bayangan ke arah kepala Cucu Jahanam.

Tendangan Nenek hanya berhasil menghajar kepulan asap. Sepertigapuluhtiga detik sebelum tendangan itu berhasil menyentuh sasaran, sebuah ledakan kecil terjadi. Cucu Jahanam berubah jadi kepulan asap yang baunya seperti toilet kapal ferry ASDP.

Cucu Jahanam menghilang dengan ilmu ala ninja, muncul lagi dengan posisi bersila diatas kulkas, lanjut sibuk dengan notbuknya. Sedangkan Nenek hampir muntah karena asap yang baunya traumatis.

“Kamu itu ya, dikasih tau baik-baik malah kurang ajar!” ujar si nenek sambil mengambil peluncur misil dari kolong meja.

“Nek, jaman itu sudah ada internet belum?” Jahanam bertanya.

“Entah, memang kenapa?” Tanya Nenek sambil berusaha mengingat dimana sisa Stinger ditaruh setelah dipakai untuk menembak Black Hawk Mantri Keuangan.

“Jaman itu, apakah ada raja yang bisa melaporkan prestasinya secara realtime dan transparan pada rakyatnya?” Jahanam bertanya lagi.

“Jaman sekarang juga nggak ada raja yang kayak gitu, jahanam!” Teriak nenek yang gagal mengingat. Menghempaskan tubuhnya ke sofa. Melempar peluncur misi ke kolong meja.

Cucu Jahanam mulai menjelaskan, “Itu karena raja-raja sekarang, juga rakyatnya yang bego-bego itu mikirnya masih kayak jaman nabi. Padahal teknologi jaman sekarang sudah memungkinkan untuk melakukan itu.”

“Sok tau kamu. Apa untungnya ngawasin pemerintah kerja? Mending kamu kerja keras cari nafkah, biar nggak ngemis mulu nunggu dikasi makan kayak binatang piaraan.” Nenek teriak sambil menyalakan TV.

“Nek, kalau pemerintah terawasi dan kelakuannya transparan, maka kita semua, termasuk yang kolot lahir batin dunia akhirat kayak nenek bisa ikut melihat, bisa belajar dan memahami gimana cara kerajaan dijalankan. Gimana arus uang dan sumberdaya mengalir. Gimana alam dieksploitasi cuma untuk kemakmuran segelintir elit. Nah, nanti kalau udah ngerti, kita bisa sama-sama mikir solusinya gimana untuk memperbaiki itu. Supaya kemakmuran lebih merata!”

Nenek Durhaka garuk-garuk panu. Lalu menghakimi, “Sok tau kamu cucu jahanam! Sama aja, nanti tetep aja orang akan korupsi, nggak akan ada perubahan. Udah sana ritual agama, sembah-sembah itu Tuhan biar kamu masuk surga! Trus cari duit yang banyak bisa nenek bisa beli TV LCD! Nggak usah mikir aneh-aneh!”

“Nek, ayolah, katarak jangan lahir batin gitu. Banyak hal di alam ini sebenarnya terus berubah, terus berkembang, termasuk pemahaman kita, termasuk cara kita membudak pada pendapat penguasa… kecuali ya… kalau sengaja dibonsai oleh orang-orang dengan kekolotan separah Nenek!”

“CIAAA… Lho?!?!?” Serangan Nenek terhenti karena mendadak segalanya gelap gulita.

Diluar terdengar Anubis melolong dengan ceria.

Kegelapan ini gara-gara Pak Lurah masih ragu untuk menenggelamkan Desa dalam hutang demi mendirikan  PLTNYRS (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Yang Radiasinya Surgawi). Sebagai Kepala Desa yang bisanya cuma ikut-ikutan, sebenarnya beliau sudah malu sekali, sampai sekarang belum juga mengikuti jejak desa-desa tetangga yang sudah pinjam uang pada Rentenir dan mulai bikin PLTNYRS….

Tapi mau gimana lagi, cerpen yang mulai melenceng ini harus berakhir… :)

Tag:, , , ,

12 responses to “Nggak ada yang baru di alam ini!”

