Kebencian yang Fokus Ala Uday

Sembilan puluhan pasukan Inggris dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Reginald Dyer, tanpa peringatan, sekonyong-konyong menembaki belasan ribu orang sipil tak bersenjata yang sedang berkumpul mendengarkan ceramah dari tokoh-tokoh pro kemerdekaan.

1650 peluru dimuntahkan dalam 10 menit. Alun-alun Amritsar berubah jadi ladang pembantaian. Ribuan orang tewas seketika, sebagian lagi tewas kehabisan darah karena ditelantarkan.

Teman-teman sebangsanya dibantai sekeji itu, bisa dimengerti kalau Uday alias Udham Singh alias Ram Mohammad Singh Azad merasa murka. Penuh dendam kesumat.

Bagaimana cara beliau membalaskan dendamnya, itu lah yang menarik.

Caranya membenci dan mendendam itu jenius. Beliau tidak mengarahkan kebenciannya pada sembarang orang Inggris. Dia fokus pada satu orang yang dianggapnya paling bertanggung jawab, orang yang memberi perintah pada Reginald Dyer, yaitu Michael O’Dwyer. Mungkin Uday menganggap bahwa tentara tak lebih dari robot-robot pembunuh yang akan melakukan hal sekeji apapun sesuai perintah komandannya. Siapa yang memberi perintah pada komandan? Itu yang Uday kejar. Belakangan terungkap bahwa pembantaian itu memang terjadi dibawah restu O’Dwyer.

Berpuluh tahun berlalu. Setelah berkali-kali pindah negara, sempat masuk penjara, akhirnya Uday berhasil sampai di Inggris. Dan hampir 21 tahun setelah pembantaian di Amritsar, Uday akhirnya berhasil menembak mati O’Dwyer.

Sekilas tampak ganjil. Dengan kemarahan dan dendam sepekat itu, akan lebih praktis kalau dia membenci sembarang orang Inggris. Bunuh siapapun yang Inggris. Atau beraksi ala terroris beriman, meledakkan bom untuk mengakibatkan sebanyak-banyaknya korban di pihak Inggris tanpa pilih-pilih, merasa sudah jihad dan mati bakal masuk surga.

Tapi Uday bukan terroris, apalagi yang murahan. Dia pilih-pilih. Dia bahkan menghindari timbulnya korban wanita hingga dia tidak berhasil menjatuhkan lebih banyak korban ketika membunuh O’Dwyer.

Pembunuhan itu akhirnya memang menarik banyak simpati dari seluruh dunia termasuk dari pihak warga Inggris sendiri. Banyak orang terbuka matanya, yang selama ini tertidur mulai sadar akan kejinya penjajahan sang Ratu.

Oh, satu lagi, pemilihan nama “Ram Mohammad Singh Azad” dan memamerkan bahwa dirinya melampaui kotak ras, kasta, agama maupun sekte itu juga cerdik. Dengan begitu aksinya tidak bisa disepelekan dan dianggap sekedar aksi ‘korban doktrin agama terror’. Orang sedunia terpaksa membuka mata, terpaksa melihat bahwa ada penindasan atas India.

– – –

Uday dengan kebenciannya yang fokus, dengan namanya yang keren, dan balas dendamnya yang unik. Tewas di tiang gantungan pada 1940. Beliau tidak dikenang sebagai teroris religius yang direndahkan oleh hampir semua orang, tapi sebagai pahlawan pembebasan.

Trus… Kenapa ya, martir sekarang tidak ada yang sefokus dan sejenius itu? Kenapa membenci dengan sembarangan? Kenapa menjatuhkan korban tanpa pilah-pilih? Apa karena orang sekarang lebih dungu karena kebanyakan makan MSG? Atau jangan-jangan… Nah, ini untuk update berikutnya saja.


Foto diambil dari Wikipedia.org

Tag:, ,

12 responses to “Kebencian yang Fokus Ala Uday”

  1. Amd says :

    Karena pameran generalisasi yang didukung ekspos media itu memang nikmat?

  2. iptekmaniastats says :

    Guh, kenapa gak diceritain sekalian bagaimana dia menembak mati Dyer? Wikipedia keliatannya lebih lengkap deh.. :D

    • Guh says :

      semua link itu sudah menuju ke wiki, Pak. Kalau dirasa detailnya kurang bisa di klik.

      Dan menceritakan caranya menembak bukan tujuan saya menulis, harusnya itu cukup jelas kalau dibaca sampai selesai.

  3. Bitch, The says :

    karena lebih gampang nunjuk secara totem pro parte (masih inget pelajaran bahasa indonesia tentang majas?), guilty by association. kayak jaman2 pasca 9/11, semua arab adalah teroris. gitu lah. males banget ngelacak siapa dibawah komando siapa. kan jaman instan. jadinya pengen hasil yg instan juga. kalo ada korban, itu kan buat ‘the greater good’.

    jam berapa si ini? kok gwa ngantuk ya?

  4. ulan says :

    woooww itu baru gentle

  5. Emina says :

    Manusia tak pernah lepas dr benci ya. Kyk saya jg. Klo kebencian sdh terfokus, mungknkah akn membuat kita jd lbh kreatif, msl kita benci kepemimpinan seseorang/sistem, lalu kita jd akn berpikir utk menawarkan penggantinya? Wlw blm tentu akn lbh baik jg

  6. Emina says :

    Dan apakah kebencian yg tdk fokus bs jadi pemicu perang? Seperti bush dan saddam husein yg saling benci, tp imbasnya menjadi penderitaan satu negara. perang jadinya.
    Eh contoh sy tepat ga ya..*rolling eyes*

  7. Lex dePraxis says :

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih ya telah berbagi.

    Kebetulan saya juga barusan menulis topik serupa tentang membalas dendam. Cek saja entri saya yang berjudul Balas Dendam Itu Manis? Saya pikir bisa jadi referensi silang yang menambah pengetahuan kita bersama.

    Untuk sementara sekian aja dulu. Salam kenal, dan sampai jumpa lagi nanti.

    Lex dePraxis

Trackbacks / Pingbacks

  1. Manfaat kebencian yang melebar « Guh - Mei 6, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s