Indahnya Keberagamaan

Klik gambar untuk memperbesar

Rencananya, jika natal nanti Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin menggelar puji-pujian untuk Tuhan, maka sekitar 2000-3000 massa Keluarga Muslim Bogor (KMB) sudah siap untuk bergabung dan ikut menggelar puja-puji bagi Tuhan di depan bangunan gereja.

Indah sekali bukan? Walau beda agama, beda doktrinasi, beda cara, sering bertengkar, tapi akhirnya sudi menggelar puji-pujian bersama di lokasi yang sangat berdekatan. *terharubiru*

Malam itu pasti akan banyak yang terharu karena fenomena kebersamaan yang sangat tidak biasa. DAN pasti banyak yang bakal terperangah karena agama mulai berubah, yang tadinya cuma pupuk fanatisme, alat pemicu konflik, dan senjata pengalih perhatian mainan penguasa… ternyata mulai berubah menjadi alat pemersatu rakyat !

Keren.

Tuhan pasti juga akan bergembira ria karena bergelimang pujian dari ribuan manusia yang berkumpul  di sana :))

Selamat Natal,
Selamat Tahun Baru,
Semoga kedamaian…
dan akal sehat selalu mewarnai setiap langkah kita
.

Tag:, ,

16 responses to “Indahnya Keberagamaan”

  1. estihandini says :

    Seperti biasa, saya selalu terhibur dengan satire-series nya Mas Yai. Tapi sayang, kali ini nggak bisa ketawa lama-lama. Pernah lewat daerah situ pas hari minggu, dan serombongan besar orang berpeci, berjilbab, tua, muda dengan semangat ’45 teriak-teriak plus pasang tampang bengis. Kayaknya mereka memang dapat tugas buat acting God. Well, Selamat Natal!

    *eh iya, salam kenal Mas

    • Guh says :

      Hehe, memang begitulah beragama. kita tunggu saja nanti hasilnya gimana :)

      salam kenal juga, tapi saya bukan yai :d

      • The Bitch says :

        cie, Mas Yai ((=

        itu dua kubu, berseteru cuma gara2 sepetak tanah. sama kek semua masalah di seluruh dunia. rebutan lahan, kekuasaan dan sumberdaya. ini udah mau pemilu, di mana2 ribut lagi. rakyat ditembak2in. siap2 ngungsi, amankan aset & dokumen penting supaya gampang disaut kalo mendadak harus cabut. this is gonna be a rollercoaster ride sampe 2014.

        • estihandini says :

          Ok deh, ketimbang menjurus ke pemahaman yang salah, Mas Yai saya ganti jadi Pak Yai. :)

          Memang ‘sepele’ sebenernya inti masalahnya. What makes it worse menurut saya adalah fakta bahwa pak walikota yang “flamboyant” itu lebih milih buat memperkeruh suasana dengan tindakan-tindakan bodohnya buat kepentingan dia dan golongannya sendiri. Meh! Typical politicians lah. Herannya kok ya mereka (sama saya juga kali) mau ya di bodoh-bodohin (disini mereka as in ibu2 bapak2 muda tua yang berpenampilan seperti orang beragama tertentu dan rese’ ngurusin orang lain). Whatever happened to common sense?
          Dan sampe 2014 nanti I’d rather take another ride aja deh.

          (Ini mbak bitch yang heroine di angkot itu! Saya angkat topi, salut!)

          • Guh says :

            Mas, Pak, Mbah, Kang atau Bung, tetap saja saya bukan “Yai”. Itu titel yang “ngagantel” tak pada tempatnya.

            Ya kita kan hasil pendidikan yang kita jalani. Kalau kita semua betah dibodoh-bodohi dan diadudomba begini, Kalau pemimpinnya juga kualitasnya begitu. Pastilah ada yang salah dalam pendidikan kita. *nunjuk2kambingitam*

        • Guh says :

          @Bitch, nakutin aja nih…. ya sana cepat siap-siap. Saran yang baik anyway.

