PLN, kemuraman dan harapan

Ternyata…

  • PLN adalah perusahaan yang selalu merugi. 1.5 Triliun pada 2007, 13.1 T pada 2008, entah sekarang berapa
  • Peralatan yang tidak efisien, gampang rusak atau busuk tidak mudah diganti karena terganjal birokrasi yang rumit
  • Biaya untuk perbaikan, perawatan maupun inovasi memang tergantung pada birokrat karena PLN tidak punya uang, sebagai perusahaan merugi PLN harus mengemis terus pada pada negara
  • Sementara biaya pembangkitan energi mahal, TDL tetap rendah, akhirnya besar pasak daripada tiang, ini dituding sebagai biang kerugian
  • Walau kapasitasnya terbatas, PLN harus terus menerima pelanggan baru karena diwajibkan oleh UU
  • Permintaan yang terus membengkak, suplai yang terbatas, menyebabkan ML (Mati Lampu) bergilir

Cukup-cukup… Mau sampai semuram apa? Pesannya sudah dapat, ini Perusahaan Lilin Negara emang jeleek banget nasibnya. Doom. Gloom. Ancurrr. Ngapa ga bubar aja toh?

Eits, apa iya se-kiamat itu?

Ternyata, dalam kondisi yang sekilas tampak tanpa harapan itu, manusia-manusia di PLN berhasil melakukan perbaikan. Entah bagaimana caranya, mereka mulai berhasil mengatasi pemadaman bergilir. Para pahlawan kita itu bahkan menjanjikan, pemadaman bergilir akan bisa dihentikan pada 30 Juni 2010!! Mantap!

Entah gimana caranya, tapi efeknya memang sudah mulai terasa. Tempo hari saat saya di Bogor masih sering terjadi pemadaman ajaib, tapi sebentar saja, tak sampai seharian lagi. Dan yang ajaib sejak beberapa hari ini saya di Lampung, belum sekalipun merasakan pemadaman. Ajaib. AJAIB! Sebelumnya, hari-hari tanpa listrik sampai nggak bisa setrika itu biasa. Malam hari voltase kampret sampai tiap lewat magrib PS2 tak mungkin menyala. Sekarang bisa! Saya bahkan berani cabut baterai netbook dan colok langsung ke PLN :D

Ini cuma saya saja, atau anda juga merasakan adanya perbaikan dalam pelayanan PLN?

*merencanakan cari mesin cuci baru, AC, juicer, motor listrik…*

Eh, kenikmatan ini tidak berarti saya berhenti memimpikan transparansi lho. Saya masih ingin semua teknologi dan tetek bengek pembangkitan energi itu bisa dibuka selebar-lebarnya, jadi semua anak manusia bisa belajar dan terpicu kreatifitasnya.


Sumber referensi:

– Google
– PLN, Kok gitu sih? (I)
PLN, Kok gitu sih? (II)
Kekhawatiran CEO PLN

Tag:, ,

11 responses to “PLN, kemuraman dan harapan”

  1. CY says :

    Ehm…, disini terjadi perbaikan signifikan setelah telur dan tomat busuk berhamburan ke markas pusat PLN. Saya jadi berprasangka telur dan tomat busuk bisa digunakan utk pembangkitan energi listrik… *lebay..* ;))

  2. Bitch, The says :

    semua rumah gwa ga pernah blackout, guh. still, gwa juga pengen transparansi biar gwa tau kenapa temen2 gwa di luar jawa sering kali menghujat PLN di status2 facebook mereka.

    • Guh says :

      Itu nggak pake transparansi juga sebabnya udah jelas pit.
      Sbg orang jkt yg punya akses ke ‘orang2 hebat’ dan ‘orang2 dalem’… daripada buang energi ngurusi hujatan mending waktunya dialokasikan buat ngorek2 solusi… cuma saran sih.

  3. villa says :

    mas… setuja saya dengan perusahaan lilin negara… jempol mas…

  4. dodo says :

    seperti yang pernah diungkapkan oeh seseorang saya lupa orangnya, ketika nanti tidak ada pemadaman bergilir konsumsi listrik akan meningkat tajam. bukan begitu guh?

  5. Amd says :

    Di mana Guh? Ooo, di Bogor? Sudah bagus ya? Baguslah kalo gitu. Di sini PLN masih menyedihkan…

  6. Bitch, The says :

    Monyed!
    *keplak*
    gw ga bisa reply komeng lu. tapi lu tau itu pisuhan ditujukan kemana. huh!

Trackbacks / Pingbacks

  1. PLTU, cheap sollution for today. « Nah. - Mei 16, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s