Untuk memanusiakan atau melestarikan kehewanian?

Kakek Girang (AKeGi) : Badan cewe itu harus dibungkus, jangan ngumbar aurat gitu!

Cucu Jahanam (UCuHa): Kenapa?

Akegi : Supaya tidak memicu maksiat. Menggumbar aurat itu mengundang syahwat, kalau kamu diperkosa lelaki gimana?

Ucuha : Lho, kenapa bukan lelaki saja yang diajari mengendalikan nafsu?

Akegi : Tidak semua lelaki bisa mengendalikan nafsu, kalau kamu ketemu orang-orang yang prilakunya seperti binatang, gimana?

Ucuha : Ya sekarang lelakinya gimana, mau milih jadi manusia atau jadi binatang?

Akegi: Kamu itu, dikasih tau kok ngeyelan. Aturan suci itu diturunkan Tuhan untuk melindungi perempuan dari binatang-binatang berwujud manusia yang suka memperkosa wanita pengumbar aurat!

Ucuha : Ya harusnya tujuan Tuhan bikin aturan suci itu, untuk membuat manusia binatang jadi beradab. Supaya mampu mengendalikan nafsu dan tidak sembarangan memperkosa hanya karena definisinya tentang aurat tidak dihormati. Harusnya memberdayakan lelaki supaya kuat mengendalikan diri, bukan malah mendukung ketidakberdayaannya dalam mengendalikan selangkangan.

Akegi : Heh, apa maksud kamu?

Ucuha : Ya kalau nggak mampu mengendalikan diri, itu yang harus dicari sebabnya, dipelajari caranya supaya jadi mampu. Bukan malah menyalahkan perempuan. Bayangkan, suatu kaum yang selalu tergoda makan mie rebus setiap menghirup baunya. Nggak ikut ngerebus, nggak beli, tapi langsung saja nimbrung ikut makan. Tuhan umat seperti ini pasti akan menurunkan ayat yang mewajibkan  setiap mie instan harus ditutupi supaya baunya tidak kemana-mana.

Akegi : Kamu jangan sok tahu. Tuhan itu maha tahu. Aturan ini bikinan Tuhan lho. Asli. Asli banget. Kamu harus percaya! Jangan kurang ajar!

. . . . . . . . .

Dialog diatas adalah hasil mencuri dengar yang sudah dimodifikasi. Untung mencuri dengarnya tidak sampai selesai. Andai  hukuman untuk ‘mencuri dengar’ adalah potong kuping, maka hukumannya bisa dikurangi sampai jadi hukum tindik saja.

Tag:, , , ,

11 responses to “Untuk memanusiakan atau melestarikan kehewanian?”

  1. chiw says :

    Tapi…tapi…tapi kan Guuuh…
    Dengan jilbab itu wanita merasa aman, kita katanya semakin anggun gitu loooh!
    Dan cowok2 pun sekarang ptefer punya istri yang jilbaban ketimbang yg tidak.
    Jadi, fungsi jilbab skrg bukan cuma untuk melindungi wanita dari tatapan jahil cowo aja, melainkan untuk CARI JODOH!

    • Guh says :

      cowok-cowok sekarang? itu pasti generalisir, soale saya yang ngerasa sebagai bagian dari ‘cowok2 sekarang’ tidak punya preferensi seperti itu.

  2. ulan says :

    mataaabbb saya suka tulisan ini

  3. tukangobatbersahaja says :

    membayangkan jika semua pria impoten :D

  4. CY says :

    “Aturan ini bikinan Tuhan lho. Asli”

    Ngg… tau aslinya darimana?

    • Guh says :

      Saya tidak berkompeten untuk menjawabnya, Bang.
      Sedekat yang saya tahu, setiap aturan yang diyakini sebagai asli dari tuhan diyakini seperti itu karena sejarah mengatakan seperti itu.

  5. Bitch, The says :

    “Kakek Girang (AKeGi) : Badan cewe itu harus dibungkus, jangan ngumbar aurat gitu!”

    *membayangkan arem-arem…*

  6. Bu2 says :

    Gula itu manis, karena memang pada dasarnya manis dan ditakdirkan untuk menjadi manis.

    Semut itu suka yang manis-manis karena bawaan dari lahirnya semut itu hanya mengejar dan menjilati yang manis-manis.

    Kalo anda menebarkan gula di meja (atau dimana saja), tanpa tedeng aling-aling, para semut pasti langsung menyerang.
    Kalo anda ingin gula itu aman dari serangan para semut, ya taruhlah gula di toples tertutup, atau taruh ditempat terbuka tapi halangi dengan air, biar para semut ga bisa menghampiri si gula-gula :)

    btw, nice resume!
    like it

    • Guh says :

      Ahlak semut memang terlalu sulit untuk diubah, otaknya dikit, jadi cuma bisa manut dan menyalahkan takdir. Dari dulu sampai sekarang kalau ada gula ya dilahap tanpa mikir lagi.

      Andai suatu ketika dari golongan semut ada yang ngaku2 sebagai nabi terus berhasil berkuasa atas gula, pasti dia akan bikin peraturan-peraturan yang menyalahkan dan menekan gula demi kenyamanan para semut.

      Contoh semut itu keren juga Bu.

  7. Dyah says :

    ijin tempel ya bos, suka nih artikelnya, trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s