Dia Yang Keempat

Beberapa hari sebelum kemarin saya khilaf, lupa mencabut kabel telepon karena berangkat dengan terburu-buru. Malam harinya modem ADSL ditemukan sudah dalam keadaan tewas. Jenazah mengeluarkan bau hangus dan jika dikocok seperti ada kerikil di dalamnya. Lagi-lagi tersambar petir.

Solusi yang terpilih adalah jalan-jalan ke basement Jambu Dua dan meminang pasangan baru. Mbak Ulan buka harga 300. Turun ke 285 setelah ditanya apakah harga boleh ditawar. Langsung saya peluk dan bawa pulang karena malas tawar-menawar lagi.

Jadilah sejak pakai Speedy, saya punya modem sebanyak empat biji. Jumlah yang religius sekali bukan? Perkenalkan, yang paling atas itu yang adalah paling muda, masih seksi, wangi dan bugar. Tiga biji yang bawah itu sudah jadi mayat. Yang paling bawah itu dapat gratis dari Speedy. Umurnya paling singkat. Belum sebulan sudah jadi mayat.

Sebuah lubang tidak diperosoki keledai yang sama sampai dua kali. Tapi bagaimana jika jumlah keledainya banyak dan masing-masing keledai terperosok satu kali?  Jadi sebelum menemukan anti petir saya tidak akan pulang. Anehnya benda itu tidak dijual oleh toko-toko komputer di situ. Mungkin kah mereka tak akan menjual apapun yang bisa menurunkan angka penjualan? Hanya tuhan mereka dan mereka sendiri yang mengetahui alasan sebenarnya.

Dia yang dirindu ternyata menanti di kios peralatan listrik. Judulnya Lightning & Surge Protector. Buka harga 50 ribu Rupiah. Konstruksinya sangat tidak rapi, isinya terlalu besar jadi casingnya cacat, tidak ada garansi, dan si penjual ragu apakah itu bisa dipakai untuk melindungi modem. Tetap juga saya ajak pulang dengan mahar 40 ribu Rupiah.

Penasaran dalamnya seperti apa, sampai dirumah saya telanjangi pelan-pelan.

Begitu melihat isinya, saya semakin sadar bahwa saya masih buta elektronik. Jadi saya tutup kembali serapih yang saya bisa dan memasangnya sebelum splitter. LED merah menyala redup setelah terpasang dan berkedip-kedip terang saat ada telpon masuk. Lucu.

Tapi bagaimana efeknya pada koneksi internet? Jika gerakan manusia yang diberi rompi anti peluru jadi lebih lamban karena beban, apakah jalur elektrik yang diberi perlindungan juga menderita gangguan? Daripada beranalogi konyol, lebih baik langsung dicoba saja…

Tanpa anti petir seperti ini:

Dengan anti petir seperti ini:

Dan tetap saja saya tidak mengerti perbedaan angka yang sedikit itu tafsirnya gimana. Internet tetap bisa nyambung. Rasanya untuk internetan juga sama-sama lambat. Untuk download video Ariel-Luna juga sama lama.

Karena tampak tidak mengganggu kenyamanan, alat aneh itu tetap saya pasang. Kesaktiannya dalam melindungi peradaban manusia dari Petir baru akan terbukti pada event “lupa nyabut” berikutnya. Kalau nanti ternyata tetap jebol, semoga ada pilihan ISP lain yang lebih aman.

Semoga di masa depan yang tidak terlalu lama, para Petinggi Telkom Speedy bisa punya ide untuk menyertakan bonus anti petir dalam paket produknya, atau sekalian menyertakan modem yang kebal petir.

Tag:, , , , ,

10 responses to “Dia Yang Keempat”

  1. CY says :

    Anti petir instan yg simple adalah mengkoneksikan kabel dari grounding listrik ke besi pipa air dari PDAM. Itu tips dari tukang bangunan kantor sebelah.

    • Guh says :

      Sayangnya PDAM belum masuk sini. Pipa juga masih dari plastik semua. Tapi pagar besi ada, nanti saya coba cantol kesitu :D

      Trus kalau untuk petir yg menjalar lewat kabel telpon apa mungkin diakali pakai trik yg sama? Cuma dua kawat, entah mana yg ground.

  2. Emanuel Setio Dewo says :

    Mungkin doanya kurang sehingga modemnya siyal terus. Hihihi… just kidding.

    Eh, itu setelah dipasang anti-petir kok malah jadi lebih cepat ya? Mungkin perlu diambil sample beberapa kali.

    *kabur sebelum disambar petir*

  3. Bitch, The says :

    jadi, hari itu lu menikah dua kali? keyen. hambok nyari 2 lagi biar pas 4.

  4. nDaru says :

    beli aja circuit breaker, yang bagus merk broco, harganya cuman 35 ribu..lam knal

  5. Jerry says :

    jelas sekali info dan tipnya..
    sama dengan saya, gak ngerti kelistrikan. Dalam benak saya, kalo dipegang nyetrum! itu aja.

    sekalian saya sumbang ide, gimana jika atap rumah anda ditancepin atena anti petir? apakah bisa menolak petir iseng?

    terima kasih…

  6. ManusiaSuper says :

    modem usb aja mas?

    • Guh says :

      USB ke adsl apa ndak tetep nyolok kabel telpon dan rentan kesambar? Kalau maksudnya usb ke gsm, disini paling bagus baru edge, speednya juga agak najis2 gimana gitu. Susah cari tanah buat nyucinya.

  7. setiawan says :

    Petir juga bisa masuk via Jaringan PLN, supaya lebih aman pasang anti petir ( arrester ) di jaringan PLN yang digunakan untuk catuan modem.

  8. pipink says :

    piye mas, dah terbukti blm tu anti petir’y?
    ane jg dah punya 3 buah mayat modem nie. petir oh petir!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s