Tag Archive | manusia

Malas Update Setelah Jadi Orang Tua?

Setelah menikah dan apalagi punya anak, blogger (terutama yang non-profit) biasanya jadi malas update. Sering malah sekalian berhenti. Menurut saya itu bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya tetap menyempatkan diri untuk menulis, kalau harus dikurangi ya mulai dari dosis curcol dan curhatnya saja.

Kenapa?

Menulis yang agak serius seperti ini mengharuskan kita untuk terus berpikir kritis, terus belajar dan membuka diri terhadap hal-hal baru. Pernah ketemu tua bangka kolot yang hobinya ribut soal sepele? Nah, bertahan tetap menulis dapat menjauhkan kita dari bermutasi jadi mahluk yang seperti itu.

Klise? Ok deh, alasan yang berikut ini bakal lebih menarik dari alasan klise barusan…

Baca Lanjutannya…

Bernista-nista soal Penodaan

gambaran rasanya dinodai

Kenapa ya ada agama yang pemeluknya mudah sekali merasa nista dan ternodai?

Ya ada lah! Apa sih yang ga ada di muka bumi ini? Orang seganteng dan seseksi gw aja ada kok.

Ok, pertanyaannya gw salah. Gini deh: Kenapa orang beragama di kita mudah tersinggung. Sedikit-sedikit merasa agamanya dinistakan, lalu ngamuk, ngebuly terus merusak. Dan apa yang dapat kita lakukan supaya kekonyolan ini ga terus terjadi?

Jangankan yang beragama. Kalau sesuatu yang lu cintai sepenuh hati dinistai, dinistakan, ternistakan, dan apa lah yang nista-nista gitu… lu yang ga beriman dan ga bertitit juga pasti marah.

Ya iya sih. Kalau obyeknya cowo gw, atau anak, atau apapun yang kita anggap sebagai “milik” kita. Jika sesuatu yang berada dalam kepemilikan dan perlindungan kita terancam, naluri kepemilikan bakal tersulut lah, dan kita bakal bangkit membela properti. Baca Lanjutannya…

Berterimakasihlah

Ada segolongan manusia yang berangkat kerja sejak pagi, pulang malam malam sekali, langsung nonton ovj/idol2an/shitnetron, ngantuk, tidur dan esoknya restart lagi. Hidupnya monoton, gajinya pas-pasan. Cari jodoh seadanya yang penting laku, yang penting mapan. Yang dipikirkan, diimpikan, dikerjakan sebatas  bertahan hidup, memuaskan lidah, perut, tuhan/dewa imajiner dan nafsu berkembang biak… lalu mewariskan lifestyle itu pada generasi selanjutnya.

Merekalah para pahlawan yg perlu dipertahankan eksistensi dan gaya hidupnya. Pada mereka anda berhutang jasa. Andai mereka punah, gaya hidup yang anda nikmati mungkin tak akan bertahan.

Niat Ingsun Tidak Puasa Sebulan Penuh

Sebuah niat yang saya persiapkan untuk menyambut bulan puasa:

Dengan  menyebut-nyebut nama Tuhan Yang Maha Baik…

Saya berniat untuk tidak puasa sebulan penuh.

Jika nanti saya ditimpa tatapan sinis, nasihat maupun cercaan dan penghakiman dari manusia-manusia yang karena puasanya jadi merasa lebih suci dari manusia yang tidak berpuasa, maka saya akan menerimanya dengan penuh hormat, sabar dan kesadaran… Karena dulu sewaktu saya puasa juga sering merasa lebih agung dari yang tidak berpuasa.

Menyambut kebisingan yang pasti meningkat dalam bulan ini, saya bertekad untuk berprilaku lebih hening dan tidak ikuti-ikutan menyumbang polusi suara. Saat calon-calon teroris cilik berlatih meledakkan petasan, dengan penuh kesabaran saya akan didik sifat kanak-kanak dalam diri agar saya tidak tergoda ikut-ikutan. Saya juga bertekad untuk tidak lagi memainkan gas secara kampungan, tidak membunyikan klakson secara barbar serta mengganti muffler dengan yang sesuai standar. Saya akan berhenti memuji Iblis / Tuhan dengan cara yang bising, kalau memang harus ya cukup secara personal dan dalam hati saja.

Menyambut keserakahan dan hawa nafsu yang akan semakin liar karena puasa,  jika dulu rumah tangga jadi semakin rakus dan melipatgandakan dosis shoppingnya, maka sekarang saya akan belanja secara sederhana dan justru jadi lebih selektif.  Daripada menghamba pada nafsu mata, nafsu lidah dan nafsu perut…  saya akan jadi lebih pemilih dan peduli pada kandungan nutrisi dan ingredients-nya. Memangsa makanan secara beradab tanpa menyiksa diri,  demi tubuh yang lebih sehat dan pikiran yang lebih tenang.

