Arsip | CerPen RSS for this section

Sama-sama Lintah Darat

Kisah Pertama, Rentenir Kampung dan Pak Konyol:

Rentenir (Re): “Hutangmu terus menumpuk, mau nunggak sampai kapan hah? Hah? HAH?!?”
Pak Konyol (Ko): “Ampun, Tuan. Saya belum punya uang…”
Re: “Kamu sadar kan? Semakin lama kamu menunggak, hutang kamu semakin membengkak. Ini bunganya gede lho! Kamu mau mati membawa hutang? Tidak takut siksa neraka kamu hah?!?”
Ko: “Ampun Tuan, saya sungguh belum punya uang…”
Re: “Saya tahu caranya supaya kamu bisa bayar hutang.”
Ko: “…”
Re: “Daripada hutang kamu terus membengkak, tidak terbayar dan dibawa mati… Bagaimana jika Si Puteri saya angkat jadi istri.”
Ko: “Tapi… Tuan sudah punya 3 istri… Puteri saya juga sudah punya pacar…”
Baca Lanjutannya…

Nggak ada yang baru di alam ini!

Kedua pendekar kita muncul lagi! Dan seperti biasa, mereka bertengkar…

“Sudah lah, kamu tu kok mikir aneh-aneh. Buang-buang waktu. Manusia itu memang sudah dari sononya korup dan rakus. Nabi kan udah bilang kalo di alam ini nggak ada yang baru, dan kita semua cuma ngulang-ngulang sejarah! Dari pada sia-sia ngimpi mau ngubah dunia, mending kita ibadah supaya masuk surga!” Ujar Nenek yang risau dengan kelakuan Cucu Jahanam.

Cucu Jahanam malah sibuk dengan notbuknya.

“Hey, dengerin kalo Nenek ngomong!” sambil melempar samurai pendek ke arah Cucu Jahanam.

Cucu Jahanam santai memiringkan badannya, pisau meleset dan menancap di pintu depan. Duaperlima ujungnya tembus ke sisi luar, mengejutkan Pak RT yang baru berniat mengetuk pintu.

Baca Lanjutannya…

Nenek Durhaka dan Cucu Jahanam

Nenek Durhakan (ND>Nda) : “Shalat sana, Cu! Orang yang tidak shalat maghrib bisa sakit dan tidak sembuh-sembuh lho!!” Kata nenek sambil keluar kamar; dahinya memancarkan cahaya keimanan.

Cucu Jahanam (CJ>Sije) : “Ah, masa si Nek? Trus harus di opname dong?”

Nda : “Iya! Kalo ga keburu dijemput malaikat maut”

Sije : “Duh… Trus kalo diopname ga sembuh-sembuh, rumah sakitnya untung dong??”

Nda : “Iya!!”

Sije : “Wah, bakal perlu obat juga tuh. Industri obat, mulai pabrik, detailer sampai pemilik apotek juga ikut untung ya??”

Nda : “IYAAAA!!!! DAH SANA AMBIL WUDLU!” Sambil merampas gamepad.

Sije : “Eits…” Sambil berusaha mempertahankan gamepad. “Nenek tahu ga? Orang yang suka nyuruh-nyuruh shalat itu bisa mati lho, trus mayatnya dipendam dalam tanah, trus ditinggalin sendirian! Sendirian lho nek, padahal yah… itu dipendemnya kan di kuburan! Hiiiiiy sereeeem!!”

Nda : “Hey, anak yang ga mau gantian kayak kamu itu juga bakal mampus trus dimakan belatung tau!!!”

Sije : “haha… ya udah, kita main yang bisa dua player aja gimana??”

Dan negosiasi ganjil itu berakhir beberapa detik kemudian.

*cerita diatas murni fiksi belaka, jika ada kesamaan dengan satu atau beberapa kejadian, memang disengaja.

Berserah Diri Demi

M: Saya sedih, sepi, stress… saya ingin bahagia.
G: Kamu harus pasrah pada kehendak Tuhan.
M: Pasrah? Gimana caranya?
G: Dengan mendengarkan penjelasan saya, saya akan jelaskan apa itu Tuhan lengkap mulai sifat, hobi, sampai hal-hal yang beliau tak suka.
M: Lalu, bagaimana saya bisa mengetahui apa saja kehendak Tuhan?
G: Saya akan beri tahu kamu apa saja yang sedang Dia kehendaki.
M: Kenapa Tuhan tidak berkata saja langsung pada saya?
G: Dia berkata, selalu berkata, tapi kamu yang tidak mendengar!
M: Lho, kok bisa gitu?
G: Kamu tak akan bisa mendengar, karena kamu kotor, kamu penuh dosa, dan kamu kurang pasrah! Hanya mereka yang sudah bersih lahir batin dan pasrah yang bisa kontak langsung dengan Tuhan.
M: Aduh, saya sekotor itu ya…
G: Banget!
M: Jadi gimana saya bisa membersihkan diri saya?
G: Tuhan akan menunjukkan caranya…
M: Hmm…
G: Lewat saya…
M: Heh?!?
G: Ya mau gimana lagi, kamu tak punya pilihan, yang bisa kontak sama Tuhan itu kan saya, bukan kamu.
M: Tapi…
G: Ahh… kamu ini mau selamat tidak hah, Hah, HAH??
M: Ya mau lah…
G: Kalau gitu nurut sama saya, eh.. menurut lah sama kehendak Tuhan dong!! Saya ini kan hanya menyampaikan kehendak Tuhan!
M: Uhh.. tapi… nanti setelah bersih saya bisa komunikasi langsung kan?
G: Tentu saja!! Nanti suatu saat kamu akan bisa mendengarkan kata-kata Tuhan secara langsung. Kamu akan jadi bijaksana, lancar rejeki, kaya raya, dikelilingi banyak cinta!
M: Dan saya akan bahagia?
G: PASTI!! Ingat, barang siapa menemukan Tuhan, akan mendapatkan segalanya!
M: Waaaoooow… ya oqelah kalow begituh…

Dan sebuah perjuangan penuh kepatuhan demi kebahagiaan sejati pun dimulai.