Menuju DPD yang Eksis dan Bermanfaat

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, pertama-tama saya akan malu. Karena sebagaimana kita lihat di lapangan, banyak yang tak tahu DPD itu apa dan untuk apa. Sangat amat tidak eksis di hati rakyat.

Bagi sebagian dari yang tahu, DPD hanyalah simpul aneh birokrasi yang menghabiskan uang rakyat tanpa punya manfaat  jelas. Hanya magabut. Makan gaji buta. Bahkan lomba “Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI” juga dituduh sekedar ritual menghabiskan sisa anggaran akhir tahun, sebagaimana yang biasa terjadi di berbagai departemen negara ini.

Tentu tak semua salah DPD. Yang menganggap magabut mungkin belum tahu bahwa  keterbatasan dan ketidakjelasan dari fungsi, tugas dan wewenang memang dapat dijadikan pembenaran untuk magabut. Magabut sambil menunggu “orang pusat” yang kerjanya luar biasa lambat.

Padahal, DPD itu perwakilan yang (harusnya) paling dekat dengan rakyat.

Sekarang, dengan segala keterbatasan dan ketidakjelasan yang ada, apa yang dapat dilakukan agar manfaat dan eksistensi DPD dapat lebih dirasakan rakyat?

Caranya dengan mengajak semua anggota DPD untuk dengan segala cara segera mewujudkan beberapa poin berikut ini:

  1. Hubungkan setiap desa dengan internet, tentunya dengan kecepatan yang sesuai perkembangan zaman. Yang wajib terhubung pertama kali adalah kantor desa dan sekolah-sekolah. Sediakan wifi dan fasilitasi warga yang belum mampu terhubung dengan hardware sendiri.
  2. Latih setiap aparat desa hingga efektif menggunakan internet terutama untuk menyampaikan perkembangan terkini pada ‘kita’. Berhasil sampai poin ini saja akan membuat DPD selalu awas akan perkembangan terkini dari tiap pelosok yang diwakili. DPD segera tahu apa yang harus diperbaiki, dikembangkan, dipromosikan, dipasarkan. Semuanya tanpa boros keliling secara fisik.
  3. Pandu dan fasilitasi warga untuk memanfaatkan internet dalam menemukan informasi-informasi yang dapat meningkatkan usahanya, lingkungannya dan kualitas hidupnya. Misalnya, hubungkan petani secara online, selain dengan sesamanya juga dengan pakar-pakar pertanian, sumber bibit, penjual pupuk dan pestisida termurah terbaik, hingga ke informasi pemasaran. Itu akan menekan biaya tanam, membebaskan dari ketergantungan pada tengkulak yang zalim, meningkatkan kualitas panen, memudahkan pemasaran dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka.
  4. Buka portal untuk mendengar aspirasi rakyat (sekaligus untuk kontrol atas kinerja aparat di lapangan). Pastikan nasib suara rakyat yang masuk lebih baik dari yang selama ini ternistakan di SMS9449. Libatkan pakar yang ahli dalam bidang “customer care”. Publikasikan juga hasil kerja DPD disitu secara buka-bukaan. Poin 4 ini terpenting karena akan membedakan nasib kita dari negara macam USA dimana internet lebih merata tapi korup dan budegnya pemerintahan tetap luar biasa.

Terwujudnya 4 poin diatas akan membuat DPD mampu mendengar dan merespon aspirasi rakyat dengan lebih cepat.

Lebih dekat dengan rakyat, DPD akan jadi lebih eksis dan lebih bermanfaat.

Oh, untuk menekan biaya secara luar biasa dan menjauhkan calo, konsultasi dan libatkan orang-orang seperti Onno Purbo. Biaya yang harusnya milyaran untuk setiap menara komunikasi dapat ditekan hingga puluhan juta saja. Turunnya nilai rupiah tentu tidak  disukai oleh oknum-oknum yang biasa mendapat sekian persen dari total transaksi. Tapi sekali-sekali, semua bekerja serius untuk rakyat kan bakal terlihat bagus :)

Sekian, terima kasih.

– – – – – – – – –

Update 18 Januari.

Laporan “pertanggungjawaban” dapat dibaca disini.

Tag:,

7 responses to “Menuju DPD yang Eksis dan Bermanfaat”

  1. The Bitch says :

    detik2 terakhir. good. ga di include pulak.

    • Guh says :

      Diinclude kok, tapi ternyata idenya tidak cukup untuk mendapatkan gadget-gadget mahal itu. Mungkin tidak cukup baik juga untuk diwujudkan.

      Tapi lumayan untuk menghasilkan kenyamanan tidur hotel bintang 5 plus makan berlebih-lebihan sepuasnya, sementara warga-warga sial malam itu masih tidur sambil menahan lapar. *OffTheRecord*

  2. Don Komo says :

    Hubungkan setiap desa dengan internet,<—-inspiratif sekali idenya….

  3. Alex© says :

    Hubungkan setiap desa dengan internet, tentunya dengan kecepatan yang sesuai perkembangan zaman. Yang wajib terhubung pertama kali adalah kantor desa dan sekolah-sekolah. Sediakan wifi dan fasilitasi warga yang belum mampu terhubung dengan hardware sendiri

    Kami di daerah, terutama di luar negara bagian republik Jawa, sangat menantikan hal ini, agar sila ke tiga NKRI tetap mewujud dan bukan cuma jadi slogan di BH Garuda :)

    • Guh says :

      Silakan menunggu sepuasnya Lex. Sepertinya bakal lama kau harus pandangi beha itu ditempatnya tanpa ada wujudnya di kenyataan.

      Karena setelah saya lihat-lihat sekilas, dewa-dewa di atas sana masih fokus memperebutkan kewenangan dan kekuasaaan, sambil lupa kalau dirinya belum menunjukkan bahwa dirinya pantas dipercaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: