Anak Brutal Banget, Kenapa?

Suatu hari saya mengenal seorang anak perempuan kelas dua SD. Dia suka memaksakan keinginannya. Jika ingin sesuatu, harus dapat. Pokoknya harus dapat. Atau dia akan menangis dan sekencang-kencangnya, menghantam apapun yang ada, memukul dengan gagang sapu sampai patah, terus mengamuk sampai keinginannya terpenuhi atau capai sendiri. Dia tidak peduli jika amukannya membuat orang-orang yang tidak ada urusan jadi tersakiti dan dirugikan.

Saya sempat bertanya-tanya. Kenapa anak sekecil itu bisa sebrutal itu? Dari mana sifat itu dia dapatkan? Pergaulan dengan anak-anak bengal? Tentu tidak, karena pulang sekolah langsung pulang. Guru di sekolah tak mungkin sebejat itu ngajarin nggak bener. Trus darimana?

Belakangan, setelah saya mengenal orang tuanya dengan lebih dekat, saya bisa mengarang sendiri penjelasannya.

Berikut ini saya temukan pengaruh-pengaruh nggak bener yang ditransfer secara tak sadar oleh orang tua pada anak perempuannya:

  1. Orang tua yang ultra tegas dan tidak kenal kompromi. Misal saat menyuruh anaknya mandi, saat itu juga si anak harus berangkat atau diancam akan dipukul. Saya melihat sendiri saat si anak sedang nonton kartun di TV swasta, tanggung sedikit lagi ending tapi orang tua ngotot. Pokoknya harus meninggalkan TV, langsung mandi dan kehilangan akhir cerita demi memenuhi keinginan orang tua. Ini mungkin membuat si anak juga tidak kenal kompromi dan tak peduli dengan kepentingan orang lain.
  2. Orang tua yang pedagang keji mungkin terbiasa bohong. Kecil-kecilan tapi sangat sering sampai jadi kebiasaan. Saya sendiri korban kebohongan besar yang dilakukan si Ayah. Parahnya, dusta-dusta itu sering dilakukan di depan anak. Misalnya demi mendapat untung  lebih besar, dengan tega membahayakan kesehatan konsumen. Berkoar ngaku taat pajak sambil ngejek orang, padahal PLNnya nunggak, telpon ngemplang, pajak STNK dah bolong 4 tahun dll. Ini mendidik anak untuk menghalalkan segala cara demi mendapat keinginannya.
  3. Orang tua sepertinya darah tinggi, suka sekali membentak dan memaki anak. Untuk poin ini saya tidak melihat bagaimana efeknya pada anak perempuan. Tapi saya lihat, makian melecehkan hanya ditujukan pada kakak-kakak lelakinya, bukan pada si anak perempuan.

Begitulah. Dengan semena-mena, si anak ini saya vonis sebagai hasil karya orang tuanya. Dia hanya belajar dari prilaku orang-orang stress di sekitarnya.

Tag:,

14 responses to “Anak Brutal Banget, Kenapa?”

  1. kw says :

    susah memang jadi orang tua, makanya aku gak mau jadi ortu, takut di salahin sama anak…. :)

    • Guh says :

      Anak yang suka menyalahkan orang tua untuk segala hal memang menyebalkan :p tapi ortu2 yg kelewat menyesatkan harusnya diberi sanksi berat.

  2. Emanuel Setio Dewo says :

    Bisa juga karena si anak itu ABK (anak berkebutuhan khusus), misalnya autis. Bisa trantrum alias ngamuk seperti itu.

  3. rizalihadi says :

    mungkin juga karena dia sering nontono tipi..bukankah sekarang ini acara yang lagi in yaitu kekerasan?dan itu fulgar sekali…

  4. Bitch, The says :

    mungkin karena dia anak perempuan satu2nya?

  5. arshintadewi says :

    Guh, sounds like temper tamtrums?
    Anak di bawah usia 10 tahun biasanya mengekpresikan kekecewaan & kemarahan dengan berperilaku buruk. It’s normal as part of growing up :)

    Tak terkecuali amarah gadis cilik yg brutal di atas…
    Menghukum anak dengan meneriaki, menyubit atau memukul akan memperburuk tingkahnya dan memperpanjang kemarahannya. Mengabulkan keinginannya bahkan lebih parah lagi. Cara ini mengajarkan anak menggunakan temper tantrums untuk memanipulasi bahkan bisa menjadi tabiat hingga dewasa.

    Para orang dewasa di sekitarnya sebaiknya jangan menyikapi kemarahan anak dengan salah. Saat anak marah, kita jangan terpancing marah juga.
    Do & don’t coba klik di http://beingmom.org/2006/11/menghentikan-perilaku-buruk-anak/

  6. Rajwa says :

    Setuju banget sm Postingan diatas ini, Sy sendiri BANYAK melihat contoh anak model begini karna ‘hasil tabiat’ orang tuanya. Bagaimanapun pertumbuhan seorang Anak, murni dari hsl didikan & sikap ortunya. Nice Posting mas Guh. Sallam kenal :D

  7. yuvie says :

    sekedar sharing.. : Kalo didikan ortu dah bener, dg kata lain ga terlalu diktator tapi juga ga terlalu memanjakan anak, tapi anak masih ga bisa menghargai orang tua itu berarti kesalahan terjadi dmn ya??

  8. yuvie says :

    sekedar sharing.. : Kalo didikan ortu dah bener, dg kata lain ga terlalu diktator tapi juga ga terlalu memanjakan anak, tapi anak masih ga bisa menghargai orang tua itu berarti kesalahan terjadi dmn ya?? NB:terbukti dari anak pertama yg cukup bisa dijadikan panutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s