Untuk dakwah Jumat dan Umat yang lebih baik

Siang tadi saya jumatan di sebuah masjid yang sudah lebih dari 18 tahun tidak saya kunjungi.

Gedungnya sudah berubah sedikit, ada upgrade daya tampung. Cara dakwahnya juga sudah berubah, sekarang porsi bahasa Indonesia dalam dakwah sudah lebih banyak dari bahasa Arab. Wujud pendakwahnya juga lebih muda. Tapi gayanya masih jadul, masih berusaha memerintah manusia agar patuh lewat cerita jaman nabi yang penuh ancaman siksa kubur dan neraka.

Tema dakwah hari tadi adalah jangan sombong, jangan menindaklanjuti buruk sangka dengan penyelidikan dan beberapa tips lain agar tidak disiksa Tuhan. Bang pendakwah berdakwah sambil membaca, persis seperti membawakan sebuah pengumuman. Seperti biasa, tanpa interaksi *ya iya lah*. Beliau juga tampaknya tak akan peduli dengan efek dakwahnya pada para terdakwah yang berjuang melawan kantuk.

Bosan. Akhirnya saya menghayal sendiri…

Cara menjadikan dakwah jumat jadi lebih baik dan bermanfaat:

  1. Dakwah jangan lagi cuma angin lalu pembuang waktu. Setelah dakwah selesai, sebaiknya ada sarana dimana para pendengar bisa menggali dan mendiskusikan apa saja yang ganjil maupun menarik dari dakwah hari itu. Ini juga bisa jadi sarana untuk mencari dukungan dalam menindaklanjuti inspirasi yang didapat.
  2. Setiap masjid perlu punya blog sendiri, atau forum, atau setidaknya sebuah halaman facebook tempat warga saling terhubung untuk berdiskusi dan silaturahmi. Minimal setiap jumat akan ada update dakwah terbaru. Siapa yang dakwah, apa yang didakwahkan, semua terdokumentasi jelas. Bisa dipertanggungjawabkan, bisa dibahas dan dapat dikiritisi oleh seluruh warga bumi.
  3. Topiknya juga jangan yang garing basi penuh ancaman, ganti dengan yang relevan. Cari yang lebih bermanfaat dan bisa dikerjakan warga. Misal tema jumat depan adalah ibadah memisahkan sampah yang sulit terurai dari sampah yang mudah terurai, lalu lewat situs online bisa dibahas tindak lanjutnya. Warga bisa saling berbagi tips trik dalam menjalankan ibadah ini. Besoknya lagi bahas jalanan yang masih rusak. Besoknya lagi bahas pembangkit listrik swadaya. Besoknya lagi angka usulan untuk me-recall om wakil rakyat yang katanya mewakili kepentingan warga tapi malah sibuk ngurusin partai sambil memperkaya diri.
  4. Koordinasi topik dakwah dengan RT dan RW dan karang taruna (eh, udah punah ya :P), juga koordinasi dengan rumah ibadah agama lain. Ubah fungsi Masjid dan “rumah-rumah” Tuhan, yang tadinya cuma rumah doktrinasi kebencian, sumber disintegrasi dan pembodohan, diubah jadi basis pergerakan dan penyadaran. Tadinya hanya alat untuk membuat rakyat sabar dan pasrah walau ditindas, jadi basis pendidikan, perbaikan dan perlawanan.
  5. Kegiatan setiap masjid terbuka dan transparan, termasuk struktur organisasi sampai aliran dananya. Jadi kalau suatu ketika ada masjid yang diambil alih oleh partai tertentu dan fungsinya menyempit jadi penyeru arabisasi, bisa segera ketahuan dan bisa segera diajak melek lagi.

Saya membayangkan, kalau ini terjadi, tidak akan mudah lagi itu doktrinasi top down. Tidak akan mudah lagi agama dijadikan alat pembodohan dan adu domba.

Bayangkan, sambil istirahat macul, bu tani bisa buka follow up diskusi dakwah yang sudah mempengaruhi suaminya sejak jumat kemarin. Sambil nunggu dagangan, pak gado-gado bisa mulai thread wta, kenapa ustad anu mengajarkan kebencian pada golongan liyan. Sambil istirahat di kantin sekolah, si mesum bisa tanya pak juru dakwah gimana hukumnya menyimpan energi dalam bentuk hidrogen. Sambil bengong diangkot, mbak seksi tak berkutang bisa ikut kasih masukan, usul tema untuk dakwah jumat depan.

Ternyata jumatan itu inspiratif. Sayang tadi tak bawa catatan, pulangnya banyak ide yang menguap di jalan. Yang ditulis ini hanya sebagian yang berhasil diingat. Mungkin minggu depan kalau masih disini saya perlu bawa netbuk, mungkin perlu usul juga supaya disediakan wif… lho, lho, lho… Kamu ini mau berritual atau mau melakukan hal lain yang lebih bermanfaat?!? *bertanya ke arah cermin*

Tag:, ,

3 responses to “Untuk dakwah Jumat dan Umat yang lebih baik”

  1. Bitch, The says :

    Jumatan? elu? yeah, rite
    *rollingeyes*

  2. eMina says :

    hm…ide bikin komunitas lanjutan di fesbuk atau blog boleh juga yah….tapi biasanya topik khutbah itu memang sudah diseragamkan begitu….di komunitasnya pasti bisa dimasukkan topik2 yg lebih relevan dan warga bisa kasih masukan/rekues buat materi khutbah…keren yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s