  1. chiw says :

    Kamu mbokya jadi penulisb skenario Guh…
    Biar sinetronnya bisa mengedukasi kayak gini…

  2. The Bitch says :

    huahahahahahahahahahahahahahaha!!!

  3. anang says :

    hebat mas guh..
    jadi kayak baca kho ping ho..
    he he..

  4. Emina says :

    Yaah..kok ceritanya udahan pas mati lampu. Jd gmn pertengkaran mereka..
    Lagian knp tokohnya mesti cucu dan nenek sih..

    • Guh says :

      Pertengkaran mereka akan berlanjut pada kesempatan lain.

      “Nenek” itu cocok untuk mewakili keuzuran, pasif, cinta pada kemapanan, ketidakpedulian dan keputusasaan akibat melalui banyak pengalaman hidup.
      “Cucu” mewakili anak muda sok revolusionis, sok kritis, tapi lugu dan belum cukup pengalaman hidup, jadi masih semangat untuk mengubah dunia.

  5. Bubu says :

    Bener sih sejarah berulang, tapi kalo bilang gak ada yang baru di alam ini ya gak gitu juga.

    Soal nabi juga, sepertinya pemahaman anda gak nyampe setengahnya. Jangan mencerna dan mempercayai apa kata orang dengan sangat mudah. Jangan juga menilai sesuatu dari sampulnya doang. Kenali lebih jauh, pelajari gimana sejarahnya, latar belakang, dll. Baru anda bisa menentukan dan bahkan menghakimi.

    Saya jg sebenernya sangat menutup diri untuk hal-hal yg berbau agama (lebih kearah benci). Tapi sepertinya alam semesta tidak ingin saya mati tanpa tau terlebih dahulu kebenaran dari sesuatu yg saya anggap tidak benar.

    • Guh says :

      Anda sudah punya gambaran gimana itu pemahaman keseluruhan, setidaknya separonya, saya mau dong dibagi tahu.

      Btw, bagian sebelah mana dari cerita saya yang menampilkan pemahaman saya soal nabi?

      • Bubu says :

        Pemahaman keseluruhan mengenai “gak ada yg baru di alam ini” maksudnya?

        maksud saya, anda benar mengenai sejarah/sesuatu yang berulang. Dan maksud saya bilang gak ada yg gak baru itu maksudnya emang ada yang baru kok.

        Salah satu contoh tersingkat..
        Soal evolusi, mungkin seperti yang anda ketahui, segala sesuatu di dunia ini berevolusi. Manusia, hewan, bahkan material.
        Dari evolusi itu salah satu yg terhebohnya adalah teknologi. Dari teknologi itu selalu tercipta sesuatu yang baru, mengikuti perkembangan manusia dari waktu ke waktu didukung dengan perubahan alam yang semakin tidak alami dari hari ke hari.

        eh, jelas gak sih yg saya tulis.. *#%^!*

        Topik lain:
        bagian sebelah mana yah? saya males baca lagi, tapi pastinya saat anda menulis soal nabi itu loh.

  6. ManusiaSuper says :

    “katarak lahir batin”
    WOW!

  7. tiyok says :

    *ngakak habis*

    Keren juga nama peliharaannya, Anubis. Bisa jadi inspirasi.

    Mungkin maksud Nenek, kalau semuanya sibuk mengawasi pemerintah secara realtime, yang kerja betulan cari duwit siapa dong? Gak ding, itu bisa diatur juga.
    Tinggal pemerintah dan para ul*ma, mereka rela ndak privasinya diganggu sejauh itu :))

    “Satu lagi ide yang patut diharamkan!”

    • Guh says :

      Iya, lagian yang maksud saya “ngawasi” itu bukan nongkrongi monitor. Tapi “transparansi” dimana semua tercatat secara terbuka.

      Yang terbiasa diam-diam untung sendiri jelas keberatan, saya belum kebayang gimana solusi masalah itu :P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s