Sama-sama Lintah Darat

Kisah Pertama, Rentenir Kampung dan Pak Konyol:

Rentenir (Re): “Hutangmu terus menumpuk, mau nunggak sampai kapan hah? Hah? HAH?!?”
Pak Konyol (Ko): “Ampun, Tuan. Saya belum punya uang…”
Re: “Kamu sadar kan? Semakin lama kamu menunggak, hutang kamu semakin membengkak. Ini bunganya gede lho! Kamu mau mati membawa hutang? Tidak takut siksa neraka kamu hah?!?”
Ko: “Ampun Tuan, saya sungguh belum punya uang…”
Re: “Saya tahu caranya supaya kamu bisa bayar hutang.”
Ko: “…”
Re: “Daripada hutang kamu terus membengkak, tidak terbayar dan dibawa mati… Bagaimana jika Si Puteri saya angkat jadi istri.”
Ko: “Tapi… Tuan sudah punya 3 istri… Puteri saya juga sudah punya pacar…”
Re: “Allaaah… Menurut agama kan batasnya empat. Nanti pacar si Puteri yang modal dengkul itu biar anak buah saya yang urus. Yang penting Puteri kamu akan bahagia dapat suami kaya, nanti saya ajari dia bisnis. Hutang kamu lebih mudah dilunasi. Istrimu juga tidak akan keberatan punya mantu kaya!”
Ko: “Waahh.. Terimakasih tuan!”

– – –

Kisah kedua, Rentenir Global dan Pemimpin Negara

Rentenir Global (RG): “Kamu punya negara tidak bisa bayar hutang.”
Pemimpin Negera Siyalan (PNS): “Yes Sir”
RG: “Kita restrukturisasi hutang saja, ok?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Saya kasih kamu tambahan hutang, kamu bisa pakai untuk pembangunan atau bisa kamu korupsi, itu terserah kamu. Tapi ada beberapa syarat, mau?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Kamu punya BUMN harus segera diprivatisasi semuanya, kamu harus jual ke investor-investor kami, ok?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Kamu punya minyak dan sumber-sumber alam tidak boleh kamu olah sendiri, walaupun kamu mampu. Kamu atur supaya semua diolah perusahaan-perusahaan kami, ok?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Kamu atur supaya rakyat kamu tidak usil dengan kebijakan kita eh? Bikin mereka ribut sendiri, kasih tontonan yang asik-asik, ajarin agama yang bener supaya sibuk ngurusin surga. Dan front apa itu yang suka kekerasan? Jangan diusik. Dan guru-guru yang mengajarkan terror dan kebencian itu, kamu atur supaya aparat kamu tidak mengganggu kegiatan mereka. Itu asset kita. ok?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Dan satu lagi, kamu atur supaya perusahaan-perusahaan kami lancar jualan, gampang membangun hypermarket, gampang jualan bibit dan pestisida, gampang buka kios junk food. Pokoknya semua kebijakan yang kamu buat harus pro dengan tema ‘free market’ kita, ok?”
PNS: “Yes Sir”
RG: “Kalau kamu membangkang, kamu tahu akibatnya, ok?”
PNS: “Yes Sir”

Tag:,

7 responses to “Sama-sama Lintah Darat”

  1. lovepassword says :

    Wah Yes Sir melulu dah…

  2. Bitch, The says :

    kek nonton drama tujuhbelasan ya, yes sir yes sir mulu.

  3. Emina says :

    Itu, cerita yg pertama Datuk Maringgih bgt =D

    Anw, kira2 apa yg akn terjadi kalo si PNS ga ‘yes sir’ ya? Apa negaranya akn diembargo atw gmn ya..

  4. CY says :

    @Emina
    Tenang saja, ga akan ada satupun di dunia ini yg berani embargo negara dgn sumberdaya alam sehebat itu. si RG itu kan ga guoblok…

  5. CY says :

    RRC adalah contoh embargo yg gagal, malah dapat bonus membangunkan Naga yg selama ini tidur.

  6. Emina says :

    Bang cey, betul jg. Ada lho cerita parodi ttg amerika yg mau menyerang indonesia tp ga jd gara2 bnyk kuntilanak dll haha. Tp ilang itu ceritanya.
    Jd sebenarnya bs nolak kan itu PNS, tp kalo udh mslh duit siapa yg ga mau sih? Bang cey jd proyeknya gmn?!

  7. CY says :

    @Emina
    Prinsip si PNS kan menyenangkan semua pihak, kecuali pihak rakyat yg memang ditakdirkan tak senang ;))
    He? Proyek apaan? kayak PNS aja pake proyek2an hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s