Rumah Sakit dan Perokok

Kemarin malam saya jadi supir darurat. Tidak bawa surat apapun, SIM, KTP, ATM sampai celana dalam semua ketinggalan di rumah. Bersama orang-orang yang penuh empati, saya jalan-jalan ke tiga rumah sakit sekaligus dalam satu malam: RS Abdoel Moeloek, RS Harapan Bunda, dan RS PKU Muhammadiyah.

Dari ketiga RS, yang namanya muluk-muluk itu saya nobatkan sebagai rumah sakit paling jorok. Banyak puntung rokok bertebaran di parkiran, lantainya juga kotor, nyamuknya juga banyak banget. Saya menemukan muntahan mengerikan di parkiran, mungkin ada drakula jekpot karena salah gigit waria. Tukang parkirnya juga buta huruf, tiket tertulis 500 tapi ngomongnya 5000. Saat diberi 1000 perak masih memaki-maki. Saya tidak ikut masuk, mungkin saja di dalam sana susternya lebih galak, sekalian mengawasi kuatir mobil dibakar.

RS Harapan Bunda adalah yang paling bersih. Tukang parkirnya paling galak tapi tidak minta uang sepeserpun. Di parkiran ada kantin dengan mie ayam yang tidak enak. Saya bukan karena ikut mengicipi, hanya sok tahu melihat muka teman-teman yang membeli, tak satupun yang sanggup memangsa sampai habis.

RS PKU Muhammadiyah yang adalah yang paling relijius yang paling ndeso. Dibangun sepaket dengan sebuah masjid yang luar biasa besar, lebih besar dari rumah sakitnya, dengan pintu yang selalu terkunci. “Waktu pertama kali melihat, saya langsung bertanya-tanya, ini maksudnya mau bikin masjid apa mau bikin rumah sakit, kok masjidnya jauh lebih besar?”. Sampai sekarang saya juga masih heran tapi tidak terlalu peduli, demi surga memang orang jadi aneh-aneh. Disitu susternya cantik-cantik. Tukang parkirnya yang gagu, bicaranya lucu dan baik hati, dia hanya menarik uang dari jasa menjaga sepeda motor. Mobil bebas keluar masuk.

Trus apa urusannya dengan Rokok?

Tiga RS itu secara bertahap terletak dari dusun ke kota. RS PKUMuh ada di dusun terpencil dekat perempatan simpang PU, RS HarBun ada di Bandar Jaya yang kota wannabe, RS Muluk ada di tengah kota Bandar Lampung (atau Tanjung Karang?). Semuanya saya lihat bermasalah dengan para penebar puntung dan asap. Dan sepertinya, makin ke pedalaman, ulah perokok ini semakin parah.

Sementara di kota hanya bermasalah dengan puntung, di kampung sepertinya bermasalah juga dengan asap. Begitu parahnya prilaku perokok kampung, pengelola RS PKUMuh merasa perlu membuat peringatan sebesar monster di depan pintu mereka.

“Matikan Rokok Anda Disini”

Tulisan itu dipajang di kanan kiri pintu masuk utama. Dengan sambutan macam itu, setiap pengunjung akan langsung tahu betapa parahnya prilaku perokok yang mengunjungi rumah sakit ini.

Seperti terlihat dalam gambar, ternyata para perokok tidak kehilangan akal. Tidak boleh menebar asap di dalam gedung, mereka nongkrong dan merokok tepat di depan pintu. Dengan begitu asap dan bau rokok bisa tetap masuk ke area rumah sakit. Setiap pengunjung yang keluar masuk juga harus menghisap asap rokok mereka. Mengamati ini saya sempat terpikir untuk mengajak tetangga saya yang rokok menyannya punya kemampuan ajaib menebar terror sampai  50 meter. Diajak ngobrol di teras situ sepertinya bakal lucu, seluruh rumah sakit akan bau kemenyan.

Ok, saya sadar tidak semua perokok punya hati sebiadab para bapak dalam gambar. Banyak juga yang beradab dan punya prilaku lebih manusiawi dibanding orang yang tidak merokok. Tapi untuk mereka yang biadab ini, gimana cara mengatasinya? Satu orang diberitahu, langsung datang lagi yang lain menggantikan, terus seperti itu tidak ada habisnya.

Mungkin baru bisa diatasi dengan memperbaiki sumber masalahnya. Apakah sumber masalahnya?

Sepertinya sumbernya adalah owner dan para investor pabrik rokok.

Tag:, , ,

9 responses to “Rumah Sakit dan Perokok”

  1. ManusiaSuper says :

    silahkan guh..

    http://blog.ichanx.net/politic/anti-rokok-lebay-kalian/

    Entah kenapa, tiap kali ke rumah sakit dalam rangka menjenguk-menjaga pasien, saya selalu sakit sepulang dari sana, semacam ada aura tidak sehat justru..

    • Guh says :

      untung cuma menjenguk dan menjaga, kalau ikut bayar kantong anda pasti ikut sakit juga.

      Link yang bagus. Sepertinya makin banyak blogger yang mempromosikan rokok ya?

  2. Bitch, The says :

    that’s the idea of rumah sakit, kudil. the place to house the disease. kalo lu pulang ga sakit, berarti lo pergi ke rumah sehat.

  3. Bu2 says :

    Jangan berprasangka dulu sama para owner dan investor pabrik rokok. Niat mereka baik kok, setidaknya mereka bisa menghidupi orang banyak dengan memperkerjakan mereka sebagai karyawan.

    Saat kita tidak bisa lagi menyalahi diri sendiri akan sesuatu yg terjadi (yg tidak baik tentunya), pihak kedua & ketiga akan selalu menjadi kambing hitam.

    but no worries.. that’s the basic instinct of human, i suppose.

  4. Emanuel Setio Dewo says :

    Merokok itu meracuni diri sendiri. Ironis ya?

  5. CY says :

    @Bu2

    Tidak bisa lagi menyalahi diri sendiri?? Maksudnya diri sendiri yg salah itu siapa ya? Penulis Blog inikah??
    Atau anda?
    Jangan general gitu dong komennya, jgn bergaya seperti filsuf beken, yg jelas sikit napa?.

Trackbacks / Pingbacks

  1. konspirasi dibalik kematian kruget « Guh - Juni 3, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s