  2. donnyIchigo says :

    Akhirny….ad apdet lg,srg2 aj bos hehhe soalny tulusan yg lain dah khatam smua sayah,2 kali malah
    lam knal bos :-)

  3. donnyIchigo says :

    Akhirny….ad apdet lg,srg2 aj bos hehhe soalny tulisan yg lain dah khatam smua sayah,2 kali malah
    lam knal bos :-)

  4. Alex© says :

    Satu hal lagi keberagaman selain agama juga keberagaman antara lembaga negara sendiri. MK dan Ombudsman sudah tersenyum mengatakan bahwa Gereja Yasmin adalah sah secara hukum, dan Pemkot Bogor pun dengan tersenyum mengatakan bahwa mereka memiliki prinsip sendiri, biar pun mereka itu cuma sekelas camat di kaki Gubernur. Memang indah sekali bhinneka tunggal ika republikmu, Guh :mrgreen:

    • Guh says :

      Yang indah disini lebih ke keberagamaan, Lex. dengan dua biji ‘a’. Bukan keberagaman. Itu

      Tapi memang aneh itu gubernur dan presiden, pemerintahan macam apa sih yang sedang mereka jalankan. Saya kira raja yang paling lembek dan obesitas sekalipun, harusnya bakal murka kalau ada bawahannya yang mbalelo sampai keterlaluan seperti itu. Mungkin raja bogor punya keris sakti mandragunabwahaha yang bikin gubernur dan presiden terkencing-kencing :))

      Apapun lah, mungkin juga Bogor bakal merdeka dan memisahkan diri dari NKRI, membentuk negara BOGOR BERIMAN.

      • Alex© says :

        Oh jangan! Kalau nanti merdeka, macam mana dana untuk relokasi yang justru lebih mahal, bisa didapatkan pemkotnya? Tak ada lagi keberagaman anggaran: dimana paling gereja yasmin cuma 1 milyar tapi karena beragamnya pemikiran pemkot bisa melonjak jadi 3,5 milyar. Sungguh trik politik yang beragam pula dengan menggunakan agama untuk menampakkan cantiknya keanekaragaman anggaran. Haha.

        • The Bitch says :

          ih, kalian akur sekali. seneng liatnya ((=

          • Alex© says :

            Sesekali akur dengan dia. Soalnya aku tengok dengan mata kepala sendiri di Bogor kasus GKI Yasmin itu. Kepentingan ekonomi-politik dgn pakai pantat agama juga. Sama saja rupanya kayak di kampungku. Haha. 3,5 milyar. Betapa elok akal pemkot Bogor yang Islami, menolak gereja yang paling cuma 1 milyaran, sampai ngerahin massa untuk memboikot hak misa mereka, tapi tulus mau keluarin 3,5 M yang notabene bisa untuk sektor kehidupan lain. Yang rajin bangun mesjid jangan iri ya! Sungguh toleransi yang bagus sekali. Wakakakaka. :))

  5. The Bitch says :

    beuh! you haven’t seen it all, Bang! itu walikota pedo emang rada oxymoron. dia yg naro peletakan batu pertama, tapi dia pulak yg ngeluarin perintah segel. semacem lagu dangdut gitudeh. kau yg mulai, kau yg mengakhiri. mungkin selain gemetar di hadapan adek2 kinyis2, dia juga gentar di depan nilai jual property gereja itu. 3.5 M is nothing!

    pas kemaren misa natal-alhamdulillahnya-salah satu anaknya Gus Dur & teman aktivisnya “ngebentengin” acara inside out. ada yg dateng isuk utuk2 dan bisa masuk ke tempat misa yg kalo telat dikit ga bakal bisa ngejebol berlapis2 penjagaan anjing2 berseragam coklat tai yg maju tak gentar membela yg bayar. yg kesiangan ya ikutan juga, duduk di depan anjing ((=

    yg mengharukan itu adalah bagaimana doanya Mas Yai terkabul: selesai misa, ada acara pembacaan fatihah. indahnya kebersamaan… hihi.

    indahnya liat lelaki2 piaraan gw bisa rukun-damai meskipun harus ada public enemy. haha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s