Awas Bahaya Rumah Ibadah Hasil Korupsi

Banyak agama mengaku ingin menciptakan manusia yang perilakunya membawa kebaikan bagi sesama maupun lingkungannya secara menyeluruh. Rumah-rumah ibadah dibangun (mestinya) juga untuk memudahkan tercapainya tujuan tersebut.

Tapi apakah proses pembangunannya bebas dari aksi korupsi?

Uang yang dipakai membangun, mungkinkah sumbangan dari koruptor? Perijinan untuk membangun, mungkinkah memalsukan persyaratan, atau malah tanpa ijin sama sekali? Tanah yang dipakai, mungkinkah menindas batas hak orang lain? Gangguan yang ditimbulkan ketika maupun setelah pembangunan, mungkinkah mengkorupsi kenyamanan dan ketenangan warga sekitar? Teliti dan waspadai karena setan korupsi selalu datang dengan langkah-langkah kecil untuk menyelinap dari berbagai sisi.

Kita harus selalu peduli karena berbagai akibat yang sangat mengerikan dapat muncul dari beribadah di rumah ibadah yang korup. Diantara efek-efek mengerikan itu adalah sebagai berikut:

  1. Tidak makbul. Permohonan yang dipanjatkan dari rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi memiliki tingkat keterkabulan yang sangat rendah. Dari total doa yang dipanjatkan di dalamnya, lebih dari 50%-nya tidak akan terkabul. Akhirnya akan sama saja seperti kebetulan, sama seperti orang tidak berdoa. Akhirnya doa cuma membuang-buang waktu. Masih sukur kalau pelaksanaannya tidak dilakukan sambil mengganggu ketentraman orang sekitar.
  2. Doa menghasilkan dusta dan fitnah. Doa yang dipanjatkan dari rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi, tidak akan dijawab oleh Tuhan. Sekalipun dikeraskan dengan amplifier sejuta watt plus multi toa (pengeras suara) segede-gede dosa, tetap akan didiamkan Tuhan. Umat akhirnya hanya menduga-duga dan mengarang sendiri jawaban apa yang diberikan Tuhan. Akhirnya justru jadi fitnah dan tebar dusta, menuduh Tuhan telah menjawab begini-begitu, padahal sebenarnya cuma halusinasi dan otakatikgathuk sendiri. Tidak hanya mahir menipu orang, umat juga berubah jadi pakar-pakar self deception yang mahir menipu dirinya sendiri. Setelah terbiasa memfitnah Tuhan, akhirnya akan terbiasa menebar fitnah dan memutarbalikan fakta pada sesama manusia.
    Anda suka lihat pemuka agama yang doyan memutarbalikan fakta atau menebar fitnah? Coba perhatikan beliau ibadahnya dimana dan gimana.
  3. Mengkorupsi hati. Berdoa di rumah ibadah yang dibangun dengan korupsi juga akan mengkorupsi hati dan jiwa umat. Hati nurani dan pikiran akan diselimuti kabut “self righteousness” yang membuat mereka merasa paling benar sedunia akhirat. Hasilnya bukan cuma umat yang gemar memaksakan kehendak, tapi umat akan berubah jadi mahluk-mahluk mengerikan yang mudah marah dan tersinggung. Sedikit-sedikit bakal merasa dihina atau dinistakan, juga punya kecenderungan kuat untuk melakukan kekerasan hingga mudah sekali mengamuk dan merusak. Lebih mengerikan lagi, semua itu akan selalu dilakukan dengan penuh keyakinan bahwa segala kerusakan tersebut dilakukan demi memperjuangkan keinginan Tuhan.
    Jika Anda sering lihat gerombolan yang suka merusak sambil mengatasnamakan agama/Tuhan, coba perhatikan ibadahnya dimana dan gimana. Perhatikan juga sumber dana pergerakannya, bau korupsi mungkin tercium juga disana.
  4. Membiasakan kemunafikan. Korupsi yang meracuni sejak proses pembangunan akan terbawa hingga pelaksanaan ibadah sehari-hari. Apa yang diucapkan tidak akan sejalan dengan apa yang dilakukan. Misalnya, mengakui bahwa Tuhan Maha Mendengar, tapi setiap berdoa akan berteriak-teriak seolah yakin sekali bahwa Tuhan Maha Tuli. Mengaku ingin jadi umat baik hati yang merahmati sesama dan semesta alam, tapi tiap buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, bahkan merusak, ngamuk-ngamuk, mengumbar cap sesat dan memecah belah masyarakat juga betul-betul sembarangan. Ingin jadi umat yang tidak suka pamer tapi kerajinan dan kegigihan beritual dipamerkan dan diteriakkan kemana-mana, baik secara vulgar lewat pengeras suara maupun malu-malu lewat kostum atau legamnya jidat. Kemunafikan yang mengerikan ini, pelan tapi pasti terus membusukkan kehidupan beragama dari dalam.

Tentu saja 4 poin di atas belum semua. Jangan pula Anda percayai begitu saja, bisa jadi semua itu hanya bualan saya. Jangan mau jadi korban indoktrinasi saya atau siapapun. Silakan amati dan teliti sendiri. Perhatikanlah bagaimana “rumah-rumah ibadah” menghasilkan kualitas umat yang berbeda-beda.

Jika Anda merasakan satu saja dari keburukan tersebut mulai menjangkiti diri, waspadalah. Cari tahu bagaimana tempat ibadah itu dibangun, jangan-jangan memang sudah sejak lama dijangkiti setan korupsi. Atau jangan-jangan itu bukan karena korupsi, tapi memang agamanya yang menghasilkan umat macam itu? Hahah. Teliti saja sendiri, jangan termakan indoktrinasi murahan siapapun. Anda tidak semurah itu.

Akhirul kalam, jika para pemuka agama sudah terlalu korup hingga tidak mau peduli masalah ini, sebaiknya umat sendiri yang mulai bergerak menekan para penyelenggara negara agar berhenti prihatin dan segera beraksi untuk meregulasi dan menertibkan rumah-rumah ibadah. Tentunya rumah ibadah dari agama apapun tanpa pandang bulu. Agar semuanya selalu suci dari korupsi, mulai sejak pembangunan hingga pelaksanaannya sehari-hari.

Dengan rumah ibadah dan kegiatan ibadah yang bebas korupsi, semoga segera terwujud umat manusia yang damai, yang selalu jadi berkah bagi sesamanya dan lingkungannya dimanapun dirinya berada.

Wassalam :)

– – – – – – –

Gambar Yahudi Berisiq teriak-teriak pakai Toa diculik dari notmytribe.com

Tag:, , , ,

5 responses to “Awas Bahaya Rumah Ibadah Hasil Korupsi”

  1. The Bitch says :

    ih, masnya sotoy! ((=

  2. Jerry Gogapasha says :

    Semoga juga tidak ada bayi yang lahir dari sang koruptor. :D
    kasihan. :D

Trackbacks / Pingbacks

  1. Dakwah Jumat: 4 Penyebab Rumah Ibadah jadi KORUP « Guh - Maret 2, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: