Tag Archive | kebencian

Mazhab yang Memerdekakan

Selama kita masih tergantung pada mazhab, sekte, aliran asing yang diimpor secara bulat-bulat, yang harus sepaket dengan segala warisan kebencian dan dendam para penciptanya, maka Indonesia tak akan bisa tenang dan damai walau katanya sudah lama merdeka.
Baca Lanjutannya…

Manfaat kebencian yang melebar

Yang berbuat hanya segelintir dari kelompok tertentu, tapi seluruh anggota kelompok dianggap salah. Ada yang menyebutnya sebagai generalisir, ada yang bilang guilty by association, dan saya kali ini menyebutnya “kebencian yang melebar.”

Bagi orang-orang lugu macam Uday, kebencian melebar ini mungkin terasa ganjil. Dia akan menganggapnya tidak efektif dan salah sasaran. Padahal, justru ‘kebencian yang melebar’ gitu yang lebih sering dipromosikan. Yang mempromosikan juga tidak cuma media-media berorientasi duit, tapi juga tokoh-tokoh yang berpendidikan tinggi.

Kenapa? Apa manfaatnya?

Setelah sedikit mengerutkan dahi, akhirnya saya mulai bisa membayangkan. Ternyata manfaatnya bisa sangat menguntungkan. Berikut ini gambaran sekenario dimana kebencian melebar bisa sangat menguntungkan.

Contoh kasus: Baca Lanjutannya…

Kebencian yang Fokus Ala Uday

Sembilan puluhan pasukan Inggris dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Reginald Dyer, tanpa peringatan, sekonyong-konyong menembaki belasan ribu orang sipil tak bersenjata yang sedang berkumpul mendengarkan ceramah dari tokoh-tokoh pro kemerdekaan.

1650 peluru dimuntahkan dalam 10 menit. Alun-alun Amritsar berubah jadi ladang pembantaian. Ribuan orang tewas seketika, sebagian lagi tewas kehabisan darah karena ditelantarkan.

Teman-teman sebangsanya dibantai sekeji itu, bisa dimengerti kalau Uday alias Udham Singh alias Ram Mohammad Singh Azad merasa murka. Penuh dendam kesumat.

Bagaimana cara beliau membalaskan dendamnya, itu lah yang menarik.

Baca Lanjutannya…

Merasa Tercerahkan #1

Kenapa saya jadi malas menulis?

Ada beberapa jawaban yang bisa dijadikan pembenaran
Pertama, karena saya kehabisan waktu (terimakasih pada manajemen waktu yang buruk)
Kedua, karena saya tercerahkan.
Ketiga, karena saya memang aslinya malas.

Dalam tulisan ini, saya memilih jalan tengah, pembenaran kedua. Karena keren. Ngaku “tercerahkan” itu rasanya keren keren gimanaaa gitu…

Jadi inilah asal muasal segala kemalasan ini…

Baca Lanjutannya…