Dalam masalah belanja, saya akan prioritaskan beli dari warung-warung terdekat dan pasar tradisional. Jika warung/pasar itu karena ketololan dan keserakahannya menjual barang kadaluarsa atau palsu, hingga saya terpaksa harus ke minimarket, maka saya prioritaskan minimarket yang sahamnya masih dimiliki orang-orang lokal. Begitu pun kalau harus supermarket/mahamarket, prioritasnya adalah yang dimiliki individu lokal, bukan milik korporasi multinasional. Harga beda dikit ndak masalah, wong saya juga pernah tahu rasanya dagang kurang modal.

Di akhir bulan, saya tidak akan ikut-ikutan mayoritas beriman yang menguras tabungan hanya untuk beli pakaian-pakaian baru, membiayai penampilan keren demi gengsi dan merayakan kemenangan palsu dalam kesia-siaan. Saya akan memilih sesat dengan tetap menggunakan semua pakaian yang masih layak pakai.

Semoga setelah itu saya bisa jadi lebih baik dan tidak lagi menurut membabibuta pada tradisi dan ajaran yang tidak relevan lagi.

Gimana… Ada yang perlu dibenarkan? Masih ada beberapa hari untuk memperbaiki niat.

Daripada Sibuk Mengurusi Videonya Luna dan Ariel

Polisi, TV, media, semua sibuk ngobok-obok urusan Ariel dan Luna. Para otak mesum sibuk membahas seks pranikah, seolah-olah hubungan badan tanpa restu KUA adalah sesuatu yang maha berbahaya. Para Tuhan dan Dewa di atas sana pun bersyukur, ada topik untuk mengalihkan perhatian manusia dari hal-hal yang sebenarnya lebih darurat untuk diurusi. Kasus korupsi dan kolusi yang jauh lebih berbahaya terlupakan sudah.

Saudara-saudaraku yang seiman maupun tidak seiman, terutama yang secara ekonomi mulai mapan, yang selama ini masih terlalu sibuk nonton TV, main game atau berhura-hura… di hari Sabtu yang penuh rahmat ini saya menawarkan beberapa hal untuk dibaca dan dipikirkan.

Yang pertama, bukunya Pak Kwik. Indonesia Menggugat Jilid II. Mungkin banyak diantara teman-teman yang taat menonton TV menganggap beliau seorang brengsek. Tapi tak ada salahnya membaca apa pikiran seorang brengsek. Bisa download dari koraninternet.com.

Kedua, bukunya Om Perkins, Economic Hitman.  Cari di toko buku atau situs-situs torrent macam thepiratebay dot org

Ketiga, film Zeitgeist Addendum.

Keempat, jadi teman orang-orang macam Arkilausarnesius di Facebook dan menyimak berita-beritanya tentang Freeport dan Papua.

Kelima, buku-buku, taut-taut dan berbagai kebetulan terkait yang akan mulai bermunculan disekitar anda setelah anda menyimak hal-hal diatas.

Semoga informasi tersebut bisa membuka wawasan kita. Syukur kalau bisa memperjelas arah dan tujuan hidup kita, seandainya selama ini belum jelas. Semoga setelah membuka diri terhadap berbagai info itu, kita bisa mulai berpikir untuk tahu “apa yang harus kita lakukan sekarang” :D

Terimakasih. Sekian dulu update kali ini.

*kembali memburuh demi menggapai sedikit kemapanan, agar bisa punya waktu lebih banyak untuk dibelanjakan demi kemajuan umat*

Untuk Industri Rokok dan Umatnya yang Lebih Baik

Industri rokok yang maha kuasa sedang mengubah manusia. Teman-teman anda, satu persatu sedang diubah jadi perokok yang taat. Tetangga anda, orang tua anda, pembantu anda, supir anda, boss anda, teman-teman mereka, semuanya sedang direkrut untuk jadi perokok yang taat. Lewat media cuci otak massal maupun pergaulan dengan umat yang taat, satu persatu anak Indonesia juga sedang dipengaruhi agar jadi perokok yang taat.

Bagai virus zombie dalam film fiksi, virus ketaatan terhadap rokok terus menular, perlahan tapi pasti akan terus meluas. Hanya masalah waktu sebelum berhasil menguasai manusia.

Manusia yang sudah berubah jadi perokok taat sangat sulit untuk lepas lagi. Bagai orang tercerahkan, tingkat kesadarannya meningkat ke level yang sulit dipahami orang awam. Wujudnya masih manusia, tapi cara berpikirnya sudah berubah. Rokok jadi mirip  agama yang mengajarkan terror dan kekejian, di mata para “kafir” agama itu tampak berbahaya dan merusak, tapi di mata umatnya yang taat justru tampak suci dan harus disebarluaskan, bahkan dipaksakan.

Memahami ini, kita akan sadar bahwa usaha menyadarkan perokok akan lebih banyak membuang waktu dan energi. Daripada membuang energi berdebat dengan umat, lebih baik mulai bekerjasama dengan imam-imam mereka: Para investor dan owner industri rokok.

Baca Lanjutannya…

Selamat Makan, Pi

Wahai anak sapi yang lucu dan bau,
lahaplah makanmu,
agar segera gendut tubuhmu,
dan tinggi harga dirimu.

Baca Lanjutannya…